Medan,DP News
Tahapan dan jadwal Pilkada 2020 terus berjalan dan sat ini pembentukan panitia di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.Di Medan dilangsungkan pelantikan PPK di 21 kecamatan di Kota Medan yang akan bertugas selama 9 bulan ke depan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Agussyah Damanik melantik 105 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2020, yang berlangsung di Ballroom Grand Inna Medan, pelatikan terlihat di dominasi wajah baru, Sabtu (29/2).
Kepada wartawan usai melantik PPK, Ketua KPU Kota Medan Agussyah mengingatkan kepada para PPK untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu di daerahnya.
“Setelah pengambilan sumpah dan janji yang diucapkan oleh para PPK, maka secara otomatis mereka tersebut sudah terikat dengan UU Kode etik penyelenggaraan Pemilu,”ucap Agus.
Agus juga menyatakan bahwa para PPK yang dilantik ini adalah mereka yang melewati sejumlah rangkaian seleksi ini agar tetap menjaga profesional dan independensi dalam melaksanakan tugasnya.
Pesan Agussyah lagi, agar para PPK yang sudah dilantik ini segera melakukan kordinasi dengan stakeholder diwilayah tugas termasuk penunjukan kantor dan sekretariat di kecamatan.
Masih menurut Agussyah tentu ada sanksi bagi oknum PPK yang lalai dalam pelaksanaan tugasnya. “Kenapa seperti itu?, karena mereka adalah pelaku sejarah dalam pelaksanaan pemilukada di Kota Medan terutama dalam meningkatkan partisipasi pemilih,”ujarnya.
Diakhir penyampaiannya, Agussyah berharap agar PPK menjaga kedisplinan. Dan mencontoh Anggota PPK Petisah Anindita yang hadir tepat waktu.
Beri Sanksi
Agussyah Damanik juga menegaskan, akan memberikan sanksi tegas kepada para PPK yang diketahui melanggar kode etik. Sanksi bisa berupa teguran, hingga pemecatan.
“Jika pada pelaksanaan tugasnya, yang terhitung mulai 1 Maret 2020 sampai berakhirnya masa pemilihan kepala daerah di Kota Medan, kita ada menemukan atau menerima laporan ada penyalahgunaan jabatan atau pelanggaran pada tahapan kegiatan, maka kita akan langsung menindak tegas baik mulai dari peneguran, sanksi sampai ke tingkat pemecatan,”terangnya.
Sementara itu,rekrutmen PPS yang akan bertugas di 151 kelurahan di Kota Medan pun dilaksanakan mengingat tugas-tugas di bidang pendataan pemili Pilkada segera berlangsung.(rd)

Share Berita


Balige,DP Nws                       
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020  yang digelar di lokasi obyek Wisata Geo Site Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (29/2). Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mengedukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, terutama masalah sampah.
Peringatan HPSN turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) RI Alue Dohong. Selain melakukan aksi bersih-bersih dengan memunguti sampah di sekitar obyek wisata tersebut, HPSN juga dirangkaikan  dengan sejumlah acara lainnya, seperti pemberian fasilitas pengolahan sampah yakni becak sampah bermotor, tempat sampah terpilah, pemberian bibit pohon serta penandatanganan prasasti peresmian TPA yang dilakukan Wamen LHK.
Dalam acara yang berlangsung cukup meriah tersebut, Wamen LH dan Kehutanan juga melakukan penanaman pohon bersama Akhyar, sejumlah Dirjen LHK, mewakili Gubsu, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Sekda Kabupaten Humbahas Tonny Sihombing serta sejumlah bupati yang turut hadir dalam peringatan HPSN tersebut.
Peringatan HPSN 2020 semakin meriah lagi dengan tampilnya Bams Samson. Penyanyi asal ibukota Jakarta itu menghibur seluruh pengunjung yang hadir dengan sejumlah tembang apiknya. Usai menghibur pengunjung. Bams juga sangat mengapresiasi dan mendukung penggunaan tumbler. Dia berharap agar seluruh orang mempergunakan tumbler (botol tempat air minum), guna mengurangi penggunaan air minuman dalam kemasan plastik.
Sementara itu menurut Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK Rosa Vivien Ratnawati selaku Ketua kegiatan HPSN 2020 dalam laporannya menjelaskan, di pilihnya kawasan Danau Toba sebagai sebagai tempat peringatan HPSN 2020, guna mendukung program nasional sektor pariwisata destinasi super prioritas di Indonesia.
Di samping itu terang Rosa lagi, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, terutama masalah sampah. “Kita berharap peringatan HPSN 2020 menjadi momentum untuk mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menjaga kebersihan kawasan wisata. Apabila tidak bersih, kawasan wisata tidak akan dikunjungi wisatawan,” kata Rosa.
Usai peringatan HPSN 2020, Akhyar mengatakan, masalah kebersihan kini menjadi fokus perhatian Pemko Medan. Dalam setiap kegiatan, Akhyar tak pernah bosan mengajak seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Selain tidak buang sampah sembarangan, warga juga diingatkan agar selalalu mewadahi sampah agar tidak berserakan dan mempermudah petugas kebersihan mengangkutnya.
Selain itu untuk mengurangi sampah berbahan plastik yang diketahui sangat sulit terurai meski dalam waktu lama, Akhyar juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemko Medan agar tidak menggunakan air minuman kemasan dalam plastik, terutama dalam setiap acara. Di samping itu juga senantiasa menghimbau kepada ASN untuk selalu menggunakan tumbler.
Saat ini, jelas Akhyar, gerakan “Yok, Bikin Cantik Medan” terus digelorakan sehingga masyarakat dan Pemko Medan bersama-sama untuk menjadikan ibukota Sumatera Utara menjadi lebih cantik, indah, bersih serta nyaman. Akhyar optimis jika Kota Medan bersih dan cantik, maka akan lebih banyak yang datang mengunjungi sehingga perekonomian akan semakin menggeliat lagi. (Hot/RD)





Share Berita


Medan,DP News                         
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Indonesia Off- Road Federation (IOF) Kota Medan di Hotel Emerald Garden Medan, Sabtu (29/2). Diharapkan melalui Muscab ini akan lahir kepengurusan baru yang mampu membawa olahraga off-road ini kembali menggeliat dan berkembang lebih pesat, terutama di Kota Medan.
Mengawali sambutannya, Iswar mengungkapkan, geliat olahraga off-road  sempat booming beberapa tahun lalu.  Namun kini kegiatan off-road tidak semasif  dulu. Ditengarai, salah satu penyebabnya adalah mahalnya harga suku cadang otomotif untuk mendukung olahraga off-road tersebut.
Padahal menurut Iswar, potensi olahraga off-road di Sumut, termasuk Kota Medan masih sangat besar asalkan dikelola secara professional. Apalagi ungkap Iswar, Wagubsu Musa Rajekshah merupakan penggemar olahraga otomotif, sehingga peluang olahraga ini untuk bisa maju dan berkembang sangat besar.
“Bukan tidak mungkin, potensi ini bisa dioptimalkan sehingga menjadi sebuah sajian wisata yang memadukan dunia otomotif dengan keindahan alam di Sumut. Selain untuk menyalurkan hobi berpetulang menyusuri medan yang ekstrim, kegiatan off-road juga kerap diisi dengan memberikan bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah yang ditimpa musibah dan sulit dilalui kenderaan biasa,” kata Iswar.
Oleh karenanya tegas Iswar, tidak benar jika dikatakan olahraga off-road hanyalah hobi yang bersifat hedonisme dan hanya menghamburkan uang semata. Di samping itu imbuhnya lagi, sensasi berkenderaan  dengan mengendarai kenderaan tangguh menyusuri daerah sulit dilalui kenderaan biasa tentunya akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
“Saya yakin para pemburu adrenalin akan sangat menikmati wisata yang identik dengan lumpur, sungai, hutan dan berbagai rintangan alamiah di bumi nusantara. Atas dasar itulah saya berharap, para offroader  bisa menjadi perintis yang membuka akses jalan ke daerah terpencil yang selama ini jarang dilalui kenderaan roda empat akibat kurangnya infrastruktur jalan. Bukan tidak mungkin perekonomian  di daerah terpencil itu akan berkembang menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Selanjutnya Iswar mengucapkan selamat kepada seluruh offroader untuk mengikuti Muscab IOF Kota Medan. Dia berharap melalui muscab ini akan lahir pengurus yang mampu memajukan IOF Kota Medan periode 2020-2024.
Riza menjelaskan, IOF merupakan organisasi yang mewadahi para penggemar offroad, kompetisi, rekreasi dan sosial kemasyarakatan. Dikatakannya, IOF didirikan tahun 1999 di Jakarta dan sampai saat ini telah memiliki pengurus daerah (pengda) di 32 provinsi di Indonesia. Di bidang sosial kemasyarakatan, jelas Riza,  IOF memiliki sebuah gerakan komunitas bernama IOF Peduli yang berpartisipasi aktif memberikan bantuan trasportasi logistic dan pertolomngan di daerah yang terkena bencana alam.
Di bidang kompetisi offroad, terang Riza, ada beberapa cabang olahraga yang diatur IOF yakni Racing Offroad, Mud Racing, Rock  Crowling serta Gilas Mobil dan Adventure Off Road. “Kegiatan kompetisi ini sudah beberapa kali dilaksanakan di Sumut. Mudah-mudahan event kompetisi seperti ini bisa kita gelar setiap bulannya,” harap Riza seraya menambahkan saat IOF Sumut sudah membentuk 8 kepengurusan cabang yakni pengcab  IOF Medan, Binjai, Asahan, Labuhan Batu, Tapsel, Tapteng dan Tanah Karo.(Hot/Rd)

Share Berita



Jakarta ,Detikcom
Amerika Serikat (AS) menunda pertemuan dengan pemimpin-pemimpin negara ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Las Vegas bulan depan. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyewa pesawat untuk lawatannya ke AS. Bagaimana nasib pesawat sewaan tersebut?
"Perkara nanti kalau benar ditunda ASEAN Summit itu nggak ada masalah. Toh ini kan pesawat Garuda, which is Garuda itu BUMN," kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian Komunikasi Politik, Donny Gahral, saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/2).
Donny mengatakan penundaan KTT ASEAN di Las Vegas itu tak berpengaruh dengan penyewaan pesawat jenis Boeing 777-300 ER. Sebab, kata dia, Istana menyewa pesawat tersebut dari Garuda Indonesia.
"Jadi tidak ada pemerintah terlanjur membayar itu sebernanya tidak ada masalah, bisa saja ditunda untuk next summit kalau bener ini masih belum 100 persen," ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) menunda pertemuan dengan pemimpin-pemimpin negara ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Las Vegas bulan depan. Penundaan itu dilakukan karena kekhawatiran akan virus corona yang merajalela.
"Ketika komunitas internasional bekerja sama untuk mengalahkan virus corona baru, Amerika Serikat, dalam konsultasi dengan mitra ASEAN, telah membuat keputusan sulit untuk menunda pertemuan para pemimpin ASEAN," kata pejabat senior administrasi yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/2).
Seperti diketahui, para pemimpin negara dari ASEAN dijadwalkan akan dituanrumahi oleh Presiden Donald Trump pada 14 Maret 2020 mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan salah satu kepala negara yang akan ikut menghadiri ASEAN-US Special Summit tersebut.
Jokowi bahkan telah menyewa pesawat jenis Boeing 777-300 ER untuk kunjungan ke AS itu. Efisiensi menjadi alasan Jokowi menyewa pesawat jenis Boeing 777-300 ER dari Garuda Indonesia. Sebab pesawat kepresidenan Boeing Bussiness Jet (BBJ) lebih sering transit untuk mengisi bahan bakar jika terbang ke AS.(Rd/detikcom)



Share Berita


Jakarta,DP News
DPR menyatakan akan mempelajari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap uji materi UU Nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilu. Selain menolak, MK juga menyebut ada enam opsi penyelenggaraan Pemilu serentak  yang sesuai konstitusi.
Ketua DPR Puan Maharani menyebut, putusan MK dan enam opsi pemilu serentak itu perlu dipelajari lebih lanjut dan dibahas dewan bersama pemerintah.
"6 varian itu tentu akan ada pembahasan mendalam antara pemerintah dan DPR, mana yang terbaik yang akan dipilih," ujar di gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/2).
Puan sendiri tetap menghargai putusan MK itu. Meski putusan itu tak bisa diganggu gugat lagi karena bersifat terakhir dan mengikat.
"Kami tentu mengapresiasi keputusan ini meskipun bersifat final and binding," ujar politikus PDIP ini.
Meski putusan tersebut bersifat final dan mengikat, Puan berharap hal-hal negatif yang terjadi pada Pemilu 2019 bisa jadi bahan pertimbangan untuk antisipasi agar tidak terulang di Pemilu 2024.
"Pengalaman Pemilu 2019 alhamdulillah berjalan baik, tetapi punya ekses dan impact yang diharapkan tidak terjadi di pemilu 2024," katanya.
Diketahui Pemilu 2019 menewaskan hingga 554 orang dari petugas penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu hingga aparat keamanan dari unsur Polri.
MK sebelumnya menolak permohonan uji materi yang diajukan Perludem terhadap Pasal 167 ayat (3) dan 347 ayat (1) UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Mereka mempermasalahkan frasa 'pemungutan suara dilaksanakan secara serentak' dalam pasal tersebut.
Dalam pertimbangan amar putusan, MK menyebut ada enam jenis gelaran pemilu serentak versi lain yang tetap konstitusional sepanjang sejalan dengan penguatan sistem presidensial. Yang membedakannya adalah kombinasi pesertanya.
Sementaraa itu, Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyatakan Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabaikan fakta terkait jumlah korban meninggal dunia dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menyikapi putusan MK yang menyatakan pemilu presiden dan wakil presiden dengan pemilu anggota legislatif yang konstitusional adalah yang dilaksanakan secara serentak.
"Kami menyayangkan hakim MK mengabaikan fakta bahwa banyaknya korban meninggal dari unsur penyelenggara pemilu ad hoc, terutama KPPS, ketika Pemilu 2019, sehingga dalam putusannya MK tetap menekankan keserentakan pemilu nasional," kata sosok yang akrab disapa Awiek itu dalam keterangannya, Kamis (27/2).
Ia menilai putusan yang berisi variasi pilihan model keserentakan pemilu mengesankan MK gamang dalam memutuskan perkara yang diajukan oleh pemohon. Padahal, lanjutnya, MK tinggal menguji terkait pasal yang kemungkinan bertentangan atau tidak bertentangan dengan UUD 1945.
Menurut Awiek, MK seharusnya tidak membuat norma baru yang variatif. Dia pun mengatakan tak salah bila ada pandangan yang menyebut putusan MK lebih terasa lahir dari pemikiran pakar, daripada hakim-hakim konstitusi.
"Maka tidak salah jika ada anggapan bahwa putusan MK rasa pakar," tutur Awiek.
Awiek mengatakan PPP akan mendalami putusan MK tersebut sambil mencari formulasi pemilu serentak yang murah, efektif, efisien dengan semangat jujur, adil, transparan, dan obyektif.
Sebelumnya, meski menolak permohonan uji materi pemilu serentak, MK menyebut ada enam jenis gelaran pemilu serentak versi lain tetap konstitusional, salah satu opsinya adalah penggabungan pilkada dan pileg untuk DPRD.
"Mahkamah berpendirian bahwa pemilihan umum presiden dan wakil presiden dengan pemilihan umum anggota legislatif yang konstitusional adalah yang dilaksanakan secara serentak," kata hakim konstitusi Saldi Isra, saat membacakan putusan, di gedung MK, Jakarta, Rabu (26/2).
MK tetap menganggap setidaknya ada enam variasi pemilu serentak yang tetap sah sepanjang sejalan dengan penguatan sistem presidensial. Yang membedakannya adalah kombinasi pesertanya.(Rd/CNN Indonesia)

Share Berita

Foto: Mangihut Sinaga,SH,MH
Jakarta,DP News
Jaksa Agung Burhanuddin resmi melantik Ali Mukartono menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus. Ali Mukartono adalah eks Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum pada kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Burhanuddin berpesan kepada Ali bahwa ada tiga penekanan tugas yang harus dilaksanakan, yakni untuk mengawasi penanganan perkara korupsi yang tidak hanya semata-mata fokus pada pendekatan represif, tetapi juga menyeimbangkan pendekatan represif dan preventif.
"Proaktif untuk menciptakan sistem antikorupsi bagi perbaikan tata kelola pemerintah di segenap wilayah satuan kerja pusat dan daerah," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (28/2).
Kedua, Ali Mukartono diminta berhati-hati dalam menangani perkara atas dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana desa.
"Hindari upaya mencari-cari kesalahan dengan tetap memperhatikan adanya mens rea (sikap batin jahat) dalam perbuatan tersebut," katanya.
Ali juga diminta untuk mengutamakan langkah pencegahan sebelum melakukan langkah penindakan sehingga dampak tidak tersalurkannya dana desa dapat diminimalisasi.
Ketiga, Burhanuddin meminta Ali menangani perkara tindak pidana korupsi di tengah berlangsungnya perhelatan Pilkada 2020 dengan senantiasa berpedoman pada Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 9 Tahun 2019.
"Ini harus diperhatikan agar penanganan tindak pidana korupsi tidak dipolitisasi dan dimanfaatkan sebagai isu untuk menggagalkan pencalonan pihak tertentu dalam pilkada," katanya.
Selain melantik Ali Mukartono sebagai Jampidsus, pada kesempatan yang sama, Burhanuddin juga melantik dua pejabat lainnya, yakni Sunarta sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) dan Mangihut Sinaga sebagai Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pembinaan.
Sebagaimana diketahui,Mangihut Sinaga,SH memilih berkarir di Kejagung sebagai pejabat eselon I walau sempat digadang-gadang menjadi bakal calon Bupai Samosir yang akan bertarung di Pilkada 2020 ini.Mangihut Sinaga,pernah sebagai Kajari Medan,Wakajatisu dan sejumlah jabatan lainnya di lingkungan Kejagung RI.Namanya yang sempat mencuat bakal pesaing utama petahana di Pilkada 2020 akhirnya memilih menjalani karier tertinggi di lingkungan Kejaksaan Agung RI.
Selepas memilih berbagai bidang di Kejaksaan Agung, Mangihut Sinaga., SH., MH.kembali ditugaskan di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Kali ini dia mengemban tugas sebagi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi. Dan setelah memenangkan lebih dari satu tahun, dia ditugaskan untuk menggantikan jabatan yang lebih tinggi, yaitu Kepala Kejaksaan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jabatan sebagai Kajati NTT diembannya mulai tgl. 28 Agustus 2002. Setelah lebih dari satu tahun, lebih tgl. 1 September Ditarik ke Kejaksaan Agung untuk meduduki jabatan sebagai KAPUS Pendidikan Manjemen & Kepemimpimpinan BADIKLAT.
Dalam rentang waktu lebih dari satu tahun membahas tugas KAPPUS itu, Mangihut Sinaga, SH., MH., Lalu ditugaskan membentuk posisinya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Jabatan iu mulai diemban tgl. 30 November 2017(Rd/detikcom)

Share Berita


Medan,DP News
Ketua Percasi Sumut Amran Sinaga mengundang Gubsu Edy Rahmayadi dalam pelantikan kepengurusan Percasi Sumut, 29 Februari 2020 di Hotel Polonia Medan. Untuk persiapan atlet sendiri menurut Amran Percasi Sumut telah menyiapkan atlet terbaiknya.
“Kami mengundang gubernur untuk hadir nantinya dalam pelantikan pengurus. Selanjutnya dapat kami laporkan dalam persiapan PON 2024 kita juga telah mempersiapkan beberapa atlet diantaranya Daniel Lumban Tobing yang kita tergetkan akan menyabet emas. Potensi kita untuk mengembangkan catur cukup besar,” katanya.
Sementara Sekretaris Porserosi Sumut Suranto menyatakan setelah melalui babak kualifikasi PON, pihaknya telah mendapatkan tujuh kuota atlet yang akan berlaga dalam PON 2024 nantinya. Untuk persiapan atlet, pihaknya telah bekerjasama dangan club yang ada di Kota Medan untuk memberikan pelatihan pada atlet.
Sementara Gubsu Edy Rahmayadi menekankan agar seluruh cabang olahraga yang ada di Sumatera Utara (Sumut) diharapkan dapat menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Untuk itu, setiap cabang olahraga diminta memiliki target juara dan para pengurus bertanggung jawab mencari bibit-bibit atlet dari setiap daerah.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menerima Pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumut dan Pengurus Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Sumut di Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (27/2).
“Sama-sama kita bertanggung jawab untuk mencari bibit olahraga itu dan saya harap semua kabupaten bisa juga memunculkan bibit-bibit atlet di setiap daerah. Satu saja atlet di setiap kabupaten/kota, sudah 33 stok atlet kita yang terbaik satu olahraga,” ucap Gubernur.
Dikatakan Edy Rahmayadi, semua cabang olahraga harus hidup dan menorehkan prestasi. Sumut harus mendominasi kemenangan di setiap kejuaraan. Kepada Percasi dan Porserosi Sumut Edy juga meminta untuk mencari bibit-bibit atlet mulai sekarang dalam rangka persiapan tuan rumah PON 2024 mendatang.
“Saya mau dari sekarang itu kalian lakukan. Semua olahraga harus hidup baik. Nama Sumut harus mendominasi di setiap kejuaraan. Kalian harus ada target juara. Kalau ada olahraga lomba guli, kita pun harus menang,” katanya.

Share Berita


Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyaksikan Penanda tanganan Kerja sama Sponsorship antara Direktur Utama PT Pelindo 1 dan Dewan Pembina PSMS Medan di Stadion Kebun Bunga Jl. Candi Borobudur No.2 Kota Medan. Kamis (27/2). Sampai saat ini PT Pelindo 1 merupakan sponsor pertama dalam gelaran Liga 2 Indonesia 2020.
Medan,DP News
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengharapkan Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS) bisa berlaga di Liga 1 Indonesia pada tahun 2021. Hal itu disampaikannya usai menyaksikan penandatanganan kerja sama sponsorship antara PT Pelabuhan Indonesia dengan PSMS di Stadion Kebun Bunga yang juga merupakan Sekretariat PSMS Jalan Borobudur Medan, Kamis (27/2).
Agar kembali ke liga 1, PSMS haruslah berada minimal di posisi 3 Liga 2 Indonesia. “Di 2021 Insya Allah doakan PSMS kembali ke Liga 1,” kata Edy Rahmayadi, yang juga Dewan Penasehat PSMS.
Dikatakan juga PSMS adalah milik rakyat Sumut. Untuk itu Edy mengajak masyarakat Sumut mendukung PSMS terus maju dan menjadi juara.
PSMS tidak berkaitan dengan politik dan mendukung PSMS adalah murni mendukung olahraga. “Tolong dukung ini, jangan ada yang lain-lain. Pisahkan politik dengan olahraga,” kata Edy.
Sampai saat ini, PT Pelindo 1 adalah sponsor pertama untuk PSMS di Liga 2 Indonesia 2020. Gubernur mengapresiasi hal tersebut dan berharap agar ada pihak lain yang ikut menjadi sponsor PSMS. “Kita harapkan yang ada di Sumut atau pun luar Sumut yang bersimpati dan senang dengan PSMS silahkan berkontribusi melakukan sponsorship dengan PSMS. Terima kasih Pelindo 1, Saya yakin yang lain akan menyusul,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menyempatkan melihat latihan para pemain PSMS di lapangan serta memberikan semangat kepada para pemain agar bermain dengan baik, sehingga pada tahun 2021 bisa kembali ke Liga 1. “Tanamkan PSMS dalam diri kalian,” katanya kepada para pemain.
Kerja sama sponsorship antara PT Pelabuhan Indonesia dengan PSMS ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pelindo 1 Dian Rachmawan dan Dewan Pembina PSMS Kodrat Shah. Kerja sama tersebut berlaku hingga Liga 2 Indonesia 2020 berakhir.
Dian Rachmawan menyampaikan dana sponsorship yang dikeluarkan pihaknya sebesar Rp1 miliar. “Kita masih membantu dalam koridor kemampuan kita. Tahun ini kita membantu Rp1 miliar,” kata Dian.
Pembina PSMS Kodrat Shah juga mengapresiasi dukungan Pelindo. Menurutnya kerja sama tersebut merupakan suatu semangat baru bagi PSMS. “Ini suatu semangat baru untuk PSMS mengadakan kerja sama. Mudah-mudahan ke depan bisa dicari lagi sponsorship yang bisa membantu PSMS,” kata Kodrat.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis, Manajer PSMS Mulyadi Simatupang dan Sekretaris Umum PSMS Julius Raja serta legenda PSMS seperti Tumsila, Parlin Siagian, Nobon Kayamuddin dan Sunardi A.(Rd/Humas Provsu)

Share Berita


Medan,DP News                         
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak seluruh masyarakat Kota Medan khususnya siswa-siswi Perguruan Yayasan Mandiri Medan untuk mengubah perilaku dalam menjaga kebersihan dan menjaga lingkungan. Sebab, dengan menjaga lingkungan dapat mewarisi alam yang asri untuk anak cucu.
Ajakan tersebut disampaikan Plt Wali Kota saat membuka acara Harapan Mandiri Science dan Art Fair (HMSAF) Tahun  2020 di halaman sekolah Perguruan Harapan Mandiri Jalan Brigjen Zein Hamid No 4, Jumat (28/2). Kedatangan Plt Wali Kota didampingi Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Masrul Badri, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Syarif Armansyah Lubis dan Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi.
Dikatakan Akhyar, salah satu upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mengurangi penggunaan sampah plastik. Sebab, sampah plastik butuh waktu yang sangat lama untuk dapat terurai oleh alam.
"Mari kita bersama-sama untuk mengurangi sampah plastik, agar Kota Medan menjadi kota yang bersih dan indah seperti program yang tengah digalakkan Pemko Medan saat ini yakni #yokbikincantikmedan," kata Akhyar.
Disamping itu, Akhyar juga meminta masyarakat untuk mendukung program #yokbikincantikmedan guna menjaga kebersihan di daerah tempat tinggal masing-masing. Disamping itu, seluruh Camat yang ada di Kota Medan juga telah diberikan arahan untuk menginstruksikan warganya untuk mempercantik lingkungan di daerahnya masing-masing.
"Dengan kita mempercantik lingkungan di sekitar kita masing-masing warga yang membuang sampahnya sembarangan akan merasa malu untuk membuang sampah sembarangan lagi karena di tempat tersebut telah dibuat bersih dan indah," tegas Akhyar.
Dalam kesempatan tersebut Akhyar juga meminta kepada guru yang ada di Perguruan Harapan Mandiri untuk mengimbau siswa-siswinya agar membawa tumbler sebagai tempat minum. "Dengan penggunaan tumbler kita dapat mengurangi penggunaan sampah plastik, dengan begitu apa yang kita lakukan dapat menyelamatkan alam kita dan kita dapat mewarisi alam yang indah kepada anak cucu kita," jelas Akhyar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Harapan Mandiri Drs Wiryanto MBA mengatakan Perguruan Yayasan Mandiri telah mengadakan kegiatan pentas seni sejak Tahun 2007, dengan menampilkan bakat-bakat luar biasa yang dimiliki para siswa. "Melalui acara seperti ini dapat mengasah bakat serta menunjukkan pretasi yang dimiliki. Saya berharap agar siswa yang memiliki bakat dapat terus berjuang sehingga memiliki preatasi diluar sana," kata Wiryanto.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                      
Program #yokbikincantikmedan hingga kini terus menjadi topik utama bagi Plt. Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si saat berkunjung dan melakukan talkshow di berbagai radio di Kota Medan.
Akhyar menjelaskan lahirnya yokbikincantikmedan ini diinisiasi oleh kaum milenial yang peduli dengan wajah Kota Medan.
"Saya awalnya sering berdiskusi dengan berbagai komunitas muda yang peduli dengan Kota Medan sebagai Rumah Kita bersama. Semangat kaum muda ini yang menginspirasi saya untuk mulai membuat cantik kota ini," kata Akhyar dengan penuh semangat.
Selain itu hasil berbincang dengan kaum muda, Akhyar juga memaparkan awalnya Ia mengunjungi kampung selfie di Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia yang dahulunya merupakan kampung narkoba kini telah berubah menjadi cantik dan ramai dikunjungi masyarakat.
"Saya pernah berkunjung sendirian ke kampung selfie yang ada di Kelurahan Anggrung. Lalu saya berjumpa dengan sepasang suami istri warga Tionghoa, mereka menyapa saya dan mengajak untuk duduk dan bercerita. Menurut mereka kawasan itu dahulunya rentan dengan narkoba tetapi semenjak adanya kampung selfie ini kawasan ini  menjadi ramai dan narkoba itu golf dengan sendirinya," paparnya.
Dikatakan Akhyar, Ia berfikir bahwa upaya yang dilakukan untuk membuat cantik Kota Medan melalui mural dan kampung selfie memberikan dampak yang ganda, selain menjadikan kawasan menjadi cantik juga dapat menghalau peredaran narkoba  di tempat tersebut. "Sejak saat itu, kampung selfie tersebut diduplikasi oleh kecamatan dan kelurahan lain. Ada yang dahulunya tempat pembuangan sampah, setelah dibenahi, warga jadi tidak pernah membuang sampah lagi dilokasi tersebut," tutur Akhyar.
Dengan mengantongi semangat perubahan ini, Akhyar dan jajaran Pemko Medan mengusung program #yokbikincantikmedan untuk mengajak masyarakat bersama-sama berbenah membuat lingkungan tempat tinggalnya menjadi cantik," Kata Yok itu adalah kata ajakan, karena kami Pemko Medan sangat menyadari kami bukanlah manusia super yang bisa menyelesaikan semua masalah sendiri. Yok Bikin Cantik Medan ini diharapkan menjadi gerakan massif seluruh masyarakat Kota Medan yang mencintai kotanya," terang Akhyar yang hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Syarif Armansyah Lubis, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Zain Noval dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan HM Husni.
Akhyar juga memaparkan apa saja yang menjadi aspek sebuah kota dikatakan cantik. Kota Cantik itu, sebut Akhyar, terlebih dahulu harus bersih. Artinya Kota Medan haruslah bebas sampah. "Cara paling sederhana menjaga kebersihan adalah mengurangi sampah pribadi dengan tidak lagi menggunakan air kemasan sekali pakai digantikan dengan botol air minum isi ulang (tumbler), mengurangi pemakaian styrofoam untuk wadah makanan dan lain sebagainya," ujar Akhyar.
Setelah menjaga kebersihan, Akhyar mengajak warga Medan untuk dapat memanfaatkan pekarangan yang ada untuk menanam bunga dan tanaman bumbu dapur. Selain rumah menjadi asri, imbuh Akhyar, keperluan bumbu dasar untuk kebutuhan rumah tangga terpenuhi," pemanfaatan pekarangan dengan menanam bunga atau tanaman bumbu dan obat juga menjadi bagian dari gerakan #yokbikincantikmedan yang dapat dilakukan warga khususnya para ibu rumah tangga," imbuhnya.(hot/Rd)



Share Berita


Medan,DP News           
Jelang pertandingan Liga 2 Indonesia 2020 yang akan kick- off 13 Maret mendatang, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau Stadion Teladan Medan yang tengah dalam perbaikan, Jumat (28/2). Tujuannya, agar stadion yang menjadi kandang klub kebanggaan warga Kota Medan yakni PSMS Medan tersebut siap dan lebih nyaman untuk digunakan.
Didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan M Husni dan Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja, Akhyar berkeliling area stadion untuk melihat dan mengecek satu persatu kondisinya. Saat tiba, Akhyar langsung menuju stadion utama melihat kondisi rumput lapangan.
Kondisi rumput menjadi fokus utama yang diperhatikan Akhyar. Hal ini agar para pemain dapat tampil prima tanpa terganggu kondisi rumput. Kemudian Akhyar mencoba duduk di bench (tempat duduk bagi pelatih dan pemain cadangan) yang berada di pinggir lapangan.
Lalu kepada DKP Kota Medan, Akhyar menginstruksikan agar mengecat ulang pagar pembatas antara tempat duduk penonton dan lapangan. Selanjutnya di sekeliling lapangan, Akhyar minta untuk dibersihkan dari bebatuan agar tidak mengganggu pemain.
Usai meninjau Akhyar mengatakan perbaikan yang dilakukan guna mendukung kelancaran dan kesuksesan pertandingan. "Kita akan perbaiki dan benahi Stadion Teladan. Segala kekurangan kita evaluasi untuk dilengkapi sehingga Stadion Teladan benar-benar layak dan siap untuk digunakan dalam semua pertandingan," kata Akhyar.
Salah satu yang akan menjadi pelengkap stadion ungkap Akhyar, nantinya dinding lorong utama dari pintu masuk akan dihiasi foto-foto pemain legenda PSMS Medan agar para pemain dapat termotivasi dan lebih semangat tiap kali bertanding. "Foto legenda PSMS Medan nanti untuk menstimulus pemain sekaligus menunjukkan pada siapapun yang datang, bahwa PSMS Medan memiliki pemain handal dan berjaya di masanya," ungkapnya.
Sekaitan itu, Akhyar pun berharap klub sepak bola yang memiliki julukan Ayam Kinantan tersebut dapat kembali berjaya di dunia persepakbolaan Indonesia yaitu dapat kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga I. "PSMS adalah tim besar. Kita harus dukung bersama. Hilangkan beda pendapat, singkirkan ego. Satukan tujuan kita yakni PSMS Medan kembali berjaya," serunya dengan penuh semangat.
Terakhir kepada para pemain PSMS Medan, Akhyar berpesan dan berharap agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap pertandingan. "Tampilkan kemampuan terbaik kalian. Kami ingin PSMS dapat kembali berjaya, kembali berlaga di Liga I Indonesia," harapnya. (hot/Rd)

Share Berita


Medan,DP News                       
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi berharap agar bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020 tidak dipergunakan untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pendidikan. PIP harus benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan, sebab tujuan diadakannya PIP untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan sekolah.
Akhyar menyampaikan harapan itu ketika menghadiri penyerahan bantuan PIP 2020 di Yayasan Perguruan Pencawan Jalan Bunga Ncole, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (28/2). Bantuan PIP tersebut diserahkan kepada 300 orang tua siswa kelas 3 SMA dan SMK, masing-masing sebesar Rp.1 juta perbulan.
Dikatakan Akhyar, bantuan PIP yang diberikan, selain membantu untuk meringankan biaya dan kebutuhan sekolah, juga diharapkan dapat memotivasi para siswa  untuk lebih giat lagi belajar. "Jangan gunakan PIP untuk kebutuhan lain, tapi gunakanlah untuk biaya dan kebutuhan sekolah. Sebab, negara memberikan bantuan PIP agar anak-anak Indonesia cerdas dan pintar," kata Akhyar.
Saat ini kata Akhyar, Indonesia membutuhkan anak-anak yang cerdas dan pintar untuk meneruskan estafet pembangunan. Oleh karenanya Akhyar berharap agar bantuan PIP dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga apa yang menjadi tujuan program PIP dapat tercapai. "Tantangan ke depan lebih berat. Untuk itu dibutuhkan orang-orang cerdas," tegasnya.
Lebih jauh mantan anggota DPRD Medan itu menjelaskan, PIP merupakan bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yakni 6-21 tahun yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) peserta Program  Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu serta penyandang disabilitas.
Melalui program PIP ini, jelas Akhyar, negara (pemerintah) ingin memutus kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Tidak ada lagi alasan anak-anak Indonesia tidak sekolah. "Untuk itu saya mengajak semua pihak agar ikut mendorong agar bantuan PIP benar-benar sampai ke tangan siswa yang berhak," pesannya.
Penyerahan bantuan KIP kepada 300 orang tua siswa kelas 3 SMA dan SMK berjalan lancar dan para orang tua siswa yang menerimanya merasa senang, sebab bantuan PIP sangat membantu meringankan biaya sekolah anak-anak mereka. Penyerahan bantuan turut dihadiri Drs Masri Pencawan selaku Pembina Yayasan Perguruan Pencawan, Asisten Pemerintahan Setdako Medan Musadad Nasution, Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Masrul Badri serta Kabag Tapem Ridho Nasution.(hot/Rd)

Share Berita


Jakarta,DP News
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR. Arief Budiman dipanggil sebagai saksi.
Pantauan di lokasi, Arief Budiman tiba di gedung KPK, Jumat (28/2) sekitar pukul 09.45 WIB. Arief menjelaskan sedikit perihal pemanggilannya hari ini.
"Saya lupa panggilannya ya. Pokoknya untuk apa ya, mungkin Pak WS (Wahyu Setiawan) sama Bu Tio. Pokoknya untuk empat orang itu," ujar Arief di gedung KPK.
"Kalau lihat surat panggilannya sama, minta keterangan untuk tersangka saya lupa di antara empat itu," ucap dia.KPK, pada Selasa (25/2), sempat menjadwalkan pemeriksaan terhadap Arief Budiman. Arief menyebut dirinya sudah menuju gedung KPK untuk memenuhi panggilan. Tapi, akses untuk menuju gedung KPK terkendala banjir.
"Aku udah hadir. Tapi diinformasikan oleh pihak KPK karena akses ke sini atau penyidik yang mau ke sini terkendala banjir, jadi dipindah. Sebenarnya dipindahnya hari Rabu tapi saya gak bisa Rabu," kata dia.
Dalam kasus ini, ada empat tersangka yang dijerat KPK, yaitu eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku. Saeful dan Harun dijerat sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.Wahyu dijerat saat menjabat Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lalu, Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta dan Harun adalah bekas caleg PDIP.
Harun disangkakan KPK memberikan suap kepada Wahyu terkait PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Nama Harun disebut didorong DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin. Padahal, bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia
Sebelumnya,Selasa lalu a nggota KPU Evi NovidaGinting Manik juga sudah diperiksa KPK terkait PAW dari PDI P.(Rd/detikcom)

Share Berita


Medan,DP News
Gaung untuk menjaga dan melestarikan alam sering kali menggema dan disuarakan ketika bencana alam sudah terjadi. Meskipun bertujuan baik sebagai pengingat, alangkah baiknya pelestarian alam aktif disuarakan setiap saat. Sehingga bencana alam khususnya akibat ulah manusia bisa dihindari.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Sumut Tahun 2020 di Ballroom Sudirman Le Polonia Hotel & Convention Jalan Sudirman Medan, Kamis (27/2). Rakorda mengangkat tema ‘Sadar Budaya Bencana untuk Jaga Alam’.
“Karena menjaga alam lah kita bisa terhindar dari bencana. Untuk itu Saya mengajak seluruh pihak khususnya kepada penggiat lingkungan untuk aktif menyuarakan kampanye dan mendorong upaya-upaya pelestarian lingkungan. Aktif sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya.
Salah satu isu yang penting untuk didorong menurut Gubernur adalah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sesuai dengan amanah UU Nomor 26 Tahun 2007 yakni tentang ketentuan agar kota memiliki 30%. Namun hal ini masih jauh dari harapan, misalnya Kota Medan masih sekitar 7-10%.
“Tapi ini akan terus kita upayakan. Mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka menjadi RTH. Ini adalah hak masyarakat untuk hidup di ruang yang memiliki udara bersih, taman yang nyaman untuk rekreasi dan piknik bersama keluarga,” tutur Edy Rahmayadi
Lebih lanjut, Edy juga menyinggung soal pelestarian sungai. Dirinya menceritakan pengalamannya setelah beberapa kali menyusuri Sungai Babura dan Deli. Edy menyampaikan harapan besarnya untuk mengembalikan kebersihan sungai-sungai dan mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.
“Rakorda ini Saya minta jangan hanya seremonial. Lain kali, jangan buat di hotel tetapi di alam terbuka. Biar lihat langsung kondisi alam yang sebenarnya,” pesan Gubernur Edy Rahmayadi di akhir sambutannya.
Sebelumnya, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis selaku ketua panita menyampaikan bahwa Rakorda akan berlangsung selama dua hari yakni, 27 – 28 Februari 2020. Adapun peserta Rakorda adalah seluruh kepala pelaksana BPBD dan Bappeda kabupaten/kota se-Sumut dan LSM serta penggiat lingkungan.
Rakorda diisi dengan paparan oleh para pemateri yakni Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi tentang Arah Kebijakan Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 bidang Logistik dan Peralatan. Kemudian, Direktur Manajemen Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Ali Bernadus tentang Kebijakan Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi. Serta, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja terkait Penanggulangan Bencana Tahun 2021 bidang Sistem dan Strategi.
Pembukaan Rakorda ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Edy Rahmayadi didampingi pemateri dari BNPB kemudian foto bersama. Turut hadir mewakili unsur Forkopimda dan OPD Pemprov Sumut, Kepala Seksi Bencana Non Alam dan Sosial Ditjen Bina Adwil Kemendagri Yoga Wiratama, Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono dan seluruh peserta Rakorda.(Rd/Humas Provsu)

Share Berita


Medan,DP News                 
Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan  Pertamanan (DKP) Kota Medan menggelar aksi bersih-bersih di Belawan, Kamis (27/2). Aksi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati  Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 ini, bertujuan untuk mewujudkan Belawan Bersih Sampah, sesuai dengan keinginan  Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi yang saat ini terus  berupaya mempercantik Kota Medan.
Ada 4 lokasi di Belawan yang menjadi objek pembersihan yakni Jalan Serma Hanafiah, Jalan Kampar I, Jalan Kampar II dan Jalan Rokan. Selain unsur DKP Kota Medan, aksi pembersihan juga melibatkan jajaran Kecamatan Medan Belawan, personel Petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Belawan serta dibantu personil TNI dan Polri, Pramuka serta Komunitas Peduli Belawan Bersih.
Kedatangan Akhyar mendapat apresiasi penuh dari seluruh peserta aksi bersih-bersih, terutama Yonmarhanlan I Belawan. Sejumlah pasukan Marinir langsung  menggendong Akhyar begitu turun dari mobil untuk selanjutnya dibawa menuju lokasi acara bersih-bersih. Sebelum aksi pembersihan dimulai, lebih dulu digelar apel bersama.
Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan keranjang sampah dan alat kebersihan seperti sapu, sekop dan cangkul yang dilakukan langsung Akhyar kepada petugas kebersihan secara simbolis. Kemudian diteruskan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Belawan Bersih Sampah.Aksi bersih-bersih dimulai pukul 09.30 WIB, meski cuaca pagi menjelang siang itu cukup terik namun ratusan personel yang terlibat dalam aksi bersih-bersih tidak mempedulikannya. Sambil membawa kantongan plastik hitam berukuran besar, mereka pun memunguti sampah yang berserakan di jalan. Seluruh sampah hasil pungutan selanjutnya dikumpulkan dalam tong sampah portable. Setelah penuh, seluruh sampah dalam tong sampah portable selanjutnya ditempatkan dalam truck compactor sampah untuk selanjutnya dibuang ke lokasi pembuangan.
Danyon Marhanlan I Belawan Mayor Marinir Farick turut hadir dalam aksi bersih-bersih bersama Kompol Ilham  Aceh mewakili Kapolres Pelabuhan Belawan, Iptu Hartono mewakili Dirpol Airud, Camat Medan Belawan Ahmad serta unsur Muspika Kecamatan Medan Belawan. Aksi bersih-bersih ini didukung penuh warga sekitar.
Akhyar sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya aksi bersih-bersih tersebut. Dikatakannya, Peringatan Hari Peduli Sampah ini menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran dan semangat membebaskan Medan dari sampah guna mewujudkan ibukota Provinsi Sumut menjadi lebih bersih dan indah ke depannya. Atas dasar itulah Akhyar menyampaikan ucapan  terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di Belawan, seperti Yonmarhanlan I Belawan, Polres Pelabuhan Belawan serta unsur Muspika Kecamatan Medan Belawan yang telah mendukung aksi bersih-bersih tersebut.
"Dengan aksi bersih-bersih ini, mari kita jadikan Belawan bersih sampah. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan yang telah mendukung aksi bersih-bersih ini, guna membebaskan Belawan dari sampah," kata Akhyar.
Sementara itu Danyon Marhanlan I Belawan Mayor Marinir Farick menyatakan, pihaknya mendukung penuh program Pemko Medan untuk membuat Belawan bebas sampah. "Kita siap mendukung dan bekerja sama dengan Pemko Medan untuk  mewujudkan Medan yang bersih, terutama kawasan Belawan," tegas Farick.Di tempat yang sama,  Kadis DKP Kota Medan H M Husni menjelaskan,  Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangkit rasa kepedulian dan kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk membebaskan Medan dari sampah. Husni mengungkapkan, sampah masih menjadi persoalan di Kota Medan.(hot/Rd)             



Share Berita


Medan,DP News                           
Senyum ,sapa riang terpancar dari wajah siswa-siswi SDS IT Siti Hajar saat menyapa kedatangan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi kesekolah tersebut yang berada di Jalan Jamin Ginting KM 11 Paya Bundung Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan, Kamis (27/2). Plt Wali Kota juga terlihat bahagia dan senang berada disekolah yang rindang tersebut.
Plt Wali Kota langsung menuju lapangan untuk melakukan senam bersama siswa-siswi dan para guru SDS IT Siti Hajar. Usai melakukan senam, Plt Wali Kota selanjutnya melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah tersebut. Total pohon yang ditanam sebanyak 6 pohon palem.
Penanaman pohon tersebut dilakukan Plt Wali Kota didampingi Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Masrul Badri, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Syarif Armansyah Lubis, Camat Medan Tuntungan Topan O P Ginting, Yayasan IFDS Siti Hajar Dr Ir A Perwira Mulia Tarigan MSc, Direktur IFDS Siti Hajar Dr Ahmad Primonta Tarigan dan Kepala Sekolah IT Siti Hajar Rahmad Martuah SSn MPd.
Usai menanam pohon, Akhyar mengatakan salah satu tujuan kegiatan penanaman pohon ini adalah untuk mengurangi polusi udara yang semakin hari semakin buruk. Selain itu, kegiatan ini juga bisa bermanfaat untuk menanamkan kecintaan akan NKRI, sebagai media pembelajaran bagi anak sekolah dan masyarakat sekitar, serta menunjukkan kepedulian pihak sekolah SDS IT Siti Hajar akan lingkungan yang bersih, indah dan asri.
Namun, tambah Akhyar, bahwa upaya penanaman pohon yang dilakukan hari ini pasti tidak akan serta merta menjadi solusi atas permasalahan alam dan lingkungan saat ini. Namun paling tidak, hal ini menunjukkan bahwa SDS IT Siti Hajar masih mau peduli terhadap kondisi alam dan lingkungan di sekitarnya. Maka dari itu perlunya diseimbangi dengan menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dengan mewadahi sampah.
"Menjaga kebersihan sekitar kita salah satunya juga dapat dilakukan dengan mewadahi sampah merupakan salah satu program yang tengah dilakukan Pemko Medan saat ini yakni #yokbikincantikmedan," jelas Akhyar.
Dijelaskan Akhyar, Program #yokbikincantikmedan merupakan suatu program yang mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk bergerak bersama dengan pemerintah dalam membuat Kota Medan bersih, aman dan nyaman serta bebas dari sampah. "Saya berharap melalui program yang tengah digelorakan Pemko Medan tersebut dapat membuat Kota Medan yang kita cintai ini bersih aman dan nyaman serta membuat Medan lebih cantik lagi," harap Akhyar.
Dalam kesempatan tersebut, Akhyar juga mengapresiasi kepada SDS IT Siti Hajar. Sebab, SDS IT Siti Hajar telah meraih penghargaan Adhiwiyata Tingkat Nasional. Selain itu, SMP Siti Hajar juga akan tengah berusaha dalam mendapatkan penghargaan Adhiwiyata Tingkat Nasional Mandiri.
Sebelumnya, Yayasan IFDS Siti Hajar Dr Ir A Perwira Mulia Tarigan MSc mengucapkan terima kasih kepada Plt Wali Kota yang telah datang ke SDS IT Siti Hajar untuk melakukan penanaman pohon. "Dengan adanya penanaman pohon ini, saya berharap kita dapat menyelematkan bumi kita dari global warming serta menjaga udara di sekeliling kita tetap sejuk," harap Perwira.
Sementara, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Divre I Medan atas pemberian 50 unit tempat sampah ke Pemko Medan. Tujuannya guna mendukung terwujudnya program Yok Bikin Cantik Medan yang saat ini tengah gencar digelorakan.Pemberian dilakukan langsung GM PT BGR Medan Divre I Medan Lukas Rusdiono.
Didampingi Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan  Syarif Armansyah Lubis, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Benny Iskandar, Camat Medan Marelan M Yunus, Akhyar berharap tempat sampah yang diberikan dapat meningkatkan derajat kebersihan Kota Medan khususnya di wilayah kecamatan Medan Marelan.
"Program Yok Bikin Cantik Medan bukan hanya sekedar ucapan, tapi juga kerja nyata. Hari ini kita diberi wadah, tugas kita adalah mewujudkan kebersihan itu secara bersama-sama. Sebab, kebersihan adalah kebutuhan dan kebutuhan itu harus diwujudkan dengan semangat, komitmen dan kerja keras," bilangnya seraya berharap tempat sampah yang diberikan dapat terus bertambah tidak hanya melalui CSR PT BGR tapi juga bagi pelaku bisnis dan usaha lainnya sebagai kontribusi nyata bagi Kota Medan.
Tempat sampah yang diberikan secara simbolis GM PT BGR kepada Akhyar diterima dengan suka cita. Kemudian, Akhyar juga secara simbolis menyerahkannya kepada camat Medan Marelan untuk dibagikan ke wilayah se-kecamatan Medan Marelan. Dengan harapan masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan. (hot/Rd)

Share Berita

Foto: Empat "Sekawan" masing-masing Antonius D Tumanggor,Habiburrahman Sinuraya,T Herdiansyah Rendy dan Afif Abdillah (Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan) saat mengikuti Sekolah Legislatif baru-baru ini di Jakarta.(Dok.)
Medan,DP News                   
Plt Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si tidak  bisa lagi menahan kekesalan dan kekecewaannya ats kinerja jajaran Dinas PU Medan.Akhirnya Akhyar pun "menyemprot" jajaran Dinas PU Medan dengan secara terbuka di hadapan Forum Perangkat daerah Dinas Pekerjaaan Umum yang dilaksanakan di Hotel Grandhika,Kamiss(27/2).
Akhyar mengungkapkan rasa sangat kecewa atas kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan yang selama ini dinilai tidak bekerja berdasarkan perhitungan ilmu pengetahuan. Hal ini menyebabkan infrastruktur yang ada di Kota Medan menjadi morat-marit.
Kekecewaan ini disampaikan Akhyar saat menghadiri Pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Dinas PU Kota Medan yang bertempat di Hotel Grandhika Medan, Kamis (27/2) pagi.
 Dengan mimik muka tegas, Akhyar mengevaluasi satu per satu pekerjaan yang selama ini dilaksanakan Dinas PU. Mulai dari struktur jalan hingga drainase.
"Saya sangat kecewa, Dinas PU yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pembangunan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Misalnya pengerjaan hotmix, pada suhu berapa seharusnya hotmix dipadatkan? Itu dari 80-120 derajat Celcius, yang saya temui di lapangan, hotmix dipadatkan ketika sudah dingin, yang terjadi hasilnya masih banyak terdapat rongga hingga mudah hancur. Itu masih satu aspek yang saya paparkan masih banyak lagi pekerjaan lain yang tidak sesuai standar ilmu pengetahuan," tegas Akhyar didepan puluhan peserta forum.

Dikatakan Akhyar, kehadiran Ia di forum ini dikarenakan Dinas PU adalah wajah Kota Medan. Pekerjaan yang dilakukan Dinas PU langsung nyata terlihat oleh masyarakat dan dampaknya juga dirasakan langsung masyarakat Kota Medan. "Kalian  harus menyadari bahwa pekerjaan yang selama ini dilakukan merupakan etalase Kota Medan. Kalian harus sadari itu. Hancur infrastuktur maka hancur pula wajah Kota Medan," ucapnya.
"Saya ingin PU ke depan jauh lebih baik dari PU yang sekarang. Gunakan ilmu yang kalian punya untuk membuat infrastruktur lebih kokoh dan memiliki umur yang panjang serta tidak mudah hancur. Saya akan terus pantau kinerja kalian secara keseluruhan," tegas Akhyar.Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Zulfansyah mengaku siap melaksanakan mandat yang diberikan Plt. Wali Kota Medan untuk memperbaiki kualitas Dinas PU ke depannya. Artinya setiap objek pekerjaan akan diperiksa mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. 
"Setiap pekerjaan itu harus sesuai dengan rencana dan di awasi sesuai dengan peraturan selanjutnya baru dikendalikan, kalau semua ini sudah baik saya yakin hasilnya pun akan maksimal."kata Zulfansyah.
Sementara beberapa hari lalu,Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Antonius Devolis Tumanggor yang juga anggota Komisi 4 pun sudah gencar menyoroti ketidakberesaan infrastruktur baik berupa jalan dan saluran drainase yang tidak becus.Dengan tegas,Antonius Tumanggor yang duduk dari Dapil 1 itu menekankan agar Tahun 2021 nanti jangan ada lagi jalan-jalan yang berlobang dan parit yang tumpat di Kota Medan.
Rupanya,teriakan anggota dewan dari Fraksi Partai Nasdem ini dicermati Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution dengan luapan kekecewaan kinerja Dinas PU.Dia mengungkapkan kekesalan dengan kinerja yang tidak mengandalkan ilmu sehingga infrastruktur Kota Medan morat-marit.
Antonius Tumanggor pun kembali menekankan agar jalan-jalan berlubang dan partit tumpat harus segera dibenahi di Kota Medan.
"Kita tetap mendesak Plt Walikota Medan untuk memprioritaskan agar jangan ada lagi jalan-jalan berlubang dan drainase tumpat di Kota Medan karena merupakan keluhan warga yang sangat mendesak apalagi di musim penghujan",ujar Antonius saat dihubungi di Jakarta yag kebetulan mengikuti Kunker Komisi 4 DPRD Medan ke Kementerian PUPR.(Rd)





Share Berita

Foto: Serius ...Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution,MSi sedang berbicara dengan para pejabat Dinas PU,Kamis(27/2).
Medan,DP News                   
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si sangat kecewa atas kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan yang selama ini dinilai tidak bekerja berdasarkan perhitungan ilmu pengetahuan. Hal ini menyebabkan infrastruktur yang ada di Kota Medan menjadi morat-marit.
Kekecewaan ini disampaikan Akhyar saat menghadiri Pelaksanaan Forum Perangkat Daerah Dinas PU Kota Medan yang bertempat di Hotel Grandhika Medan, Kamis (27/2).
 Dengan mimik muka tegas, Akhyar mengevaluasi satu per satu pekerjaan yang selama ini dilaksanakan Dinas PU,mulai dari struktur jalan hingga drainase.
"Saya sangat kecewa, Dinas PU yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pembangunan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Misalnya pengerjaan hotmix, pada suhu berapa seharusnya hotmix dipadatkan? Itu dari 80-120 derajat Celcius, yang saya temui di lapangan, hotmix dipadatkan ketika sudah dingin, yang terjadi hasilnya masih banyak terdapat rongga hingga mudah hancur. Itu masih satu aspek yang saya paparkan masih banyak lagi pekerjaan lain yang tidak sesuai standar ilmu pengetahuan," tegas Akhyar di depan puluhan peserta forum.
Dikatakan Akhyar, kehadiran di forum ini dikarenakan Dinas PU adalah wajah Kota Medan. Pekerjaan yang dilakukan Dinas PU langsung nyata terlihat oleh masyarakat dan dampaknya juga dirasakan langsung masyarakat Kota Medan.
"Kalian  harus menyadari bahwa pekerjaan yang selama ini dilakukan merupakan etalase Kota Medan. Kalian harus sadari itu. Hancur infrastuktur maka hancur pula wajah Kota Medan," ucapnya.
Selain menilai pekerjaan teknis, Akhyar juga mengevaluasi Pegawai Harian Lepas (PHL) yang bekerja di Dinas PU. Akhyar meminta kepada Kepala Dinas PU untuk terus memonitoring dan mengevaluasi kinerja PHL yang tidak taat aturan.
"Saya tidak ingin lagi melihat PHL yang kinerjanya tidak ada. Kita harus lebih tegas karena pertanggungjawabannya kepada negara dan rakyat. Jika tidak mau turut aturan, tinggalkan saja!," kata Akhyar.
Akhyar pada kesempatan itu, juga memberikan mandat penuh kepada Plt. Kadis PU Zulfansyah untuk melakukan perbaikan disegala bidang mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pada pekerjaan teknis juga sumber daya manusianya. "Saya ingin PU ke depan jauh lebih baik dari PU yang sekarang. Gunakan ilmu yang kalian punya untuk membuat infrastruktur lebih kokoh dan memiliki umur yang panjang serta tidak mudah hancur. Saya akan terus pantau kinerja kalian secara keseluruhan," tegas Akhyar.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Zulfansyah mengaku siap melaksanakan mandat yang diberikan Plt. Wali Kota Medan untuk memperbaiki kualitas Dinas PU ke depannya. Artinya setiap objek pekerjaan akan diperiksa mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. "Setiap pekerjaan itu harus sesuai dengan rencana dan di awasi sesuai dengan peraturan selanjutnya baru dikendalikan, kalau semua ini sudah baik saya yakin hasilnya pun akan maksimal."kata Zulfansyah.
Pelaksanaan forum perangkat daerah Dinas PU Kota Medan ini sendiri diikuti sebanyak 100 peserta yang berasal dari kecamatan, OPD dan stakeholder terkait. (hot/Rd)

Share Berita


Medan,DP News
Tunggakan PBB dan uang parkir Plaza Cetre Ponit/PT Central Park di Jalan Jawa Medan mendapat perhtiaan serius Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE. Hasyim  berharap pihak pengusaha Plaza Centre Point/PT Central Park Jalan Jawa No 8 Kelurahan Gang Buntu Kecamatan Medan Timur, Medan untuk segera melunasi tunggakan pajak Perparkiran dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan.
“Kita minta,segeralah bayar tunggakan pajak, jangan sampai nilai nominalnya semakin banyak. Jika tak sanggup bayar sekaligus kan bisa dengan cara mencicil yang penting lunas,” kata Hasyim ketika ditemui di DPRD Kota Medan, Kamis (27/02).
Dijelaskannya, pajak merupakan sumber utama penerimaan pemerintahan baik pusat hingga daerah. Tanpa pajak, lanjut Hasyim, seluruh kegiatan pembangunan pemerintah sulit untuk dapat dilaksanakan seperti halnya jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi yang biayanya menggunakan uang yang berasal dari pajak.
“Untuk itu, semua warga negara yang baik wajib taat membayar pajak demi kelancaran pembangunan daerah khususnya di Kota Medan. Jangan sampai keterlambatan membayar pajak pemerintah terngganggu dalam melaksanakan program-programnya,” ujar politisi partai PDIP ini.
Sementara, Kabid PBB dan BPTb BPPRD Kota Medan, Ahmad Untung ketika dikonfirmasi terkait penunggakan pajak pengusaha Plaza Centre Point/PT Central Park Jalan Jawa No 8 Kelurahan Gang Buntu Kecamatan Medan Timur, Medan, tersebut mengatakan, pihaknya akan menggandeng Kejari Medan untuk menagih tunggakan pajak pihak pengusaha itu.
“Kita akan membuat surat kepada Kejari Medan dalam upaya penarikan tunggakan pajak pihak Center Point. Ya mudah-mudahan langkah yang kita ambil ini dapat membuahkan hasil yang maksimal,” ujar Untung.
Memang, lanjut Kabid PBB dan BPTb BPPRD Kota Medan ini, pihaknya suddah berulang kali menyurati pihak pengusaha agar membayar tunggakan baik secara mencicil atau sekaligus. “Kita sudah memberikan kelonggaran kepada mereka (pengusaha), namun jawabannya terkesan mengambang,” sebutnya.
Lebih jauh dijelaskannya, informamsi terakhir, pihak pengusaha akan melakukan penyicilan tunggakan pajaknya. Namun, herannya hingga saat ini niat baik untuk mencicil sesuai janjinya tidak terpenuhi. “Makanya, langkah kita menggandeng Kejari Medan sangat tepat,” ucapnya.
Ketika ditanyakan berapa jumlah tunggakan pajak pengusaha Plaza Centre Point/PT Central Park, Untung dengan gamblang mengatakan, terhitung tunggakan PBB dengan rincian masa pajak 10 tahun dengan pokok pajak Rp 41,8 miliar berikut denda Rp 16,3 miliar sehingga totalnya Rp 58,2 miliar. “Tapi, jika dihitung hingga tahun 2020 saat ini jumlahnya mencapai Rp 60 miliar lebih. Ya, kalau bisa dicicil untuk meringankan mereka juga,” katanya.(Rd)


Share Berita


Medan,DP News
Masalah maraknya bangunan di Kota Medan yang tidak signifikan dengan penerimaan dari sektor retribusi IMB (Izin Mendirikan Bangunan),Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan tuntut tanggung jawab Kadis PKP2R Benny Iskandar,ST.Kadis PKP2R Benny Iskandar harus ikut bertanggung jawab atas tidak tercapainya target retribusi IMB karena OPD tersebut juga terlibat dalam proses pengurusan IMB.
Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan sangat menyayangkan, kinerja kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar yang menurut mereka tidak mampu mencapai target Pendapatan Asli Daerah dari sektor Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Ketua Fraksi Nasdem, Afif Abdillah melalui wakil Ketua, Antonius D Tumanggor mengatakan hal itu menyinggung tidak tercapainya retribusi IMB, Rabu (26/2). Secara teknis konstruksi bangunan dan penggunaan lahan merupakan urusan Dinas PKP2R sebelum diteruskan ke Dinas PMPTSP (Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu).Itulah makanya Dinas PKP2R harus ikut bertanggung jawab menyangkut tidak tercpinya target retribusi IMB di Kota Medan.
Menurut anggota Komisi 4 DPRD Medan ini, banyak bangunan baik rumah toko dan perumahan menjamur di Kota Medan namun PAD dari sektor IMB tidak tercapai sehingga muncul segudang pertanyaan.Kita sangat heran,kenapa target PAD dari retribusi  IMB tidak pernah tercpi bahkan jauh ari hafrapan padahal bangunan terus menjamur.Ada apa atau apa ada dibalik semuanya ini,ujar Antoius Tumanggor,anggota dewan dari Dapil 1 itu.
” Ada lagi, contohnya, bangunan yang dibangun berbeda dengan jumlah yang ada tertera pada IMB, ” kenapa bisa begitu, pantas saja kebocoran PAD dari sektor penerimaan pajak perizinan IMB tidak tercapai, karena diduga telah bocor di tengah jalan,” terang Antonius.
Antonius menyebutkan, Kadis DPMPTSP Medan, Qamarul Fattah di DPRD Medan, pernah menyebutkan bahwa untuk tahun 2020, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.272,9 Miliar dengan rincian pendapatan sebesar Rp.120,5 Miliar dari reklame berupa Billboard sebesar Rp.77,5 Miliar, reklame kain (10,8 Miliar), reklame sticker toko ( Rp.5 Miliar), reklame selebaran (Rp.1,8 Miliar), reklame mobil berjalan ( Rp.2,6 Miliar) dan iklan lainnya Rp.23 Miliar. Sementara dari retribusi sebesar Rp. 152,4 Miliar yakni dari retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Rp.147,7 Miliar dari retribusi IMB Center Point (100 Miliar), retribusi IMB Medan Plaza yang kemungkinan akan dibangun pada 2020 (Rp.10-11 Miliar), serta IMB RTT (Rp.30 Miliar). Sementara itu, DPMPTSP juga menarik retribusi dari perpanjangan warga negara asing sebesar Rp.4,8 Miliar.
” Kita ketahui target PAD dari sektor IMB yang ditargetkan sebesar Rp.147,7 miliar hanya terealisasi berkisar Rp 17,1 miliar atau 11,61 %. Meskti tak tercapai, target retribusi IMB tahun 2019 tetap Rp 147,7 miliar, juga belum maksimal,” ujarnya.
Fraksi NasDem berharap Kadis DPKPPR Medan agar lebih optimal meningkatkan PAD dari sektor IMB. ” Jika tidak mampu sebaiknya Plt.Walikota Medan mengevealuasi kinerja Benny Iskandar selaku kepala Dinas,” pungkas nya sambil menyayangkan Benny Iskandar tidak pernah menghadiri undangan dari komisi 4 DPRD Medan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan selalu mengirimkan utusannya bernama Cahyadi. (Rd)


Share Berita

Foto/detik.com
Jakarta,DP News
Pemerintah Indonesia memberi tanggapan atas kebijakan puhak Arab Saudi yang menghentikn sementara kedatagan jemaah umroh termasuk dari Indonesia.Mengenai kebijakan tersebut,Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghormati keputusan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara warga negara asing masuk ke wilayah Kerajaan dalam rangka ibadah umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi guna mencegah masuknya virus Corona. Jokowi memahami kesehatan warga perlu diutamakan.
"Pertama, itu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Kita menghargai, kita menghormati, karena apa pun yang namanya kesehatan itu dinomorsatukan oleh pemerintah Arab Saudi. Kita sangat menghargai," kata Jokowi di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2).
Jokowi mengaku baru menerima informasi terkait larangan tersebut pada Rabu kemarin. Menurut Jokowi, larangan itu juga berlaku untuk semua negara.
"Saya kira ini kan tidak hanya untuk Indonesia, tapi untuk semua negara karena mereka ingin memproteksi, melindungi warga negaranya dari virus Corona. Kita sangat menghargai itu," ujar Jokowi.
Dilansir AFP, Rabu (27/2), pengumuman penundaan visa kunjungan umrah ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi lewat keterangan resmi.
"Pemerintah menunda sementara kunjungan umrah ke Masjid Nabawi di wilayah Kerajaan," demikian kata Kementerian Luar Negeri.
Saudi juga mengatakan pihaknya juga menunda visa-visa untuk kunjungan turis dari negara-negara yang terjangkit Corona.
Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya. Hal itu diungkapkan pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Kamis waktu setempat.
Mengutip SPA, Kamis (27/2), keputusan penangguhan sementara sebagai upaya pemerintah Arab Saudi mencegah penyebaran virus corona. Penangguhan itu pun atas rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Penangguhan ini berlaku untuk semua negara termasuk Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan otoritas kesehatan di Arab Saudi terus mengikuti perkembangan corona virus (COVID-19). Mereka menegaskan kegigihan pemerintah Kerajaan melalui otoritas-otoritas itu untuk menerapkan standar internasional yang disetujui dan mendukung upaya negara dan organisasi internasional, terutama Organisasi Kesehatan Dunia, untuk menghentikan penyebaran virus.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengatakan tindakan pencegahan ini sebagai bentuk perlindungan bagi keselamatan warga dan penduduk.
"Tindakan pencegahan ini berdasarkan rekomendasi dari otoritas kesehatan yang kompeten untuk menerapkan standar kehati-hatian tertinggi, dan kami mengambil langkah-langkah pencegahan proaktif untuk mencegah virus corona ke Kerajaan dan penyebarannya," ungkap Kementerian Luar Negeri.
Arab Saudi menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara, dan harus dievaluasi terus menerus oleh pihak yang berwenang. Kementerian Luar Negeri meminta warga untuk tidak melakukan perjalanan ke negara-negara di mana virus corona baru menyebar.(Rd/detik.com)

Share Berita


Deliserdang,DP News
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan Giling Perdana Pabrik Gula PTPN II Sei Semayang, Selasa (25/2). Peresmian ditandai dengan pelemparan tebu ke mesin giling oleh Wagub.
Hadir diantaranya Wakil  Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar, Direktur Pemasaran PTPN III (Holding) Dwi Sutoro, Direktur Utama PTPN II M Iswan Achir, Komisaris PTPN II Dudi, Dirops PTPN II Marisi Butarbutar, Dirkom PTPN II M Arwin Nasution, SEVPP PTPN III Suhendri, jajaran direksi PTPN IV serta mewakili Forkopimda.
Dikatakan Wagub bahwa peresmian beroperasinya kembali pabrik gula ini diharapkan dapat menambah produksi gula yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat khususnya di Sumut dan mengurangi impor gula. Apalagi dirinya telah menghitung bahwa satu orang membutuhkan gula untuk dikonsumsi setidaknya 50 gram/hari. Jika harga rata-ratanya Rp 16.000, maka biaya per orang sekitar Rp 800/hari.
“Mungkin bagi yang berkecukupan harga ini tidak begitu berarti. Tetapi jumlah ini bagi masyarakat yang ekonominya terbatas pasti berpengaruh,” ujar Wagub.
Dengan hadirnya pabrik gula yang telah berhenti beroperasi selama lebih kurang 5 tahun ini, Wagub berharap pasokan gula untuk Sumut bertambah. Namun mengingat perusahaan tersebut milik BUMN, tentu yang paling utama adalah harga jual yang bersaing dari pabrik swasta.
Selain itu, operasional pabrik gula ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat, setidaknya bagi karyawan yang berjumlah sekitar 4.000 – 5.000 orang. Jika dirata-rata jumlah satu keluarga ada empat, maka akan melibatkan sedikitnya 16 ribu jiwa.
“Kami berharap semoga perusahaan (PTPN II, PTPN III dan PTPN IV) yang ada di Sumut ini dapat sehat. Karena kalau sehat, bisa berpengaruh pada kita dan masyarakat kita,” sebut Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.
Ijeck menyebutkan bahwa Sumut punya potensi besar di sektor perkebunan. Mulai dari sawit, karet, tembakau, teh, coklat dan lainnya. Yang bertahan maksimal sejauh ini menurutnya adalah perkebunan sawit. Sebab komoditi lain seakan redup.
“Coklat kita juga tidak maksimal. Kami kemarin kedatangan tamu dari Dubes Switzerland dan bercerita tentang investasi. Sampai saya bilang mereka hebat punya coklat terbaik di dunia. Ternyata Indonesia (yang) punya pohonnya (bahan mentah). Artinya kita hanya menanam, tetapi tidak bisa mengolah sampai dengan barang jadi,” sebutnya.(Rd/Humas Provsu)


Share Berita

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membuka Pra Musrenbang Wilayah Pantai Timur di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Jalan Pusara, Kwala Bingai, Kabupaten Langkat, Rabu (26/2/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu / Imam Syahputra).
Langkat,DP News
Usai menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Wilayah Pantai Barat, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menggelar Pra Musrenbang untuk Wilayah Pantai Timur, Rabu (26/2) di Gedung Paripurna DPRD Langkat Jalan Pusara No 1 Kwala Bingai Kabupaten Langkat.
Wilayah Pantai Timur meliputi Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangbedagai, Kota Tebingtinggi, Kabupaten Batubara, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Mengawali pembukaan Gubernur menyampaikan tujuan utama penyelenggaraan Pra Musrenbang adalah untuk menyinkronkan pembangunan-pembangunan yang ada di seluruh kabupaten/kota se Sumut serta dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumut tahun 2021.
“Tanpa perencanaan, pembangunan kita akan gagal. Untuk itu mari kita sinkronisasi rencana pembangunan di Sumut. Mana yang menjadi prioritas kita sepakati dan kita dahulukan. Ini beberapa yang saya tawarkan untuk pembangunan di Kawasan Wilayah Pantai Timur sebagai gambaran,” ujar Edy Rahmayadi.
Edy menyebutkan, ada lima prioritas pembangunan Sumut untuk Tahun 2021 yakni peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) unggul, perluasan akses pendidikan menengah atas dan kejuruan, konektivitas antar pusat pertumbuhan wilayah dan pusat-pusat produktivitas, peningkatan jangkauan layanan kesehatan, dan peningkatan nilai tambah sektor agraris dan pariwisata berkelanjutan.
“Kawasan Pantai Timur Sumut memiliki kontribusi 74 % untuk pembangunan Sumut. Di wilayah ini ada Kuala Tanjung berbatasan dengan Selat Malaka jalur perdagangan yang sangat strategis. Tentu Sumut bukan Wilayah Pantai Timur saja, tetapi jika kita bangun ini dengan benar, besar dampaknya untuk Sumut keseluruhan,” tutur Edy.
Dipaparkan juga tentang rencana prioritas pembangunan kawasan pantai timur, antara lain peningkatan ruas jalan Langkat (simpang Tiga Namo Unggas – Tangkahan dan Kuala Simpang – Marike), peningkatan ruas jalan Medan (Jalan Seruwai akses KIM ke Deliserdang dan Jalan Marelan batas Kota Medan), peningkatan ruas jalan Deliserdang (Deli Tua-Tiga Juhar-Gunung Meriah), peningkatan ruas jalan Deliserdang (Deli Tua-Tiga Juhar-Gunung Meriah dan Lubuk Pakam-simpang Tanah Abang), peningkatan ruas jalan Serdang Bedagai (simpang Pantai Cermin Kanan-Teluk Mengkudu-Tanjung Beringin), peningkatan ruas Jalan Batubara (Simpang Sono-Simpang IV Timbangan Tanjung Tiram) dan pembangunan tol Medan.(Rd/Humas Provsu)



Share Berita


Foto: Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan T Edriansyah Rendy bersama Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution  saat menghadiri peresemian Jalan Ahmad Berkawan Belawan,Kamis(27/2).
Medan,DP News         
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi  bersama Anggota Fraksi partai Nasdem DPRD Medan T Edriansyah Rendy resmikan Jalan Ahmad Berkawan yang menghubungkan Lingkungan IX dan Lingkungan XI di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (27/2). Diharapkan, keberadaan jalan baru ini dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar, terutama dalam mendukung kelancaran aktifitas warga.
Peresmian Jalan Ahmad Berkawan dilakukan langsung Akhyar yang ditandai dengan pengguntingan pita bersama anggota DPRD Medan T Edriansyah Rendy SH, Kepala Jasa Marga Belmera  Irvansyah, unsur Forkopimda Kota Medan, Camat Medan Belawan Ahmad serta segenap tokoh masyarakat.
T Edriansyah Rendy merupakan kader muda Partai Nasdem yang pada Pemilu 2019 lalu berhasil duduk sebagai anggota dewan dari Dapil Medan Belawan,Medan Deli,Medan Labuhan dan Medan Marelan dan saat ini duduk di Komisi III DPRD Medan.
Sebelum meresmikan Jalan Ahmad Berkawan, Akhyar lebih dulu memberikan bantuan kepada 50 orang anak yatim dan 50 orang kaum dhuafa di Kantor Camat Medan Belawan di hadapan ratusan warga sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan jalan tersebut. Akhyar berharap kehadiran jalan baru tersebut mampu memperlancar akses keluar dan masuk warga sekitar.
Ketika menyampaikan sambutannya, Akhyar lebih dulu mengucapkan  terima kasihnya atas  dibangunnya Jalan Ahmad Berkawan oleh tiga perusahaan dengan menggunakan dana Coorporate Social Rensposibility (CSR). Dengan selesainya pembangunan jalan tersebut, Akhyar pun berharap aktifitas warga sehari-hari semakin lancar. Di samping itu juga warga yang bermukim di Lingkungan IX dan XI semakin lancar berhubungan dan berkomunikasi.
"Saya dan segenap jajaran Pemko Medan telah mengucapkan terima kasih atas bantuan CSR yang diberikan tiga perusahaan di Kelurahan Belawan Bahari. Termasuk kepada PT Jasa Marga Belmera yang sudah memberikan lahan, sehingga pembangunan Jalan Ahmad Berkawan dapat selesai dilakukan dan selanjutnya dapat dipergunakan warga sekitar," kata Akhyar.
Selanjutnya Akhyar juga mengatakan, pembangunan jalan ini tentunya memiliki banyak arti dan manfaat bagi warga sekitar. Selain itu kehadiran jalan baru juga dapat menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, serta menciptakan perbaikan jaringan logistik. “Yang lebih penting lagi, kehadiran jalan baru sangat mempermudah akses masyarakat dalam melakukan aktivitasnya,” ungkapnya.
"Belawan harus senantiasa aman karena merupakan kawasan strategis nasional dan sangat berkaitan dengan kepentingan rakyat. Terhambatnya distribusi di Pelabuhan Belawan tentu memiliki dampak pada bidang-bidang lain," jelasnya.
Selain pembangunan jalan, Akhyar juga berharap kepada para pengusaha untuk memberikan bantuan tong sampah. Sebab, menjadikan Kota Medan bersih sampah, termasuk kawasan Belawan sangat membutuhkan banyak tong sampah. “Kalau bisa kami minta bantuan tong sampah sebanyak-banyaknya,” harapnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Camat Medan Belawan Ahmad kepada tiga pengusaha yang telah membantu membangun Jalan Ahmad Berkawan. Sebelum ada jalan tersebut, akses warga Lingkungan IX dan XI terbilang sulit. “Alhamdulillah, kini akses warga kedua lingkungan telah lancar. Di kesempatan ini saya perlu menjelaskan, kata Berkawan dari nama Jalan Ahmad Berkawan merupakan kepanjangan dari bersinergi, komunikasi aman dan wajib anti narkoba,” jelas Ahmad.
Usai memberikan kata sambutan di halaman Kantor Camat Medan Belawan, Akhyar didampingi anggota DPRD Medan T Edriansyah Rendy SH, Kepala Jasa Marga Belmera  Irvansyah, unsur Forkopimda Kota Medan, Camat Medan Belawan Ahmad kemudian meninjau Jalan Ahmad Berkawan yang baru selesai dibangun untuk selanjutnya diresmikan.(hot/Rd)


Share Berita


Medan,DP News                 
 Komunitas sepeda motor Max Owners (Memo) menemui Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi di Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No 2, Kamis (27/2). Kedatangan mereka untuk memberikan masukan berupa pengolaan sampah plastik sebagai ecobrick untuk pembuatan kursi, meja, dan gapura.
Disamping mengelola sampah plastik menjadi benda-benda rumah tangga, komunitas klub sepeda motor tersebut juga berencana mengelola dan mendaur ulang sampah plastik sebagai pengganti batu bata untuk dinding rumah. Tentunya hal tersebut dapat di manfaat warga serta meminimkan pengeluaran bagi warga kurang mampu yang ingin membangun rumah. Pemanfaatan tersebut dilakukan juga dapat mengurangi sampah plastik yang menjadi persoalan Kota Medan saat ini.
Kedatangan komunitas Memo tersebut dipimpin Ketua Max Owner Club M Azwar. Ia menjelaskan bahwa klub sepeda motor yang mereka bentuk tidak hanya sekedar melakukan touring saja melainkan juga melakukan kegiatan sosial di masyarakat termasuk  melakukan kegiatan pengurangan sampah pelastik dengan cara memanfaatkan sampah pelastik menjadi prabotan rumah tangga dan ecobrick.
"Sebagai mitra dari Pemko Medan kami ingin mendukung program Pemko Medan salah satunya dengan memanfaatkan sampah pelastik untuk dijadikan prabotan rumah tangga seperti kursi dan meja dan pembuatan ecobrick yang dapat di gunakan sebagai pengganti batubata," kata Azwar.
Tidak hanya itu saja Azwar bersama rekan-rekanya juga ingin terlibat dalam mempromosikan pariwisata yang ada di kota Medan dalam setiap melakukan touring. "Jadi pada saat melakukan touring kami akan mempromosikan pariwisata yang ada di kota Medan sehingga teman-teman club dari luar dapat mengenal Kota Medan lebih jauh apalagi kota Medan bagi para club sepeda motor merupakan kota tempat beristirahat," jelasnya lagi.
Menanggapi hal tersebut, Akhyar menyambut baik dan mengapresiasi ide yang dilakukan Memo tersebut. Sebab, sampah plastik yang tadinya tidak berguna dapat di daur ulang dengan melakukan pemanfaatan sebagai benda yang berguna.
"Banyak dari kita yang masih mengkonsumsi makanan atau produk apapun yang dikemas plastik. Tentunya ide kreatif ini sangat baik, jadi sampah pelastik yang berserakan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga," kata Akhyar.
Menurut Akhyar, jika reuse dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi yang sangat tepat di zaman sekarang. Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobrick adalah cara lain untuk  memanfaatkan sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir).
"Dengan ecobrick kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik. Kita dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan ekosistem setempat. Karakteristik plastik yang sangat bermasalah digunakan yaitu longevity dan durability malah menjadi sesuatu yang dicari," jelas Akhyar.(hot/Rd)

Share Berita

OLEH: Jaya Suprana
Syukur Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak warga Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Kenyataan tersebut merupakan bukti tak terbantahkan bahwa sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Untuk Rakyat Indonesia belum terejawantahkan di persada Nusantara masa kini. Untuk sementara ini Keadilan Sosial hanya hadir secara terbatas untuk sebagian kecil rakyat Indonesia.
KEBERPIHAKAN
Berdasar dukungan dari para sahabat seperti Prof. Frans Magnis Suseno, Prof. Mahfud MD, Prof. Salim Said, Dr. Yasonna Laoly, aktivis senior Haryono Kartohadiprojo S.H, pejuang kemanusiaan Ignatius Sandyawan Sumardi, pejuang kebudayaan Aylawati Sarwono dll, saya sempat mencoba ikut berpihak kepada para warga yang belum menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Maka saya berupaya ikut mencegah jangan sampai warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum. Namun kemudian saya harus menghadapi kenyataan bahwa diri saya cuma seorang insan manusia yang tidak berdaya apa pun. Terbukti pada tanggal 28 September 2016, saya tak berdaya mencegah warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum akibat de facto mau pun de jure tanah dan bangunan yang digusur masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri mau pun PTUN. Tidak kurang dari Prof Mahfud MD dan DR. Yasonna Laoly menegaskan bahwa tanah dan bangunan yang masih dalam proses hukum dilindungi undang-undang agar jangan disentuh apalagi digusur dengan alasan apa pun juga. Jika nekad digusur berarti penggusur melakukan pelanggaran hukum secara sempurna.
PN & PTUN
Namun rasa sedih yang menyelinap ke lubuk sanubari saya agak terhibur setelah kemudian PN mau pun PTUN resmi memenangkan gugatan warga Bukit Duri. Saya berbesar hati bahwa keadilan telah dipersembahkan kepada warga Bukit Duri yang telah terlanjur jatuh menjadi korban penggusuran secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan. Meski kemudian para pendukung kebijakan penggusuran rakyat gigih melancarkan serangan jurus public relations demi pembunuhan karakter warga Bukit Duri rame-rame dihujat sebagai para pemberontak yang subversif melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Malah saya sebagai pihak yang berpihak kepada rakyat tergusur juga tak ketinggalan ikut habis-habisan dihujat sebagai tua bangka botak buncit bau tanah ingin melestarikan kemiskinan. Bahkan kemudian pihak tergugat melakukan naik banding ke Pengadilan Tinggi.
PENGADILAN TINGGI
Ternyata Pengadilan Tinggi juga sepaham dengan Pengadilan Negeri dan PTUN untuk memenangkan gugatan rakyat kecil. Maka rasa bersyukur saya bertambah dengan rasa bangga bahwa negara saya ternyata merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga hukum idak tajam ke bawah sambil tumpul ke atas. Saya bangga bahwa bangsa Indonesia telah mempersembahkan keadilan secara adil sesuai sosok patung Dewi Keadilan memegang neraca keadilan dengan mata tertutup sehingga tidak pandang bulu terhadap siapa pun juga yang dianggap melanggar hukum apalagi secara sempurna. Namun pihak tergugat tetap gigih tidak mau menyerah kalah maka kembali naik banding kali ini ke Mahkamah Agung.
MAHKAMAH AGUNG
Kali ini, saya benar-benar kena batunya! Ternyata Mahkamah Agung sama sekali tidak sepaham dengan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi mau pun Pengadilan Tata Usaha Negara. Secara sempurna bertolak belakang dengan vonis PN, PT dan PTUN, ternyata MA memenangkan pihak tergugat yang sudah divonis bersalah oleh majelis hakim PN, PTUN dan PT. Vonis MA disambut dengan sorak-sorai gegap-gempita oleh para pendukung kebijakan menggusur rakyat namun di sisi lain disambut deraian air mata para warga miskin yang telah kehilangan tempat bermukim akibat digusur secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan.
BANJIR
Pada musim musibah banjir, juga tampak jurang kesenjangan sosial. Ada warga yang beruntung karena kebetulan bermukim di kawasan yang bebas banjir namun ada pula yang kurang beruntung akibat kebetulan bermukim di kawasan berlangganan banjir. Yang kurang beruntung masih terbagi menjadi dua nasib. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran namun kebetulan bernasib cukup berada bisa langsung mengungsi ke hotel. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran sambil juga kebetulan bernasib miskin terpaksa harus pasrah tidak bisa mengungsi ke hotel. Segenap fakta itu makin meyakinkan saya bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagai sila Pancasila memang belum terwujud. Saya bersyukur sebagai warga negara Indonesia beruntung dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Namun saya merasa prihatin bahwa belum semua warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak sesama rakyat Indonesia belum dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Sila ke lima Pancasila untuk sementara ini masih berbunyi Keadilan Sosial Untuk Sebagian Kecil Rakyat Indonesia saja. Insha Allah, kita semua sebagai warga bangsa Indonesia segera menghentikan perilaku saling membenci, saling melecehkan, saling menghujat, saling memfitnah demi bersatupadu dalam gigih berjuang mengejawantahkan sila ke lima Pancasila menjadi kenyataan di persada Nusantara nan gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. MERDEKA !
(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.