HUMBAHAS– Pagi yang cerah seolah menyambut hari yang indah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pollung. Pasalnya kepedulian PT TPL terhadap dunia pendidikan menginspirasinya untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan warga Humbang Hasundutan. Ya, kali ini PT TPL membangun gedung laboratorium komputer untuk digunakan para siswa.

Serah terima pembangunan gedung labotarorium yang dibangun oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk, (TPL) akan dilakukan langsung oleh Bupati  Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor sekaligus penghormatan kepada Bupati karena beliau juga merupakan alumni dari SMPN 1 Pollung tahun 1991.

Persiapan peresmian gedung baru laboratirum komputer terlihat sangat istimewa, para murid dan guru mempersiapkan penyambutan sang Bupati dan perwakilan manajemen TPL, dengan tari-tarian khas Humbang Hasundutan. Dalam sambutannya Bupati (Humbahas) mengajak para siswa dan guru, dengan dibangunnya gedung laboratorium komputer dapat memberikan yang terbaik untuk citra SMPN 1 Pollung dimasa yang akan datang.

“Terima kasih kepada PT. Toba Pulp Lestari yang masih peduli dunia pendidikan, dengan dibangunnya laboratorium komputer ini, dapat meningkatkan pendidikan khususnya ilmu komputer berbasis teknologi. Dan harapannya perusahaan semakin maju sehingga dapat membantu dunia pendidikan di (Humbahas),” sebut Dosmar Banjarnahor didampingi kadis pendidikan Jamilin Purba.

Berada didesa Pollung kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas, pembangunan gedung laboratorium komputer SMPN 1 menghabiskan dana senilai Rp 139 juta, seluruh pengerjaannya dibantu oleh pihak TPL. Sedangkan untuk kegiatan operasional dan pengawasannya dilaksanakan oleh pihak sekolah dan tim komite. Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) Ramida Siringoringo mengungkapkan, saat ini pembangunan fisik sekolah merupakan fokus perusahaan dalam  mendukung dunia pendidikan di Tapanuli, khususnya yang berdekatan dengan areal hutan tanaman industri (HTI) konsesi perusahaan.

Pembangunan infrastruktur bangunan sangat mempengaruhi peningkatan dunia pendidikan, sehingga menurut Ramida tidak hanya pemerintah namun pihak swasta juga memiliki andil dan kewajiban, dalam mendukung perkembangan pendidikan anak bangsa. Selain itu dukungan juga diberikan untuk perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Kondisi infrasturktur pendidikan seperti bangunan sekolah tidak sesuai dengan peruntukkannnya, inilah yang menjadi landasan pembangunan gedung laboratorium komputer SMPN 1 Pollung. Apalagi saat ini pemerintah telah menerapkan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Pada dasarnya anak didik adalah aset bangsa, fasilitas dan guru menjadi investasi dasar dalam pengembangan pendidikan.

Secara umum ini menjadi program TPL, termasuk pembangunan fasilitas toilet sekolah dalam tahun kedepannya,” sebut Ramida Siringoringo bersama Manager Sektor HTI kawasan Tele Karman Sirait dan staf CSR Yessi Panggabean, Selasa (18/12/2018).

Pembangunan gedung laboratorium komputer ini nantinya akan digunakan oleh 595 siswa/i SMPN 1 ketika menghadapi UNBK, dan kegiatan belajar lainnya. Pembangunan gedung diharapkan mampu mendukung proses belajar, mengingat kondisi bangunan SMPN 1 banyak yang sudah tua. Kepala SMPN 1 Benni Sihite mengungkapkan dulunya sekolah ini berbentuk swasta berdiri sejak tahun 1955. Kemudian pada tahun 1974 diambil alih oleh pemerimtah menjadi SMP negeri, dengan jumlah kelas saat ini sebanyak 19 ruangan.

Dukungan pendidikan SMPN 1 tidak hanya pada kondisi bangunan yang tua, keberadaan guru PNS juga menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar. Menurut Benni Sihite saat ini jumlah guru yang mengajar sebanyak 40 orang, dan setengahnya masih guru honorer. Kurangnya keberadaan guru akademik telah disampaikan kepada pemerintah.

“Terima kasih kepada TPL yang sudah membangun laboratorium dan kelas yang masih dalam proses pembangunan. Luas sekolah ini lebih kurang 14,979 meter bujur sangkar dan masih perlu banyak perbaikan kondisi bangunannya. Saat ini kami sudah sedikit terbantu dengan pembangunan gedung laboratorium komputer ini,” ungkap Benni Sihite dan para guru.

Kini para siswa/I SMPN 1 Pollung dapat berbangga hati dan lebih semangat dalam proses pencapaian ilmu pendidikan sekolah. Wadah bangunan laboratorium dalam rangka penerapan ilmu berbasis komputer, memberi warna dan suasana serta semangat baru bagi siswa/i. Bantuan dan kontribusi fasilitas dari perusahaan bubur kertas (TPL), diharapkan terjaga untuk warisan generasi berikutnya. (vid)
Share Berita

MEDAN - Keluarga besar TP PKK Kota Medan selama ini telah banyak benkontribusi terhadap pembangunan di Kota Medan, terutama dalam memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat dalam lingkup keluarga. Harus disadari  bahwa peranan PKK yang mungkin dianggap sepele ternyata memiliki manfaat luar biasa. Dibutuhkan kerja keras, keberanian dan kekompakan  untuk mencapai hal tersebut.

Atas dasar itulah Wakil Wali Kota Medan Ir H  Akhyar Nasution MSi MH sangat mengapresiasi kerja keras Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani SH beserta jajaran, baik mulai tingkat kota, kecamatan sampai kelurahan. Diharapkan, jajajaran TP PKK Kota Medan mereka terus menguatkan komitmen guna mendukung kemajuan di ibukota Provinsi Sumut.

Apresiasi disampaikan Wakil Wali Kota ketika menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 Kota Medan 2018 di Gedung Dharma Wanita Jalan Rotan Medan, Jumat (14/12). Apalagi menurut Wakil Wali Kota, PKK sebagai unsur pembangunan bangsa memiliki misi mulia dalam memberi dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga dengan mengutamakan  SDM sejak bayi dalam kandungan   hingga tumbuh sampai lanjut usia.

“Kita ingin keberadaan  Kesatuan Gerak PKK dapat menjadi pembangkit perekonomian keluarga dan masyarakat. Sebab, PKK merupakan salah satu  unsur penggerak  pembangunan. Untuk itu para kader dan penggerak PKK besertya jajarannya harus memadukan gerak langkah dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat, khususnya 10 Program Pokok PKK,” kata Wakil Wali Kota.

Dikatakan Wakil Wali Kota, Pemko Medan bersama seluruh unsur masyarakat, TP PKK beserta seluruh kadernya telah banyak melakukan upaya-upaya terhadap pengembangan  kehidupan keluarga menuju terwujudnya kehidupan keluarga sejahtera. Untuk itu melalui peringatan HKG PKK ini,  Akhyar  berharap dapat memberikan semangat dan motivasi bagi kader PKK agar terus melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka mensejahterakan dan memberdayakan keluarga.

Dikesempatan itu Wakil Wali kota juga mengajak pengurus TP PKK beserta  seluruh kadernya semakin memamasyarakat dan mampu menggerakkan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan, kebaikan serta mendukung kebersihan di Kota Medan. Artinya, pengurus dan kader masyarakat dapat terus mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk senantiasa hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan.  “Dukungan pengurus TP PKK beserta seluruh kader tentunya sangat vital dalam mewujudkan terciptanya kebersihan di Kota Medan,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota selanjutnya menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan hadiah kepada kelurahan-kelurahan pemenang  sejumlah perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HKG PKK ke-46 Kota Medan 2018. Akhyar berharap, hadiah yang diberikan itu dapat memacu semangat dan motivasi kader-kader PKK di tingkat kelurahan  untuk memberikan pengabdian  dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, terampil dan cerdas sesuai 10 Program Pokok PKK. HKG juga dirangkaikan dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Wakil Wali kota.

Sebelumnya, Wakil I Ketua TP PKK Kota Medan Hj Nurul Khairani Lubis menyampaikan sambutan tertulis Ketua Umum  dr Erni Guntarti Tjahjo Kumulo, diantaranya mengungkapkan Gerakan PKK sudah berkiprah sejak tahun 1960-an  dan selama itu  senantiasa berupaya menggerakkan peran serta keluarga dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan agar lebih tau, lebih mau dan lebih mampu meningkatkan kesejahteraan hidup dan penghidupannya.
Share Berita

TANGGERANG - Kota Medan terpilih menjadi salah satu dari 50 kabupaten/kota se-Indonesia  yang terpilih mendapatkan Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 dari pemerintah pusat melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia di Nusantara Hall  Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang selatan, Jumat (14/12)

Penghargaan itu diberikan Menteri Kominfo Rudiantara diwakili dirjen Aptika Semuel Abrijani P kepada Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH.  Awarding penghargaan ini  dilakukan setelah Pemko Medan berhasil menyelesaikan penyusunan masterplan pengembangan  smart city yang berisikan berbagai program yang dilakukan Pemko Medan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

Sebelum menerima penghargaan itu, Wali Kota bersama 49 kepala daerah kabupaten/kota telah mempresentasikan buku 1,2 dan 3 masterplan hasil bimbingan yang telah dilakukan selama ini dan quick win  Smart City-nya masing-masing di hadapan tim penguji selama dua hari, Rabu (12/12) dan Kamis (13/12).

Pemberian penghargaan dilaksanakan pada acara Closing Ceremony Gerakan Menuju Smart City 2018. Selain Menteri Kominfo, closing ceremony juga dihadiri Ketua APEKSI Airin Rahmidiani yang  juga Wali Kota Tangerang Selatan, vice CEO Kompas Gramedia Ricard Bagun, Dirjen Aptika Semuel Abrijani P, perwakilan dari kemendagri, Kemenpan, KSP, Kemenkeu dan Bappenas.

Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 digelar Kementrian Kominfo merupakan gerakan besar dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk itu Kabupaten dan Kota harus meningkatkan pelayanan dan meningkatkan potensi di wilayah masing-masing dengan gerakan bersama dengan melibatkan beberapa pihak yakni pemerintah, penyedia solusi dan media.

Dalam sambutannya, Menteri Kominfo menyampaikan bahwa ketika bicara tentang Smart City bukan hanya membeli teknologi maupun membeli komputer melainkan bagaimana upaya melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. “Kemenkominfo harus mendistrupsi (perubahan) diri, kalau tidak maka kita akan didistrupsi,” kata Rudiantara.

Dikatakan Rudiantara, kominfo yang awalnya sebagai regulator sekarang digeser menjadi fasilitator dengan  membatasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selanjutnya tambah Rudiantara, Kominfo juga harus menjadi akselerator. “Kita harus menjadi affirmatif policy  dengan melakukan kebijakan yang sama untuk seluruh warga negara,” ungkapnya.

Lantas bagaimana Kominfo dapat menghubungkan seluruh wilayah di seluruh Indonesia, jelas Rudiantara, maka dibagunlah Satelit Palapa Ring W48 2018 agar semua dapat mendapatkan signal secara merata dengan harga yang sama di seluruh Indonesia. “Semua ini dilakukan dalam upaya memberikan dan meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Usai menerima penghargaan, Wali kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH didampingi  Kadis Kominfo Kota Medan Zain Noval  mengaku gembira dan mengucapkan terima kasih dengan terlilihnya Kota Medan bersama 49 kabupaten/kota di Indonesia mendapatkan Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2018.

Menurut Wali Kota, Kota Medan telah menyelesaikan Masterplan Smart City Kota Medan yang akan menjadi landasan materi dan panduan pembangunan kota, termasuk membantu Pemko Medan dalam menetapkan kebijakan, regulasi dan prioritas pembangunan kota guna memberikan kemudayan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah upaya yang kita lakukan ini ternyata mendapat apresiasi dari Kementrian Kominfo sehingga memberikan kita Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2018. Tentunya ini semakin memotivasi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Medan,” kata Wali Kota.

Kemudian Wali Kota menjelaskan, Masterplan Smart City merupakan  dokumen perencanaan pembangunan dan pengembangan smart city di Kota Medan yang berisikan inisiatif-inisiati program beserta peta jalannya (road map), sehingga menghasilkan solusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.  “Dengan  program Smart City, insya Allah nantinya dapat membuat kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik, aman, nyaman dan sejahtera,” paparnya.

Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 merupakan penghargaan yang ketiga kalinya diterima Wali Kota di Desember 2018. Sebelumnya, Sabtu (1/12), Wali Kota telah mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Presiden Jokowi di Bogor atas komitmen yang  tinggi untuk memajukan pendidikan maupun meningkatkan kesejahteraan guru.

Selang 9 hari kemudian, Senin (10/12), Wali Kota kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini  giliran Kementrian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi RI memberikan Penghargaan Top 25  Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik di Batam karena dinilai sebagai salah satu pemerintah kota yang dinilai terbaik dalam bidang pengelolaan pengaduan pelayanan publik 2018.
Share Berita

MEDAN - Ribuan umat Kristiani menghadiri Perayaan Natal Oikumene  Kota Medan 2018 di Pardede Hall Medan., Jumat (14/12) malam.  Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH yang turut hadir, berharap melalu Perayaan Natal dapat memperkuat persaudaraan, kebersamaan dan rasa memiliki di antara sesama manusia.

Terwujudnya rasa persaudaraan dan kebersamaan itu,  jelas Wali, sangat diinginkan guna membangun dan menumbuhkembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara, terlebih-lebih untuk meningkatkan sikap toleransi di tengah-tengah masyarakat.

Disamping itu ungkap Wali Kota, Natal dalam konteks kehidupan juga dapat membangun sikap saling mengasihi, keikhlasan serta mendorong peningkatan iman spritual, terutama lagi kedekatan dengan Tuhan. Kemudian dapat membangun dasar-dasar yang dapat memperkokoh kehidupan bermasyarakat, berbagsa dan bernegara.

“Harapan saya prinsip-prinsip itu dapat menjadi pegangan bagi kita semua, khususnya umat  Kristiani sehingga terbangun komunikasi dan interaksi yang lebih baik lagi di antara komponen masyarakat,” kata Wali Kota.

Mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu selanjutnya mengungkapkan, Natal juga momentum bagi umat Kristiani merefleksikan kehidupan sepanjang 2018. "Tentunya kita bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi pada diri, keluarga maupunpekerjaan kita sepanjang tahun ini. Apa yang sudah dilakukan sebagai umat Kristiani, sebagai masyarakat Kota Medan, maupun  sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan? Apakah sudah terjadi perubahan yang lebih baik atau tidak? Hanya kitalah yang tahu," ungkapnya.

Selanjutnya dihadapan unsur Forkopimda Kota Medan, tokoh agama, pimpinan gereja, para pendeta denominasi gereja se-Kota Medan, Ketua Panitia Dra Hanna Lore Simanjuntak , Kadis Pencegah dan Pemadam Kebakaran Marihot Tampubolon  serta jemaat, Wali Kota  mengatakan dalam momen Natal ini, merasakan adanya spirit yang positif, sinergi dan komunikasi yang baik antara Pemko Medan dnegan masyarakat, khususnya umat Kristiani di Kota Medan.

Dikesempatan itu Wali Kota menyampaikan kondisi Kota Medan sampai saat ini sangat nyaman dan tenang. Menurutnya,  kondisi itu sedikit banyak menggambarkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga kerukunan antar umat beragama sehingga senantiasa kondusif. Dengan demikian pembangunan dapat berjalan dengan baik, tidak hanya infrastruktur tetapi juga perekonomian serta nilai-nilai sosial dalam masyarakat yang cukup membanggakan.

“Tentunya kondisi seperti ini tidak terjadi begitu saja. Hal ini tidak terlepas dari perwujudan sikap hidup masyarakat yang semakin menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari ,"  paparnya.

Tak lupa Wali Kota juga mengajak warga terus membangun kepedulian di antara sesama, tidak hanya di suasana Natal atau hari-hari besar keagamaan lain, melainkan dilakukan setiap saat.  Kemudian mengajak seluruh masyarakat  menyatukan tekad untuk berpartisipasi dalam pembangunan kota .

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wali kota mengajak semua yang hadir untuk melapangkan dada guna meninggalkan semua yang kurang baik, selalu rendah hati dan senantiasa memaafkan segala kekurangan di tahun 2018 dan berusaha berbuat terbaik di tahun 2019.  “Terus berikan kontribusi yang positif untuk mendukung pembangunan kota yang kita cintai ini,” harapnya.

Sementara itu  Dr  Ir Budi Sinulingga mewakili undangan, mengungkapkan suka citanya karena Perayaan Natal berlangsung cukup meriah dan sukses. Dikatakannya, kemeriahan perayaan Natal ini tidak terlepas berkat perhatian Pemko Medan yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan di Kota Medan.

Budi juga menilai Wali Kota telah berusaha sebaik-baiknya memberi pelayanan umum kepada masyarakat Medan. “Pembangunan infrastruktur juga terus dipacu untuk memberi kenyamanan kepada warga,” ungkap Budi

Puncak perayaan Natal juga diwarnai dengan pemberian bingkisan Natal dan tali asih antara lain kepada para pendeta, pengurus gereja, guru sekolah minggu dan kelompok paduan suara. Sebelumnya, puncak Perayaan Natal ini diawali dengan ibadah yang dimulai sejak sore dipimpin oleh Pendeta Kristi Wilson Sinurat.

Memasuki malam,  acara umum pun digelar. Selain pemberian bingkisan Natal dan tali asih, ribuan warga Kristiani yang mengikuti Perayaan Natal ini dihibur oleh penampilan artis Maria Simorangkir, Arvindo Simatupang, dan Nabasa Trio. Suasana pun begitu riuh saat Wali Kota ikut bernyanyi dan menari bersama para artis idola tersebut. Ada tiga lagu yang didendangkan Wali Kota yakni  Tangiang Ni Dainang (Doa Ibu), Mardua Holong  (Mendua Hati), dan Perahu Cinta.

Perayaan Natal Oikumene Kota Medan Tahun 2018 ini, menurut Ketua Panitia  Dra Hanna Lore Simanjuntak  mengambil tema, "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita".  Sebelum puncak perayaan  di Pardede Hall ini,  jelas Hanna, panitia juga telah melaksanakan rangkaian kegiatan, yaitu kunjungan kasih sekaligus penyerahan bantuan ke 3 panti jompo, yakni Graha Residence Senior Karya Kasih Jalan Mongonsidi Medan Polonia, Yayasan Pemenang Jiwa, Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang dan Pantai Jompo Yayasan Harapan Jaya  Jalan Marelan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Share Berita

JAKARTA – PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut berhasil meraih penghargaan Green Industry Award level 5 untuk kategori industri pulp (bubur kertas) pada Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau dan Penyerahan Sertifikat Industri Hijau 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rabu (12/12), di Jakarta.

“Kami bangga dengan apresiasi dari pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan buah kerja keras dari seluruh pekerja. PT TPL sebagai perusahaan penghasil pulp yang  patuh dalam memenuhi semua peraturan undang-undang, khususnya di bidang lingkungan, terus melakukan perbaikan yang berkesinambungan, menggunakan sumber daya secara efisien sesuai dengan komitmen perusahaan yakni memberikan nilai kepada masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan,” ujar Direksi PT TPL, Mulia Nauli, seusai menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto.

Guna memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau, Menperin menyerahkan Penghargaan Industri Hijau Tahun 2018 kepada 143 perusahaan yang terdiri dari 87 perusahaan mendapat level 5 dan 56 perusahaan dengan level 4. Klasifikasi penghargaan industri hijau dimulai dari level 1 sampai 5, di mana level 5 merupakan peringkat tertinggi.

“Pada era industri 4.0, penerapan industri hijau bisa menjadi bagian dari program digitalisasi ekonomi. Pasalnya, dapat meningkatkan efisiensi produksinya dan menghasilkan produk yang berdaya saing di pasar global,” kata Menperin Airlangga Hartarto dalam kata sambutannya.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, kami berupaya mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing, maju, serta industri hijau,” tegas Airlangga. Di samping itu, pada Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri,mengatur pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan penggunaan produk yang memiliki Sertifikat Industri Hijau.

Menperin berharap, perusahaan-perusahaan yang menyandang industri hijau mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk insentif non fiskal bagi perusahaan industri manufaktur yang telah melakukan upaya yang signifikan dalam efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air. Pada tahun 2018 ini Kementerian Perindustrian kembali menyelenggarakan Penghargaan Industri Hijau yang ke 9 (sembilan) kalinya. Proses verifikasi dan penilaian dilakukan oleh Tim Teknis dan Dewan Pertimbangan yang berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan instansi terkait lainnya.

Sebelumnya, PT TPL berhasil meraih Proper kategori Biru periode penilaian 2016-2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhir tahun lalu. Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995, untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya. (David)
Share Berita

PARMONAGAN – PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) Estate Aek Raja mengerahkan 1 unit alat berat jenis motor grader untuk membersihkan tanah longsor di 5 titik dan menutup akses jalan  di
Dusun Sisoding, Desa Manalu Dolok, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat (14/12/2018).

Camat Parmonangan, Junjungan Silaban dan Komandan Rayon Militer (Danramil) Zulkifli Sihotang mengapresiasi PT TPL estate Aek Raja yang merespon cepat untuk membantu memperlancar arus lalu lintas yang sempat terputus.

“Kami berterimakasih dan apresiasi respon yang sigap dari pihak PT TPL estate Aek Raja yang langsung menerjukan satu unit motor grader untuk membersihkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama menuju kecamatan Parmonangan. Komunikasi yang baik yang seperti ini perlu dijaga agar perusahaan selalu dekat dengan masyarakat,” ujar Junjungan Silaban.

Ramson Simamora, Humas PT TPL estate Aek Raja, yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa satu unit motor grader yang turunkan ke lokasi longsor bekerja tanpa henti dari pagi hingga sore hari untuk membersihkan tanah longsor di lima titik. “Satu unit grader terus bekerja dari pagi hari hingga sore hari ini. PT TPL akan selalu siap untuk membantu kebutuhan masyarakat khususnya kelancaran arus lalu lintas karena jalan ini merupakan akses utama masyarakat di kecamatan Parmonangan,” ujar Ramson.

Hingga saat ini, arus lalu lintas menuju kecamatan Parmonangan sudah lancar dan dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

Junjungan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara di jalan yang rawan longsor, khususnya di malam hari.

“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk waspada karena sudah memasuki musim hujan sehingga jalan raya menjadi licin dan banyak titik rawan longsor. Jika memang ada masyarakat yang memiliki urusan atau kebutuhan yang tidak terlalu penting, khususnya saat malam hari apalagi cuaca hujan, sebaiknya tidak perlu keluar rumah. Kita harus mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Junjungan menambahkan bahwa kejadian longsor lima titik di kecamatan Parmonangan, Jumat (14/12). tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. (David)
Share Berita

MEDAN - Menanggapi keluhan warga Mapilindo Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan terkait berdirinya bangunan liar yang tidak memiliki ijin, pihak Kelurahan telah menyurati Dinas PKPPR dan pemilik bangunan, Kamis (13/12/2018).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Tegal Rejo, Nuhan Hasibuan didampingi Kasi Trantib Tegal Rejo, M. Wahyu kepada wartawan. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu jawaban Dinas PKPPR.

"Kamis sudah menyurati mereka (pemilik bangunan) dan Dinas PKPPR," ujar Nuhan.

Selain itu, Wahyu menambahkan bahwa pihaknya hanya dapat menyurati pemilik bangunan dan Dinas terkait tanpa dapat melakukan tindakan.

"Kita hanya bisa menyurati dan memberikan saran," tambah Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, Berdirinya bangunan Rumah Toko (Ruko) di Jalan Mapilindo Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan disoal warga. Pasalnya bangunan yang memiliki ijin mendirikan bangunan sebanyak 8 unit ruko ternyata dibangun sebanyak 11 unit ruko, Senin (10/12/2018). Ironisnya pembangunan ini lepas dari pengawasan pihak Kecamatan setempat. (tim)
Share Berita

BELAWAN - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikwan SH MH menghadiri peringatan hari guru Nasional bersama Walikota Medan Dandim Tabes dan pejabat lainnya Kamis (6/12/2018) pagi.

Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Tiara Medan, sekaligus memberikan penghargaan kepada para guru yang teladan serta guru yang berprestasi dalam mengerjakan tugasnya.

"Kita sangat mengapresiasi acara tersebut, karena bisa bertemu langsung dengan guru guru yang hebat dalam menghadapi muridnya. Karena tanpa adanya guru kita tidak akan bisa seperti ini" ucap orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan

Tambahnya, kegiatan ini diharapkan bisa terlaksana setiap tahun untuk memotivasi para guru yang lainnya, agar bisa mendapatkan prestasi dan lebih sabar untuk menghadapi para murid saat belajar mengajar (git)


Share Berita

KISARAN - Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Unit Tipidkor Polres Asahan terhadap LA (52) Kasis Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Asahan, pelayanan di Dinas tersebut tetap berjalan dengan lancar, Rabu (5/12/2018).

Dari pantauan wartawan, terlihat seratusan masyarakat tetap melakukan antrian diruang tunggu pelayanan dinas tersebut. Begitu juga beberapa ASN yang berada diruang pelayanan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang nengurus Kartu keluarga (KK) dan KTP, serta Akta kelahiran. 

"Memang kami ada mendengar kalau semalam disini ada oknum pegawai yang ditangkap polisi karena ada menerima uang dari masyarakat yang sedang ngurus KK, tapi setahu saya biasanya setiap ngurus KTP dan KK serta akte semuanya antri disini diruang pelayanan, kenapa masih ada juga masyarakat yang mau membayar untuk ngurus KK. Karena sudah ada himbuan agar tidak berurusan dengan oknum yang bisa ngurus tapi membayar" ujar salah seorang warga, Riswan.

Ketika dikonfirmasi, Kadisdukcapil, Drs. Suprianto mengatakan bahwa selaku ASN di jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah menandatangani fakta integritas yang salah satu isinya perjanjian tidak akan melakukan pengutipan sepeserpun kepada nasyarakat yang akan mengurus KK, KT dan Akte. Apabila tetap melakukan pengutipan dan terjadi sesuatu maka itu menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing.

"Selaku pimpinan saya selalu memberikan himbuan kepada seluruh ASN yang ada di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Asahan agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang akan mengurus Kartu keluarga (KK), KTP serta Akte Kelahiran. Dan saya juga mempertegas disetiap pertemuan baik pada saat rapat maupun saat apel pagi agar jangan melakukan pengutipan kepada masyarakat," tegasnya.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi, Kasat Pol PP Asahan Drs Isa Harahap tidak berada ditempat.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Asahan Unit Tipidkor berhasil mengamankan 2 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Keduanya ditangkap dari 2 lokasi berbeda, Selasa (4/12/2018).

Adapun 2 orang ASN dari 2 instansi yang diamankan tersebut adalah LA (52) yang merupakan Kepala Seksi Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Plt. Kasi Pencegahan Pemadam Kebakaran, Lambok Siahaan (39). (Za)

Share Berita

KISARAN - Satres Narkoba Polres Asahan berhasil mengamankan 4 orang pengedar sabu dari 2 lokasi berbeda. Dari ke-4 tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 0,64 gram, Selasa (4/12/2018).

Adapun ke-4 tersangka yang berhasil diamankan adalah YG (28) warga Dusun 4 Desa Air Genting, W (24) warga Dusun 3 Desa Air Genting, Air Batu, ZK (25) warga Teluk Nilap Rokan Hilir, SS warga Jalan  Senbarangan Karang Rejo, Simalungun.

Menurut Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Wilson Siregar mengatakan bahwa penangkapan berkat laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas peredaran narkoba yang menyebutkan didaerah sekitar Desa Tanjung Alam, Kecamatan Aur Batu dan SPBU Pulo Bandering sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu.

"Saat kita kelokasi Desa Tanjung Alam, kita melihat 2 orang yang dicurigai. Saat digeledah petugas tidak menemukan barang  bukti, namun tidak kehabisan akal petugas menggeledah salah satu pot bunga dan menemukan barang bukti 0,22 gram sabu-sabu dari tangan Y dan W," ujarnya.

Kemudian, Wilson menambahkan, pihaknya kembali mengamankan 2 tersangka lainnya masing- masing.

"ZK warga Rokan Hilir dan Spyn warga Simalungun di SPBU Pulo Bendering, Asahan. Dari 2 tersangka petugas nengamankan barang bukti 0,42 gram sabu- sabu. Saat ini ke-4 tersangka telah kami tahan," ungkapnya.(za)
Share Berita

KISARAN - Baruna alias Komo (20) warga Lingkungan V Jalan Gergaji Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan terpaksa diamankan petugas Satres Narkoba Polres Asahan bersama Satgas Prefentif Tim PAUS, Selasa (4/12/2018).

"Saat itu Satres Narkoba Polres Asahan bersama  Satgas Prepentif Tim PAUS melintas di Jalan Gergaji Lingkungan V,  Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, kemudian tim melihat ada sejumlah pemuda sedang berkumpul di pinggir jalan, namun ketika tim akan mendekati, para pemuda tersebut melarikan diri, sehingga tim melakukan pengejaran dan berhasil menangkap seorang pemuda bernama Baruna alias Komo," ucap Kasatres Narkoba Polres Asahan, Wilson.

Lanjut Wilson lagi, dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan benda berupa  1 buah Kaca Pirex, 1 buah Jarum dan 1 buah pipet yg diselipkan di saku celana sebelah kiri.

"Barang tersebut katanya adalah milik temannya bernama Marko yang dititipkan padanya, yang mana sesuai pengakuanya Komo terakhir ia mengkonsumsi Sabu-sabu sudah dua hari yang lalu yang diperoleh dari Bakri yang beralamat di Jalan Gergaji Lingkungan V, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat.Selanjutnya petugas
Sat Res Narkoba Polres Asahan bersama  Satgas Prepentif Tim Paus langsung menuju rumah Bakri dan dilakukan penggeledahan yang didampingi Kepling V, didalam rumah milik Bakri petugas tidak menemukan Barang Bukti Narkotika,dan saat ini Komo sudah diamankan di Sat Narkoba Polres Asahan guna introgasi dan tindak lanjut ke BNNK Asahan,"jelasnya mengakhiri. (ran)

Share Berita

KISARAN - Unit reskrim Polsek Simpang Empat berhasil mengamankan pengedar sabu, Saiman (38) warga Jalan melati Dusun  XVIII Desa Simpang Empat Kabupaten Asahan. Dari tersangka petugas berhasil mengamankan 3 bungkus plastik  sabu-sabu, Senin (3/12/2018).

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Simpang  Empat, AKP Raymond GM Hutagalung membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Penangkapan berkat laporan dari masyarakat. Tersangka berhasil kita tangkap dengan menyamar/ undercoverbuy sebagai pembeli," katanya.

Lalu, petugas melakukan pengembangan, tersangka mengaku sabu tersebut dibeli dari Tanjung Balai. "Saat pegembangan, Bandar sabu, OT sudah kabur. Kita DPO bandar tersebut," tegas Kapolsek Simpang  Empat, AKP Raymond GM Hutagalung. (ran)
Share Berita

KISARAN - Satreskrim Polres Asahan Unit Tipidkor berhasil mengamankan 2 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Keduanya ditangkap dari 2 lokasi berbeda, Selasa (4/12/2018).

Adapun 2 orang ASN dari 2 instansi yang diamankan tersebut adalah LA (52) yang merupakan Kepala Seksi Pemanfaatan Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Plt. Kasi Pencegahan Pemadam Kebakaran, Lambok Siahaan (39).

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan bahwa oknum ASN tersebut ditangkap berkat laporan masyarakat.

"Terungkapnya kedua kasus tersebut berkat adanya pengaduan masyarakat. Kita langsung bergerak cepat menuju Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Jalan Jend. Sudirman, Sei Renggas  Kisaran Barat dan berhasil mengamankan Kasi Pemanfaatan Data, LA (52) diruang kerjanya beserta barang bukti uang tunai Rp 800 ribu, 1 lembar fotocopy KK, 1 lembar fotocopy F 101, 1 lembar surat keterangan kelahiran dan 2 buah buku nikah," terangnya melalui Kasat Reskrim Polres Asahan,  AKP Ricky Paripurna Atmaja didampingi Kanit Tipidkor, Iptu Agus setyawan.

Lalu Ricky menambahkan, usai menangkap LA, pihaknya juga mengamankan Plt. Kasi Pencegahan Pemadam Kebakaran, LS (39).

"Berselang 30 puluh menit kemudian, kita kembali  bergerak menuju Kantor Satpol PP. Kita kembali mengamankan Plt. Kasi Pencegahan, LS saat bertransaksi kerja sama pemakaian mobil pemadam kebakaran tanpa ijin dari Pemkab Asahan," bebernya.

Ricky juga menjelaskan bahwa dari LS pihaknya mengamankan barang bukti uang tunai Rp 3 juta serta surat perjanjian kerja sama.

Namun sayang, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Pol PP, Drs. Isa Harahap dan Kadisdukcapil, Drs. Suprianto kompak tidak menjawab konfirmasi wartawan. (Za)
Share Berita

LABUHAN - Kapolsek medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto SH SIK MH bersama Wakapolsek dan Bhabinkamtibmas kelurahan Terjun Aiptu Amril melaksanakan mengajar rumah pintar TPA Jln Puluh Nibbung, Kecamatan Medan Marelan Selasa (4/12/2018) siang.

Disela sela kesibukan Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto SH SIK MH mengajar anak SD paket A yang perlu perhatian khusus karena merupakan anak anak pemulung yang kondisi nya serba kekurangan dan sangat memprihatinkan.

Dikarenakan pada pagi hari nya mereka membantu org tuanya untuk memulung namun demikian mereka terlihat sangat bersemangat saat bersekolah di "Rumah Pintar" bahkan ada yg bercita cita menjadi Polisi.

Pada kesempatan itu Kapolsek Medan labuhan juga memberi bantuan berupa buku pensil, alat tulis dan papan tulis kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Terjun Aiptu Amril, yang telah merintis "Rumah pintar" ini, Kapolsek  berharap "semoga di kelurahan lain juga bisa mendirikan sekolah serupa agar memberi kesempatan bagi mereka yang kurang beruntung untuk tetap dapat menikmati pendidikan, ayo semangat mengejar impian" tutup orang nomor 1 di Polsek Medan Labuhan ini (git)
Share Berita

LABUHAN - Pangeran Adi Guna Hasibuan (32) warga Jln Kapten Rahmad Bubdin Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan babak belur akibat ketahuan mencuri dirumah kosong Selasa (4/12/2018).

Pelaku yang merupakan warga satu lingkungan dengan korban Ramli (53) masuk kedalam rumahnya pada saat rumah kosong ditinggal kerja pemilik rumah.

Kemudian pelaku masuk kedalam rumah korban melalui pintu belakang dengan merusak sarang kunci pintu, kemudian mencuri satu unit kamera merek Canon.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid SH SIK SH menjelaskan awalnya korban yg sedang berada di rumah makan miliknya di Kelurahan Paya Pasir, lalu di telpon oleh tetangga bernama Rustam bahwa rumah korban, telah di  bongkar dan pelakunya sudah ditangkap warga.

Ramli langsung menuju rumahnya dan setibanya dirumah, korban melihat pintu rumah belakangnya sudah terbuka dengan merusak sarang kunci, pada kamar tidur pakaian sudah  berserakan di lantai dan mengecek barang-barang, yang hilang yaitu satu unit kamera digital merk Canon.

"Mendapat informasi adanya pelaku pencurian yang diamankan warga dari kepling Lingkungan 15 Kel Terjun Satreskrim Polsek Medan Labuhan beserta babinkamtibmas Terjun dipimpin Panit Reskrim Ipda T Tampubolon segera mendatangi TKP dan menemukan satu orang laki laki dalam keadaan luka disekujur wajah.Serta mengeluarkan darah dari telinga,hidung,pelipis kiri dan mulut. Diduga sebagai tersangka pencurian bongkar rumah yang tertangkap dan diamuk warga" Jelas orang nomor satu di Polsek Medan Labuhan

Tersangka tergeletak tidak sadarkan diri di halaman rumah korban. Dimana pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor Suzuki FU membongkar rumah korban tertangkap warga sehinga dilakukan pengejaran dan berhasil menangkap satu tersangka Pangeran Adi Guna Hasibuan. 

"Selanjutnya personil yang ke TKP mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, korban dan merujuk Tersangka ke RS Bhayangkara Polda Sumut" tutup Kapolsek (git)

Share Berita

MEDAN - Seketika warga yang melintas di Jalan Komplek MMTC dihebohkan dengan pengemudi Avanza BK 1495 ID menabrak 3 pejalan kaki hingga tewas. Kok bisa?

Menurut informasi, pengemudi yang diketahui bernama Sri Windiarti (42) berprofesi sebagai seorang guru. Saat itu pengemudi mengikuti private belajar mengemudi. Namun saat didalam komplek MMTC, tiba-tiba melintas 3 orang mahasiswi menyeberang jalan. Diduga gugup, pengemudi yang seharusnya memijak rem ternyata salah, malahan memijak pedal gas. Akibatnya, ketiga mahasiswi tersebut digilas. 1 orang mahasiswi meninggal dunia ditempat, sedangkan 2 orang lagi mengalami luka berat dan ringan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil  membenarkan kejadian tersebut. "Pengemudi sudah kita tahan dan kita minta keterangannya," ujarnya singkat.

Adapun ketiga korban adalah Tiodora Sitinjak (19) warga Jalan Platina, Vivi Simorangkir (19) warga Jalan Selamat Ketaren dan Verawati (19) warga Jalan Rela Gang Jala. (rom)
Share Berita


KISARAN -  Sebanyak 9 orang pelaku kejahatan jalanan di bekuk petugas Satreskrim Polres Asahan dari beberapa lokasi yang berbeda. Keberhasilan dalam kegiatan Operasi Sikat Toba 2018 tersebut diungkap oleh Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu di Mapolres Asahan,  Senin (03/12/2018).


Adapun para pelaku yang diamankan adalah Agung Gunawan (19), Dwi Agung Laksono (17), Fernando Simalango  (18), Winarsih (23), Syahrizal (35), Dedek Yan Sahputra Daulay (31), Rizki Fadillah Lubis(34), M. Irsayad Alias Irsayad (32), Andre Syahputra Alias Andre (32), dan Muhammad Rio Wandana Sihombing (28). 

Kesemuanya ditangkap karena terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian dengan kekerasan (Curas). Dari para tersangka disita barang bukti 2 unit sepeda motor, 2 unit handphone, 3 unit mesin cuci dan 2 tabung gas ukuran 16 kilogram. 

"9 orang tersangka ini merupakan para pelaku pencurian dengan kekerasan dan pemberatan. 1 orang tersangka atas nama Syahrizal terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur di kaki nya, karena berusaha melawan petugas dan melarikan diri saat hendak ditangkap," kata Faisal di dampingi Waka Polres Asahan, Kompol M. Taufik dan Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja.

Para pelaku ini, lanjut Faisal, selalu menggunakan senjata tajam dan dikenal sadis saat beraksi, karena mereka tidak segan-segan melukai korbannya apabila melawan. 

Dalam temu pers tersebut, Mantan Kasubdit III/ Jahtanras Polda Sumut ini juga memberi "Warning" kepada para pelaku kriminal yang ada di Kabupaten Asahan. "Tidak ada tempat bagi para pelaku kejahatan khususnya kejahatan jalanan di Kabupaten Asahan. Jangan coba-coba, pasti akan saya sikat," tegas orang nomor satu di Polres Asahan tersebut. (ran)
Share Berita

KISARAN - Rudi Selamat (45) warga Desa Kampung Subur Stasiun lama Kecamatan Air Joman, Asahan tewas dengan luka bekas tikaman disekujur tubuhnya. Usut punya usut, ternyata korban tewas dibunuh saat mencari istrinya, Susilawati (40) yang dibawa kabur oleh pelaku, Mahyar Siregar (30) warga Dusun IV Desa Sionggang Kecamatan Buntu Pane, Senin (3/12/2018).

Menurut informasi, pembunuhan bermula saat korban bersama anaknya, Novi datang kerumah pelaku untuk mencari istrinya yang selama 4 bulan dibawa kabur pelaku. Akibatnya, pelaku yang tidak terima didatangi langsung emosi dan menikam korban. Ironisnya, pembunuhan ini disaksikan langsung oleh anak korban.

"Korban meninggal langsung disaksikan oleh anaknya," ujar salah seorang warga, Nasib.

Melihat korban tidak bergerak lagi, pelaku bersama istri korban (Susilawati) langsung kabur mengendarai sepedamotor Yamaha mio Soul warna putih milik korban.

"Pelakunya kabur naik kereta korban bang," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Prapat Janji, AKP Nasib Manurung mengatakan pihaknya dibantu Satreskrim Polres Asahan sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan untuk sementara "diduga kasus ini motifnya perselingkuhan," ujarnya.

Sementara itu, di ruang jenajah RSUD HAMS Kisaran, salah seirang keluarga korban, Sugiono mengatakan bahwa korban diketahui pergi bersama anaknya untuk mencari istrinya yang sudah 4 bulan kabur dari rumah.

"Korban ini tinggal di Kampung Subur, Kecamatan Air Joman pergi untuk mencari istrinya karena sudah empat bulan mereka tidak bersama. Kami begitu terkejut menerima kabar sepupu saya ini sudah meninggal dengan cara yang sadis,” katanya terlihat sedih. (ran)
Share Berita

LABUHAN - Petugas unit reskrim Polsek Medan Labuhan berhasil menangkap pelaku pencabulan anak 5 tahun, berinisial E (52) warga Pematang Johar, Labuhan Deli. Ironisnya, pelaku sudah 2 kali mencabuli korban, Minggu (02/12/2018).

Terbongkarnya pencabulan tersebut bermula saat korban, Mawar (5) sering kesakitan saat buang air kecil. Penasaran, orang tua korban pun menginterogasi korban. Bagai disambar petir orang tua korban saat mengetahui anaknya ditindih tetangganya. Tak terima, orang tua korban pun melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Labuhan.

"Kenapa sakit? Lalu dijawab anak saya ditindih sama om itu. Apa gak terkejut saya mendengarnya," ujar orang tua korban yang namanya enggan disebutkan.

Mendapat informasi, petugas unit reskrim Polsek Medan Labuhan langsung menuju kelokasi dan menangkap pelaku.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku bersalah telah telah melakukan cabul terhadap Korban sebanyak 2 Kali. Sekarang tersangka sudah kita amankan," ujar Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto singkat. (rom)
Share Berita

POLRESTABES MEDAN - Ketidak profesionalan petugas Satreskrim Polrestabes Medan Unit PPA membuat warga kesal. Salah satunya adalah laporan pengaduan Vera April Kristina (24) warga Jalan Gelatik, Percut Seituan. Pasalnya laporan pengaduan keluarganya 3 tahun tidak diproses. Ironisnya, Kamis (15/11/2018) penyidik baru menyerahkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejari Deliserdang.

"Waktu saya datangi ke Unit PPA, mereka bilang laporan itu tidak diproses dikarenakan kami tidak pernah datang ke Polreatabes Medan untuk mempertanyakan kasus itu. Seharusnya kami yang bertanya, kami sudah menunggu selama 3 tahun," ujar keluarga korban, Leo saat ditemui di Mako Polrestabes Medan, Sabtu (1/12/2018) sambil menunjukkan surat laporan pengaduannya STTLP/2830/K/X/2015/SPKT RESTA MEDAN.
Foto korban
Leo menjelaskan bahwa, kasus penganiayaan yang menimpa keponakannya itu Sabtu (10/10/2015). Saat itu ibu korban belum pulang bekerja sebagai guru TK.

"Jadi waktu kakak saya pulang kerja, ia melihat badan dan wajah ponakan saya itu memburu (memar). Jadi setelah ditanya ia (korban) seperti ketakutan. Lalu setelah dipaksa ia mengaku dipukuli tetangga depan rumahnya, Mamak Martha (terlapor). Tak terima, kakak saya pun membawa ponakan saya itu melapor ke Polrestabes Medan," terangnya.

Lalu Leo menambahkan, bahwa ponakannya itu memiliki kekurangan atau keterbelakangan mental hingga pelaku kerap menganiaya ponakannya itu.

"Ponakan saya itu ada keterbelakangan mentalnya, dia tinggal bertiga bersama kakak saya. Abangnya setiap hari narik Grab, sedangkan mamaknya guru TK. Makanya setiap hari ponakan saya itu dipukulii pelaku. Tega kali mereka sama ponakan saya," ucapnya sambil meneteskan air mata.

Leo berharap agar pihak kepolisian, khususnya Kapolrestabes Medan untuk segera memproses laporan pengaduannya.

"Tolong kami pak Kapolrestabes Medan. Korban itu anak Yatim. Tega kali mereka kepada ponakan saya. Tangkap pelaku penganiayaan ponakan saya itu," harapnya.

Namun sayang, ketika dikonfirmasi, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto tidak membalas konfirmasi wartawan. (rom)
Share Berita

KISARAN - Satres Narkoba Polres Asahan berhasil menangkap pengendar sabu Wibawa Iskandar Saragih Als Bawor (35) warga Dongguan Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai. Dari tersangka diamankan barang bukti paket hemat, Senin (3/12/2018)

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar. Ia mengatakan bahwa  penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Sehingga pihaknya melakukan penyamaran untuk memancing tersangka.

“Berpura-pura atau menyamar, anggota menghubungi pelaku dan disepakati harga dan minta diantar ke Airjoman,  jadi begitu yang bersangkutan tiba di lokasi langsung diamankan,” ujarnya sembari mengatakan barang bukti satu paket berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu – sabu itu disimpan di dalam saku celananya.

Penggeledahan terhadap terduga pengedar itu disaksikan oleh kepala lingkungan setempat, ” Bawor tidak bisa membantah ketika anggota berhasil menemukan barang bukti diduga sabu,” ujarnya.(ran)
Share Berita

KISARAN -  Satres Narkoba Polres Asahan meringkus Rudi Sihombing Als Rudi (43) yang disinyalir sebagai pengedar narkoba di Desa Hessa Air Genting kecamatan Air Batu Asahan. Ia diringkus dari kediamannya di Dusun IV Desa Hessa Air Genting kecamatan Air Batu Asahan,  Minggu (2/12/2018).

"Saat dibekuk dan dilakukan penggeledahan di kamar tersangka dapat ditemukan barang bukti narkotika tersebut dengan berat 1,94 gram,"ujarnya kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Wilson Siregar kepada wartawan.

Lanjut Wilson lagi,saat dilakukan penggeledahan tersebut, opsnal Satnarkoba didampingi oleh perangkat desa tersebut. "Dari hasil introgasi tersangka mengakui barang narkotia tersebut benar miliknya, dan didapat dari seorang lelaki yang dikenalnya bernama "Bulat" warga Tanjung Balai, dan menurut pengakuan tersangka Rudi Sihombing narkotika jenis sabhu tersebut hendak diperdagangkan kembali,"sebut Wilson.

Terhadap tersangka Rudi Sihombing dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Satnarkoba Polres Asahan. (ran)
Share Berita

ASAHAN - AP yang berstatus sebagai Lurah di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara kesal bukan kepalang. Pasalnya, istrinya, RAYB berselingkuh dengan seorang Camat berinisial YA didalam sebuah kamar Hotel Nomor 01, Minggu (2/12/2018).

Menurut informasi, terbongkarnya kasus memalukan ini bermula saat AP mendapat telepon dari temannya yang menerangkan istrinya bersama seorang lelaki di dalam sebuah kamar Teraso Hotel nomor 1. Mendapat informasi,  AP pun langsung ke Hotel yang dimaksud. Dilokasi, ia melihat Honda Jazz warna merah milik istrinya terparkir di depan kamar 01.

"Saatku gedor pintunya, lama kali baru dibuka dan ada nampakku seorang pria tak pakai baju mengintip dari lobang angin kamar mandi. Begitu istriku membuka pintu langsung keluar kamar dan menuju mobil, kami tarik tarikan dan baju istriku terkoyak ku lihat dia tanpa pakaian dalam,” ujar AP terlihat geram.

Karena ketakutan, RAYB (istri AP) langsung kabur menuju mobil. Saat itulah AP dan RAYB tarik-tarikan hingga baju RAYB koyak tanpa menggunakan pakaian dalam. "Ku tanyak siapa kawannya didalam kamar, dibilangnya gak ada. Tapi setelah kubuka pintu kamar, kulihat kawan satu angkatanku di STPDN langsung minta maaf. Spontan ku pukul dia, mungkin pecah pelipis matanya. Dia langsung lari kearah Jalinsum dan istriku lari kearah belakang Teraso Hotel," terang AP.

Kecewa dengan kelakuan istri dan teman satu alumni angkatan ke  14  di STPDN, AP melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak yang berwajid dengan meminta awak media ikut ke Polsek Labuhan Ruku Polres Batu Bara.
Dengan barang bukti petunjuk untuk pihak berwajib seperti  dompet, rokok, pakaian dalam RAYB (Istri).

Saat Awak Media Mencoba Menyambangi Oknum Camat Di Kisaran Minggu 02 Desember 2018,Sekitar Pukul 20,00 Wib,di Jalan di Ponegoro,Terkesan Menghindar darI kejaran Awak Media dan tidak mau Di mintai Keterangan oknum Camat Yang  Terkenal Ganteng ini,Serta Dekat Dengan Bupati Asahan,Kejadian ini Menorehkan Citra Buruk Bagi Pamong Di Kabupaten Asahan. (Jouhari)
Share Berita

sMEDAN - Peristiwa tanah longsor yang menyebabkan tewasnya 7 mahasiswa Universitas Prima Indonesia Medan merupakan luka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika UNPRI, Minggu (2/12/2018).

Hal tersebut diungkapkan Rektor Universitas Prima Indonesia, Dr Crismis Novalinda Ginting. Ia mengatakan bahwa seluruh segenap civitas akademika UNPRI menyampaikan ungkapan belasungkawa dan turut berdukacita yang sedalam dalamnya atas peristiwa bencana alam tanah longsor di desa Doulu yang mengakibatkan adanya korban jiwa dari UNPRI.

"Kami mendoakan semoga korban yang meninggal dunia diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa dan kepada para keluarga korban diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," ujar rektor UNPRI, Dr Crismis Novalinda Ginting, MKes.

Selain itu, Crismis menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa merupakan inisiatif mereka sendiri.

"Kami mendapatkan informasi bahwa para mahasiswa ini atas inisiatif mereka sendiri untuk berlibur dan berwisata ke tempat pemandian air panas ini. Saat ini tim Rektorat masih berada di RS Amanda dan RS Efarina untuk mendampingi korban luka yang masih dirawat di RS tersebut. Tim Rektorat juga tetap berkomunikasi dengan pihak keluarga korban," jelasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Diperkirakan 16 orang mahasiswa/i Universitas Prima tertimpa longsor di Kawasan Pemandian air panas Desa Doulu, Berastagi. Kesemuanya diketahui berkemah dekat pemandian Daur Paris dibawah tembok penahanan air, Minggu (2/12/2018). Dari ke-16 orang korban, 7 mahasiswa dinyatakan meninggal dunia. (rom)
Share Berita

BERASTAGI - Diperkirakan 16 orang mahasiswa/i Universitas Prima tertimpa longsor di Kawasan Pemandian air panas Desa Doulu, Berastagi. Kesemuanya diketahui berkemah dekat pemandian Daur Paris dibawah tembok penahanan air, Minggu (2/12/2018). Dari ke-16 orang korban, 7 mahasiswa dinyatakan meninggal dunia.

"Kejadiannya dekat pemandian Daur Paris. Korban ada 16 orang, kesemuanya mahasiswa/i Universitas Prima Indonesia Medan," ujar Danramil 04/SE, Kapten Kav J Surbakti saat mengecek lokasi longsor kepada wartawan.

Dari ke-16 orang korban, 7 orang dinyatakan  meninggal dunia. "9 orang lainnya terluka," jelas Surbakti.

Kapolsek Simpang Empat, AKP Nazrides Syarif menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar waspada bila terjadi hujan lebat, "khususnya warga yang memiliki rumah di atas maupun di bawah bukit untuk mengungsi sementara ketempat yang aman agar menghindari adanya korban jiwa jika terjadi longsor kembali," himbaunya.

Seluruh korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Amanda, Berastagi untuk dilakukan identifikasi. Adapun ke-7 orang meninggal dunia adalah Santika, Emiya, Mones, Enjelita Br Ginting. Sedangkan 3 orang belum teridentifikasi di RS Amanda Berastagi. (rom)
Share Berita

BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran melaksanakan kegiatan Sholat Subuh berjemaah dalam rangka Safari Subuh di Mesjid Jamik Jln Selebes Pada minggu, (02/12/2018) pukul 05.00 wib, 

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH,MH mengatakan, Kegiatan ini dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi dan sinergitas kemitraan, Kapolres Pelabuhan Belawan bersama personel. dalam melaksanakan Sholat Subuh berjamaah dengan warga dalam rangka menjaga kestabilan serta ketertiban di masyarakat sekaligus ajang tatap muka dan dialog untuk mencegah penyebaran paham radikal dan penyebaran berita hoax yang dapat memengaruhi situasi kamtibmas.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga mengajak para jemaah Masjid untuk tetap konsisten dan berkelanjutan dalam meramaikan sholat subuh berjemaah untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan. 

Turut hadir mendampingi Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, ,Kasat Binmas Polres Belawan Personil Polres Pelabuhan Belawan serta Jemaah Subuh Masjid Jamik.

Kegiatan Sholat subuh berjemaah tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres dan selesai pada pukul 06.00 wib dalam keadaan aman dan baik (git)
Share Berita

KISARAN - Polsek Kota Kisaran berhasil meringkus tiga pelaku jambret. Salah satu pelaku terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas saat akan pengembangan kasus mengejar satu pelaku yang melarikan diri, Jumat (30/11/2018).

Hal itu dikatakan Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Edi Siswoyo, Sabtu (1/12/2018) saat dikonfirmasi diruang kerjanya. Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan yang disampaikan korban Winda Sari (21) warga Suka Damai Kecamatan Pulau Bandring (28/11/2018).

Korban mengaku jadi korban penjambretan (26/11/2018) sekitar pukul 19.00 WIB di Jalan Protokol Rejo Sari Dusun VIII desa Suka Damai, “handphone milik korban digondol pelaku jambret, akibatnya mengalami kerugian sekitar 2 juta,” tuturnya.

Selanjutnya, berdasarkan laporan itu pihaknya melakukan penyelidikan dan pada (30/11/2018), berhasil meringkus tiga orang pelaku sekaligus barang bukti hasil kejahatannya di daerah Meranti, jelasnya.

Tiga pelaku yang berhasil diciduk masing – masing Agung Gunawan Harahap (19) warga Jalan Perintis Kemerdekaan Meranti Dusun VIII desa Meranti, Dwi Agung Laksono (17) pelajar warga yang sama, Pernando Simalango (17) warga desa Sei Belitung dan Diki (18) warga Jalan Pasar Kacang Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara saat ini masih dalam pengejaran, kata Arbin Rambe.

Kami terpaksa mengambil tindakan tegas secara terukur terhadap tersangka Agung Gunawan, karena saat dibawa pengembangan berusaha melawan petugas, ” kakinya ditembak setelah tidak mengindahkan peringatan,” jelas Rambe.

Secara terpisah, tersangka Agung Gunawan saat dikonfirmasi membenarkan dirinya bersama rekannya telah menjambret korban saat melintas di jalanan sepi sendirian dengan memegangi handphonenya.

“Kami empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor, kemudian kami pepet korban sambil menunjang dan melarikan handphone miliknya,” ungkap Agung yang diamini tiga orang rekannya.(ran)
Share Berita

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan  Ir  H  Akhyar Nasution MSi  menutup Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Medan ke - X Tahun 2018 di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan, Sabtu (1/12). Kecamatan Medan Denai  berhasil  kembali mempertahankan gelar sebagai juara umum setelah atlet yang diturunkan berhasil merebut 24 medali emas, 13 perak dan 7 perunggu.

Sedangkan Kecamatan Medan Selayang harus puas menempati posisi runner-up dengan torehan 20 emas, 23 perak dan 25 perunggu.  Di tempat ketiga diraih Kecamatan Medan Helvetia  dengan torehan 20 emas, 13 perak dan 13 perunggu. Selain membawa kembali piala begilir Wali Kota Medaan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, Kecamatan Medan Denai juga mendapatkan 1 unit sepeda motor.

 Penutupan Porkot yang berlangsung selama sepekan dengan mempertandingkan 19 cabang olah raga (cabor) ditandai dengan pemukulan gondang  yang dilakukan Wakil Wali Kota. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piala dan hadiah serta penarikan undian lucky draw  dengan hadiah dua unit sepeda kepada penonton yang beruntung.

Seluruh kontingen dari 21 kecamatan  menghadiri acara penutupan tersebut.  Selain Wakil Wali Kota, acara penutupan juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD, camat serta lurah. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengucapkan selamat kepada para pemenang atas keberhasilan mereka.

"Jadikan momentum ini sebagai bagian motivasi dan semangat untuk terus berprestasi. Begitu juga kepada yang belum beruntng, hal ini bukanlah akhir, tetapi awal dari langkah baru dalam memulai prestasi baru,"  kata Wakil Wali Kota.

Selanjutnya  Wakil Wali Kota juga mendorong para atlet muda terus membukatkan tekad untuk menjadi olahragawan. Menurutnya, atlet merupakan profesi yang sangat menjanjikan.  "Satu emas dalam Asian Games nilainya mencapai Rp. 1,5 miliar. Karena itu, teruslah berlatih, tingkatkan prestasi," pesannya. (meo)
Share Berita

SUNGGAL - Dengan wajah tertunduk lesu, Solihun (35) warga Jalan Gatot Subroto, Medan Sunggal ditangkap petugas reskrim Polsek Sunggal. Pasalnya ia nekat mencabuli keponakannya, Bunga (nama samaran) yang masih berusia 13 tahun. Ironisnya, saat beraksi pelaku mengancam korban yang merupakan keponakannya dengan sebuah gunting, Sabtu (1/12/2108).

Menurut informasi, peristiwa pencabulan itu terjadi Rabu (28/11/2018), korban baru pulang sekolah dan menemani adiknya makan. Setelah selesai makan, adik korban pun keluar rumah bermain bola. Lalu korban pun masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kondisi tidak terkunci. Saat itulah, pelaku dan merangkul leher korban dengan kedua tangan sambil mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan gunting. Melihat korban tidak melawan, pelaku pun makin agresif memegangi kedua payudara korban dengan tangan kanan pelaku lalu pelaku menyuruh korban untuk membuka baju. Tidak sampai situ, pelaku kemudian menyuruh korban berbaring di atas tempat tidur dengan kondisi hanya menggunakan celana dalam.

Pelaku yang kesetanan langsung menindih tubuh korban. Disaat genting itu, tiba-tiba adik korban masuk, melihat hal itu, pelaku langsung berdiri dan lari ke arah belakang. Melihat hal itu, korban pun berlari keluar rumah meminta pertolongan.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Philip Purba membenarkan penangkapan tersebut. "Pelaku ditangkap di sebuah rumah kosong saat bersembunyi. Tersangka kita kenakan Pasal 82 ayat (1) Jo 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegasnya. (red)
Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.