MEDAN,DPNews

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan H Ihwan Ritonga mengatakan, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebanyak 193 orang sesuai kebutuhan. Oleh karenanya, rekrutmen itu agar benar-benar disesuaikan dengan bidang keahliannya, sehingga ketika ditempatkan dibidangnya tinggal melaksanakan tugas yang diembankannya.
“Kalau tidak salah sudah empat tahun Pemko Medan tidak membuka formasi penerimaan CPNS. Jadi kalau ada formasi semacam ini kita sangat bersyukur, karena akan ada generasi bangsa yang menjadi PNS,” ujar politisi dari Gerindra ini ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/11/2019).
Menurutnya, sebanyak 193 CPNS yang akan direkrut nantinya, 151 akan ditempatkan di setiap kelurahan di Kota Medan sebagai akuntan keuangan. “Hal ini dilakukan karena saat ini kan ada anggaran kelurahan dari pusat yang harus dikelola untuk pembangunan di kelurahannya sehingga dirasakan masyarakat. Jadi, mereka itu akan ditugaskan mengelola keuangan dimaksud,”katanya.(RD)

Share Berita


Medan,DP News

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhnyar Nasution mengaku sangat senang menghadiri Perayaan Natal Bersama dan Pelantikan Pengurus Punguan Pakpahan Hutanamora Boru, Bere, Ibabere Kota Medan di Convention Hall Hotel Danau Toba Internasional, Sabtu (30/11/2019) malam.

Di samping itu Akhyar pun merasa sangat dekat dengan marga Pakpahan, pasalnya teman baik sekaligus sebangkunya ketika masih duduk SMA juga bermarga Pakpahan. Oleh karenanya, begitu mendapat undangan guna menghadiri Perayaan Natal Bersama dan Pelantikan Pengurus Punguan Pakpahan Hutanamora Boru, Bere dan Ibabere, Plt Wali Kota mengatakan, langsung menyatakan kesediaannya untuk hadir.

“Saya sangat senang bisa hadir di acara ini, sebab saya merasa sangat dekat dengan marga Pakpahan,” kata Plt Wali Kota didampingi Kadis Tenaga Kerja Kota Medan Hanalore Simanjuntak dan Kabag Agama Setdako Medan Adlan.

Mantan Anggota DPRD Kota Medan itu mengungkapkan, program utama yang fokus ditangani Pemko Medan yakni mewujudkan Medan bersih sampah. Dikatakan Akhyar, mewujudkan Medan bersih sampah sebenarnya bukan persoalan yang sulit hanya butuh kemauan saja.

Apabila semua warga mau menjaga kebersihan dan mewadahi seluruh sampah, Akhyar optimis Medan bersih dapat diwujudkan . Oleh karenanya Akhyar mengharapkan dukungan pengusir dan anggota Punguan Pakpahan Hutanamora Boru, Bere dan Ibabere di Kota Medan untuk ikut mewujudkan ibukota Provinsi Sumatera Utara.

“Bantuan yang diberikan itu dapat diwujudkan dengan bekerjasama. Selain tidak buang sampah sembarangan, wadahilah sampah rumah tangga dengan tempat yang baik agar tidak berserak dan memudahkan petugas kebersihan untuk mengangkutnya. Di samping itu juga kurangi penggunaan plastik dan styrofoam dalam kehidupan sehari-hari,” kata Plt Wali Kota.

Dikatakan Akhyar, pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam harus dilakukan karena selama dua tahun belakangan ini saat Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan melakukan pembersihan secara intensif, ternyata sebagian besar sampah yang dihasilkan berbahan plastik dan styrofoam. “Melalui momentum hari spesial ini, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik dan styfroam dalam kehidupan sehari-hari” harapnya.

Sementara itu Ketua Umum Punguan Pakpahan Hutanamora Boru, Bere dan Ibabere Kota Medan, Ir Egbert Pakpahan MSc mengungkapkan, pengurus dan anggota Punguan Pakpahan di Kota Medan sekitar 500 KK dan merupakan bagian dari masyarakat Kota Medan. Atas nama pengurus dan seluruh anggota, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Plt Wali Kota. Kehadiran Akhyar dinilainya semakin mendukung semangat mereka untuk menjalankan program, baik sosial, pendidikan, adat dan keagamaan.(RD)












Share Berita




MEDAN,DPNews
Pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Kota Medan, masih terganjal. Pasalnya, surat pelantikan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan yang ditandatangani Gubsu Edy Rahmayadi hingga saat ini belum juga turun.
“Gimana mau melakukan penyempurnaan AKD, sementara surat dari Gubsu untuk pelantikan ketua dan wakil ketua defenitif belum juga turun. Kita tunggu ajalah bang, ” kata Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Medan, Abdul Aziz kepada wartawan, Rabu (30/10/2019) di gedung wakil rakyat Jalan Kapten Maulan Lubis, Medan.
Disebutkan, pembentukan AKD dilakukan setelah adanya pelantikan secara sah Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan oleh Ketua Pengadilan Negeri Medan.
“Jika hal tersebut belum dilakukan maka AKD belum bisa dibentuk, karena sesuai UU nya harus ada Ketua dan Wakil Ketua DPRD sah, ” ungkap Sekwan DPRD Kota Medan ini.
Ditambahkan, saat ini di DPRD Kota Medan, pasca pelantikan Anggota DPRD pada tanggal 16 September 2019 lalu, baru terbentuk fraksi-fraksi. “Hanya itu yang baru terbentuk,” katanya singkat.
Dia mengakui, akibat belum terbentuknya AKD, maka program-program dewan yang sudah tersusun tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. “Ya kita doakan saja semoga pelantikan Ketua dan Wakil Ketua secepatnya dilakukan, sehingga AKD dapat terbentuk seperti di DPRDSU,” sebutnya.
Ketika disinggung dimana kendalanya, Abdul Azis mengungkapkan, kendalanya tidak ada. Justru, pihaknya hingga saat ini sedang menunggu surat dari Gubsu saja. “Sekarang surat itu di Gubsu tepatnya di Biro Otda Sumut,” jelasnya. (RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda yang ke 91, perahaannya terasa ternoda dengan maraknya kasus prostitusi online baik itu menggunakan fasilitas Wash Up, Twiter, Face Book,Instaggram yang melibatkan kalangan Mahasiswa dan Pelajar, membuat prihatin sejumlah kalangan termasuk para Eksekutif.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan angkat bicara, menurutnya sudah seharusnya pihak Kepolisian terutama tim Ciber Polri menangkap para dalang ataupun otak dari praktik prostitusi online tersebut ucapnya kepada wartawan saat disambangi diruangnnya, Selasa (29/10/2019).
“Usut dan tindak tegas para pelaku dan dalangnya, sehingga peraktek jasa penyedia pelayanan sex secara digital ini tidak bisa berkembang di indonesia.Dan ini tugas Polri bidang IT dan Saiber yang bisa memberantas habis jaringannya”, tegas Wong
Lanjut Wong Tarigan, menyesalkan adanya Miss Pariwisata di Indonesian yang terjerat masalah prostitusi online.
“Miris saya mendengar mantan Miss Pariwisata terjerat prostitusi online yang usianya masih muda, walaupun setelah diperiksa oleh pihak kepolisian dinyatakan tidak terlibat, namun ini kan sudah mencoreng nama daerah yang diwakilinya dan juga bangsa Indonesia”, jelasnya
Untuk itu saya meminta kepada Pemerintah Pusat khusunya pihak Kepolisian Republik Indonesia bidang IT dan Cyber membongkar, menangkap dan memberantas habis dalang jaringan prostitusi online sampai ke akarnya. (RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Sebanyak 5 pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) resmi dilantik, Senin (28/10/2019), dalam Rapat Paripurna Istimewa di ruang rapat paripurna gedung dewan setempat, Jalan Imam Bonjol, Medan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berharap pimpinan dewan yang baru dilantik dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam mewujudkan Sumut Bermartabat.
“Kepada Pimpinan DPRD yang baru saja diambil sumpahnya, mari sama-sama kita berperan aktif sembari bersinergi agar terbangun koordinasi yang semakin baik, sebagaimana yang telah terjalin selama ini, untuk mewujudkan Sumut Bermartabat,” ucap Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur juga mengatakan, bahwa terpilihnya Pimpinan DPRD Sumut hari ini pasti telah melalui pertimbangan dengan seksama. “Tugas dan wewenang Pimpinan DPRD sangat strategis, saya sangat percaya bahwa partai politik telah melalui pertimbangan dengan seksama, melihat latarbelakang, pengalaman serta integritas mereka, sehingga pasti akan mampu dan cakap dalam mengemban tugas yang diberikan,” ujar Edy Rahmayadi.
Diketahui, sesuai ketentuan Pasal 33, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota, Pimpinan DPRD mempunyai tugas dan wewenang yang sangat startegis, antara lain memimpin rapat untuk pengambilan keputusan, mewakili DPRD dalam hubungan dengan lembaga atau instansi lain dan menyelenggarakan konsultasi dengan kepala daerah.
Terkait keinginan DPRD Sumut untuk mengirimkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat rapat di dewan, Gubernur Edy mengatakan bahwa itu adalah keharusan untuk saling bersinergitas. “Permintaan ini datangnya dari rakyat lewat undang-undang dan peraturan yang berlaku, ini adalah bagian dari sinergitas, karena tanpa itu sistem yang telah dibentuk tidak akan pernah bisa berjalan, di negara ini ada eksekutif, legislatif dan yudikatif, yang satu sama lainya harus terhubung dengan baik,” tambah Edy Rahmayadi.
Prosesi pengambilan sumpah dipimpin Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Medan Setyawan Hartono. Para pimpinan dewan yang dilantik adalah Baskami Ginting (PDI Perjuangan) sebagai Ketua DPRD Sumut, Harun Mustofa (Gerindra), Yashir Ridho Lubis (Golkar), Rahmansyah Sobarani (Nasdem) dan Salman Alfarisi (PKS) sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut.
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting menyatakan siap menjalankan tugas barunya. “Di dalam menjalankan tugas kita sebagai wakil rakyat dan agar apa yang dicita-citakan bersama dapat terwujud dengan baik, maka kita juga harus saling bersinergi satu dengan yang lainnya, serta melepaskan kepentingan pribadi dan golongan,” ucap Baskami.
Selanjutnya, Baskami juga berpesan agar Pemprov Sumut dapat bekerja sama sebagai mitra kerja dalam membangun Sumut. “Pada kesempatan ini, saya berharap Pemprov Sumut beserta jajaranya dapat bekerja sama sebagai mitra kerja dalam membangun Sumut, mewujudkan visi dan misi gubernur yaitu Sumatera Utara yang Maju, Aman dan Bermartabat,” ujar Baskami.(RD)

Share Berita



MEDAN, DPNews

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra Dame Duma Sari mengatakan, pemuda adalah aset yang perlu diperhatikan pemerintah atau bangsa ini. Soalnya, pemuda selalu berada di posisi strategis dari setiap tragedi-tragedi yang mengusung perubahan di negara ini. Apalagi, peran pemuda sudah lama menonjol sejak masa penjajahan-penjajahan hingga sekarang ini.
“Tanpa adanya pemuda, Negara ini seakan-akan tidak hidup atau mati. Karena, Perjalanan panjang Negara ini hingga titik sekarang tidak terlepas dari warna-warni yang diberikan para pemuda-pemuda Indonesia yang peduli kepada bangsa dan Negara sendiri ini,” kata Dame Duma Sari, Minggu (27/10/2019) melalui telepon selularnya.
Disebutkannya, perubahan sosial erat kaitannya dengan pembangunan baik individu maupun kelompok dan masyarakat. Sejalan adanya peran pemuda sebagai masa depan bangsa atau pembangun, maka bangsa ini menuju kepada pembangunan dan kemajuan. “Pemuda dibutuhkan sebagai change agent dalam berbagai sektor, seperti sektor politik, sektor budaya dan sektor-sektor lainnya,” ujarnya.
Selama masih mempunyai negara, politik juga akan selalu menyertai. Masalah yang dihadapi sekarang adalah politik sudah terlalu lama terasosiasi sebagai hal yang dihindari dan karenanya banyak orang. Kata “politik” hampir identik dengan perebutan kekuasaan. Akibatnya, banyak anak muda yang menghindari dan tidak peduli dengan adanya politik. Tetapi, itu menjadi rendah untuk seseorang menduduki posisi strategis dalam lembaga-lembaga Negara.
Akibatnya, lanjut Anggota DPRD Kota Medan ini, sebagian orang-orang yang memegang kekuasaan dalam hal tersebut bukanlah orang-orangyang terbaik yang ada di negara tersebut maupun lembaga tersebut, melainkan hanya orang-orang yang dari awal masuk ke dalam ranah politik dengan niatan untuk semata-mata memperoleh jabatan atau kekuasaan demi uang ataupun kepentingan pribadi lainnya. Pada kancah politik dan lembaga Negara dikuasai oleh sebagian orang-orang yang tidak berkualitas atau tidak pandai, orang-orang yang mempunyai skill berkualitas akan banyak menjauhi area tersebut. Hal ini terjadi karena politik di anggap sebagai lingkaran setan.
Generasi milineal harusnya bisa bertindak sebagai change agent dan agar bisa memutus lingkaran setan tersebut. Pemuda harus tetap optimis dan tidak diharuskan berhenti melakukan langkah-langkah perbaikan demi suatu negara, termasuk dalam sektor di bidang budaya, sektor bidang ekonomi dan khususnya sektor dalam politik. Pemuda harus mau atau harus mempunyai keniatan untuk peduli dengan politik di dalam suatu negaranya dan berani terjun kedalam politik. Karena, perbaikan politik hanya akan terjadi pada saat orang-orang yang professional dan berintegritas masuk ke dalam ranah politik.Tidak dapat dipungkiri bahwa politik sudah terlalu lama disalahgunakan oleh sebagian orang opportunist demi jabatan, kekuasaan ataupun demi uang semata.
Masih katanya, pemuda sekarang atau pemuda milineal ini adalah generasi yang sangat mahir dalam menjalankan teknologi. Dengan kemampuan tersebut di dunia teknologi dan sarana-prasarana yang ada , generasi milineal atau pemuda ini memiliki banyak peluang atau potensi untuk bisa berada di depan dibandingkan dengan generasi sebelum-sebelumnya. Namun, banyak pemuda sekarang yang cenderung lebih tidak peduli dan acuh tak acuh terhadap keadaan sosial di sekitarnya termasuk juga di dalam politik dan ekonomi. Mereka cenderung menginginkan hal-hal yang instan dan tidak pernah menghargai suatu proses.
Maka dari itu, hal ini perlunya kesadaran terhadap setiap individu- individu untuk melakukan perubahan-perubahan yang ada di dalam masyarakat sekitar maupun di dunia politik dan yang lainnya. Karena itu, penerus negara atau khususnya penerus bangsa Indonesia yang akan datang dan seterusnya adalah pemuda-pemuda tersebut. Perlunya kesadaran bagi sebagian pemuda-pemuda sekarang atau masa milineal itu sangat amat penting itu membangun masa depan bangsa ini.(RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Anggota DPRD Medan Robi Barus meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) rutin membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Medan dari tumbuhan semak belukar.

"Sepertinya hampir semua TPU di Medan terlihat kumuh dan dipenuhi semak belukar. Jadi kesannya angker. Kebersihan TPU harus menjadi perhatian serius DKP," kata Robi Barus, Jumat (25/10/2019).

 Robi mengambil contoh TPU di kawasan Jalan Guru Patimpus. Tumbuhan semak belukar sudah menutupi kuburan sehingga tidak terlihat.

"Yang kita khawatirkan, semak belukar itu menjadi sarang ular, kalajengking dan binatang berbisa lainnya," kata Ketua Fraksi PDIP ini.

Robi berharap Kepala DKP Husni lebih proaktif dalam merawat kebersihan TPU di Medan. Apalagi Pemko Medan ada menganggarkan biaya membersihkab TPU.

Robi mengultimatum agar dalam dua pekan ini DKP selesai membersihkan TPU yang dipenuhi semak belukar.

"Jangan gara-gara Wali Kota Medan kena OTT KPK malah membuat OPD lesu. Justru yang kita harapkan kinerjanya makin meningkat, khususnya DKP," kata Robi. (RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

 Saat ini proyek pengaspalan jalan sedang berlangsung di beberapa kecamatan di Kota Medan, meski cuaca yang tidak menentu, namun proyek pengaspalan tersebut tetap berlangsung.
menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, SH meminta agar para pengusaha pemborong proyek pengerjaan Jalan yang saat ini sedang berlangsung agar tetap menjaga kualitas dan bukan hanya mengejar target sebelum akhir Tahun.
Paul menjelaskan, selama ini banyak ditemukan pekerjaan pengaspalan yang belum lama dikerjakan sudah rusak. ” Ini kan mubazir namanya dan hanya merugikan PAD Kota Medan,” terang anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 3 ini, Jumat(25/10/2019).
Sambung Politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini, kondisi cuaca yang tidak menentu seperti hujan, namun pengerjaan pengaspalan tetap berjalan, akan disangsikan kualitas pengaspalan yang dilakukan.
“Apalagi pengerjaan pengaspalan jalan tersebut dikerjakan saat kondisi jalan banyak digenangi air hujan dan parahnya pengaspalan tetap dilakukan meskipun kondisi hujan,” ucapnya.
Untuk itu, Ia meminta agar Dinas Bina Marga memperketat pengawasan terhadap proyek-proyek pengerjaan pengaspalan jalan tersebut dan kepada pengusaha pemborong agar mengikuti prosedur yang telah disepakati, karena pengaspalan jalan dilakukan untuk kenyamanan masyarakat pengguna jalan dan memakai uang rakyat pula melalui pajak yang di bayarkan masyarakat kepada pemerintah kota Medan dan Negara.
“Kita selaku wakil rakyat daerah Kota Medan berharap pelaksanaan pengaspalan jalan yang berlangsung saat ini tidak asal jadi, agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya bagi kepentingan bersama seluruh masyarakat kota Medan, ” pungkas Paul. (RD)

Share Berita



Medan,DPNews
Dinas Perhubungan jangan hanya sekadar memasang traffic light, lebih dari itu Dishub Medan itu harus dapat memperbaiki sistemnya.
Serta mengatur dengan baik agar para pengendara tidak mencuri jalan dan bertemu di persimpangan sehingga terjadi kemacetan berkepanjangan. Demikian ungkap anggota DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution,Kams(24/10)
Dedy Nasution menyebutkan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini. Rambu lalu lintas [lampu merah-traffic light] seyogianya untuk dapat mengurai kemacetan, namun yang terjadi justru menimbulkan kemacetan di beberapa titik Kota Medan.
Antaralain lampu merah di Simpang Pelangi, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Abdul Haris Nasution yang bersinggungan dengan Jalan STM atas, lampu merah di Jalan Gaperta dan beberapa titik lainnya di Medan.
“Terjadi macet disebabkan saat lampu hijau menyala, kendaraan dari dua arah tetap saja ngotot jalan. Akhirnya bertemu di tengah persimpangan. Kondisi inilah yang menyebabkan kemacatan, bahkan tidak mustahil dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendara,” ungkap Dedy Aksyari.(RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, Diko Edy Suranta Meliala, menilai pembangunan infrastruktur jalan di Kota Medan seperti tidak berdasarkan skala prioritas. Sebab, masih banyak jalan yang rusak parah namun belum mendapatkan pengaspalan.
“Harusnya, Pemko Medan hendaknya memiliki perencanaan yang matang terkait pembangunan jalan,” kata Diko Meliala kepada wartawan di DPRD Kota Medan,Rabu(23/10/2019).
Saat ini, kata Diko, terjadi pengaspalan jalan yang tidak selesai di mana-mana. Contohnya, sebut Diko, di Jalan Pintu Air IV menuju Kebun Binatang Medan (KBM) yang kerusakannya sepanjang 3 Km.
“Tapi, hanya 1,5 Km yang diaspal, sementara sisanya 1,5 Km cukup banyak titik jalan yang masih rusak parah, namun tidak diaspal,” katanya.
Padahal, sambung Diko, jalan tersebut merupakan akses menuju objek wisata kebanggan Medan. “Bagaimana Pemko Medan bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini, kalau infrastruktur kesana rusak parah,” sebutnya.
Selain itu, tambah Diko, di Pasar V Padang Bulan Medan, tepatnya di depan Carefour, jalan sangat sempit dan rusak parah.
“Jalan itu sudah lama rusak, namun hingga kini tidak ada perbaikan. Kondisi itu sudah dikeluhkan para pengendara sepedamotor dan mobil, namun tidak juga ada respon dari Dinas PU Medan,” ujarnya.
Diko berharap, Dinas PU memprioritaskan perbaikan di kedua jalan itu, agar bisa nyaman dilalui. “Terutama di Pasar V yang sangat parah dan sempit, karena jalan itu sangat strategis menuju jalan lingkar luar Kota Medan. Setiap pagi dan sore hari, jalan disana macet akibat sempit dan rusaknya jalan,” ucapnya.(RD)

Share Berita




Medan,DP News
Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor dukung rencana pembangunan jalan tol dalam Kota Medan sebagaimana didengungkan Gubsu Edy Rahmayadi.
Demi kelancaran arus lalu lintas di masa mendatang di Kita Medan ,pembangunan jalan dalam kota ini harus didukung dan diberhasilkan semua pihak.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memaparkan rencana pembangunan sejumlah proyek infrastruktur dan fasilitas umum, di hadapan ratusan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) 15 kabupaten/kota se-Sumut, Selasa (22/10/2019), di Wisma Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan. Diharapkan para anggota legislatif tersebut dapat mendukung percepatan pembangunan proyek tersebut.
Sejumlah proyek infrastruktur dan fasilitas umum yang akan dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam waktu dekat antara lain, pembangunan sport centre dan Islamic centre bertaraf internasional, Rumah Sakit Haji menjadi bertaraf internasional, Jalan Tol dalam Kota Medan, dan pembangunan fasilitas tempat wisata Taman Hutan Raya di Karo dan Tangkahan di Langkat. Juga sejumlah proyek infrastruktur di kawasan Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo (Mebidangro).
“Jadi ke depan Sumut kita membanggakan, kita tunjukan Sumut bisa punya infrastruktur kelas dunia, ini bukan Sumut ecek-ecek,” kata Gubernur Edy Rahmayadi pada acara silaturahmi dengan anggota DPRD kabupaten/kota se-Sumut, di Wisma Benteng. Hadir di antaranya, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, OPD Pemprov Sumut, serta anggota DPRD dari 15 kabupaten/kota se-Sumut.
Edy Rahmayadi juga meminta para anggota dewan membuat rancangan atau ide mengenai pembangunan yang bisa diperbuat. Sebab anggota dewan dan pemerintah daerah sama-sama memiliki tujuan menyejahterakan masyarakat daerahnya.
“Sama-sama kita lakukan ini, saya yakin kita pasti mampu, APBD dan PAD harus kita dongkrak, jangan berpikir yang receh tentang fee, tidak ada cerita fee,” ujar Edy.
Edy mengajak para anggota dewan untuk menekankan kejujuran dalam menjalankan tugasnya. Dicontohkannya, negara Finlandia menjadi negara dengan sedikit penjara lantaran kejujuran masyarakatnya. “Banyak kita berdoa, bekerja, mari kita lakukan ini, kelemahan kita ini karena kita tidak jujur,” pesannya.
Kasubdit Wilayah I Dirketorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Maria Ivonne Tarigan mengapresiasi paparan Gubernur Sumut tentang rencana pembangunan daerah. Apalagi untuk kemajuan Sumut, tentunya harus didukung oleh semua pihak.
Untuk itu, Maria meminta, para anggota dewan yang hadir untuk mendukung rencana pembangunan tersebut. “Tolong didukung, tentunya tidak akan jadi (rencana pembangunan) itu kalau dewan tidak mendukung, pasti akan ada regulasi yang disetujui bersama,” ujar Maria.
Meski begitu, dukungan harus tetap sesuai regulasi dan fungsi DPRD. Dikatakannya, fungsi utama DPRD adalah mengawal penyelenggara daerah, selain membuat peraturan daerah dan anggaran.
Kemudian ia mengingatkan bahwa posisi pemerintah daerah dan kepala daerah merupakan mitra yang sejajar. “Kepala daerah dan DPRD di sini dia posisinya sebagai mitra yang sejajar,” kata Maria.(RD)

Share Berita


MEDAN,DPNews

Guna menguatkan sinergitas serta soliditas dalam mempersiapkan seluruh tahapan Pilkada Kota Medan bersama sejumlah stakeholder, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelar rapat bersama dengan DPRD Kota Medan dan unsur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI-Polri, Kejaksaan Negeri (Kejari), Perwakilan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan.
Pada rapat yang digelar di Medan Club Jalan RA Kartini Medan, Senin (21/10/2019), membahas tahapan pilkada diantaranya terkait pemutakhiran data pemilih, distribusi logistik, keamanan, sistem perekrutan petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara.
Berkaitan hal tersebut di atas, Pemko Medan yang diwakili Asisen Pemerintahan (Aspem), H Musaddad mengatakan, pihaknya siap mendukung dan memfasilitasi seluruh komponen yang dibutuhkan terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan Tahun 2020 mendatang. Dukungan ini diberikan, guna mensukseskan pelaksanaan Pilkada yang menganut azas langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) di Kota Medan sehingga berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.
Selain itu, lanjutnya, Pemko Medan akan menjalankan tugas, fungsi dan perannya sesuai dengan kapasitas selaku penyelenggara pemerintahan. Oleh karenanya, melalui rapat koordinasi ini, Musadad berharap seluruh stakeholder terkait dapat menyampaikan dan mencurahkan segala masukan dan gagasan yang dibutuhkan agar Pilkada Kota Medan tahun 2020 dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya.
“Kita semua memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda dalam menyongsong gelaran Pilkada Kota Medan tahun depan. Kami sangat berharap, kontribusi, dedikasi dan loyalitas dapat kita berikan agar pada pelaksanaannya, Pilkada Kota Medan dapat berjalan dan berlangsung aman dan lancar. Untuk itu, dibutuhkan sinergitas dari kita semua,” kata Musadad.
Dihadapan peserta rapat, Asisten Pemerintahan ini, menekankan bahwa hal terpenting yang harus dijaga adalah kekondusifan Kota Medan. “Euforia Pilkada tidak lepas dari kehadiran masing-masing pendukung calon pasangan kepala daerah nantinya. Tidak jarang, beda pilihan menjadu faktor penyebab keributan. Untuk itu, kami harap semua pihak dapat ikut serta menciptakan dan menjaga kekondusifan di Kota Medan,” pesannya didampingi Kaban Kesbangpol Kota Medan Sulaiman Harahap dan Kabag Tapem Ridho Nasution.
Sementara, Ketua KPU Kota Medan Agussyah Damanik dalam paparannya menyampaikan ada beberapa poin yang akan dibahas dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya terkait pemutakhiran data pemilih, distribusi logistik, keamanan, sistem perekrutan petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara.
Sebab, bilang Agussyah sesuai jadwal Pilkada Kota Medan akan digelar pada 23 September 2020 mendatang. Untuk itu dibutuhkan sinkronisasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing stakeholder agar seluruh tahapan Pilkada dapat berlangsung lancar dan sukses serta potensi masalah yang mungkin terjadi dapat diantisipasi.
“Melalui rapat ini kami berharap, kita semua dapat merancang dan mempersiapkan Pilkada Kota Medan secara matang. Selain itu juga melakukan evaluasi agar setiap kekurangan dan kesalahan penyelenggaraan Pilkada yang akan datang dapat kita minimalisir dan benahi bersama. Untuk itu kami harapkan kerja samanya,” ungkap Agussyah.
Selanjutnya, satu persatu peserta rapat diminta untuk menyampaikan ide, masukan, gagasan serta keluhan kepada KPU Kota Medan untuk kemudian di cari solusinya secara bersama-sama. Rapat yang dimulai pukul 15.00 WIB ini berjalan lancar dan. interaktif. Ketua DPRD Kota Medan Hasyim juga turut hadir dalam kesempatan tersebut.(RD)

Share Berita


MEDAN,DPNews

Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE menyatakan secara tegas mengecam keras tindakan oknum yang melakukan pelemparan bom molotov ke Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan Jalan Hindu, kemarin lalu.
“Untuk saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” kata Hasyim SE usai menerima pengurus Banteng Muda Indonesia (BMI) yang merupakan sayap dari PDI Perjuangan di ruang kerjanya DPRD Medan, Senin (20/10/2019).
Hasyim SE curiga ada motif tertentu dalam aksi pelemparan bom molotov tersebut. Namun demikian, lanjutnya, aparat kepolisian segera menangkap pelaku agar penyelidikan tentang motif sebenarnya. “Kita tidak mau masalah ini berlarut-larut, karena masyarakat juga ingin mengetahui secara pasti ada apa dibalik semua ini,” ujarnya.
Dia juga heran, kenapa ada orang yang ingin merusak lembaga bantuan hukum itu. Padahal, LBH Medan adalah lembaga yang selalu memberikan bantuan hukum kepada masyarakat untuk mencari keadilan. “Heran juga saya, kok masih ada juga oknum yang menginginkan lembaga itu rusak. Nggak habis pikir saya,” sebut orang nomor satu di DPRD Kota Medan ini.
Oleh karenanya, Ketua DPRD Medan mengharapkan pihak kepolisian agar meningkatkan patroli baik diinti kota maupun di pinggir Kota Medan. “Hal itu agar tindakan kejahatan tidak Kota Medan dapat ditekan,” katanya.
Berita sebelumnya, Sabtu, dini hari ini pukul 02.30 wib kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) MEDAN di jalan Hindu, dilempari Bom Molotov. Seperti diketahui, aksi teror terjadi di Kota Medan sebelumnya lebih dahulu di alami oleh salah satu tempat diskusi para aktifis di medan yaitu literacy coffee.(RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE bersama Anggota DPRD Medan Fraksi Nasdem Antonius Devolis Tumanggor SSos menerima Penitia Pentas dan Seni Perguruan ST. Yosep Jalan Pemuda Medan, Senin (21/10/2019) ruang kerjanya. Kedatangan mereka, memberitahukan bahwa akan mengadakan kegiatan pensi berthemakan “Karekter Bilding (anak yang hilang).
Panitia juga berharap, kalangan DPRD Medan mendukung kegiatan tersebut demi menimbulkan karekter siswa/i lebih berkreatif di masa mendatang. “Kita harapkan dukungan wakil rakyat untuk suksesnya kegiatan ini,” kata panitia.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di DPRD Kota Medan ini mengapresiasi kegiatan itu. Sebab, menurutnya, kegiatan pensi tersebut sangat baik untuk menumbuh kembangkan karakter anak. “Kegiatan ini sangat bagus di dalam membina dan mengarahkan generasi muda di dalam menunjukkan kemampuan yang mereka miliki,” katanya.
Dia juga berharap, ajang pensi ini akan menjadikan para siswa tahu berterima kasih dan berkomunikasi kepada orang tua, guru maupun kepada sesama teman baik di sekolah maupun di rumah,” harapnya.(RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE menyebutkan, Surat Keputusan (SK) Pimpinan DPRD Kota Medan definitif selesai akhir bulan ini.
“Sejauh ini tidak ada kendala. Mudah-mudahan akhir bulan ini selesai,” kata Hasyim kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (18/10/2019).
Dari informasi yang diterima, kata Hasyim, surat permohonan penerbitan SK pimpinan definitif itu sudah berada di Biro Otonomi Daerah (Otda) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). “Informasi yang kita dengar sudah berada di Otda,” katanya.
Hasyim berharap, Pemprovsu dapat segera memproses surat permohonan itu, agar pimpinan definitif DPRD segera terbentuk. “Kalau sudah definitif, kita (DPRD-red) bisa bekerja,” ujarnya.
Hasyim mengaku, saat ini sejumlah agenda penting DPRD sedikit terkendala, karena belum terbentuknya pimpinan definitif, seperti belum ditetapkannya Tatib dan belum terbentuknya alat kelangkapan dewan (AKD).
“Yang harus menetapkan Tatib dan membentuk AKD itu harus pimpinan definitif. Bahkan, Pokja Tatib mau konsultasi aja harus menunggu pimpinan definitif,” ucapnya.
Karenanya, sekali lagi Hasyim, berharap Pemprovsu dapat mempercepat proses penerbitan SK pimpinan definitif, agar DPRD Medan dapat segera bekerja. “Kita berharap bisa dipercepat,” pungkasnya.(RD)

Share Berita




MEDAN,DPNews

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) mendatangi Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan. Mereka meminta dukungan DPRD terkait terkait penyelamatan aset lahan wisma Kartini di Jalan Kartini Medan, kemarin.
Kepada anggota dewan, Ketua BKOW Sumut, Kenalawati, didampingi pengurus lainnya mengatakan pihaknya meminta dukungan dari dewan terkait lahan Gedung Kartini.
“Saat ini memang lagi proses hukum di PN. Pasca terbakarnya Gedung Kartini BKOW tidak lagi ada kantor. Kami berharap ada dukungan dari Fraksi PAN untuk penyelamatan aset tersebut,” pinta Kenalawati.
Kenalawati mengatakan, pihaknya tetap berjuang membela organisasi perempuan. “Kami tidak akan menyerah mempertahankan aset demi kelangsungan organisasi perempuan,” katanya.
Menyikapi keluhan itu, Ketua Fraksi PAN, Edwin Sugesti, didampingi Edi Saputra, Abdul Rahman dan Sukamto, mengatakan akan menindaklanjuti keluhan BKOW.
“Kami akan mendalami persoalan ini. Pada prinsipnya, kita tidak setuju bila Pemko melepaskan asetnya,” kata Edwin.
Menurut Edwin, Pemko Medan dinilai lalai terhadap aset dan keberadaan organisasi perempuan. “Pada hal kita ketahui wisma Kartini itu sebagai tempat pembinaan wanita, Pemko Medan harus lebih peduli,” ujar Edwin.
Senada dengan itu, Edi Saputra, mengatakan tidak setuju jika eks lahan wisma Kartini dijadikan tempat bisnis karena merupakan aset Pemko.
Terkait hal itu, Edi, berharap kepada PN Medan yang saat ini sedang menangani perkara tersebut dapat jernih melihat persoalan. “Apalagi kegunaan wisma selama ini demi kepentingan pembinaan perempuan,” katanya.
Sedangkan, Sukamto, mengaku akan menelusuri terkait kasus aset wisma Kartini ini. “Jangan sampai terjadi pengalihan aset,” katanya.(RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Medan, Hasyim SE mengatakan, pelaksanaan Paripurna membahas alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kota Medan periode 2019-2024, akan tetap terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Jadi tidak ada ngaruhnya dengan permasalahan OTT KPK terhadap Walikota Medan, Dzulmi Eldin,” kata Hasyim SE melalui telepon selularnya, Rabu (16/10/2019).
Dia menegaskan, agenda yang ada di DPRD Kota Medan sudah tersusun sesuai jadwal, sehingga menunggu pelaksananan. “Kita saat ini sudah menyusun jadwal seluruh kegiatan di dewan, dan tidak berpengaruh dengan kasus yang menimpah Wali Kota Medan,” ujarnya.
Menanggapi tindakan KPK terhadap Wali Kota, Hasyim tidak mau banyak berkomentar, dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada KPK RI. “Kalau untuk masalah OTT itu, kita tidak mau mencampurinya, karena bukan diranah kita, namun kita berdoa agar Walikota Medan diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan ini.(RD)

Share Berita



Medan,DPNews
Komunitas pencinta motor gede (moge) yang tergabung dalam Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Sumatera Utara, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII Pengurus Daerah (Pengda) IMBI Sumatera Utara di Medan Club Jalan RA Kartini, Sabtu (12/10). Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis berharap musda berjalan sukses dan lancar, serta IMBI  Sumut dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.
Musda IMBI Sumut dibuka Ketua IMBI Sumut H Bayu Fadlan. Di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir, Bayu mengawali sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota IMBI yang selama ini telah membantunya dalam mensukseskan kegiatan-kegiatan yang digelar.
"Saya berharap Musda ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi IMBI Sumut ke depannya. Apa yg diharapkan dari hasil musda agar dapat lebih eksis berkembang dan Berjaya,” kata Bayu.
Sedangkan Kadishub Kota Medan Iswar Lubis mengatakan, kehadiran IMBI Sumut memberikan kontribusi yang positif terhadap aspek kepedulian sosial, promosi pariwisata, kegiatan olah raga dan terciptanya iklim positif terhadap investasi.
"Sebagai wadah yang bergerak dalam keempat aspek tersebut di atas, IMBI diharapkan dapat melaksanakan program  dan inovasi dalam menciptakan sebuah perhelatan bergengsi di Sumut, terutama di kota Medan, seperti ajang perlombaan motor besar maupun touring ke sejumlah daerah," saran Iswar.
Disamping itu imbuh  Iswar lagi, tugas dan pekerjaan para pengurus yang terpilih nantinya untuk sama-sama membesarkan nama IMBI Sumut sehingga ke depannya dapat membawa nama harum Sumut, khususnya Kota Medan baik di tingkat nasional maupun internasional. Yang tak kalah pentingnya lagi bilang Iswar, IMBI Sumut diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas.
"Dengan kepengurusan yang baru ini diharapkan terbentuknya kepengurusan yang lebih baik lagi serta tersusun program - program yang  bermanfaat baik bagi Sumut maupun Kota Medan itu sendiri. Dibawah kepengurusan yang baru nantinya akan lebih berjaya dan berasa kehadirannya ditengah - tengah masyarakat," harap Iswar. (RD)

Share Berita



MEDAN,DPNews

Walikota Medan, Dzulmi Eldin, berjanji akan menyelesaikan semua tugasnya dalam membangun Kota Medan di akhir masa jabatannya. Namun, sejumlah persoalan besar masih belum terselesaikan, seperti pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang dan Islamic Center Medan (ICM). Bahkan, persoalan jembatan Titi Dua Sicanang sudah tiga tahun tidak kunjung selesai.
Menanggapi ini, anggota DPRD Kota Medan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Mulia Asri Rambe, menilai mustahil alias tidak mungkin pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang dan ICM diselesaikan hingga tahun 2020. Sebab, hingga kini banyak rekanan tidak mampu menyelesaikan pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang itu.
“Khusus pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang, medannya sudah tak sesuai dengan nilai pagunya, sehingga banyak rekanan berpikir dan menolak melakukan pekerjaan pembangunan jembatan itu, karena rekanan terus merugi,” kata Mulia Asri Rambe kepada wartawan di DPRD Kota Medan, Senin (14/10/2019).
Menurut pria yang akrab disap, Bayek, ini pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang diperlukan kajian ilmiah. “Pekerjaan tersebut bukan main-main. Bila benar-benar dikerjakan, maka akan memerlukan anggaran yang lebih besar. Jika anggarannya tak dinaikkan, maka akibatnya pembangunan jembatan akan terbengkalai,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar ini.
Disinggung soal pembangunan ICM, Bayek, juga menilai tidak mungkin pembangunan ICM dengan lahan seluas puluhan hektar itu diselesaikan. “Pasti tertunda dan dilanjutkan penerus selanjutnya,” ujar Bayek.
Namun, Bayek, memberi apresiasi atas semangat dan kinerja Walikota Medan terhadap pembangunan Kota Medan, walaupun banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.
“Bagaimanapun kita harus memberi apresiasi atas kinerja dan semangat Walikota dalam membangun Kota Medan.
Selama memimpin Kota Medan, sumbangsih nyata untuk kemajuan Kota Medan telah diberikan, walaupun masih ada pembangunan yang tertunda dan belum terealisasi,” katanya.(RD)

Share Berita


MEDAN,DPNews

Dalam rangka menyambut kedatangan Walikota Ichikawa Jepang bersama sejumlah delegasi DPRD Kota Ichikawa ke Kota Medan, Pemko Medan melalui Badan Hubungan Kerjasama Kota dan Daerah (Hakda) Kota Medan menggelar Rapat Persiapan Penerimaan di Balaikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jumat (11/10/2019).
Rapat yang dipimpin Asisten Ekbang, Khairul Syahnan, digelar untuk membahas persiapan yang dilakukan, termasuk mempersiapkan kebutuhan rombongan selama melakukan lawatan di ibukota Provinsi Sumut.
Melalui rapat ini diharapkan seluruh unsur terkait dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi terkait berbagai hal yang diperlukan rombongan Walikota Ichikawa. Dijadwalkan, seluruh rombongan akan berkunjung selama lima hari sejak tanggal 6-10 November mendatang.
Diungkapkan Syahnan, selain berkunjung ke Balaikota, rombongan Walikota Ichikawa juga akan mendatangi sejumlah ikon wisata Kota Medan.
Untuk itu, Syahnan, berpesan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat memepersiapkan segala kebutuhan secara rinci dan detail. Sebab, hal ini menyangkut nama baik Pemko Medan di mata negara yang menjadi sister city Kota Medan.
‘’Saya berharap kita semua dapat menjaga komunikasi dan koordinasi agar pada penyambutan nanti dapat berjalan lancar tanpa kekurangan satu apapun. Terlebih hal ini menyangkut nama baik Pemko Medan sebagai tuan rumah. Untuk itu, seluruh OPD terkait harus mengetahui dan memahami tuposkinya masing-masing,’’ kata Syahnan.
Selanjutnya, dalam rapat yang diikuti perwakilan sejumlah OPD, Syahnan, menekankan bahwa kedatangan Walikota Ichikawa menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan Kota Medan hingga semakin dikenal di mancanegara.
‘’Kunjungan ini menjadi kesempatan baik bagi kita mempromosikan Kota medan yang dikenal dengan berbagai wisata sejarahnya. Kita berharap nantinya Walikota Ichikawa dapat mereferensikan Kota Medan sebagai kota tujuan wisata bagi warga Jepang. Dengan demikian, akan semakin banyak wisatawan datang berkunjung dan berdampak pada meningkatnya sektor pariwisata Kota Medan yang berimplikasi pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD),’’ jelasnya.(RD)

Share Berita




MEDAN,DPNews

Wakil Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan, Sukamto, mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempropsu) terkait pembangunan jalan tol dalam Kota Medan guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas di Kota Medan.
“Kita sangat mendukung perencanaan pembangunan jalan tol. Semua pihak juga kiranya dapat mendukung rencana pembangunan itu agar cepat terealisasi,” harap Sukamto saat berdiskusi dengan wartawan di gedung DPRD Kota Medan.
Sukamto mengatakan, kepadatan penduduk dan peningkatan jumlah kendaraan di Medan sangat pesat. “Kita prediksi, 10 tahun mendatang arus lalu lintas di Medan bisa stagnan. Jadi, sangat perlu ada upaya penataan dari sekarang,” katanya.
Seiring dengan rencana itu, Sukamto, berharap Pemko Medan dapat bersinergi dengan Pempropsu. “Pemko Medan harus segera melakukan kajian soal dampak sosialnya. Dampak sosialnya harus diperhitungkan dari sekarang. Segala dampak pembangunan harus diakomodir dan jangan sampai merugikan masyarakat, sehingga seluruh masyarakat Medan dapat mendukung percepatan pembangunan,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Pemprovsu berencana membangun Jalan Tol dalam kota Medan (Medan Intra Urban Toll Road – MIUTR) sepanjang 30,97 kilometer. Proyek yang ditaksir menghabiskan anggaran mencapai Rp15 triliun ini ditargetkan rampung pada 2023 mendatang.
Jalan tol dalam kota Medan akan dibangun dalam tiga seksi. Seksi I Helvetia – Titi Kuning sepanjang 14,28 km. Kemudian seksi II Titi Kuning – Pulo Brayan sepanjang 12,44 km, dan seksi III Titi Kuning – Amplas sepanjang 4,25 km, dengan total panjang keseluruhan mencapai 30,97 km.
Setelah studi kelayakan dokumen pada 2021 sudah bisa dimulai untuk tahap pembangunan fisik. Paling lama dua tahun, maka 2023 Tol Dalam Kota Medan sudah selesai.
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengatakan tol dalam kota dibiayai oleh pihak swasta, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan investasi sebesar Rp15 triliun. Proyek ini dikerjakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Setelah pencanangan ini, menurut Eko, masih akan ada 10 tahap lagi untuk menuju penyelesaian keuangan. Misalnya, terkait pengguna jalan, investasi, waktu konsesi, dan penetapan tarif tol.
“Kalau itu sudah selesai baru kita bisa melakukan pembangunan konstruksi, idealnya 1 tahun 8 bulan untuk menuju tahap konstruksi,” terang Eko.(RD)

Share Berita


Medan,DPNews
Sebanyak 60 peserta konduktor (dirigen/pemimpin sebuah pertunjukan musik) mengikuti Pelatihan Conducting  yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kota Medan di Swiss Bellinn Hotel Jalan Gajah Mada, Medan,  Sabtu (12/10). Pemko Medan sangat mengapresiasi dan mendukung digelarnya pelatihan tersebut.
Pelatihan conducting yang dibuka Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan Albon Sidauruk, digelar dalam rangka menyambut Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) se-Kota Medan pada 1 Desember mendatang.
Dalam pelatihan ini, para peserta akan dilatih untuk memimpin paduan suara sekaligus melatih paduan suara untuk tingkat pemula dan menengah. Adapun kategori dalam perlombaan Pesparawi nanti yakni paduan suara anak, remaja  dan dewasa. Di samping itu juga ada solo anak untuk 7-9 tahun dan 10-13 tahun, solo remaja dan dewasa. Lalu, vocal group dan music pop gereja (band).
Albon menjelaskan, salah satu unsur musik dalam ibadah gereja pada hari minggu adalah paduan suara. "Walaupun keberadaannya tidak dan belum mutlak bagi sebagian gereja, namun tidak dapat disangkal bahwa kehadiran paduan suara dalam peribadatan membawa pengaruh kuat terhadap jemaat dan kelangsungan ibadah itu sendiri," kata Albon.
Mantan Kabag Organisasi Tata Laksana Setdako Medan itu menambahkan, guna mendukung pelayanan paduan suara yang enak dan baik didengar, tentunya dibutuhkan pelatih paduan suara.Oleh karenanya pelatih itulah nantinya  yang akan melatih setiap anggota paduan suara sehingga menghasilkan alunan lagu yang enak didengar.
"Menjadi pelatih paduan suara bukanlah merupakan hal yang mudah.  Sebab, seorang pelatih paduan suara tentunya harus  memiliki teknik yang mumpuni, baik artikulasi, pernafasan diafragma, sikap badan, resonansi, vibrato, serta intonasi. Karena itulah Pemko Medan mendukung digelarnya pelatihan ini," jelasnya.
Terkait itu, Albon berharap melalui pelatihan ini, para pelatih tingkat pemula dan menengah dibekali dengan pengetahuan serta keterampilan sehingga nantinya dapat membawa anak-anak paduan suaranya meraih berbagai prestasi di bidang olah vokal, khususnya paduan suara. "Banyak kita dengar, paduan-paduan suara gereja yang meraih berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kota Medan berharap, melalui pelatihan conducting dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta menambah pertemanan. Atas dasar itulah Anton berharap agar pelatihan seperti ini dapat terus  berkelanjutan di kemudian hari.
"Semoga ilmu yang diberikan pada hari ini dapat bermanfaat bagi semua konduktor yang mengikuti pelatihan ini. Di smaping itu silaturahmi yang dibangun dan terjalin melalui pelatihan ini, hendaknya dapat terus terjalin pada masa mendatang,” harap Anton.
Pelatihan conducting  turut dihadiri Kadis Tenaga Kerja Kota Medan Hanalore Simanjuntak selaku Ketua Panitia Paskah Oikumene Kota Medan, Bendahara LPPD Kota Medan Maslen Simamarta, dan Ketua Sumatera Berdoa JA Fernandus. Sedangkan sebagai pemateri latihan didatangkan Ansgar Baringin Manurung dan Hendra Fisher Lingga. (RD)

Share Berita


Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah menghadiri Workshop Profesi Anak, di Depo Railink, Jalan Jawan Medan, Jumat (11/10). Sri Ayu Mihari juga sempat bermain Engklek bersama anak-anak dari Sekolah Dasar (SD) Nanyang School. (Foto Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu : Veri Ardian)
Medan,DP News
Ratusan anak-anak dari Sekolah Dasar (SD) Nanyang School tampak riang gembira. Terutama, saat mereka berkesempatan bermain Engklek bersama Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.
Hal itu terjadi saat Wakil Ketua TP PKK Sri Ayu Mihari menghadiri acara Workshop Profesi Anak, Jumat (11/10), di Depo Railink Medan, Jalan Jawa Nomor 11, Medan. Sri Ayu Mihari yang hadir bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela, langsung mencoba permainan Engklek yang disiapkan panitia.
Sri Ayu Mihari tidak canggung bermain Engklek bersama anak-anak pada kegiatan yang diselenggarakan Railink ini. Kepala Dinas PPPA Nurlela dan karyawan Raillink juga ikut mencoba permainan tradisional ini, bersama beberapa anak-anak yang hadir.
Seolah mengenang masa kanak-kanak, Sri Ayu Mihari tampak bergembira ketika bermain Engklek bersama anak-anak. Begitu juga para siswa dari Nanyang School sangat antusias dan riang gembira bermain bersama Ketua TP PKK Sumut. Bahkan, beberapa di antaranya tampak tidak sabar untuk mendapatkan giliran memainkan permainan tradisional Indonesia ini.
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumut bahkan membeli salah satu makanan hasil olahan anak-anak yang sedang mencoba profesi koki. Menurut Sri Ayu Mihari, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas anak-anak, karena anak-anak identik dengan kreativitas.
“Anak-anak terlahir kreatif, bermain dengan imajinasi dan kreativitas. Dengan kreativitas tinggi maka dia akan menghasilkan banyak karya yang bagus. Namun, sebagian orang tua tidak menyadari potensi-potensi yang dimiliki anaknya. Karena itulah kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak,” kata Sri Ayu Mihari saat memberikan kata sambutan.
Vice President PT KAI Divre I Sumut Rusi Haryono mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa membantu anak-anak untuk bermain sambil belajar dan mengurangi penggunaan gawai. Apalagi, tingkat penggunaan gawai pada anak saat ini cukup memprihatinkan.
“Kegiatan ini harapannya bisa mengarahkan anak-anak kepada aktivitas yang lebih produktif, lebih baik. Mereka bisa belajar sambil bermain di sini, menjauhkan mereka dari gadget karena saat ini anak-anak cukup tinggi dalam menggunakan gadget.
Rusi Haryono berharap kegiatan ini bisa dilakukan rutin oleh Railink, karena akan membantu membangun generasi-generasi yang berkualitas khususnya di Sumut. “Saya berharap Workshop Profesi Anak ini bisa diselenggarakan rutin karena kegiatan seperti ini akan membantu membentuk generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Kegiatan ini sendiri berlangsung selama dua hari. Hari pertama ada 150 anak kelas 1 SD dari Nanyang School yang mengikuti Workshop Profesi Anak kali ini. Hari kedua ada dua sekolah yang mengikuti yaitu TK Al-Azhar dan SD Sei Petani Kelas 2, 3 dan 4.(Humas Pemprovsu/Rd)

Share Berita


Jakarta,DP News
Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat baik. Dia menilai mungkin banyak yang tidak suka jika hubungan keduanya mesra.
"Hubungan saya baik, bisa dikatakan mesra ya Pak, ya, banyak yang nggak suka mungkin ya," kata Prabowo dalam jumpa pers bersama Jokowi di Istana, Jakarta, Jumat (11/10).
"Sangat mesra," timpal Jokowi di sisi kanan Prabowo.
Prabowo mengatakan Gerindra mengutamakan kepentingan bangsa. Pertarungan politik disebutnya telah selesai dan kembali bersatu.
"Kita bertarung secara politik, begitu selesai kepentingan nasional yang utama, saya berpendapat kita harus bersatu," ujarnya.
Karena itu, Prabowo menyampaikan ke Jokowi siap membantu pemerintahan jika diperlukan. Pihaknya akan memberikan gagasan yang optimis Indonesia akan bangkit.
"Kami akan memberikan gagasan yang optimis dan yakin Indonesia bisa tumbuh dobel digit, kami yakin Indonesia bisa bangkit, kami siap membantu kalau diperlukan," ucapnya.
Jika tidak diperlukan, Prabowo mengatakan pihaknya akan tetap loyal di luar pemerintahan sebagai penyeimbang.
"Kalau umpamanya kita tidak masuk kabinet, kami akan tetap loyal di luar sebagai--apa istilahnya--check and balances sebagai penyeimbang, karena kita di Indonesia tidak ada oposisi, Pak ya," ujarnya.
"Tetap kita Merah Putih di atas segala hal," tuturnya.(detikcom/Rd)


Share Berita



Jakarta,DP News
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah lama dikabarkan bakal menjadi menteri di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Kini, isu itu berembus makin kencang setelah Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY bertemu Jokowi dan salah satu kadernya terang-terangan menyodorkan AHY untuk menjadi Menpora.
SBY dan Jokowi bertemu di Istana Kepresidenan, Kamis (10/10). Jokowi tak menampik ada pembahasan politik dalam pertemuan dengan SBY selain soal ekonomi dan keamanan.
"Terutama berkaitan situasi eksternal dari sisi ekonomi, yang kita semua hati-hati karena perkembangan ekonomi dunia. Masalah dunia yang menuju pada resesi. Bicara banyak. Masalah dalam negeri, masalah politik," jelas Jokowi.
Meski demikian, Jokowi belum bisa memastikan apakah Demokrat bergabung ke pemerintahannya atau tidak. Namun ia dan SBY sempat membahas hal tersebut.
"Ditanyakan ke Pak SBY langsung. Kita bicara itu tapi belum sampai sebuah keputusan," ucap Jokowi.
Setelah pertemuan itu, Demokrat berbicara kelayakan AHY menjadi menterinya Jokowi.(detikcom/Rd)


Share Berita



Medan,DP News 
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor  cukup prihatin dengan kondisi Puskesmas Pembantu Kelurahan Sei Agul yang terkena dampak banjir akibat luapan air parit yang tumpat.
Genangan air yang mencapai halaman tentu mengganggu pelayanan sebab masyarakat yang mau berobat pasti kesulitan datang ke Puskesmas.

Untuk itulah diharapkan Pemko Medan segera mengambil tindakan pengorekan dan penataan sistem drainase di kawasan Sei  Agul.
Inilah gambaran tidak tertatanya sistem drainase di Kota Medan dimana bila hujan turun pasti sejumlah kawasan banjir dan tidak terkecuali rumah penduduk pun kebanjiran.Demikian pula dengan Puskesmaas Pembantu  Kelurahan Sei Agul,Kecamatan Medan Barat mengalami kebanjiran sehingga menyulitkan warga yang mau berobat.Jalan menuju Pustu banjir walau tidak sampai masuk ke dalam Puskesmas.Kondisi akan selalu dialami warga setiap hujan deras mengguyur Kota Medan beberapa hari belakangan ini.(DP News)

Share Berita


Dirreskrimum Polda Kepri AKBP Arie Dharmono.S.So,SIk sedang melakukan introgasi pelaku di Pendondopo Polda Kepri Nongsa Batubesar Batam.(Foto:Indralis)
Batam, DP News
Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri menunjukkan ketegasannya dalam tugas melumpuhkan pelaku pencurian dengan kekerasan dan pemerasan yang Inisial ASM, laki-laki, 39 tahun,.Hal ini diungkapkan saat konferensi pers di Polda Kepri oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK,Jumat (11/10).
Dijelaskan Kabid Humas Polda Kepri,pelaku ditangkap atas dasar dari dua laporan polisi korban kejahatan, selanjutnya Tim dari Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Ditambahkan oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri Kejahatan yang dilakukan pelaku berInisial ASM sudah sangat meresahkan masyarakat.Aksi yang dijalankan pelaku sendiri adalah dengan cara berpura-pura membuat masalah dan bersenggolan dengan korban di tempat keramaian, kemudian mengajak korban ke tempat yang sepi dengan alasan untuK membicarakan masalah tersebut pelaku merampas barang – banarang berharga korban sambil mengancam dengan menggunakan senjata tajam dan borgol. dari pengakuan pelaku yang merupakan residivis kambuhan yang bebas dari penjara pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu.
Sudah melakukan pemerasan sebanyak 10 kali diseputaran pasar Tos 3000 Kecamatan Lubukbaja Kota Batam yaitu pada bulan Agustus sebanyak 3 kali, bulan September 5 kali dan bulan Oktober sebanyak 2 kali dan barang – barang hasil pemerasan telah dijual ke Pasar Jodoh Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam. Setalah mendapatkan informasi ciri – ciri pelaku kemudian pada hari Rabu kemarin Tim Jahtanras melakukan penangkapan terhadap pelaku, saatkan diamankan pelaku melakukan perlawanan kepada petugas dan mencoba melarikan diri kemudian tim jahtanras memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali.
Namun pelaku tetap melawan kemudian anggota Jahtanras memberikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan menembak kaki bagian kiri pelaku. barang bukti yang diamankan adalah 1 buah borgol, 1 buah pisau, 4 unit handpone berbagai merek, 1 buah topi warna hitam, 1 buah tas sandang warna coklat dan 1 biah kartu tanda pemasyarakatan rutan {akanbaru. Pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun lamanya.(Indralis)


Share Berita



MEDAN,DPNews

Ketua DPRD Medan Hasyim meminta Pemerintah Kota Medan segera merealisasikan pembangunan Pasar Aksara di lokasi baru yang lebih representatif di Jalan Masjid.
"Kita prihatin atas nasib eks pedagang Pasar Aksara yang sejak terbakar pada Juli 2016 silam belum juga memiliki tempat berjualan yang representatif," kata Hasyim usai menerima audiensi pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisionaol Sumatera Utara (P3SU) di ruang kerjanya di DPRD Medan, Seolasa (08/10/2019).
Hasyim berharap Pemko Medan jangan menunda-nunda pembangunan Pasar Aksara yang baru karena bisa menyengsarakan pedagang.
"Intinya kita ingin seluruh pedagang trasisional di Medan mendapat tempat yang layak untuk berjualan demi menghidupi keluarganya," tandas ketua PDIP Kota Medan ini.
Hasyim mengakui pihaknya banyak menerima masukan dari P3TSU dalam upaya penataan pedagang. "Ini nanti kita singkronkan dengan program PD Pasar Medan yang saya nilai sudah cukup baik. Artinya kita akan membuat yang terbaik buat pedagang dan masyarakat," katanya.
Sementara Ketua Harian P3TSU Yusuf Ginting mengatakan tujuan mereka audiensi untuk menyampaikan program kerja P3TSU. Salah satunya rencana pelantikan pengurus P3TSU pada 14 Oktober mendatang.
Selain itu, kata dia, pihaknya mengharapkan peran legislatif memperhatikan nasib pedagang tradisional menyusul banyaknya muncul supermarket di berbagai sudut Kota Medan.
“Kita berharap P3TSU, legislatif dan PD Pasar duduk bersama membicarakan keberlangsungan pedagang tradisional," harapnya. (RD)

Share Berita


Medan,DPNews
Pemko Medan mendukung penuh setiap kelompok masyarakat maupun komunitas  yang ikut berpartisipasi dalam mengampanyekan hidup bersih dan tidak permisif (bersifat terbuka) kepada prilaku membuang sampah sembarangan. Dengan partisipasi yang dilakukan kelompok masyarakat dan komunits tersebut, keinginan menjadikan Kota Medan bersih sampah dapat terwujud.
Dukungan Pemko Medan disampaikan Wali Kota Medan  Drs  H  T Dzulmi Eldin S  MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Medan  Ir  H  Akhyar Nasution MSi  ketika menerima audiensi pengurus Pusat Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat Nelayan (P3MN) di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, kamis (10/10).
“Harus kita tumbuhsuburkan kesadaran bahwa sampah kita adalah tanggung jawab kita. Jangan mengharapkan orang lain atau petugas kebersihan mengutip sampah yang kita buang sembarangan. Wadahi sampah kita dan pemerintah akan membawanya ke tempat pembuangan akhir,” kata Wakil Wali Kota kepada Ketua P3MN Leonardo Marbun didampingi pengurus lainnya Hermansyahdan Friska Irnawati Purba.
Dalam mengampanyekan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, ungkap Wakil Wali Kota, tentunya dibutuhkan keberanian namun tetap dalam kesopanan dan menjaga etika. “Selama ini kita masih permisif pada orang yang membuang sampah sembarang. Sudah saatnya kita berani menegur orang maupun perusahaan yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Tentunya teguran itu harus dilakukan dengan sopan dan beretika, tetapi menohok,” tegasnya.
Sedangkan Leonardo Marbun menjelaskan, tujuan kedatangan mereka untuk mengkampanyekan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, serta mengurangi penggunaan plastik karena dapat merusak lingkungan. “Kampanye ini akan kami lakukan dalam kegiatan yang ramai dikungji masyarakat, salah satunya seperti Car Free Day yang rutin digelar setiap Minggu di Lapangan Merdeka,” jelas Leonardo.
Wakil Wali Kota mempersilakan P3MN untuk berkampanye kebersihan. Hanya saja dia berpesan agar saat kampanye dilakukan menghindarkan penggunaan brosur karena berpotensi menjadi sampah. Sebab, usai dibaca, brosur acap kali dibuang warga sehingga akhirnya menjadi sampah. Di samping Car Free Day, Wakil Wali Kota juga berpesan agar kampanye juga dilakukan di sekitar tempat tinggal sehingga hasilnya lebih efektif. (RD)

Share Berita





Kunai,nama senjata pisau dalam Film Ninja Naruto Jepang tiba-tiba menjdi bahan perbincangan karena bentuknya disebut-sebut mirip dengan senjata yang digunakan dalam insiden penusukan di Pandeglang yang digunakan ternyata bernama kunai yang sama persis dengan senjata di film Naruto.(DP News/Berbagai Sumber Foto)

Share Berita


Medan,DP News             
Pemko Medan mendukung penuh setiap kelompok masyarakat maupun komunitas  yang ikut berpartisipasi dalam mengampanyekan hidup bersih dan tidak permisif (bersifat terbuka) kepada prilaku membuang sampah sembarangan. Dengan partisipasi yang dilakukan kelompok masyarakat dan komunits tersebut, keinginan menjadikan Kota Medan bersih sampah dapat terwujud.
Dukungan Pemko Medan disampaikan Wali Kota Medan  Drs  H  T Dzulmi Eldin S  MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Medan  Ir  H  Akhyar Nasution MSi  ketika menerima audiensi pengurus Pusat Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat Nelayan (P3MN) di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, kamis (10/10).
“Harus kita tumbuhsuburkan kesadaran bahwa sampah kita adalah tanggung jawab kita. Jangan mengharapkan orang lain atau petugas kebersihan mengutip sampah yang kita buang sembarangan. Wadahi sampah kita dan pemerintah akan membawanya ke tempat pembuangan akhir,” kata Wakil Wali Kota kepada Ketua P3MN Leonardo Marbun didampingi pengurus lainnya Hermansyahdan Friska Irnawati Purba.
Dalam mengampanyekan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, ungkap Wakil Wali Kota, tentunya dibutuhkan keberanian namun tetap dalam kesopanan dan menjaga etika. “Selama ini kita masih permisif pada orang yang membuang sampah sembarang. Sudah saatnya kita berani menegur orang maupun perusahaan yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Tentunya teguran itu harus dilakukan dengan sopan dan beretika, tetapi menohok,” tegasnya.
Sedangkan Leonardo Marbun menjelaskan, tujuan kedatangan mereka untuk mengkampanyekan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, serta mengurangi penggunaan plastik karena dapat merusak lingkungan.
“Kampanye ini akan kami lakukan dalam kegiatan yang ramai dikunjungi masyarakat, salah satunya seperti Car Free Day yang rutin digelar setiap Minggu di Lapangan Merdeka,” jelas Leonardo.
Wakil Wali Kota mempersilakan P3MN untuk berkampanye kebersihan. Hanya saja dia berpesan agar saat kampanye dilakukan menghindarkan penggunaan brosur karena berpotensi menjadi sampah. Sebab, usai dibaca, brosur acap kali dibuang warga sehingga akhirnya menjadi sampah. Di samping Car Free Day, Wakil Wali Kota juga berpesan agar kampanye juga dilakukan di sekitar tempat tinggal sehingga hasilnya lebih efektif. (Rd)


Share Berita

Rumah kontrakan pelaku penusukan di Pandeglangan(Detikcom)
Medan,DP News
SA alias Abu Rara, penusuk Menko Polhukam Wiranto, diketahui pernah tinggal di Kota Medan, Sumut. Warga sekitar rumah mengatakan Abu Rara sudah menikah 2 kali.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lingkungan V Rizaldi. Abu Rara diketahui pernah tinggal di Jalan Alfaka VI Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan pindah dari daerah itu pada 2016.
"Dua kali menikah, dua kali cerai," ujar Rizaldi ditemui di Jalan Alfaka V, Kota Medan, Kamis (10/10).
Rizaldi mengatakan, dari pernikahannya yang kedua, Abu Rara mendapatkan dua anak.
"Dari istri pertama nggak punya anak. Dari istri kedua dapat anak dua," terangnya.
Sementara itu,pemilik kontrakan yang dihuni Syahrial Alamsyah (SA) alias Abu Rara penusuk Wiranto bercerita mengenai sosok Abu Rara. Abu Rara datang ke Menes, Pandeglang, Banten sekitar 8 bulan lalu.
Pemilik kontrakan, Yusep Sugiharto menerangkan, Abu Rara dibawa oleh Samsudin yang sudah mengontrak selama 1,5 tahun. Syahrial alias Abu Rara datang membawa istri dan 2 anaknya.
Yusep juga mendapatkan informasi dari pihak RT mengenai perceraian Abu Rara dengan istri pertama. Satu anaknya dibawa istri pertama yang cerai, satu anak lainnya tetap bersama Abu Rara.
"Cerai kata pak RT. Anak kecilnya dibawa ke Medan sama istrinya. Terus nikah sama yang keduanya," kata Yusep saat ditemui di kediamannya di Kampung Sawah, Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019).
Namun Yusep mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Syahrial. Warga menurut Yusep mengenal Abu Rara sebagai sosok yang tertutup.
Tertutupnya Abu Rara juga diungkapkan tetangga kontrakan pelaku bernama Eka. "Selama di sini nggak pernah lihat Jumatan, memang orangnya benar-benar tertutup," kata Eka.(detikcom/Rd)










Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.