Mega: Ketua DPR ke-23 Puan Maharani,Panglima TNI Mendatang Dari Perempuan: Why Not...


Jakarta,DP News
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri berbicara mengenai peran perempuan dari masa perjuangan hingga saat ini. Megawati menyebut tidak ada salahnya Panglima TNI suatu saat dijabat perempuan.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam acara 'Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju' di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019). Megawati berkaca dari perjuangan Laksamana Malahayati mengalahkan Cornelis de Houtman di masa penjajahan.
"Ada Laksamana Malahayati, dia itu laksamana benar, bukan embel-embel. Ikut perang dan menang, saya lupa perang apa di Aceh. Gubernur jenderal kalah oleh dia. Apa tidak bangga punya Laksamana Malahayati?" kata Megawati.
Kemudian, Megawati berharap ke depan Panglima TNI juga dijabat seorang perempuan. Megawati mengacu pada saat dia menjabat presiden pertama di Indonesia dari kaum perempuan.
"Suatu saat Panglima TNI, why not kaum perempuan? Lho presiden saja sudah lho, artinya ke bawahnya boleh dong. Betul apa tidak? Kalau betul kok ya lemas (tepuk tangannya)," ujar Megawati.
Acara ini juga dihadiri Menkeu Sri Mulyani, Menko Polhukam Mahfud Md, dan Stafsus Presiden Angkie Yudistia.
 Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri bangga pada akhirnya posisi Ketua DPR dijabat kaum perempuan, Puan Maharani. Sebab, jauh sebelumnya, posisi ini terus dijabat pria.
Puan merupakan putri kandung Megawati. Puan, yang berasal dari PDIP, meraih sekitar 450.000 suara pada Pemilu 2019.
"Mungkin karena saya kebetulan orang tua, saya memang di lingkungan politik terus, putri saya mengikuti hal itu. Sekarang beliau tidak ada di tempat, Ibu Puan akhirnya dari hasilnya saya tidak bisa lagi dibantah oleh kaum laki-laki karena jumlah suara terbesar, suara beliau sekitar 450 ribu," ujar Megawati dalam acara 'Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju' di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Minggu (22/12).
"Iya. Otomatis tidak lagi ada pilihan, beliau harus jadi Ketua DPR," imbuhnya.
Puan merupakan Ketua DPR ke-23. Pada 22 periode sebelumnya, jabatan ini diisi pria. Inilah yang membuat Megawati jengkel karena dominasi kaum pria.
"Ibu-ibu tahu dari jalannya republik ini, DPR itu, ini adalah ke-23 kali dan pertama seorang ibu yang jadi Ketua DPR. Yang ke-22 kali adalah kaum pria. Kok ditepuktanganin? Orang 22 kali, saya jengkel sekali dominasi pria kuat sekali," kata Megawati.
"Apa kita ini tidak bisa? Sangat bisa. Kenapa saya bisa jadi presiden, wakil presiden, 3 kali saya di DPR, hanya sebagai inspirasi kaum perempuan juga dapat seperti itu," imbuh presiden ke-5 RI ini.(detikcom/Rd)