Banjir Tapteng: 17 Sekolah Tidak Punya Perlengkapan,Pengungsi Mulai Pulang ke Rumah


Medan,DP News
Banjir dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), sempat menyebabkan ribuan warga mengungsi. Kini, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.
"Sudah balik ke rumah namun ada beberapa orang yang masih di pengungsian. Namun, makanan masih kami siapkan untuk seluruhnya karena alat masak masyarakat semua habis. Ada sekitar 2.656 (warga) di Kecamatan barus. 110 (warga) itu kecamatan Andam Dewi, 246 (warga) itu Kecamatan Pasaribu Tobing," kata Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Jumat (31/1).
Dia menyebut ada delapan orang korban meninggal dunia yang sudah ditemukan. Sementara itu, satu orang masih dinyatakan hilang.
"Mayat sudah ditemukan delapan orang satu lagi belum, satu lagi kita belum tahu keadaannya," tuturnya.
Bakhtiar juga berharap bantuan perlengkapan bagi anak sekolah. Dia juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi soal bantuan bagi warga.
"Ada 17 sekolah yang menurut kami hampir anak-anak sekolah tidak memiliki perlengkapan sekolah, tas, buku, pakaian, sepatu, ini yang kami sudah sampaikan kepada gubernur supaya mencari solusinya," ujar Bakhtiar.
Sebelumnya, banjir terjadi di Tapteng akibat hujan deras pada Selasa (28/1) malam hingga Rabu (29/1) dini hari. Delapan orang dinyatakan tewas, 114 unit rumah rusak dan 1.499 sempat warga mengungsi. Gubernur Sumatera Utara Edy juga sudah mendatangi lokasi banjir di Tapteng.
(Rd/detikcom)