WNA Cina Tidak Bisa Pulang Gara-gara Virus Corona Diberi Visa Darurat Tinggal di Sumut

Foto/Kompas.com
Medan,DP News
Warga negara (WN) China yang ada di Sumatera Utara (Sumut) dan tidak bisa pulang lantaran virus corona akan diberi perpanjangan visa darurat jika masa tinggalnya sudah habis.  Hal itu disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Medan, Supartono kepada wartawan di ruangannya di Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (4/2).
"Untuk pulang ke negaranya kan tidak ada penerbangan sedangkan yang bersangkutan izin tinggalnya sudah habis, kebijakan pusat untuk diberi perpanjangan izin tinggal darurat," katanya. Namun kebetulan sampai saat ini, belum ada warga negara China yang ada di Sumut yang mengajukan perpanjangan izin tinggal.
"Saya lihat kunjungan warga China ke Sumut sangat kecil, sekali jadi belum ada pengajuan," katanya.
Supartono mengatakan, ada warga China yang bekerja di Sumut. Salah satunya di Pangkalan Susu.
Namun demikian dia tidak meyebut angka WN China di Sumut. Menurutnya, ada di antaranya yang pulang namun pihaknya belum mengetahui berapa banyak yang pulang. "Tapi kita belum ada laporan update-nya," katanya.
Supartono mengatakan, pemerintah Indonesia menghentikan sementara penerbangan langsung ke China untuk mencegah penyebaran virus corona masuk ke negara ini. Penghentian tersebut mulai berlaku hari ini, Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB. Selain menghentikan penerbangan ke China, warga negara Indonesia juga dilarang untuk melakukan kunjungan ke Negeri Tirai Bambu itu.
Nanti akan kita cek. Jika ada WNA yang datang dari China, langsung ditolak," katanya di Medan, Selasa (4/2).
Penerbangan langsung dari dan ke China memang sudah ditutup. Tetapi sebagian besar WN dari China yang masuk ke Sumut biasanya transit lebih dulu di Singapura atau Malaysia. Tentu hal ini menjadi perhatian pihaknya untuk lebih teliti memeriksa warga negara asing (WNA) yang masuk ke Bandara Kualanamu Medan.
"Itu hanya berlaku bagi warga China yang datang dari China daratan, karena memang di sana ada virus corona. Tetapi jika ada WN China yang tinggal di Australia atau lain, bukan China daratan tetap kami izinkan masuk," jelasnya.(Rd/detikcom)