Medan,DP News                         
Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Setdako Medan berjemur bersama-sama di halaman tengah Balai Kota Medan, Selasa (31/3). Selain meningkatkan kesehatan tubuh, berjemur bersama yang dimulai pukul 10.00-1030 WIB  juga dilakukan untuk mencegah diserang penyakit, terutama Corona Virus Disease (Covid) 19. Sebab, ultra violet yang dihasilkan sinar matahari mampu merangsang tubuh memproduksi vitamin D yang dibutuhkan dalam menjaga imunitas tubuh.
Tepat pukul 10.00 WIB, beberapa pejabat dan pegawai langsung meninggalkan ruang kerja untuk berjemur. Kebetulan pagi menjelang siang itu, cahaya matahari cukup panas setelah dalam dua hari belakangan ini sedikit mendung.  Ada yang sekedar berjemur, ada juga yang berjalan sambil menggerak-gerakkan anggota tubuh.
Adapun pejabat yang ikut berjemur bersama itu Kepala Inspektorat Kota Medan Ikhwan Habibi Daulay, Kepala BKD & PSDM Kota Medan Muslim Harahahap, Sekretaris BKD & PSDM Baginda P Siregar, Kabag Humas Arrahman Pane, Sekretaris Dinas Penanaman Modal  dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ahmad Basyararuddin yang tengah berkunjung serta sejumlah pejabat lainnya.
Sambil berjemur, para pejabat dan pegawai pun saling berkomunikasi,  baik terkait pekerjaan maupun kondisi kesehatan disertai dengan gurauan sehingga suasana menjadi lebih akrab. Suasana rilex pun terus berupaya dibangun guna menghilangkan rasa cemas maupun was-was menyusul menebarnya Covid 19 di Kota Medan.
“Kita coba memanfaatkan panas matahari untuk berjemur. Berdasarkan penjelasakan ahli kesehatan, berjemur mulai pukul 10.00 WIB sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kebetulan pagi jelang siang ini cuaca matahari cukup baik dan panas, makanya langsung kita manfaatkan untuk berjemur. Jika imunitas tubuh kita meningkat, insya Allah tubuh kita akan terhindar dari virus,” kata Ikhwan Habibi.
Selain mampu menangkal virus, jelas Ikhwan,  berjemur juga sangat baik untuk kesehatan lainnya. Sebab, proses penjemuran  yang dilakukan tersebut merangsang tubuh untuk mempoduksi vitamin D. “Tidak hanya menjaga imunitas tubuh, vitamin D yang dihasilkan juga kabarnya dapat mencegah penyakit kanker.  Jadi mari kita luangkan waktu sejenak untuk berjemur,” ajaknya.
Waktu berjemur yang dilakukan pun bervariasi, ada yang cuma hanya 15 menit, 20 menit dan juga 30 menit. Selama proses berjemur berlangsung, baik pejabat maupun pegawai tetap menjaga jarak minimal satu meter. Setelah merasa panas matahari telah cukup memanaskan tubuh, satu persatu pun berhenti dan kembali melanjutkan aktifitas kerja.
Sementara itu antisipasi mencegah masuknya Covid-19 di lingkungan Setdakot Medan, sejumlah hand sanitizer dan wetafel pencuci tangan yang dilengkapi dengan sabun telah disiapkan di sejumlah titik. Di samping itu setiap orang yang masuk akan dicek suhu tubuhnya dengan menggunakan digital thermo gun oleh petugas Satpol PP. (Hot/Rd)

Share Berita


Medan,DP News                       
Pemko Medan menurunkan Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam Apel Gabungan TNI Polri dan Pemerintah Daerah bertajuk Aman Nusa II pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Jalan Gatot Subroto (depan Plaza Medan Fair) Kelurahan  Sekip Kecamatan Medan Petisah, Selasa (31/03). Apel gabungan ini dilaksanakan guna menindak lanjuti Maklumat Kapolri dan Surat Telegram yang ditandai tangani Wakapolri Nomor : St/1008/III/Kes.7/2020 tertanggal 27 Maret 2020 tentang Penyemprotan Disinfektan Secara Massal untuk meminimalisir tingkat penyebaran Virus Corona (Covid-19).
Apel tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin, bersama Pangdam I /BB Mayjend TNI MS Fadhillah serta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Dalam arahannya Kapolda meminta semua pihak mematuhi aturan pencegahan virus Corona yang dibuat pemerintah. Dia mengatakan aturan itu juga berlaku bagi para pejabat. "Mengimbau seluruh warga Sumatera Utara untuk mengikuti protokol. Siapa pun dia, baik pejabat daerah, pejabat pemerintah, TNI, dan Polri. Patuhi protokol yang sudah disiapkan pemerintah," ujarnya.
Seusai digelarnya apel seluruh armada yang turut menyukseskan penyemprotan masal ini mulai bergerak sesuai dengan arahan yang telah diberikan. Tim Gugus Tugas Kota Medan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dan Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan untuk mengerahkan sejumlah armada untuk membantu penyemprotan di beberapa ruas jalan di Kota Medan.
Dalam penyemprotan masal tersebut tim gabungan menurunkan sebanyak 3 unit mobil patroli polisi dan pengawal (Patwal) serta 3 mobil yang terdiri dari water canon, pick up TNI dan mobil pemadam Dinas P2K. Penyemprotan diibagi dalam 3 rute. Adapun rute yang pertama dimulai dari Jalan Gatot Subroto – Simpang Pinang Baris – Pajak Melati – Simpang Pemda – Jalan Ngumban Surbakti – Jalan Gatot Subroto (finish).
Kemudian rute yang kedua dimulai dari Jalan Gatot Subroto – Jalan Iskandar Muda – Jalan Juanda – Jalan Halat – Jalan Bromo – Jalan Suka Ramai – Jalan Gatot Subroto (finish). Selanjutnya rute yang terakhir dimulai dari Jalan Gatot Subroto – Iskandar Muda – Simpang Gajah Mada – Jalan S Parman – Jalan Kapten Maulana Lubis – Jalan Balai Kota – Jalan Putri Hijau – Jalan Glugur – Jalan Adam Malik – Jalan Gatot Subroto (finish).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Medan Arjuna Sembiring mengatakan bahwa pada saat ini Pemko Medan ikut serta dalam penyemprotan massal. Penyemprotan cairan disinfektan kali ini dilakukan di seputaran ruas jalan protokol. "Penyemprotan ini akan terus kita lakukan tidak hanya di Kantor, pasar-pasar tradisional, rumah warga serta tempat ibadah saja, tetapi juga di seputaran ruas jalan protokol Kota Medan,” jelas Arjuna.
Selain melakukan penyemprotan, jelas Arjuna, Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Medan juga akan melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul di luar rumah. "Jadi selain menyemprot kita juga akan menghimbau masyarakat mengimbau kepada masyarakat agar tidak keluar rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona,” tegasnya.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                     
Ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kota Medan menerima bantuan alat cuci tangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama PDAM Tirtanadi. Seperangkat alat cuci tangan tersebut terdiri dari wastafel, sabun cuci tangan serta tempat tandon air. Bantuan tersebut diberikan langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada seluruh Camat se Kota Medan yang diwakili secara simbolis kepada Camat Medan Petisah Agha Novrian, Camat Medan Polonia Amran Rambe, Camat Medan Helvetia Andy Mario Siregar, Camat Medan Tembung Barli Mulia Nasution, Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis, di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Senin (30/3).
Tujuan diberikannya batuan ini guna mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar menerapkan budaya mencuci tangan sehingga dapat mencegah penularan virus corona. Sebab tangan merupakan salah satu jalan yang sangat mudah dalam penularan virus corona. Melalui pemberian seperangkat alat cuci tangan ini, diharapkan mampu mencegah penularan virus Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Medan Petisah Agha Novrian mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumut atas bantuan alat cuci tangan tersebut. Seperangkat alat cuci tangan ini akan diletakkan di pusat-pusat keramaian, salah satunya pasar yang ada di Kecamatan Medan Petisah. Pemberian ini juga akan dijaga dan dirawat terutama dalam pengoordinasian pengisian air dan juga sabun saat habis.
“Insya Allah kami akan jaga dan rawat pemberian seperangkat alat cuci tangan tersebut salah satunya dengan terus memperhatikan air dan sabunnya. Jika air dan sabunnya telah habis, petugas akan segera mengisinya dan masyarakat tidak perlu khawatir. Direncanakan seperangkat alat cuci tangan akan di letakkan di pusat keramaian seperti pasar Petisah yang ramai dikunjungi masyarakat,” kata Agha.
Selain itu, Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis mengapresiasi Gubsu yang telah tanggap terhadap penanganan wabah covid-19 tersebut dengan memberikan bantuan alat cuci tangan portabel. “Kami mengucapkan terima kasih karena Bapak Gubernur telah tanggap untuk memutus mata rantai penyebaraan covid-19 ini. Dengan pemberian alat cuci tangan ini diharapkan masyarakat tambah rajin mencuci tangannya untuk mencegah penularan virus corona tersebut,” ungkapnya.
Sebelumnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak seluruh Camat yang ada di Kota Medan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Medan, sehingga budaya cuci tangan dapat diterapkan. “Seperangkat alat cuci tangan ini nantinya akan di bagikan ke 21 kecamatan yang ada di Kota Medan dan kemudian akan diletakkan di tempat-tempat umum. Saya ingatkan jika antri mau cuci tangan jangan lupa untuk menerapkan social distancing, harus ada jarak antara satu dengan yang lainnya untuk menghindari penularan virus corona antara satu dengan yang lainnya,” jelas Edy.(hot/Rd)

Share Berita


Medan,DP News             
Menyikapi sejumlah reaksi di masyarakat terkait penanganan jenazah yang terindikasi corona virus disease 2019 (Covid-19), Kecamatan Medan Tuntungan menggelar sosialisasi dan edukasi  Panduan Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 di Balai Pertemuan Kantor Camat Medan Tuntungan, Jalan Bunga Melati, Senin (30/3).
Pertemuan yang dipimpin Camat Medan Tuntungan Topan Ginting bersama Danramil 07/MTT Kapten Inf Agus Miadi dan Kanit Intel Polsek Deli Tua AKP M Sembiring ini bertujuaj untuk memberikan pemahaman kepada seluruh warga Medan Tuntungan agar mengetahui informasi terkait protokol pengurusan jenazah pasien Covid-19 secara rinci dan jelas guna menghindari keresahan dan kekhawatiran warga.
Di hadapan lurah, kepling, perwakilan warga Medan Tuntungan khususnya yang tinggal di Kelurahan Simalingkar B, kepala puskesmas, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, para Babinsa dan Bhabinkamtibmas, penggali kubur, serta tim gugus tugas Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Topan mengaku pertemuan tersebut bermaksud agar masyarakat dapat bersikap secara wajar dalam menyikapi jenazah pasien yang terindikasi Covid-19 di wilayah tersebut.
"Kami memaklumi ketakutan bapak dan ibu sekalian. Mungkin hal itu didasari karena minimnya informasi resmi atau kesimpangsiuran informasi yang kita terima. Untuk itu, melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memberi kesadaran kita semua tentang bagaimana prosedur dan protokol pengurusan jenazah pasien yang terindikasi Covid-19 di wilayah kita agar tidak lagi resah, khawatir atau bahkan menimbulkan pertentangan di masyarakat," kata Topan.
Selanjutnya, Topan berharap sosialisasi dan edukasi yang disampaikan pihak terkait diantaranya dari puskesmas Simalingkar B, Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Medan dapat meluruskan dan menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap jenazah pasien Covid-19. "Sebagai makhluk yang beragama, mari kita kedepankan prasangka positif. Ini menyangkut kemanusiaan, sebab hal yang sama juga bisa terjadi pada siapa saja," bilangnya.
Selanjutnya, pihak Puskesmas Simalingkar B memutar video penanganan jenazah pasien Covid-19 dari mulai prosedur di rumah sakit hingga prosesi pemakamannya. Dalam video tersebut dijelaskan bagaimana jenazah pasien diurus oleh petugas kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD). Apalagi Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengeluarkan pedoman dan panduan penanganan jenazah pasien Covid-19 untuk setiap agama.
Dalam video tersebut juga diperlihatkan bahwa jenazah pasien Covid-19 di beberapa fase selalu disemprotkan cairan disinfektan. Begitu juga ketika sudah di masukkan ke dalam peti jenazah dan hendak di masukkan ke dalam mobil jenazah atau ambulance, tetap dilakukan penyemprotan sebelum dibawa menuju pemakaman. Termasuk unsur TNI-Polri yang senantiasa melakukan pengawasan dan pengamanan agar selurus proses berjalan aman dan lancar.
Bahkan, melalui aturan dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, pemakaman jenazah pasien boleh dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) dengan ketentuan yakni lokasi pemakaman berjarak 500 meter dari pemukiman warga. Kemudian, lokasi kuburan berada 50 meter dari sumber mata air tanah. Begitu juga dengan kedalaman dan ketinggian tanah yang akan menutup liang kubur.
Usai pemaparan tersebut, warga dipersilahkan untuk menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Di sel sela itu, S Simatupang (47) salah seorang warga Simalingkar B mengaku tenang setelah melihat, mendengar dan menerima langsung penjelasan yang telah disampaikan. Diungkapkannya, bahwa dirinya tidak lagi khawatir jika nantinya ada jenazah pasien yang mungkin dikuburkan di wilayah tempat tinggalnya.
"Setelah kami lihat video ini pak, kami jadi paham dan tidak khawatir lagi. Kami pun yakin kalau petugas yang bertugas tidak mungkin mau mencelakai dirinya sendiri yang berhadapan langsung dengan jenazah. Terima kasih karena sudah memberikan pengertian kepada kami. Informasi ini nanti akan kami sampaikan ke tetangga di lingkungan kami," kata S Simatupang.
Usai itu, Camat Medan Tuntungan kemudian menyahuti satu persatu permohonan dan permintaan warga di lingkungan mereka salah satunya meminta untuk dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Kemudian warga juga meminta agar Kecamatan Medan Tuntungan bersama Dinas Kesehatan dan BPBD Kota Medan untuk dapat membagikan selebaran terkait pedoman pengurusan pasien jenazah Covid-19 agar dibagikan secara merata ke masyarakat. (hot/Rd)


Share Berita


 
Medan,DP News 
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor,Ssos mengaku sudah banyak menerima keluhan dari warga dampak dirumahkannya menyusul kebijakan penanggulangan penyebaran Virus Corona.Saat ini buuh angkah konkrit dari pemerintah untuk membanu waargaa yag terdampak elaragan keluar rumah yang sudah brlanssung haoir 2 minggu lebih.
Rakyat sudah ‘menjerit’  mulai kehabisan dana untuk membutuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena tidak berani keluar untuk bekerja dampak virus Covid-19.Hingga kini, pemerintah juga belum bisa memastikan kapan berakhirnya himbauan tersebut, mengingat kebutuhan hidup sehari-hari harus tetap terpenuhi, terutama bagi masyarakat pekerja harian yang bekerja lagi buat makan besok hari, seperti penarik becak, supir angkot, pekerja Ojol, buruh bangunan, tukang parkir, pedagang kaki lima dan lain sebagainya.
Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos asal Dapil 1 Medan saat diminta tanggapannya mengenai permasalahan ini mengatakan, dia sudah banyak menerima keluhan dari warga yang ada di Dapil 1, tempat daerah pemilihannya. Disebutkannya, dampak dirumahkan tersebut, setiap hari, sudah ada berdatangan warga yang mengeluh tidak mampu beli beras, bayar uang sekolah anak, bayar listrik dan air ternasuk juga kebutuhan lainnya sebab, mereka tidak lagi bekerja dampak covid-19 dan aturan dari pemerintah.
"Ini bukan untuk kepentingan kami (DPRD Medan-red) tapi untuk warga kota Medan, selaku dewan kami hanya bertugas sebagai pengawasan dan semua itu merupakan tanggungjawab Dinas Sosial. Namun karena ini sudah masalah dunia, kita juga harus turun tangan. Saya rasa, semua anggota DPRD Medan merasakan hal yang sama juga,ungkap anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan ini,Senin,(30/3)).
Dicontohkan Antonius, usulan pengalihan dana anggota dewan yang dia maksud seperti biaya perjalanan dinas antar kota dalam provinsi yang setiap minggu dilaksanakan. "Karena ini sudah merupakan bencana nasional dan dunia. Kita harus bersama dan kompak memberikan solusi bagaimana agar wabah Covid-19 ini segera dapat selesai. Pemerintah Kota Medan, dalam hal ini, Plt.Walikota Medan harus segera merespon usulan dewan ini, dan bila perlu dilakukan rapat koordinasi terkait penggunaan pos-pos anggaran yang dianggap bisa dijadikan untuk membantu masyarakat selama covid-19 ini masih merupakan ancaman dan bencana,"terang Antonius.
Politisi dari Partai NasDem Kota Medan ini juga menjelaskan, tidak ada pilih kasih terhadap Viris Corona (Covid-19), siapa saja bisa terkena saat ini. Untuk itu, jangan sampai wabah semakin bertambah banyak, dan akhirnya pemko tidak siap. Selain itu sambung Antonius, dampak ketakutan dan kepanikan masyarakat di tengah wabah Virus Corona bukan lagi masalah terpapar virus Covid-19 tersebut, tetapi yang paling fatal, jika kebutuhan dasar masyarakat seperti beras, minyak makan, gula dan pemenuhan gizi di keluarga masing-masing seperti himbauan pemerintah tidak mampu lagi dipenuhi. " Yang terjadi nantinya malah penjarahan, dan keributan akibat tidak ada lagi kebutuhan pokok di rumah masing-masing, ini harus diantisipasi sejak dini,"sebutnya.
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan ini juga mencontohkan, jika pemerintah mengizinkan dana perjalanan dinas anggota dewan yang tidak terpakai dampak wabah virus Corona, dapat digunakan anggota dewan untuk membantu konstituen nya masing-masing seperti mengalihkan dana tersebut dalam bentuk pemberian sembako, penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan bantuan dalam bentuk lainnya.
" Karena dampak virus Covid-19 amat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat bukan hanya warga miskin, yang kaya dan pelaku bisnis pun terpukul akibat wabah coronavirus ini. Bagaimana agar kepanikan warga terhadap virus Corona ini tidak terjadi dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat juga harus dapat dijamin oleh pemerintah dan itu juga ada di dalam Undang-Undang,"terang nya.
Jika pun tidak cukup, usul Antonius lagi, agar anggaran dana kegiatan seperti Sosper yang setiap bulan biasanya dilaksanakan dan pelaksanaan Reses dibulan April 2020, sementara waktu dapat dialihkan untuk membantu warga Medan yang sudah sangat membutuhkan.
"Bukan hanya korban Covid19, namun juga korban kelaparan yang akan mengakibatkan terjadinya penjarahan. Pihak TNI/Polri segera mengawasi usaha-usaha yang ada di kota Medan mengantisipasi kepanikan warga medan ketika tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Terlebih lagi, bulan ini sudah mendekati bulan puasa,"terangnya.
Antonius juga berharap pemerintah melalui dinas tenaga kerja mengataasi perusahaan yang diduga akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak karyawanan dengan alasan covid 19.
Sementara itu, Sahala Sinambela yang berprofesi sebagai penarik betor, warga Jalan Gereja yang mengadu ke anggota DPRD Medan, mengenai cicilan sepeda motor miliknya yang sudah jatuh tempo namun ditagih oleh pihak perusahaan leasing, sementara, pengakuan Sinambela, pasca diberlakukannya peraturan pemerintah untuk tidak keluar rumah, usahanya drastis menurun, sebab penumpang sepi katanya.
Diakui Sahala lagi, dia juga sudah mengadukan keluhan dia tersebut kepada salah seorang anggota DPRD Medan dari Partai Nasdem, Antonius Tumanggor, yang selanjutnya membantu dirinya membayarkan cicilan sepeda motornya untuk bulan Maret dan April.
" Semoga masalah Covid-19 ini segera terselesaikan, dan masyarakat dalat kembali bekerja normal. Termasuk juga para ASN dan anggita DPRD Medan kembali dapat melayani masyarakat. Kita berdoa agar Tuhan dapat membuka jalan bagi pemerintah untuk menselesaikan wabah Covid-19 ini," terangnya.
Antonius juga menghimbau warga agar waspada terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini dengan mengiming-imingkan akan melakukan penyiraman cairan Disinfektan namun meminta sejumlah uang kepada warga, seperti laporan yang iya terima dari konstituennya terkait masalah tersebut.
"Saya minta warga juga waspadai upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang menawarkan bantuan penyemprotan disinfektan namun meminta sejumlah uang kepada warga,"pungkas Antonius.
Keluhan lain diterima Antonius dari Pastor Paulinus Simbolon menyangkut sulitnya mencari barang bilik steril Covid-19, untuk diberikan ke panti asuhan jompo di Jalan Mongonsidi. Dia berharap Plt.Walikota Medan mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan segera mengantarkan bilik steril tersebut ke Panti Jompo Karya Kasih yang merupakan panti tertua di Kota Medan. (Rd)

Share Berita

Medan,DP News                         
Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan langsung merespon tuntutan sekaligus keresahan warga  Lingkungan I, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (30/3). Selain memberikan alat semprot dan cairan disinfekan, DKP juga memberikan masker dan vitamin bagi warga yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan  Akhir (TPA) Terjun yang selama ini khawatir terpapar Corona Virus Disease (Covid-19).
Sebelumnya, Minggu (29/3), Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi juga telah menginstruksikan dilakukan penyemprotan disinfektan di kawasan TPA Terjun. Pasalnya, menurut Akhyar sekaligus Komandan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19  di Kota Medan, kawasan TPA Terjun rentan dengan jenis kuman dan virus sehingga harus disterilkan, sehingga warga sekitar merasa lebih tenang.
Sebagai ungkapan kekhawatiran akan terpapar Covid-19, sejak pukul 07.00 WIB, puluhan warga sempat memblokir jalan  dengan menggunakan keranjang bekas dan kursi sehingga menyebabkan truk pengangkut sampah  milik DKP Kota Medan tidak dapat membuang sampah di TPA Terjun. Sebab, warga khawatir sampah-sampah  yang dalam truk diduga dapat menyebarkan Covid-19 yang sangat mencekam  tersebut.
Atas dasar itu warga minta agar seluruh truk pengangkut sampah, termasuk sampah yang dibawa harus lebih disemprot cairan disinfektan sehingga tidak dapat menimbulkan dampak negatif bagi warga ketika melintasi kawasan tempat tinggal mereka. Di samping itu warga juga minta agar bak truk yang berisi sampah ditutup dengan tenda agar taka da sampah yang berterbangan ketika melintas.
“Kami khawatir jika itu tidak dilakukan, maka sampah-sampah yang dibawa truk yang membawa virus, terutama Covid-19. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami tidak mengizinkan truk sampah melintas. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kawasan ini,” kata salah seorang warga.
Apa yang yang mejadi keluhan warga pun secepatnya disikapi. Kadis DKP Kota Medan HM Husni langsung tiba di lokasi untuk bertemu langsung dengan warga. Pertemuan dengan warga juga dihadiri Kepala BBKD & PSDM Kota Medan Muslim Harahap, tokoh masyarakat sekaligus anggota Komisi II DPRD Medan Surianto, Kapolsek dan Dan Ramil setempat. 
Dalam pertemuan tersebut, warga pun menyampaikan semua keluhan dan kekhawatiran mereka. Mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Tidak hanya permintaan masker dan penyemprotan cairan disinfektar, warga juga minta agar dilakukan penyemprotan lalat yang dianggap dapat menyebarkan virus maupun kuman. Kemudaian pembersihan parit, penyediaan sabun dan tempat cuci tangan pemberian vitamin serta pengelolaan limbah TPA dengan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap warga sekitar.
Husni pun menyikapi tuntutan warga, sebab dinilai wajar karena warga saat ini was-was dan dicekam ketakukan akan terpapar Covid-19. Namun sebelum menyahuti pemrintaan warga, Husni pun lebih dahulu memberikan pengertian tentang Covid-19, termasuk proses penyebarannya dibantu petugas puskesmas sehingga masyarakat dapat mengetahui secara jelas sekaligus dapat melakukan antisipasi.Di kesempatan itu Husni juga menyampaikan terima kasih atas sejumlah aspirasi warga, sebab sifatnya untuk kebaikan TPA Terjun seperti penguatan infrastruktur dan pengelolaan limbah. “Terima kasih atas masukannya, kami menilai ini wajar karena ada keresahan dari masyarakat menyusul dampak TPA Terjun ini. Untuk  itu kami segera melakukan perbaikan secara bertahap. Alhamdulillah, apa yang telah menjadi tuntutan warga telah kita buat menjadi satu kesepakatan dan warga pun menerimanya,” jelas Husni.
Anggota Komisi II DPRD Medan Surianto menilai, penyetopan dilakukan karena masyarakat Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir resah karena khawatir terpapar Covid-19. Sebab, mereka bermukim di sekitar TPA Terjun yang rentan akan kuman maupun virus, terutama Covid-19. Oleh karenanya kata Surianto, warga berharap agar Pemko Medan perhatian dan dapat memberikan langkah antisipasi seperti penyemprotan dan pemberian masker.
“ Di samping itu warga juga minta agar sampah yang ada dalam bak truk ditutup terpal agar tidak berjatuhan. Di samping itu juga di sekitar tempat itu disediakan watafel tempat mencuci tangan sehingga mempermudah warga untuk senantiasa menjaga kebersihan tangan. Saya rasa apa yang menjadi tuntutan warga ini wajar sebagai rasa keresahan menyusul mnyebarkan Covid-19 di Kota Medan,” ungkap Surianto.
Setelah dilakukan pertemuan, Surianto pun mengatakan warga dapat menerimamya sehingga pemblokiran jalan yang dilakukan mulai sejak pukul 07.00 WIB pun berakhir. Bersamaan itu satu persatu mobil sampah milik DKP Kota Medan pun dapat kembali melintas untuk membuang sampah menuju TPA. Surianto pun berharap agar Pemko Medan dapat  menurunkan petugas kesehatan guna memeriksa kesehatan warga sekitar. (Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga mengajak masyarakat membiasakan pola hidup bersih dan sehat guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Salah satunya membiasakan diri berjemur dengan memanfaatkan sinar matahari mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB.
“Selain anjuran pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rajin berolah raga, membiasakan diri berjemur di bawah sinar matahari pagi juga sangat dianjurkan,” kata Ihwan Ritonga lewat WhatsApp, Minggu, (29/03).
Menurut politisi Partai Gerindra ini, sinar matahari pagi yang sampai ke tubuh mengandung unsur vitamin D3 dan tidak membutuhkan biaya untuk mendapatkannya. Bahkan panasnya bisa membunuh kuman-kuman jahat dalam tubuh seiring keluarnya butiran keringat.
“Panas matahari juga bisa membunuh virus corona yang saat ini menghantui umat manusia di belahan dunia. Sebab virus corona tidak akan bertahan lama hidup di suhu tertentu. Ini bisa dilakukan di rumah,” katanya.
Ihwan berharap sinyalemen panas matahari yang terus terjadi pada beberapa hari belakangan ini merupakan isyarat dari yang Maha Kuasa kepada manusia untuk dimanfaatkan sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Mudah-mudahan cuaca panas beberapa hari ini dan ke depannya merupakan isyarat dari Tuhan menjawab doa-doa kita agar bangsa ini terhindar dari wabah corona. Jadi mari kita manfaatkan dengan membiasakan diri berjemur di bawah sinar matahari pagi,” ajaknya.
Selain berjemur, Ihwan Ritonga juga mengajak warga Medan untuk membiasakan diri berolah raga di rumah guna meningkatkan imun (kekebalan) tubuh dari virus corona.
“Dengan meningkatnya imun tubuh, virus corona tidak akan mampu menyerang,” pungkas Ihwan Ritonga. (Rd)

Share Berita


Medan,DP News
Ketua DPRD Medan Hasyim SE dorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu di Medan. Banyak warga tidak bisa mencari nafkah dan kesulitan ekonomi dikarenakan anjuran pemerintah tidak boleh keluar rumah akibat wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Kita harapkan bantuan sosial dari Pemko Medan kepada warga kurang mampu yakni pekerja harian dan supir angkot dapat terlaksana,” ujar Hasyim SE.
Dikatakan Hasyim, prohram itu sesuai himbauan Presiden RI Jokowi membetikan bantuan sosial kepada rakyat yang kesulitan ekonomi. “Anggaran untuk bantuan itu dapat bersumber dari APBD Pemko Medan. Seperti dari pos bencana alam dan kegiatan sosial lainnya,” terangnya.
Selain itu kata Hasyim, pihak swasta juga diharapkan dapat berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat. Jika ada pihak swasta yang berkeinginan memberikan bantuan dapat berkordinasi dengan Pemko Medan paling tidak dengan Kepling.
“Kita harapkan pihak swasta maupun BUMN peduli dengan kondisi kesulitan ekonomi rakyat saat ini,” sebut Hasyim.
” Kami bagian dari perwakilan rakyat siap untuk diajak kerjasama oleh Pemko Medan. Sebanyak 50 orang anggota DPRD Medan paham agar setiap wilayah pemilahan masing-masing kita harus bergerak bersama dan menyatukan strategi bersama untuk masyarakat Kota Medan yang umumnya masih banyak bekerja sebagai pekerja harian dan sektor lainnya,” ucap Hasyim.
“Kami dari DPRD Medan sangat mendukung bila Pemko Medan mengambil kebijakan untuk mengurangi beberapa pos anggaran untuk membantu masyarakat Kota Medan. Hal ini sesuai dengan maklumat dari pemerintah sendiri yang menyatakan agar pemberian bantuan bisa segera dilakukan termasuk dari APBD ,” ulang Hasyim lagi.
Sementara iu,Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST minta Pemko Medan gerak cepat mengatasi kesenjangan sosial di masyarakat akibat pemberlakuan lock down terbatas di Kota Medan. Seluruh aparat Pemko Medan mulai eselon II hingga Kepling supaya proaktif memantau situasi di lingkungan masing masing.
“Jangan sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Mari ciptakan ketenangan dan suasana kondusif. Pemko Medan saatnya merealisasikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu dampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ” ujar Sudari (foto) kepada wartawan, Sabtu (28/3).
Disampaikan Sudari, Ianya (red-DPRD Medan) siap berkordinasi bersama Pemko mencari solusi terbaik. “Saatnya Pemko membuat call centre kordinasi bersama DPRD Medan menyikapi semua ini,” pinta Sudari yang membidangi komisi kesehatan masyarakat itu.
Untuk itu, Sudari mendorong Pemko Medan bersama pemilik perusahaan dan BUMN di Medan memberikan perhatian kelancaran perekonomian dimasyarakat. “Ini masalah serius dan tidak ada yang bisa memprediksi sampai kapan,” jelasnya.(Rd)


Share Berita

Medan,DP News
Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen lancarkan aksi penyemprotan disinfektan ke rumah rumah warga daan sejumlah rumah ibadah di Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Medan Tembung, Kecamatan Medan Perjuangan dan Kecamatan Medan Timur, Minggu (29/3) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.
Sehari sebelumnya, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan di Kecamatan Medan Timur. Kegiatan cegah penyebaran virus Corona ini dijadwalkan selama tiga hari berturut-turut, sejak tanggal 28 Maret hingga tanggal 30 Maret 2020.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan ini memantau langsung ke lokasi penyemprotan disinfektan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang ada di dapilnya itu.
“Kegiatan ini dilakukan atas dasar kemanusiaan. Kita ketahui bahwa virus Corona ini sudah mengkhawatirkan,” katanya.
Lanjut Wong, diketahui bahwa pemko Medan sebelumnya telah mengeluakan aturan berupa himbauan agar untuk sementara waktu, warga masyarakat Kota Medan berdiam diri di rumah saja dan jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan.
“Tidak hanya itu saja, pemerintah juga meliburkan semua aktivitas baik sekolah, perkantoran negeri maupun swasta, dan lain sebagainya. Ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran Virus Corona di Kota Medan. Untuk masyarakat Kota Medan, saya ingatkan kembali agar jangan panik, tetap jaga kebersihan,” katanya.
Pantauan di lapangan,penyemprotan dilakukan di beberapa lokasi di rumah-rumah warga dan beberapa tempat ibadah, diantaranya Villa Jemadi Mas di Jalan Jemadi, Gereja Kristus Yesus di Jalan Thamrin, Vihara Maha Cetiya Prajna Buddhist Centre di Jalan Jambi, Komplek Aceh Baru di Jalan Cokro Aminoto, perumahan penduduk di Gang Pribadi, Masjid Al-Ikhlashiyah di Jalan Sei Kera, Gereja Mission Batak (GMB) di Jalan Penyabungan, Masjid Al-Huda di Jalan Malaka, Masjid Jami’ Sentosa di Jalan Sentosa Lama dan berlanjut melakukan peninjauan kepada penduduk yang sempat menjadi korban kebakaran di Gang Ringgit (Jalan Sentosa Lama). Kemudian, berlanjut ke perumahan Percut Permai di Jalan Ambon, rumah ibadat agama Buddha Vihara Vimala Diepa di Jalan Cokro Aminoto, Vihara Vaisali dan yang terakhir melakukan penyemprotan di Jalan Bilal gang Idris.
Kepada Wartawan, mengetahui adanya tempat ibadah (Masjid Al-Huda) yang belum dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, Wong meminta Pemko Medan harus aktif meninjau tempat-tempat ibadah untuk melakukan antisipasi penyebaran virus Corona (covid-19).
“Kepada Pemko Medan, diperhatikan lah tempat-tempat ibadah yang ada di Kota Medan ini. Karena tempat ibada harus disterilkan dengan cairan disinfektan untuk membasmi virus,” tegasnya anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan yang juga Ketua Gemabudhi Sumut dihadapan awak media.
Hal senada juga dikatakan oleh seorang pengutus masjid Al-Huda yang ada di Jalan Malaka, bahwa Pemko Medan belum pernah melakukan penyemprotan disinfektan di sekitaran masjid.
“Kami heran, penyemprotan baru kali ini dilakukan. Kemarin kami sempat berharap kepada Pemko Medan untuk melakukan penyemptotan di tempat ibadah kami, minimal sebulan sekali,” ungkap H. Syaiful Rahman Ketua BKM Masjid Al-Huda.
Disamping itu, saat menyambangi lokasi kebakaran yang ada di Jalan Sentosa Lama, beberapa masyarakat juga mengucapkan terimakasih kepada Wong Chun Sen karena telah kembali datang untuk melihat kondisi masyarakat saat adanya wabah COVID-19 melanda dunia.
“Kami ucapkan terimakasih kepada pak Wong, karena tidak lupa dengan kami. Di saat seperti ini pun datang juga memperhatikan masyarakatnya,” pungkas seorang warga. (Rd)

Share Berita


Medan,DP News       
Pemko Medan melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan terus melakukan upaya dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19). Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan di seluruh sudut Kota Medan. Kali ini, yang menjadi objek penyemprotan cairan disinfektan adalah rumah warga yang berada disekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Jalan Marelan Raya Pasar V Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan dan lokasi seputaran rumah warga Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Medan Marelan, Minggu (29/3).
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, M.Si selaku komandan Tim Gugus Tugas menginstruksikan penyemprotan pada objek ini  karena tempat pembuangan akhir sangat rentan terhadap penyebaran Virus Corona mengingat pada kawasan TPA ini banyak truk sampah yang datang dan lokasi TPA juga menjadi sumber kuman dan virus lainnya.
"Guna mencegah penyebaran virus corona lebih meluas, maka kita perlu mensterilisasikan TPA dengan melaksanakan penyemprotan disinfektan, yang dianggap sebagai tempat sumber dari segala jenis kuman, virus, polusi dan penyakit. Serta kita juga menjaga kawasan pemukiman yang ada disekitarnya agar turut steril dari virus Corona," ujar Akhyar.
Penyemprotan disinfektan ini, imbuh Akhyar, merupakan realisasi dari permintaan masyarakat sekitar TPA yang mengkhawatirkan lingkungannya terpapar virus Corona karena setiap harinya pada jalan-jalan kawasan sekitar TPA banyak berlalu lalang truk-truk sampah yang mengantarkan sampah dari seluruh penjuru Kota Medan. "Saya menerima laporan bahwa masyarakat disekitar TPA resah karena dikawasan tersebut rentan terhadap penyebaran karena truk sampah dari seluruh Kota Medan berkumpul dikawasan ini sehingga penduduk setempat khawatir virus Corona mudah menyebar," imbuh Akhyar.
Guna mendukung kegiatan penyemprotan disinfektan ini, Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan menurunkan armada berkapasitas 10 ton dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan turut menurunkan armada pemadam nya untuk melakukan penyiraman pohon. Selain itu dilokasi tersebut juga dilaksanakan pembersihan dari pihak kecamatan.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Partai Nasdem Kota Medan lakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Kelurahan Sei Agul Medan Barat. Kelurahan Sei Agul terdiri dari 16 lingkungan disemprot Desinfektan untuk mencegah penularan Virus Corona yang semakin meluas di Kota Medan saat ini. Kegiatan Penyemproran Desinfektan ini adalah atas ide dan  prakarsa bapak Antonius Devolis Tumanggor, SH anggota Fraksi Partai Nasdem Kota Medan dari Dapil I Kota Medan yang merupakan putra aasli Sei Agul Kota Medan.
Kepedulian anggota dewan Antonius disambut hangat  Kepling 8 Burhanudin. Menurut bapak Burhanudin yang sudah 19 tahun mejabat sebagai Kepling 8 di Kelurahan Sei Agul ini bersama masyarakat yang tinggal di wilayah Kelurahan Sei Agul sangat menyambut baik kegiatan ini dan hendaknya kegiatan yang dilakukan oleh bapak Antonius D. Tumanggor ini hendaknya dapat  berkelanjutan tidak hanya sekali ini sehingga dapat memutus bahaya virus corona secara tuntas dan menyeluruh.
Penyemprotan Desinfektan ini direncanakan dengan persiapan yang sangat matang bersama Team Sopo Restorasi  dan  Afif Abdillah, SE anggota DPRD Fraksi Partai Nasdem Kota Medan dengan Ketua DPW Partai Nasdem Sumatera Utara Iskandar, ST, dan didukung oleh Muspika Kecamatan Medan Barat dan Kelurahan Sei Agul.Dalam arahannya Antonius Devolis Tumanggor, SH dan Afif Abdillah, SE mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan ini adalah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Partai Nasdem dalam membrantas penyebaran Virus Corona yang semakin hari semakin meluas ditengah-tengah masyarakat dan kita harus nendukung sepenuhnya program pemerintah Kota Medan dalam upaya pembrantasan penyebaran virus corona ini.  Afif menambahkan, hendaknya pemerintah Kota Medan melakukan perencanaan yang terstruktur dan sistematis agar penanganan dampak virus corona ini benar-benar dapat ditangani secara tepat karena kita ini baru tahap belajar terhadap sifat-sifat virus ini dan kita sendiri belum tahu kapan situasi ini akan berakhir, juga hendaknya Plt. Walikota Medan dapat lebih bijaksana dalam penggunaan anggaran yang ada untuk mendahulukan mengatasi persoalan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat kecil akibat dampak virus corona yang melanda kota medan saat ini.(Hot/Rd)

Share Berita


Untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Medan, dalam memaksimalkan penanganan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19), dalam waktu dekat ini, seluruh pimpinan DPRD Medan (Legislatif) akan menggelar rapat koordinasi dengan Pemko Medan.Dalam rapat koordinasi tersebut nantinya akan fokus membahas pokok-pokok pelaksanaan penanganan pencegahan Virus Corona (Covid-19), dan anggaran yang dibutuhkan dalam memaksimalkan kegiatan tersebut.”Karena ini namanya sudah wabah dan ditakuti dapat menulari dan membunuh banyak orang, maka nantinya jika perlu kita akan usulkan kepada ketua DPRD kota Medan, bersama pimpinan DPRD lainnya, agar pos-pos anggaran yang tidak begitu perlu atau dinilai mubazir dialihkan saja untuk membantu masyarakat kota Medan yang terdampak virus Corona (Covid-19) khususnya para pekerja parrau waktu ( kerja pagi buat makan besok),” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H.Ihwan Ritonga, SE.,MM, Sabtu (28/3) melalui pesan WhatsAppsnya.Dikatakannya,dampak wabah virus Coronavirus, mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yakni menghimbau seluruh warga masyarakat untuk meliburkan diri dan berdiam diri di dalam rumah saja, termasuk meliburkan semua kegiatan kantor baik negeri dan swasta, mall, tempat hiburan, tempat wisata, dan lainnya yang tujuannya untuk memperkecil penyebaran wabah virus Covid19.“Namun bagaimana dengan saudara-saudara kita yang bekerja pagi buat makan besok, dimana, masih banyak warga Kota Medan yang bekerja mandiri atau paruwaktu seperti, Ojek Online ( Ojol ), penarik becak, pekerja bangunan, supir angkot, pembantu rumah tangga, dan pekerja harian lepas dan sebagainya, inilah yang juga perlu kita fikirkan,”ujar Politisi dari Partai Gerindra Medan ini.Lebih lanjut tambah Ihwan lagi, selaku wakil rakyat, dirinya juga berupaya dengan berkoordinasi kepada pimpinan DPRD lainnya dan pemko Medan bagaimana solusi dan langkah cepat yang terbaik, agar penularan virus Covid-19 segera dapat diatasi dan seluruh aktivitas warga masyarakat kota Medan dapat kembali normal.” Sambil memanjatkan doa kepada Allah  SWT, agar pemerintah diberikan jalan keluar menuntaskan masalah ini, dan sambil bertindak cepat memutus matarantai penyebaran Coronavirus(Covid-19). Saya juga menghimbau agar warga Kota Medan tetap mengikuti himabauan pemerintah agar sementara melakukan aktivitas dirumah saja, menunggu kondisi kota Medan aman,” sebutnya.Senada dengan Ihwan Ritonga, anggota DPRD Medan yang juga Politisi dari Partai Gerindra, Dame Duma Sari Hutagalung berharap ada kebijakan pemko Medan bagi warga masyarakat Medan yang dibawah hidup kemiskinan, dampak himbauan pemerintah untuk merumahkan diri sementara waktu.”Kita juga prihatin melihat saudara-saudara kita yang saat ini mengeluh ekonomi lantaran tidak bisa bekerja akibat ketakutan wabah virus corona, sementara kebutuhan mereka harus ada setiap harinya, inilah yang mendorong kiranya pemko Medan bisa juga memikirkan dampak ekonomi masyarakat kecil yang bekerja mandiri cari makan pagi buat esok hari,” terang Duma.Kalau perlu, lanjut Duma, pos anggaran kegiatan anggota Dewan seperti Sosper dan Reses dirubah dan dialihkan untuk membantu warga miskin yang membutuhkan akibat dampak dari virus Corona-19.(Rd)

Share Berita


Medan,DP News
Partai Nasdem Medan lakukan aksi  antisipasi penyebaran virus Corona (covid-19) yang dipimpin Afif Abdillah ( Ketua Nasdem Medan), Zainal Abidin,SH.,MH (Sekretaris), Antonius Tumanggor ( Wakil Ketua Fraksi NasDem/anggota DPRD Medan) dan T Edriansyah Rendy (anggota DPRD Medan) dengan menyemprot beberapa ruas jalan di wilayah Kota Medan dengan menggunakan disinfektan.
Titik kumpul di Sopo Restorasi Jalan Msjid Kelurahan Sei gul Medan Barat,penyemprotan cairan kimia pembunuh kuman tersebut disiram dengan menggunakan satu unit pemadam kebakaran bermuatan 10 ton milik Pemko Medan. Sabtu (28/3).
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan yang sekaligus Ketua Partai NasDem Kota Medan, Afif Abdillah pada kesempatan itu menyebutkan, yang mereka buat saat ini adalah langkah awal untuk membasmi pusat penularan virus Corona (Covid-19) yang di kawatirkan dapat menyebar ke seluruh masyarakat di Kota Medan. Sebab, lanjut Afif, jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan yang positif terpapar Covid19 terus bertambah.
” Dalam hal ini, kami dari partai Nasdem Kota Medan, berharap, penyemprotan cairan disinfektan ke lokasi badan jalan seperti di Kelurahan Sei Agul dan sekitarnya di wilayah Kecamatan Medan Barat, Kecamatan Medan Area dan Kecamatan Medan Denai, dapat membunuh habis virus Corona (Covid19). Sehingga masyarakat Kota Medan dapat kembali beraktivitas seperti biasa mencari nafkah untuk membutuhi kebutuhan keluarga,” bilang Afif.
Disampaikan Anak mantan Walikota Medan, Abdillah ini, dampak dari himbauan pemerintah untuk mengisolasi diri di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas diluar rumah menjadi berdampak terhadap kehidupan perekonomian masyarakat yang kesehariannya bekerja pagi untuk kebutuhan besok.
” Untuk itu, usai ini, ke depan,Partai NasDem akan membuka posko-posko yang bisa memberikan masyarakat Disinfektan secara gratis. Dan ini diharapkan mampu mempercepat pemusnahan virus Covid19 dan aktivitas masyarakat dalam bekerja membantu perekonomian nya dapat berjalan normal,”sebut anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan ini sambil menyarankan bagi warga Kota Medan agar tetap banyak berdiam diri di dalam rumah, menghindari keramaian dan menjaga stamina dan asupan gizi.
Sementara itu, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos yang juga Ketua Sopo Restorasi menyampaikan ucapan terimakasih atas kesiapan Perugas Damkar Pemko Medan dalam membantu mereka menyemprotkan cairan disinfektan di Kelurahan Karya Sei Agul, Kecamatan Medan Barat dan beberapa daerah lainnya di Kota Medan. Antonius juga berterimakasih kepada Kapolsek Medan Barat, dan jajaran yang turut mensuport kegiatan sosial dari Partai NasDem Kota Medan tersebut.
” Saya juga ucapkan terimakasih kepada Ketua Partai Nasdem Kota Medan, Abgda, Afif Abdillah yang turut membantu kegiatan sosial penyemprotan cairan Disinfektan ke daerah Karya Sei Agul Kecamatan Medan, juga Sekjen Zainal Abidin, dan seluruh pendukung dan simpatisan partai NasDem serta anggota Sopo Restorasi yang selalu setia,”ujar Antonius.
Diharapkan, sambung Antonius, seluruh warga Medan segera dapat terbebas dari bahaya virus corona (Covid19) dan segala aktivitas kembali dapat berjalan normal.
Pada kesempatan itu pula, Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdal Junaidi, melalui Kanit Binmas Riko Sihotang, mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh partai NasDem tersebut sangatlah membantu masyarakat dalam memerangi penyebaran Virus Corona yang sedang mewabah.
“Momen yang bagus ini sangat bermanfaat bagi kita semua, terutama dalam mencegah perkembangan virus Covid19 yang sudah mengancam jiwa ini. Kita berharap penyemprotan cairan Disinfektan mampu menurunkan dan bahkan membasmi virus Covid19 sampai ke akar-akarnya. Bagi warga masyarakat mari untuk melaksanakan himbauan dari pemerintah jaga kesehatan dan kebersihan, percayakan permasalahan ini di kerjakan oleh mereka yang sudah dibekali kemampuan untuk menuntaskan wabah ini,”terangnya.
Sebelum penyemprotan cairan disinfektan di mulai, seorang tokoh agama setempat mengajak seluruh yang hadir untuk berdoa secara agama Islam dan dilanjutkan sesuai ajaran agama Kristen.(Rd)

Share Berita


Medan,DP News                     
Penutupuan sejumlah ruas jalan makin menambah sunyi dan lengang di Kota Medan.Selain memang hari Sabtu,Ribuan personil yang terdiri dari unsur Dinas yang kantor pemerintahan tutup,kegiatan keramaian pun berupa pesta tidak dilakukan lagi. Meski demikian,masih saja ada warga yang beraktifitas dan lalu lalang di jalanan walaau jumlaahnyaa ssudah terbats.
Perhubungan (Dishub) Kota Medan, unsur TNI/Polri serta unsur forkopimda lainnya mengikuti Apel Penutupan Sejumlah Ruas Jalan yang ada di Kota Medan di Jalan Bukit Barisan, Sabtu (28/3) Pagi. Penutupan ini dilakukan untuk mengurangi aktivitas warga di luar rumah demi mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).
Apel yang dipimpin Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Eddizon Isir SIK MTC, serta Komandan Distrik Militer (Dandim) 0201/BS Medan Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga SSos. Selain itu, juga dihadiri Kasatlantas Polrestabes Medan Kompol M Reza Chairul.
Adapun ruas jalan yang ditutup yakni Jalan SM Raja simpang Sakti Lubis, Brigjen Katamso simpang Al-Falah. Kemudian Jalan Brigjen Katamso simpang Sakti Lubis, Jalan Setia Budi simpang Dr Mansyur dan Jalan Gatoto Subroto simpang Kapten Muslim. Lalu Jalan Sunggal simpang Sei Batang Hari, Jalan Yos Sudarso simpang H Adam Malik hingga simpang H Amir Hamzah, Jalan Gaharu simpang Perintis Kemerdekaan hingga simpang Jalan Timor serta Jalan Sutomo simpang H M Yamin.
Penutupan jalan tersebut diberlakukan mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. Adapun waktu penutupannya, pada pagi hari dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB dan pada malam hari di mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB. Penutupan berlaku sampai ada pencabutan lebih lanjut, melihat perkembangan dan situasi Kota Medan.
Dikatakan Iswar, hal ini dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut dari Kapolrestabes Medan demi menciptakan kamtibmas di Kota Medan serta hasil dari rapat koordinasi yang dilakukan Dishub Kota Medan dengan Satlantas Polrestabes Medan dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) di Kantor Satlantas, Jumat (27/3) lalu.
"Penutupan itu merupakan hasil keputusan bersama Satlantas Polrestabes Medan, Dishub Kota Medan dan jajaran terkait, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Kepada masyarakat mohon memperhatikan jam dan lokasi penutupan jalan ini. Kami harap masyarakat dapat memakluminya,” kata Iswar.
Selanjutnya Iswar berharap dengan adanya beberapa ruas jalan yang ditutup ini dapat mengurangi mobilitas masyarakat sehingga masyarakat dapat berdiam diri di rumah, kecuali memiliki kepentingan tertentu yang sangat penting dan atas izin yang diberikan oleh petugas, baru mereka diperbolehkan untuk melewati jalan tersebut.
"Yang boleh melintasi jalan tersebut hanya orang yang memiliki kepentingan, misalnya dia tinggal dan bekerja diwilayah tersebut serta ambulans atau keadaan darurat lainnya. Jika tidak memiliki kepentingan silahkan dialihkan ketempat yang lain. Hal ini merupakan salah satu upaya yang harus kita lakukan dengan menerapkan sistem social distancing dan physical distancing," jelas Iswar.
Maka dari itu, Iswar mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang tidak memiliki kepentingan yang sangat penting agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah. "Kita harus tegas, virus corona ini bukan main-main. Ayo bantu pemerintah bersama melawan wabah virus corona ini," imbaunya.
Untuk sementara waktu, tambah Iswar, masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah sampai kondisi Kota Medan kondusif seperti biasa. Penutupan disejumlah jalan ini merupakan salah satu langkah Local lockdown. Hal tersebut dilakukan agar dapat membatasi aktivitas keluar dan masuk ke pusat Kota Medan sehingga penyebaran virus corona dapat diminimalisir.
"Masyarakat diharapkan taat akan adanya local lockdown ini karena demi kepentingan semua. Dan diharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetap dirumah guna meminimalisir terjangkit dari wabah virus corona," tambahnya.(hot/Rd)

Share Berita

di Medan,DP News           
Mengantisipasi merebaknya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan akan melakukan penutupan beberasa ruas jalan di Kota Medan. Diharapkan, langkah ini dapat menekan angka mobilitas masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.
Hal ini terungkap lewat rapat koordinasi Dishub Kota Medan dengan Satlantas Polrestabes Medan dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) di Kantor Satlantas, Jumat (27/3). Selain itu, rapat yang diikuti Kadishub Kota Medan Iswar Lubis tersebut merupakan bentuk tindaklanjut dari Kapolrestabes Medan demi menciptakan kamtibmas di Kota Medan.
Adapun ruas jalan yang akan ditutup yakni Jalan SM Raja simpang Sakti Lubis, Brigjen Katamso simpang Al-Falah. Kemudian Jalan Brigjen Katamso simpang Sakti Lubis, Jamin Ginting simpang Dr Mansyur dan Jalan Gatoto Subroto simpang Kapten Muslim. Lalu Jalan Sunggal simpang Sei Batang Hari, Jalan Yos Sudarso simpang H Adam Malik hingga simpang H Amir Hamzah, Jalan Gaharu simpang Perintis Kemerdekaan hingga simpang Jalan Timor serta Jalan Sutomo simpang H M Yamin.
Dikatakan Iswar penutupan jalan akan mulai diberlakukan Sabtu (28/3) esok. Adapun waktu penutupannya pagi dari jam 09.00 WIB s/d 15.00 WIB dan malam mulai jam 19.00 WIB s/d 23.00 WIB. Melalui ini, Iswar berharap dapat mengedukasi masyarakat untuk mengurangi aktifitas luar rumah seperti jalan-jalan atau berkumpul di suatu tempat.
"Kita berharap dengan diberlakukannya penutupan beberap ruas jalan ini, masyarakat dapat menahan diri untuk berdiam di rumah. Terlebih jika tujuannya tidak terlalu penting atau mendesak. Langkah ini kita ambil untuk mencegah penularan Covid-19 sekaligus memutus rantai penyebarannya," kata Iswar.
Namun bilang Iswar, ada pengecualian bagi warga yang benar-benar memiliki kepentingan dari dan menuju ruas jalan tersebut. Hal itu misalnya seperti akses jalan ke kantor, ke rumah warga atau tempat untuk membeli kebutuhan pokok yang ada di lokasi tersebut.
"Untuk kepentingan tertentu, akan tetap kita beri akses bagi warga. Upaya ini kita lakukan sekadar memberi edukasi secara psikologis agar masyarakat tidak melakukan aktifitas dan perjalanan yang tidak bermanfaat di luar rumah. Kami harap warga dapat memakluminya dan bersifat kooperatif," harapnya. (hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                   
Masa belajar di rumah bagi siswa di Kota Medan akhirnya diperpanjang hingga 29 Mei mendatang dari sebelumnya 30 Maret.Dalam rangka mengantisipasi dan upaya preventif menyikapi penyebaran  Corona Virus Disease (Covid 19), serta menjaga sekaligus melindungi masyarakat Kota Medan dari virus berbahaya tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi kembali mengeluarkan Surat Edaran No.443/2762 tanggal 27 Maret 2020 tentang Antisipasi Penyebaran Lebih Luas Covid 19 di Kota Medan kepada seluruh institusi pendidikan yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara.
Dalam surat edaran tersebut, Akhyar memperpanjang kembali program belajar mandiri dari rumah bagi para pelajar SD dan SMP yang berada di wilayah Kota Medan. Perpanjangan itu dilakukan guna mengantisipasi agar penyebaran virus Covid 19 tidak semakin meluas dan masif di Kota Medan.
Di surat edaran itu, Akhyar menginstrukan kepada seluruh Satuan Pendidikan yang ada di wilayah Kota Medan untuk tetap melakukan pembelajaran dengan sistem daring/online dengan menggunakan Whatsapp/Group, rumah belajar, ruang guru atau jenis pembelajaran online lainnya sampai 29 Mei 2020.
"Saya berharap agar perpanjangan masa belajar dari rumah ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para siswa. Saya minta kepada guru dan orang tua dapat mengawasinya dengan sebaik-baiknya agar berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas di Kota Medan yang kita cintai bersama," kata Akhyar.
Kepada Satuan Pendidikan, pendidik serta tenaga kependidikan, Akhyar selanjutnya meminta agar tetap melaksanakan tugas work from home sampai tanggal 29 Mei 2020. Akhyar juga berharap agar para guru dapat mengoptimalkan kegiatan pembelajaran daring/online dan melaporkan secara berkala kepada kepala sekolah dan pengawas.
Terakhir dalam surat edaran tersebut, Akhyar tak lupa berpesan kepada seluruh orang tua siswa untuk tetap senantiasa menjaga dan mengawasi anaknya di rumah agar tidak keluar rumah apabila tidak ada kepentingan yang sangat mendesak dan tetap belajar di rumah.
"Besar harapan saya agar kiranya seluruh orang tua dapat ikut mengawasi agar anak-anaknya menaati aturan ini. Sebab, program belajar dari rumah ini dilakukan demi  keselamatan kita bersama dan upaya kita melindungi anak-anak kita yang merupakan generasi bangsa, sekaligus penerus estafet pembangunan," harapnya.(Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Mengingat makin mewabahnya Virus Corona,terhitung sejak,26 - 31 Maret 2020, sebanyak 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di gedung Sekretariat DPRD Kota Medan melaksanakan tugas kedinasan di rumah (Work From Home). Hal ini sesuai Surat Perintah Tugas Nomor 800/4066 yang dikeluarkan oleh Sekretaris DPRD Kota Medan, Drs.Abd.Azis, Tanggal 24 Maret 2020.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dewan DPRD Kota Medan, Drs.Abd.Azis membenarkan hal tersebut.
”Kita bukan meliburkan namun pegawai tetap bekerja di rumah mereka masing-masing dan melaporkan tugas-tugas mereka dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi atau melalui media elektronik yang tersedia (TNDE, SIMPEG, WhatsApp, E-mail, dan lain-lain). Hal tersebut merunut surat Edaran yang dikeluarkan Walikota Medan Nomor 800/486 Tanggal 24 Maret 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN di lingkungan pemerintah Kota Medan dan Surat Edaran Walikota Medan Nomor 800/487 Tanggal 24 Maret 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) terhadap Aparatur Sipil Negara pada Pemerintahan Kota Medan,” ujar Mantan Kadispora Kota Medan ini melalui isi WhatsApp pribadinya, Kamis (26/3).
Namun Abd.Azis juga menjelaskan selain ke-55 ASN yang di tugas dinaskan di rumah, ada 5 pejabat di sekretaris DPRD Medan yang tetap menjalankan tugas dinas di kantor DPRD Medan, antara lain Drs.Abd.Azis (Sekretaris DPRD Medan), Drs.Andi Syukur Harahap (Kabag Umum), Drs.Hj.Yuslizar Usman. SE.,M.Si (Kabag Fasilitasi Anggaran & Pengawasan), Hj.Alida.,SH.,Mhum (Kabag Persidangan & Per UU) dan Erisda Hutasoit, SE.,M.S.P (Kabag Program & Keuangan).
Sebelumnya, seluruh ruangan di Gedung DPRD Kota Medan telah dilakukan penyemprotan disinfektan guna mengantisipasi adanya virus corona di sekitar gedung dewan.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Warga Kota Medan sangat kesulitan mendapatkan masker dan hand sanitizer dan sendainyaun ada harganya ‘selangit’.Melihat kondisi ini,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mempertanyakan fungsi pengawasan Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perdagangan atas kelangkaan masker dan hand sanitizer di Kota Medan. Padahal, kedua alat itu sangat dibutuhkan masyarakat guna mencegah penyebaran wabah Covid-19.
“Saat ini, masyarakat sangat membutuhkan kedua benda itu, tapi faktanya kedua barang itu sekarang sangat langka di pasaran. Hampir semua apotik ataupun mini market di Kota Medan tak lagi punya masker dan hand sanitizer untuk dijual,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan, T Edriansyah Rendy), kepada wartawan di Medan, Kamis (26/3).
Sesuai anjuran pemerintah, kata Rendy, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker jika memang harus keluar rumah untuk hal yang sangat penting.
Begitu juga dengan perilaku hidup bersih dengan selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setiap kali memegang benda di tempat umum maupun melakukan kontak fisik secara langsung dengan orang lain. “Tapi, kedua benda itu yang sekarang langka dan mahal di Kota Medan,” katanya.
Apalagi, sebut Rendy, Pemerintah Kota Medan telah menetapkan status siaga darurat atas wabah Covid-19 lebih dari sepekan. Bahkan, katanya, pemerintah juga telah mengambil sejumlah kebijakan untuk mencegah penyebarannya, mulai dari merumahkan siswa sekolah hingga para ASN di jajaran Pemko Medan.
“Nah, kalau kedua barang itu sekarang langka dan mahal, apa yang bisa dibuat masyarakat jika memang harus keluar rumah. Diimbau pakai masker, diimbau pakai hand sanitizer, tapi barangnya sulit ditemukan di pasaran. Lantas dimana peran Dinas Perdagangan, dimana fungsi pengawasannya terhadap ketersediaan barang-barang itu di Kota Medan,” tanya Sekretaris Fraksi Partai NasDem ini.
Langkanya masker dan hand sanitizer itu, sambung Rendy, turut mendongkrak harga kedua barang tersebut melambung tinggi. “Kalaupun ada, harganya tidak masuk akal. Hand sanitizer yang tadinya di kisaran Rp20ribuan, kini harganya lebih dari Rp70 ribu. Masker yang normalnya Rp30 ribu per kotak sekarang paling murah Rp300 ribu per kotak atau naik 10 kali lipat. Ini luar biasa,” ujarnya.
Untuk itu, pinta lanjut Rendy, Dinas Perdagangan harus mengambil perannya. Sebab, saat ini semua OPD sedang bekerja keras dalam membantu pemerintah guna mencegah penanggulangan Covid-19 di Kota Medan.
“Dinas Ketahanan Pangan sudah sibuk memproduksi hand sanitizer, Dinas Kesehatan sibuk menyiapkan penanggulangan bersama dengan Puskesmas-puskesmas, Dinas PKPPR dan OPD lainnya sibuk membuat westafel untuk mencuci tangan di tempat umum, BPBD dan kecamatan sibuk melakukan penyemprotan desinfektan. Nah, sekarang Dinas Perdagangan juga harus mengambil perannya, kontrol ketersediaan masker dan hand sanitizer di Kota Medan,” ungkapnya.
Politisi asal Dapil II ini juga meminta agar Pemerintah Kota Medan menindak tegas oknum-oknum penimbun masker dan hand sanitizer di Kota Medan.
“Dinas Perdagangan bersama tim bisa melakukan sidak-sidak kepada oknum-oknum penimbun barang-barang itu. Tak hanya soal hand sanitizer serta masker, Dinas Perdagangan juga harus bisa menjaga kekondusifan alur perdagangan di Kota Medan,” pungkasnya.(Rd)

Share Berita


Medan,DP News                       
Pemko Medan terus bekerja keras untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di Kota Medan. Rabu (25/3), Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi kembali menurunkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota yang juga selaku Team Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Kali ini, penyemprotan difokuskan di 21 pasar tradisional yang ada di Kota Medan .
Dipilihnya pasar sebagai lokasi penyemprotan cairan disinfektan, karena setiap harinya dipenuhi para pengunjung untuk melakukan transaksi jual beli. Dengan penyemprotan yang dilakukan tersebut, diharapkan Virus Corona tidak menyebar luas di 21 pasar tradisional tersebut, sehingga masyarakat dan pedagang dapat merasa tenang dan nyaman.
Adapun 21 pasar tradisionil yang disemprot itu yakni Pusat Pasar Medan, Pasar Sambu, Pasar  Sambas, Pasar Kemiri, Pasar  Bakti, Pasar Halat Pasar Sukaramai, Pasar Kampung Baru, Pasar Kuala Bekala, Pasar Simalingkar, Pasar  Induk Laucih, Pasar Padang Bulan, Pasar Muaratakus, Pasar Sei Sikambing, Pasar Petisah Tahap 1, Pasar Petisah Tahap 2, Pasar Kampung Lalang, Pasar Sunggal, Pasar Helvetia, Pasar Glugur dan Pasar Sentosa Baru.
Dalam melakukan penyemprotan cairan disinfektan ini, BPBD Kota Medan yang menurunkan 69 orang personel dibantu petugas Kodim 0201/BS, Babinsa sebanyak 30 personil,  Polrestabes Medan sebanyak 30 personil. Selain itu Satpol PP Kota Medan juga menerjunkan personilnya sebanyak 28 personil, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan dan PD Pasar Kota Medan.
Sebelum penyemprotan dilakukan, seluruh personel lebih  dulu mengikuti apel gabungan di halaman kantor BPBD Kota Medan dipimpin langsung Kepala BPBD Kota Medan H Arjuna Sembiring didampingi  Pasiter Kodim 0201/BS Medan Kapten Inf R Sembiring dan Kabag Ops Polrestabes Medan. Dalam apel itu Arjuna pun memberikan sejumlah arahan agar penyemprotan yang dilaksanakan berjalan lancar dan mampu memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Usai apel, seluruh personel pun bergerak menuju pasar yang telah ditetapkan. Dengan mengenakan pakaian pelindung warna kuning dan mengenakan topi serta masker, penyemprotan pun dimulai setelah pasar lebih dulu dikosongkan sejenak. Seluruh ruangan pasar tak ada yang luput dari penyemprotan cairan disipektan tersebut.
Kepala BPBD Kota Medan H Arjuna Sembiring mengatakan, penyemprotan dilakukan menindaklanjuti instruksi Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi. "Bapak Plt Wali Kota minta agar penyemprotan cairan disinfektan harus terus dilakukan, terutama tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang seperti pasar ini sebagai upaya pencegahan dan menekan jumlah menyebarluasnya Virus Corona di Kota Medan," kata Arjuna.(Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H.Ikhwan Ritonga, SE.,MM mendorong Pemko Medan untuk terus melakukan langka-langkah dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Medan.Terlebih  lagi dalam pencegahan virus Covid-19 tersebut di lingkungan kerja SKPD masing-masing. Selain itu, dalam mengantisipasi penyebaran Visur Corona (Covid-19) agar tidak lebih meluas lagi ditengah-tengah masyarakat Kota Medan, Pemko Medan diharapkan dapat menggerakkan seluruh perangkat kelurahan, mulai dari kepala Lingkungan, Kelurahan hingga Kecamatan di wilayah masing-masing untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan sabun atau Hand Sanitizer sebelum dan setelah melakukan aktivitas.
 ”Kita mendorong pemerintah Kota Medan, untuk lebih siaga dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 yang telah menyebar masuk ke Kota Medan. Selain itu, Pemko Medan diharapkan juga agar terus melakukan penyemprotan Disinfektan seperti ke rumah-rumah Ibadah, Sekolah-Sekolah, perkantoran baik milik pemerintah dan swasta, rumah-rumah penduduk, temasuk tempat-tempat lokasi keramaian dan mall karena dengan begitu, diharapkan penyebaran virus Corona ini dapat terminimalisir sejak dini dan cepat,” ucap Ihwan Ritonga, Rabu (25/3).
Ihwan Ritonga juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Medan terutama warga di Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Medan Area, Medan Kota, Medan Amplas dan Medan Denai untuk menunda sementara bepergian keluar rumah atau tidak mengikuti kegiatan yang menghadirkan banyak massa. Karena, penyebaran Virus Corona akan semakin cepat bila masyarakat tidak mengindahkan peraturan yang telah dikeluarkan baik oleh pemerintah.
”Obat yang paling  manjur untuk menangkal terkena virus Corona adalah dengan tetap menjaga kebersihan diri sendiri, dan mengikuti himbauan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Hindari untuk keluar rumah sementara ini jika tidak terlalu penting, bagi pekerja paruh waktu, agar tetap memakai alat pelindung diri, menjaga stamina dan mengkonumsi makanan bergizi dan minum vitamin,  hindari juga kontak fisik sementara dengan orang lain,” ujar Ketua TIDAR Sumut ini.
Ihwan juga mengusulkan selama meliburkan aktivitas, pemerintah Kota Medan sebaiknya menyediakan alat pelindung diri (APD) khususnya bagi para petugas kebersihan, sebab, meski aktivitas libur, namun kebersihan lingkungan seperti penyapu jalan dan pengangkut sampah tetap melakukan aktivitasnya.
“Saya yakin kita mampu melawan virus Corona ini, jika kita tetap memgikuti anjuran pemerintah dan selalu menjaga kebersihan diri,”terangnya.
Stok Masker dan Hand Sanitizer
Politisi dari Partai Gerindra Kota Medan ini juga meminta pemerintah kota Medan mampu menjaga ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan Hand Sanitizer yang belakangan ini sangat langkah ditemukan oleh masyarakat.
Selain itu, Ihwan juga menghimbau agar Pemko Medan selalu tetap mengawasi aktivitas masyarakat yang ada diluar rumah dan mengawasi agar tidak terjadi penimbunan sembako oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
” Kita minta juga pemko tetap mengawasi aktivitas masyarakat yang melakukan penimbunan Sembako dampak dari ketakutan wabah virus Corona dan bagi para pedagang tidak menaikkan harga dagangan dengan sesuka hati,”ujarnya.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Komisi II DPRD Medan dalam kunjungan ke lapangannya,menemuan pembuangan air limbah perusahaan ke saluran parit yang menimbulkaan keresahan di kalangan wargaa sekitar.Ketua Komisi II DPRD Medan H Aulia Rachman SE minta Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan memberikan sanksi tegas kepada pemilik perusahaan PT IKAINDO yang membuang limbah cair sembarangan ke pemukiman warga. BLH diminta segera menindaklanjuti temuan dewan yang terbukti pihak perusahaan tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
“Kita sangat menyayangkan pihak perusahaan PT IKAINDO yang tidak memenuhi aturan seperti dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL). BLH harus proaktif menindaklanjuti agar perusahaan memenuhi peraturan,” ujar Aulia Rachman (foto) kepada wartawan di gedung DPRD Medan, Selasa (24/3).
Pada hal kata Aulia Rachman asal politisi Gerindra itu, PT IKAINDO selaku perusahaan yang memproduksi karbon menghasilkan limbah yang sangat berbahaya. “Kita temukan limbah dibuang ke parit warga sehingga parit menjadi dangkal,” ujar Aulia.
Bahkan kata Aulia Rachman, saat Ketua Komisi II DPRD Medan meninjau bersama Wakil Ketua Komisi Sudari ST dan anggota Modesta Marpaung, Surianto (Butong), Janses Simbolon didampingi staf komisi II melakukan kunjungan kerja ke PT IKAINDO Jl.Kol.Yos Sudarso Medan, Senin (23/3). Dewan juga menerima laporan masyarakat, limbah perusahaan sangat meresahkan masyarakat sekitar.
Parahnya, ketika hujan turun, saluran parit tidak mengalir lancar. Bahkan air parit yang dipenuhi limbah meluber ke dalam rumah warga. Kondisi parit tidak pernah dibersihkan dan sudah berlangsung lama namun tidak ada pengawasan dari instansi terkait.
Bukan itu saja tambah Aulia Racman, pihak PT IKAINDO juga dituding melanggar ketentuan SOP terhadap karyawan yang tidak menggunakan alat kerja yang benar. Akibat kelalaian perusahaan dikuatirkan berdampak.buruk bagi keselamatan dan kesehatan karyawan.
Ditegaskan Aulia Rachman, jika pihak perusahaan tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku. BLH Kota Medan diminta supaya melaporkan pihak perusahaan ke penegakan hukum dan lingkungan hidup. “Kita mendorong supaya BLH melaporkan perusahaan yang melanggar hukum,” tegas Aulia Rachman. (Rd)

Share Berita


Medan,DP News                       
Pemko Medan siap mendukung penuh Polrestabes Medan dalam terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di Kota Medan, termasuk antisipasi gangguan yang terjadi terkait penyebaran virus Corona (Covid 19) serta antisipasi terjadinya perkelahian antar pelajar pasca selesainya Ujian Nasional (UN).
Dukungan ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan dan Plt Kadis Pendidikan Masrul Badri ketika menghadiri rapat koordinasi bersama dengan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizon Isir di Mapolrestabes Medan, Selasa (24/3).
Dalam rapat yang juga dihadiri perwakilan dari  Kodim 0201/BS, Dinas Pendidikan Sumut, Dinas Pendidikan Deli Serdang, Dinas Kominfo Kota Medan, Kapolrestabes menjelaskan, tujuan rapat koordinasi dilakukan untuk mensinkronkan sekaligus mencari pola dan metoda yang dilakukan, sehingga usai UN nanti para siswa tidak bergerombol maupun melakukan konvoi.
Apalagi saat ini, jelas Kapolrestabes, musibah virus Corona  tengah terjadi sehingga untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, maka masyarakat pun diminta untuk mengurangi aktifititas di luar rumah. Itu sebabnya aksi konvoi  maupun coret-coret baju yang selama ini selalu dilakukan pasca selesai UN harus dihentikan.
Oleh karenanya melalui rapat koordinasi ini, Kapolrestabes sangat mengharapkan masukan-masukan dari seluruh peserta rapat koordinasi sehingga dapat ditetapkan pola maupun metoda yang akan diterapkan untuk mengatasinya. Sebagai contoh, Kapolrestabes minta agar para siswa tidak diperkenankan langsung pulang selesai UN.
“Siap ujian diupayakan siswa tidak langsung pulang dan diberikan penjelasan tentang virus corona dan proses penyebaran. Dengan demikian para siswa akan memiliki pemahaman yang jelas, sehingga mereka tidak berkumpul maupun melakukan aksi konvoi. Selain mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan, para pelajar juga dikhawatirkan tawuran,” kata kapolrestabes.
Selanjutnya, Kapolrestabes juga berharap agar Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolres Deli Serdang melarang siswa-siswa yang berada di wilayah hukumnya agar tidak memasuki Kota Medan. Hal itu penting dilakukan sebagai  antisipasi mencegah semakin banyaknya siswa yang berkumpul maupun berkonvoi.
Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan mengusulkan, agar pihak sekolah tidak memperbolehkan para siswa langsung pulang usai UN sampai sore hari. Selama berada di sekolah, Sofyan minta pihak sekolah membuat sejumlah kegiatan untuk diikuti para siswa. Para siswa baru diperbolehkan pulang, jelasnya, setelah orang tua datang menjemput.
"Tanpa dijemput orang tua, siswa tidak diperkenankan  keluar dari sekolah. Alhamdulillah, upaya ini sangat efektif untuk mencegah siswa bergerombol dan melakukan konvoi untuk meluapkan euphoria setelah selesai ujian,” jelas Sofyan.
Sedangkan Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Masrul Badri, mengatakan Dinas Pendidikan Kota Medan sipa mendukung keinginan Kapolrestabes Medan. Namun untuk pelaksanaa UN siswa SD & SMP yang kini menjadi wewenang Dinas Pendidikan yang dijadwalkan  pada 20-23 April mendatang, kata Masrul,  masih menunggu kesepakatn Menteri Pendidikan dan DPR RI.
“Kemungkinan UN yang akan diikuti sebanyak 43.682 siswa kemungkinan ditunda atau ditiadakan untuk mencegah penyebaran virus corona. Kita tinggal menunggu hasil rapat Menteri Pendidikan dengan DPR RI,” kelas Masrul. (Hot/Rd)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.