Medan,DP News         
Sebanyak 48 orang Pejabat Eselon III di Lingkungan Pemko Medan mengikuti ujian assessment  psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, Kamis (28/2). Assessment ini dilakukan Pemko Medan dalam rangka salah satu proses menetapkan jabatan Eselon II nantinya, sehingga penetapan jabatan akan sesuai dengan prinsip the right man in the right place.
Ujian assessment psikologi ini dimulai pukul 08.00 Wib tepat. Para pejabat  terlihat serius mengisi lembaran demi lembaran kertas ujian yang diberikan  oleh pihak Fakultas Psikologi USI. Pelaksanaan asesment ini dipantau langsung Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin, M.Si, MH didampingi oleh Dekan Fisip USU Dr. Muryanto Amin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, dan Kabag Humas Setda Kota Medan Rasyid Ridho Nasution.
Usai meninjau ruangan  dan mengecek daftar kehadiran , Wali Kota mengatakan asesment ini merupakan keharusan yang dijalankan oleh Pemerintah mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia sesuai peraturan yang telah ditetapkan  pemerintah pusat. Eldin mengatakan melalui assessment ini diharapkan panitia seleksi dapat mengetahui kualitas dan kepribadian yang akan menduduki 7 posisi jabatan Eselon II.
“Dengan assessment ini, kita akan mengetahui kemampuan peserta dan dimana posisi yang paling cocok untuk peserta yang terpilih nantinya. Selain itu, bagi saya assessment ini menjadi ukuran bagi calon pejabat yang akan menduduki posisi eselon II dalam menjalani tugas yang akan diberikan,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut Wali Kota juga berharap, pelaksanaan assessment tahap kedua ini berjalan lancar, para peserta juga terlihat serius mengerjakan soal-soal. Untuk itulah Wali Kota berpesan agar mengerjakan soal dengan benar, teliti dan tidak terburu-buru.
“saya lihat mereka cukup serius, semoga mereka dapat menjawab seluruh soal yang diajukan dengan baik dan benar, “kata Wali Kota.
Sementara itu Kepala Badan BKD & PSDM, Muslim Harahap menjelaskan dari 48 orang yang mengikuti assessment psikologi, terdapat 2 orang yang berasal dari Pemprovsu, selebihnya berasal dari internal Pemko Medan.
"48 orang yang ikut tes psikologi hanya 2 orang yang berasal dari Pemprovsu. Selebihnya berasal dari internal Pemko Medan,"  kata Muslim Harahap.
Setelah assessment tahap kedua ini, lanjut Muslim,  para peserta nantinya akan mengikuti assessment tahap ketiga yaitu wawancara dan persentase makalah dengan panitia seleksi (Pansel).
"Setelah itu pansel akan merekomendasikan 3 nama untuk masing-masing jabatan kepada Wali Kota untuk diteruskan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara)," jelasnya.
Setelah itu KASN akan merekomendasikan satu nama untuk dipilih, dan nama yang terpilih akan dikirimkan ke Gubernur untuk meminta rekomendasi.
Adapun tujuh jabatan eselon II yang nantinya akan diisi oleh para peserta seleksi diantaranya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub),Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perumahan dan Penataan Ruang (PKP2R),Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran,Dinas Pemuda dan Olahraga,Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,Dinas Koperasi dan UKM.Dinas Permberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan  Masyarakat. (Rd)

Share Berita



Medan,DP News                       
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  diwakili Kadis Pemuda dan Olahraga Kota Medan Marah Husin Lubis membuka Rapat Pembagian Tugas dan Tanggungjawab Dalam Rangka Penyelenggraan Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Medan ke – V tahun 2019 di Ruang Rapat II Balai Kota Medan, Kamis (28/2).
Penyelengaraan Porwil akan berlangsung mulai 23 - 30 Maret 2019. Direncanakan, pembukaan Porwil tahun ini akan dilaksanakan di Lapangan Sekolah Angkasa Medan Polonia, sedangkan penutupan  berlangsung di Lapangan Sekolah Medan Putri Medan Timur. Diharapkan, Porwil dapat berjalan dengan sukses dan lancar.
Marah Husin menjelaskan, Porwil  bertujuan untuk menjaring atlet-atlet berprestasi di Kota Medan. Dengan begitu, nantinya Kota Medan memiliki atlet yang kompeten dan professional sehingga dapat keluar menjadi pemenang  di Pekan Olahraga Nasonal (PON) 2024 yang akan berlangsung di  Sumatera Utara/Nanggroe Aceh Darusalam (NAD).
“Melalui Porwil ini kita harapkan para  atlet dapat menunjukkan prestasinya. Di samping itu juga sebagai wadah evaluasi dalam rangka melahirkan atlet terbaik dan berprestasi. Apalagi di PON 2024, Sumut dan NAD menjadi tuan rumah bersama. Kita harapkan Sumut yang banyak diperkuat atlet dari Kota Medan dapat keluar sebagai juara umum. Jadi kita harus bekerja keras untuk mewujudkannya,”  kata MarahHusin didampingi Ketua KONI Kota Medan Eddy Sibarani.
Selanjutnya Marah Husin berharap agar seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan ikut mendukung dan berpartisipasi  guna kelancaran dan suksesnya pelaksanaan Porwil tersebut. “Saya harap apa yang menjadi tugas kita dapat dilaksanakan dengan semaksimal mungkin agar pelaksanaan Porwil berjalan lancar dan sukses,” harapnya.
Selanjutnya menyikapi acara pembukaan. Marah Husin berharap para camat agar dapat mempersiapkan atraksi apa yang mau ditampilkan di hadapan Wali Kota beserta unsur Forkopimda Kota Medan. Dia berharap acara pembukaan akan berlangsung meriah dan masyarakat pun ramai menyaksikannya.
Sekedar memeberitahukan, Porwil Medan Ke- V terbagi dalam 3 Wilayah yakni Wila­yah I meliputi Medan Kota, Am­plas, Denai, Tembung, Perjuangan, Maimun dan Area. Kemudian Wilayah II yang meliputi Medan Tuntungan, Jo­hor, Polonia, Selayang, Sunggal, Petisah dan Baru. Sedangkan Wilayah III  meliputi Medan Helvetia, Marelan, Labuha, Deli, Belawan, Barat dan Timur yang akan bertarung dalam 19 cabang olahraga (cabor). (Rd)

Share Berita



Medan,DP News                 
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menutup Rapat Kerja Pelaksanaan Program/Kegiatan Pembangunan Kota di Hotel Grand Aston Medan, Rabu (27/2). Forum ini diharapkan dapat memberikan pemahaman akan target yang telah ditetapkan. Di samping itu forum ini juga akan dijadikan sebagai alat ukur guna mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Wali Kota minta tidak ada lagi kegiatan yang tertunda akibat hal-hal yang tidak terantisipasi karena semuanya telah dibahas dalam rapat tersebut. Kemudian ketiga, Wali Kota menginstruksikan segera melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. “Pengadaan barang dan jasa haruslah tepat guna dan tepat sasaran, sehingga tidak ada kegiatan yang tidak jelas manfaatnya dan menjadi sia-sia,” tegasnya.
Kepada OPD yang mengelola pajak dan retribusi daerah maupun mengelola pendapatan daerah ditekankan agar fokus pada tugas dan tanggung jawab guna pencapaian target yang ditetapkan.
‘’Lakukan langkah-langkah pelaksanaan sebagaimana yang telah saudara sampaikan dan diskusikan pada forum ini. Semoga target pendapatan tercapai dan seluruh pembiayaan program kegiatan tahun 2019 dapat terealisasi secara maksimal,’’ pungkasnya.
Dalam penutupan rapat tersebut, Wali Kota juga berharap agar seluruh OPD dapat bekerja sesuai pedoman yang berlaku sehingga rencana kerja di tahun 2019 yang sudah ditetapkan di APBD untuk segera direalisasikan. Oleh karenanya masing-masing OPD mengevaluasi kinerja masing-masing agar lebih meningkat demi kemajuan kota di masa yang akan datang menjadi lebih konkrit.
“Kita juga mengharapkan masyarakat dapat memahami tugas dan tanggung jawab kita ini tidaklah mudah. Kita terus berupaya agar masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah kehidupan mereka.
Salah satunya dengan memperbaiki pelayanan masyarakat di semua sektor serta melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana. Semoga segala kerja ikhlas yang dilakukan mampu mendorong meningkatnya pendapatan perkapita kita demi majunya kota Medan yang kita cintai ini,’’ paparnya.
Sebelumnya, Wali Kota sempat marah saat memasuki ruangan rapat. Pasalnya, banyak pimpinan OPD yang meninggalkan ruangan sebelum acara selesai. Dengan nada tinggi, Wali Kota kemudian menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan SDM untuk mengabsen kembali seluruh pimpinan OPD sehingga  diketahui siapa saja yang meninggalkan ruangan.
Saya sangat kecewa sebab hal tersebut menunjukan seolah kurangnya kedisplinan dan kepedulian pimpin OPD terhadap tanggung jawabnya, padahal baru hanya diminta mengikuti rapat saja’’ ungkapnya kesal.
Sebagai tindak lanjut, Wali Kota menekankan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan untuk lebih disiplin, salah satunya dengan mengikuti apel pagi. ‘’Saya tidak ingin lagi mendengar bahwa banyak ASN yang jarang mengikuti apel pagi. Tidak hanya di kantor Sekretariat, tapi juga di semua kantor dinas di lingkungan Pemko Medan. Jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan, kemungkinan bisa saja Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) seluruh ASN akan dikurangi sebagai dampak dari ketidakdisiplinan tersebut,’’ imbuhnya.
Untuk itu, Wali Kota berharap agar seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan kembali rutin mengikuti apel pagi. Sebab, hal tersebut menunjukan tanggung jawab seorang abdi negara. Disamping itu pula, Wali Kota berpesan agar seluruh ASN tidak hanya sekedar datang, lalu mengisi kehadiran melalui finger print kemudian pulang. Tapi ASN harus mampu menunjukan loyalitas, tanggung jawab dan dedikasinya atas pekerjaan masing-masing. (Rd)

Share Berita



Medan,DP News                     
Wali Kota Medan  Drs  H T Dzulmi Eldin S MSi  MH diwakili Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan  Mansyur Syah membuka Dialog Interaktif, Ceramah dan Tatap Muka Tentang Pemilu 2019 dan Penangkalan Isu Hoax  Kepada Masyarakat di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Rabu (27/2).
Acara yang digelar Dinas Kominfo Kota Medan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya penyebarluasan informasi, baik berbentuk dialog interaktif, ceramah dan tatap muka yang bersifat membangun pola pikir masyarakat kearah positif sehingga masyarakat bisa menangkal penyebaran isu hoax.
Wali Kota dalam sambutan tertulisnya menjelaskan, era digital membuat penyebaran berbagai informasi dari berbagai belahan dunia menjadi tanpa batas waktu, tempat maupun jarak. Kondisi ini tentunya keajaiban, karena seseorang tidak lagi perlu membeli koran, majalah atau surat kabar cetak lainnya untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
Di samping itu kehadiran media sosial juga menjadi salah satu media penyebar informasi yang sangat cepat, sebab semua orang bisa saling terhubung di seluruh dunia. “Saat ini penyebaran informasi sangat cepat diterima. Dengan kemunculan media sosial, orang-orang dengan mudahnya menerima informasi selang semenit dari kejadian. Tentunya ini sangat ajaib karena dunia serasa tanpa batas lagi,” kata Wali Kota.
Lebih jauh Wali Kota memaparkan, kehadiran internet dan sosial media sebagai media penyebaran informasi tidak sepenuhnya menjadi informasi yang bermanfaat dan membangun pola pikir masyarakat.  Sebab, masih banyak penyebaran informasi yang menjebak bahkan memprovokasi masyarakat pengguna media sosial yang kemudian pembaca menganggapnya sebuah kebenaran. Akibatnya, penyebaran informasi hoax tidak dapat dipungkiri menstimulus pola pikir masyarakat tersebut.
“Banyak pengguna internet dan media sosial tidak memahami bahwa informasi yang dia bagikan ternyata adalah berita hoax. Alhasil banyak terjadi keributan dan pertentangan yang muncul akibat berita hoax yang disebarluaskan  oleh orang yang tidak bertanggungjawab sehingga  masyarakat awam menjadi terjebak dan terprovokasi  atas informasi hoax tersebut. Hal ini dikarenakan informasi yang  mereka terima dianggap menjadi sebuah kebenaran,” paparnya.
Atas dasar itulah, Wali Kota sangat mengapresiasi tinggi atas digelarnya acara ini guna memberikan pemahaman bagi masyarakat akan pentingnya penyebarluasan informasi baik berbentuk dialog interaktif, ceramah dan tatap muka yang bersifat membangun pola pikir masyarakat kearah positif, sehingga masyarakat bisa menangkal dan tidak ikut menyebarluaskan isu hoax
“Saya harap dengan adanya acara ini, kita semua dapat menjadi pemutus rantai penyebarluasan informasi hoax itu. Karena dampaknya begitu signifikan terhadap pola pikir masyarakat. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik, banyak isu hoax yang secara sengaja dibuat segelintir orang untuk menjatuhkan lawannya. Saya juga berharap kita dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat lainnya untuk tidak menyebarkan informasi hoax agar negara ini kembali aman dan damai,” harapnya.
Selanjutnya acara diisi dengan penyampaian materi penangkalan isu hoax yang disampaikan narasumber dari Polrestabes Medan AKP Rafles Langgak Putra dan KPU Kota Medan M Rinaldy Khair SSos. (Rd)
Share Berita



Medan,DP News
Anggota DPRD Medan Jumadi meminta Pemko Medan terus menyosialisasikan penerapan Perda No 5 Tahun 2014 Tentang Wajib Belajar Madrasah Dininiyah Takmiliyah Awaliyah ‘Wajar MDTA’.
Sebab, kata Politisi PKS ini, banyak pengurus MDTA dan orang tua santri yang tidak memahami pelaksanaan MDTA.
Anggota Komisi B yang membidangi pendidikan ini menekankan, pentingnya Pemerintah Kota Medan mengawal pelaksanaan Perda MDTA pada masyarakat.
“Ini Perda yang sangat penting bagi Kota Medan di masa yang akan datang. Baiknya pelaksanaan perda ini akan mempengaruhi generasi muda. Makanya perda ini harus dijalankan sebaik mungkin,” jelas Jumadi, Kamis (28/2).
Politisi PKS ini mengungkapkan, warga juga mempertanyakan terkait masalah teknis pelaksanaan, tenaga pendidik dan pendanaan agar dialokasikan di APBD Pemko Medan.
“Masukan dari warga soal teknis pelaksanaan MDTA. Ini juga harus menjadi kajian mendalam agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Kementerian Agama,” jelasnya.
Untuk diketahui Perda No 5 Tahun 2014 Pemko Medan tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah terdiri XIII BAB dan 28 Pasal. Dalam Pasal 28 disebutkan Perda ini dimulai berlaku pada 1 Juni 2018 lalu. (Rd)

Share Berita



Medan,DP News         
Wali Kota Medan membuka sekaligus mengapresiasi kepada Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IU-WASH Plus) Medan atas kerjasama dan dukungannya sehingga krgiatan ini dapat terlaksana. Hal ini tentunya yang diharapkan dari seluruh NGO/LSM, oeganisasi kemasyarakatan dan juga dunia usaha tentunya agat sama-sama bergerak guna pembangunan kota.
Apresiasi ini disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Administrasi Umum Renward Harahap dalam acara Evaluasi Pelaksanaan Pengarustamaan Gender Dan Anak (PUG) di Kota Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Kamis (28/2).
Kemudian Renward menjelaskan, dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, tentunya harus dapat menemukenali perbedaan kepentingan dan kebutuhan antara laki-laki dan perempuan sehingga hasil pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berkeadilan, responsif gender dan dapat bermanfaat bagi semua orang.
Disamping itu, guna implementasi dari peraturan menteri dalam negeri nomor 67 tahun 2011 tentang pedoman umum pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) di daerah, pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan yang responsif gender.
"Salah satunya dengan membentuk kelompok kerja pengarusutamaan gender (Pokja PUG) yang mana anggotanya adalah para peserta yang hadir disini," ujarnya.
Pokja PUG Kota Medan sudah terbentuk dari tahun 2010 dan selama 9 tahun bekerja tentunya banyak hal yang harus dievaluasi dan juga ditingkatkan serta acara pada hari ini bertujuan untuk melihat hal tersebut dan apa yang sudah dilakukan dan mungkin harus ditingkatkan lagi sehingga pembangunan yang responsif gender di Kota Medan benar-benar dapat terwujud.
Renward berharap kepada narasumber terutama dari Dinas PPPA Provinsi Sumatera Utara dan juga IU-WASH pusat yang membidangi masalah gender, dapat memberi masukan serta arahan kepada tim Pokja untuk mewujudkan pembangunan yang responsif gender sudah tepat atau belum.
“Saya harapkan dapat memberi masukan serta arahan kepada tim pokja. Apakah yang sudah tim Pokja lakukan untuk mewujudkan pembangunan yang responsif gender sudah tepat atau ada hal-hal lain yang harus dibenahi serta ditingkatkan lagi pada masa mendatang,” harapnya.
Turut hadir dalam acara ini Regional Manager USAID IU-WASH Plus Mohammad Yagi, para camat se Kota Medan, Tim Penggerak PKK Kota Medan, Lembag Sosial Masyarakat di Kota Medan, serta para OPD di lingkungan Kota Medan.(Rd)


Share Berita



Medan,DP News                               
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengajak seluruh pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)  Kota Medan terus memperkuat soliditas. Jika pengurus solid, tentunya program-program  keumatan yang dijalankan  bisa terlaksana dan tercapai secara optimal. Apalagi jika dakwah dilaksanakan dari segala arah, maka berbagai program yang  dimiliki akan mendapatkan hasil yang jauh lebij baik.
Di samping itu Wali Kota juga berharap agar seluruh pengurus dan anggota BKMT Kota Medan harus fokus pada penguatan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah. Apalagi dalam tahun politik ini, para Muslimah dituntut untuk mampu berperan aktif dalam memilih pemimpin yang baik, jujur dan amanah sehingga dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.
“Peran para Muslimah akan sangat diharapkan dalam memilih pemimpin terbaik,” kata Wali kota diwakili Asisten Pemerintahan  dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution ketika menghadiri Milad ke-38 BKMT tahun 2019.
Selanjutnya Wali Kota mengatakan, apabila kaum Muslimah  sudah kuat yang ditandai dengan kuat iman, ilmu dan daya juangnya, maka mereka akan bisa memainkan  peran sentral sebagai benteng keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu kuatnya Muslimah akan menjadi modal besar yang sangat signifikan dalam membangun bangsa dan negara.
“Seorang Muslimah bukan hanya memikirkan masalah rumah tangganya semata, tapi dia juga dapat memaksimalkan kemampuannya dengan cara memikirkan nasib bangsa dan negara ini,” kata Musaddad.
Wali Kota kemudian menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-38 BKMT Kota Medan tahun 2019. Dengan niat yang tulus ikhlas dari sleuruh an ggota dan pengurus BKMT, Wali Kota berharap BKMT akan mampu menjadi salah satu cahaya pelita yang senantiasa menerangi perjalanan bangsa.
Sebelumnya Ketua BKMT Kota Medan Hj Aminah Yunus Rasyid SPd MM memaparkan, memasuki usia ke-38, BKMT akan terus konsisten dalam memberikan wawasan keagamaan kepada amsyarakat, termasuk berperan aktif di tengah-tengah masyarakat sehingga keberadaannya dapat dirasakan dan memberikan manfaat.
Selain itu sambung Aminah lagi, BKMT akan berupaya mempererat hubungan sialturahmi antar sesama Muslim. “Untuk itu melalui momentum milad ini, saya mengajak seluruh pengurus dan anggota BKMT untuk terus mempererat tali silaturahmi. Di samping itu juga sebagai benteng aqidah dan ahlak masyarakat. Yang lebih penting lagi BKMT haru dapat menajdi perekat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Aminah.
Dalam kesempatan itu Aminah tak lupa megajak seluruh pengurus dan anggota BKMT Kota Medan  untuk turut berpartisipasi dalam pemilihan  umum yang akan berlangsung April mendatang dengan mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Kemudian senantiasa ikut menjaga keamanan dan ketertiban sehingga Kota Medan senantiasa aman dan kondusif. (Rd)


Share Berita



Medan,DP News
Calon Legislatif petahana DPRD Medan dari Daerah Pemilihan I Medan yang meliputi Kecamatan Medan Helvetia, Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Baru dan Kecamatan Medan Petisah tampaknya bakal ada yang tergusur dalam Pemilu 17 April 2019  nanti.
Indikasinya terlihat dari ketatnya persaingan dan gencarnya Caleg pendatang baru melakukan sosialisasi.Ditambah sikap Caleg petahana yang selama 5 tahun menjadi legislator di DPRD kurang memperhatikan kepentingan pembangunan sarana fisik dan non fisik di Dapilnya masing-masing.
Terutama bagi mereka yang selama ini tidak peduli dengan aspirasi masyarakat. Mereka datang ke Dapilnya hanya 5 tahun sekali. Itupun hanya untuk kepentingan mendulang suara,ungkap H Bambang Ponco Asmoko selaku Ketua BPPI (Badan Pengelola Pekuburan Islam) Kecamatan Medan Helvetia,Selasa (26/2).
H Bambang Ponco Asmoko yang menjadi Pengurus IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji) Medan Helvetia juga mengungkapkan para Caleg petahana Dapil I Medan banyak yang terkesan anggap enteng dengan warga Medan Helvetia karena menganggap sudah punya basis massa. 
Data KPU Medan tertera 8 kursi Dapil I Medan dalam Pemilu 2014 berhasil diraih oleh Robi SE (PDIP)  dan Edward Hutabarat (PDIP).Adlin Umar Yusri Tambunan (Golkar) dan sekarang maju menjadi Caleg DPR RI dari Dapil Sumut I.
Kemudian terdapat nama Drs Herri Zulkarnain SH MSi (Partai Demokrat)  yang juga maju menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumut I.Selanjutnya Rajudin Sagala SPd.I (PKS),Abdul Rani (PPP)  yang sekarang maju dari Dapil 2 Medan,Dame Dumasari Hutagalung (Gerindra) dan terakhir Ratna Sitepu (Hanura).
Kepada DP News H Bambang Ponco Asmoko menjelaskan, selama 5 tahun masyarakat di Dapil I Medan khususnya warga Medan Helvetia menilai kinerja anggota DPRD Medan periode 2014 - 2019.
" Ada yang sudah terpilih jadi anggota dewan tetap konsisten menyahuti aspirasi warga. Tapi ada juga yang tidak peduli sama sekali.Kita baca di media,ada yabg  hanya terlihat sibuk studi banding dan berselfie ria di medsos, ungkap H Bambang Ponco Asmoko kepada DP News.
Seperti yang terjadi pada Pemilu 2014,konflik yang terjadi di Medan Helvetia akibat konflik internal partai yang mendesain penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan (PPK)  dan tingkat kelurahan (PPS) seolah olah tidak bekerja dengan baik.
"Kita tau siapa biang keladi peristiwa Pemilu 2014.Untuk Pemilu 2019 warga Medan Helvetia tidak akan mau lagi dipolitisir oleh pihak pihak tertentu, tegas H Bambang Ponco Asmoko. 
Untuk Pemilu 2019 KPU Medan telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT)  untuk Kecamatan Medan Barat 64.774 pemilih.Kecamatan Medan Baru 29.629 pemilih.Kecamatan Petisah 52.377 pemilih dan Kecamatan Medan Helvetia 97.410 pemilih.
Maka total DPT Dapil I Medan sebanyak 244.190 pemilih.Diprediksi untuk Pemilu Legislatif 2019 Dapil I DPRD Medan suara sah dari DPT hanya 70 persen atau di kisaran angka 170.933 suara. 
Kalau dibagi dengan jumlah kursi maka hitungannya 170.933 dibagi 8 kursi maka kuota 1 kursi berada di kisaran angka 21.366 suara.Bila akhirnya perolehan suara dirangking maka sekurang kurangnya Partai Politik yang bertarung di Dapil I harus memperoleh 8000 suara untuk mendapatkan 1 kursi DPRD Medan. 
Persaingan untuk memperoleh kursi DPRD Medan semakin ketat dengan munculnya pendatang baru yang juga sudah memiliki basis massa.Kehadiran mereka bisa saja menggusur Caleg petahana dari kursi anggota DPRD Medan periode 2019 - 2024.
Di antaranya terdapat nama Syarwani SH yang maju dari Partai Nasdem.Ada pula nama Welvin Hutajulu yang maju dari Partai Demokrat sekaligus putera dari Plt Ketua Partai Demokrat Sumut Drs Herri Zulkarnain SH MSi.
Terdapat juga nama mantan Lurah Cinta Damai dan Sei Sikambing C II Medan Medan Helvetia yakni Saut Parlindungan Sinaga SE yang maju dari PKPI. (joel) 

Share Berita



Medan,DP News
Pemko Medan kembali lakukan penertiban di sejumlah terminal liar yang beroperasi di seputaran Jalan SM Raja, Senin (25/2). Penertiban ini dilakukan, bukan hanya tidak memiliki izin, tetapi keberadaan pool liar selama ini sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Ada sebanyak 2 (dua) terminal/pool angkutan umum liar yang ditertibkan yakni Po Almasar dan Po Putra Melayu. Pool ditertibkan dengan cara dilakukan penutupan/penyegelan agar pool tersebut tidak dapat beroperasi lagi dikemudian hari.
Penertiban yang dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikit pun. H M Sofyan menyampaikan, bahwa Satpol PP Kota Medan tidak pernah lelah dalam melakukan penertiban ini sampai benar-benar tidak ada lagi pool liar yang beroperasi disepanjang Jalan SM Raja agar terciptanya Medan yang tertib, aman, lancar.
“Kami akan terus melakukan penertiban ini sesuai yang diperintahkan Wali Kota Medan H T Dzulmi Eldin S MSi MH untuk menjadikan medan lebih indah lagi tentunya dengan perubahan yang lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diharapkan dengan tidak ada lagi pool liar disepanjang jalan tersebut, sehingga tidak menyebabkan kemacetan karena keberadaan pool yang tidak seharusnya beroperasi di jalan tersebut.
“Pemko Medan sudah menyediakan tempat untuk pool-pool dapat beroperasi sehingga tidak berada di tempat yang dilarang sehingga dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Semoga apa yang kami lakukan berupa penyegelan terhadap pool-pool bus selama ini dapat membuat efek jera kepada pemilik pool,” jelas Sofyan.
Pemko Medan sudah menyediakan tempat yang seharusnya pool tersebut dapat beroperasi yaitu di terminal yang sudah disediakan.
“Sepanjang Jalan SM Raja ini tidak diperkenankan ada terminal atau pun bus baik AKAP maupun AKDP beroperasi. Kita telah menyediakan tempat yang baik yakni Terminal Terpadu Amplas. Untuk itu penertiban terus kita lakukan sehingga Jalan SM Raja bersih dari pool-pool liar,” tegasnya. (Rd)


Share Berita


Medan,DP News                    
Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 52 Tingkat Kota Medan yang akan berlangsung di Jalan Rahmad Budin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan yang akan berlangsung 9 sampai 16 Maret mendatang menyisakan waktu hampir dua minggu lagi. Agar pelaksanaan festival pemuliaan Kitab Suci Al Qur’an itu berjalan lancar, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin  S MSi MH diwakili Sekda Kota Medan Ir Wirya Alrahman MM rapat akhir persiapan MTQ di Balai Kota Medan, Selasa (26/2).
Dalam rapat  yang dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Sekda di dampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan Musaddad Nasution dan Asisten Umum Renward Parapat ingin mengetahui kesiapan sekaligus memastikan tugas pokok dan fungsi OPD terkait guna mendukung lancar dan suksesnya pelaksanaan MTQ tersebut.
Selain  OPD terkait, Sekda juga mengecek kesiapan pihak event organizer (EO) yang menggelar MTQ. Pengecekan ini dilakukan, jelas Sekda, lantaran Wali Kota ingin pelaksanaan MTQ tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya Sekda menegaskan kepada EO agar penataan lokasi, panggung utama dan mimbar tilawah serta  stand agar ditata dengan sebaik mungkin.
‘’Kita berharap pihak EO dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan dapat menciptakan suasana yang nyaman saat pengunjung berada di lokasi acara. Dengan dembeleumnyaikian para pengunjung yang hadir merasa betah untuk berlama-lama untuk menyaksikan MTQ yang akan berlangsung selama sepekan tersebut,” kata Wali Kota.
Selanjutnya Sekda dalam rapat itu, mengevaluasi satu persatu tugas yang telah diberikan kepada masing-masing OPD. Kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Sekda mengimbau agar menurunkan petugas kebersihan secara bergantian. Hal tersebut bertujuan agar para petugas kebersihan dapat dengan cepat membersihkan sampah yang berserakan sehingga lokasi acara tetap terjaga kebersihannya.
‘’Agar lokasi acara tetap bersih, kami minta agar pasukan Melati diturunkan bukan hanya saat acara selesai, tetapi juga ketika acara berlangsung. Tujuannya agar lokasi acara MTQ tetap bersih dan terbebas dari sampah. Selain itu kita minta DKP untuk berkoordinasi dengan pihak PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik selama pelaksanaan MTQ berlangsung,’’  ujarnya.
Selain masalah kebersihan, Sekda juga mengimbau Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan jalan baik di lokasi acara maupun menuju lokasi acara. Sebab, pagi hari sebelum acara pembukaan dilakukan malam harinya akan diawali dengan pawai ta’aruf yang akan diikuti ribuan kafilah dari 21 kecamatan di Kota Medan. Apabila jalan baik, maka pelaksanaan pawai ta’ruf dapat berjalan dengan lancar.
‘’Khusus untuk Dinas PU, kami berharap seluruh infrastruktur pendukung dapat segera dilakukan perbaikan. Apalagi untuk jalan yang akan digunakan saat pawai ta’aruf, jangan sampai ada yang berlubang. Selain jalan, drainase yang berada di sekitar lokasi acara juga harus dilakukan pengerukan agar saat hujan dapat menampung debit air dan tidak menggenangi lokasi acara,’’ pesannya.
Mengingat volume kenderaan akan bertambah selama pelaksanaan MTQ berlangsung, Sekda minta kepada Asisten Adminstrasi Umum selaku Plt Kadis Perhubungan agar melakukan rekayasa lalu lintas bekerjasama dengan Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan  Belawan.
Di samping itu Dishub juga bilang Sekda, segera menyampaikan kepada seluruh angkutan umum maupun barang agar tidak melintasi jalan yang akan digunakan sebagai lintasan pawai ta’aruf,  Sabtu (9/3) mendatang. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan pawai ta’aruf dapat berjalan dengan lancar. Di samping itu juga Dishub harus memberitahukan jalur-jalur alternatif sehingga pengusaha angkutan umum dan barang dapat melintasinya.
“Guna memudahkan pengemudi angkutan umum atau barang melintasi jalan alternatif, saya minta Disbuh bekerjasama dengan Dinas Kominfo agar membuat rambu maupun plank pemberitahuan yang akan memandu para pengemudi untuk melintasi jalan alternatif yang telah disediakan baik itu dari arah timur maupun barat,” ungkapnya.
Yang tidak kalah pentingnya lagi dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan para pengunjung selama sepekan MTQ berlangsung, Sekda minta Dishub beserta Camat Medan Marelan untuk melakukan penataan parkir dengan sebaik-baiknya melibatkan jajaran kepolisian dan Satpol PP. Selain tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Sekda pun berharap agar parkir tidak menimbulkan permasalahan terkait retribusi parkir.
Selanjutnya kepada Dinas Kominfo, Sekda menekan segera melakukan sosialisasi sehingga seluruh warga Kota Medan dapat mengetahui dan menghadiri pelaksanaan MTQ yang tahun ini dilaksanakan di Kecamatan Medan Marelan. Selain sosialisasi, Dinas Kominfo harus memperbanyak pemasangan spanduk dan  umbul-umbul. Namun diingatkannya, pemasangan spanduk dan umbul-umbul jangan dilakukan sembarangan sehingga mengganggu estetika kota.
Terakhir, Sekda mengustruksiakn kepada Satpol PP dan Kecamatan Medan Marelan untuk mengatasi pedagang kaki lima (PK5) yang dikhawatirkan menggunakan memon tersebut menggelar lapak sembarangan sehingga mengganggu estetika, kelancaran arus lalu lintas maupun kenyamanan para pengunjung. “Lakukan penataan dengan baik terhadap para PK5 sehingga mereka tetap dapat  mencicipi rezeki selama pelaksanaan MTQ berlangsung,” pungkasnya. (Rd)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.