Komisi 4 DPRD Medan Desak Akhyar Cari Solusi Tangani Banjir Kota Medan

Medan,DP News
Wakil Ketua Fraksi Pafrtai Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos desak minta Plt.Walikota Medan, Ir.Akhyar Nasution segera mencari solusi terkoordinaasi atasi banjir yang sampai saat ini masih momok bagi warga Kota Medan terutama saat musim penghujan.Tidak cukup hanya tindakan pengorekan parit tetapi perlu koordinasi nyata dengan Pemprovsu dan BWS Wilayah Sumut terutama menyangkut alur sungai sehingga banjir Kota Medan bisa tertanggulangi secara menyeluruh.
Memang kita mengetahui, Plt.Walikota Medan diketahui rajin melakukan peninjauan parit dan sungai di beberapa lokasi, termasuk sosialisasi tumbler dan menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Kita apresiasi, namun solusi yang diinginkan masyarakat tentang banjir saya kira belum terakomodir, malah banjir terus menjadi momok bagi masyarakat,”ujar Antonius.yang juga anggota di Komii 4 membidangi pembangunan, Senin (3/2).
Dikatakan Antonius lagi, Plt.Walikota Medan harus melakukan pengorekan terhadap parit-parit yang masih sumbat namun harus seirama dengan alur parit menuju sungai ataupun gorong-gorong. Selain itu, melakukan pengorekan sungai-sungai yang diketahui dangkal, dan rawan banjir, dengan bekerjasama dengan pihak BWS Wilayah Sumut, PU dan Pemprovsu.Tindakan seperti itulah yang kita harapkan dari Plt Walikota Medan dengan koordinasi nyata,ujar Antonius.
Selain itu,termasuk memfungsikan jalur hijau dengan menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri dekat daerah aliran sungai (DAS).
Sebagaimana dilaporkan,hujan yang mengguyur Kota Medan malam tadi membuat  rumah warga banjir dan  meminta agar ada perhatian dari Pemko Medan dapat segera mencari solusi penanganan  banjir.
"Saya,mulai tadi malam hingga pagi hari mendapat laporan banjir dari warga bahkan air sudah masuk samai ke rumah.Itulah yang selalu dialami warga terutama saluran drainase yang belum tertangani secara  terkoordinasi ,”kata Antonius.
Sementara itu, Ketua Komisi 4, DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak,  mengatakan selama ini  Pemko Medan bersama Tim P3SU sudah bekerja maksimal melakukan perbaikan infrastruktur jalan, drainase dan lain sebagainya.
”Namun semuanya itu tidak akan dapat terlaksana dengan baik jika tidak didukung warga masyarakat Kota Medan. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan dan menghidupkan kembali gotong royong,” terang Politisi dari partai PDI Perjuangan Medan ini,
Misalnya, di Kelurahan Pulau Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur saat meninjau juga ditemukan banjir dan hampir sedengkul. “Pengerjaan drainase juga selama ini kurang memperhatikan koneksi antara yang satu dengan lainnya, sehingga terkadaang parit yang sudah dikerjakan malah jadi mampet,” ujarnya.
Fungsi RTH (ruang terbuka hijau) tambah Paul perlu menjadi perhatian sebab, dampak dari pembangunan yang pesat di Kota Medan, berdampak terjadinya perubahan pada lingkungan itu sendiri.
”Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan terhindar dari masalah banjir, dengan cara selalu peduli lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, serta melaksanakan budaya gotong royong,”pungkasnya.
Meresahkan
Hujan deras sejak malam tadi mengakibatkan sejumlah jalan hingga tembok pembatas parit jebol di Medan, Sumatera Utara. Hingga saat ini, air terus menyebar mengenangi rumah-rumah warga.
Informasi dihimpun, sekitar pukul 12.15 WIB, banjir masih tergenang di Jalan Pasar IV, Medan Marelan. Air diperkirakan sebetis orang dewasa. Akibatnya, jalanan tampak padat karena para pengendara harus berhati-hati melintasi jalan tersebut.
"Kondisinya masih tergenang air. Kondisi cuaca pun masih mendung dan gerimis," kata warga setempat, Juwita.
"Ada tembok pembatas parit, tembok itu jebol hingga airmya mengalir deras ke rumah warga," sebut warga setempat,.Apri menyebutkan ketinggian air di daerah tersebut diperkirakan selutut orang dewasa. "Airnya masih ada. Sepertinya ini yang terparah," sebut Apri.
Selain itu, banjir juga mengenangi kawasan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Di daerah tersebut, rumah-rumah warga sudah tergenang sejak pagi tadi. Akses jalan pun sempat tersendat karena terendam banjir.(Rd)