Pakar Unair Retno Sari: Ternyata... Daun Sirih Bisa Alternatif Anti Bakteri Pengganti Hand Sanitizer

Surabaya ,Detikcom
Keberadaan masker dan hand sanitizer di Indonesia kini menjadi langka di pasaran. Bahkan harganya makin melambung membuat masyarakat kewalahan untuk membeli.
Namun masyarakat kini tidak perlu lagi resah. Pasalnya, hand sanitizer dapat dibuat sendiri di rumah. Hal ini ditunjukkan Ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi Unair (FFFU), Dr Retno Sari MSc Apt.
Untuk membuat hand sanitizer, dibutuhkan bahan seperti alkohol 96 persen (Untuk anti bakteri), glycerol (berfungsi sebagai anti bakteri dan pelembab agar tangan tidak kering) dan aquadest.
"Komposisinya untuk alkohol sekitar 70 persen, glycerol 15 persen dan sisanya aquadest. Kalau dihitung alkoholnya 73 mililiter, glycerolnya 15 mililiter, dan aquadestnya 12 mililiter. Komposisi ini akan menghasilkan hand sanitizer 100 mililiter," kata Retno Sari kepada detikcom di kantornya, Rabu (4/3).
Sebagaimana dikuti dari detikcom,cara pembuatannya, pertama karena glycerol sedikit kental harus diencerkan dulu dengan aquadest. Setelah sedikit encer, alkohol baru dimasukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan hingga semua bahan menyatu.
"Lalu hasil dari campuran tersebut sudah bisa digunakan untuk hand sanitizer. Agar mudah dibawa, bisa dimasukan dalam wadah spray. Jadi tinggal di semprot-semprot saja," ujar dosen mata kuliah Farmasetika Sedian Steril ini.
Namun, bahan-bahannya tersebut bisa kosong di pasaran. Sebab kabarnya masyarakat juga sudah mulai memborong alkohol.
Tak berhenti di situ, Retno pun menawarkan alternatif bahan lain yang bisa digunakan untuk hand sanitizer. Yakni dengan rebusan ekstrak daun sirih.
"Kalau mau lebih mudah, masyarakat bisa menggunakan daun sirih untuk anti bakteri atau hand sanitizer," tuturnya.
Pembuatan hand sanitizer dari daun sirih sendiri. Pertama daun dipotong-potong kasar terlebih dahulu dan masukan pada wadah. Kemudian ambil panci lain, isi dengan air kemudian didihkan. Letakkan wadah berisi daun sirih tersebut di atas air mendidik dan panaskan hingga 30 menit sampai keluar ekstrak daun sirihnya.
"Ekstrak tadi tidak harus digunakan semuanya. Ambil saja seperlunya, misalnya diambil 10 mililiter lalu diencerkan dengan air. Larutan ini sudah bisa digunakan sebagai hand sanitizer. Tinggal disemprotkan saja," urainya.
Hand sanitizer sendiri berguna untuk menurunkan risiko infeksi. Sebab penggunaan hand sanitizer dapat mengurangi mikro organisme yang menempel pada tangan.
Perlu ditambahkan ,dengan adanya  alternatif yang disampaikan pakar dari Surabaya ini sangat membantu warga sebab daun sirih masih tergolong gampang dicari di pasar tradisional atau masih saja ada warga yang menanam di sekitar rumahnya.(Rd/detik.com)