Zulhas : Posisi PAN Parpol Moderat,Hartarto: SBY Siap Bantu Pemerintahan Jokowi...

Jakarta,CNN Indonesia
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/3). Pertemuan itu digelar tertutup dari awak media.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Zulhas, sapaannya, keluar dari Istana Merdeka sekitar pukul 10.00 WIB. Ia tak memberikan keterangan apapun terkait pertemuan tersebut.
Wakil Ketua MPR itu langsung menaiki golf car meninggalkan istana. Zulhas tetap menolak berkomentar saat hendak masuk ke mobilnya.
Kongres V PAN digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 10-12 Februari 2020. Dalam kongres itu Zulkifli Hasan terpilih kembali menjadi ketua umum, mengalahkan kandidat yang dijagokan Amien Rais, Mulfachri Harahap.
Usai kongres Zulhas menyampaikan bahwa partai yang dipimpinnya itu harus segera meluruskan diri sebagai partai politik moderat yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta.
Kata Zulkifli posisi PAN harus dikembalikan ke 'tengah', sebab menurutnya PAN kini bergerak ke arah 'kanan' pada Pilpres 2019 dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 silam.
Terpilihnya Zulhas sebagai Ketum partai berlambang matahari itu juga dipersoalkan pendiri PAN Amien Rais. Amien meminta pemerintah tidak mengesahkan hasil Kongres V PAN yang diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 10 hingga 12 Februari 2020 lalu.
Amin menyatakan akan segera memberikan bukti yang cukup lengkap tentang yang sesungguhnya terjadi di Kongres V PAN di Kendari. Menurut Amien, bukti-bukti itu diperoleh dalam bentuk gambar dari Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam serta Hotel Claro.
Sementara itu,Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut menyatakan siap membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo usai ditemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan beberapa elite Partai Golkar pada Kamis (5/3) malam.
Dalam pertemuan di Cikeas, Bogor, dua partai itu membahas beberapa persoalan dalam negeri. Dua poin yang menonjol adalah soal Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dan Pilkada Serentak 2020.
"Kami selalu siap membantu penuh Presiden Jokowi untuk membangun negeri ini lebih baik," kata SBY seperti tertulis dalam keterangan pers yang dikirim Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurul Arifin, Kamis (5/3) malam.
Airlangga menyebut pertemuan itu sebagai proses menemukan persamaan antarkedua partai. Demokrat dan Golkar disebut punya tiga kesamaan politik, yaitu pembangunan nyata untuk rakyat, menghargai nilai-nilai demokrasi, dan membangun untuk kesejahteraan rakyat.
Dalam lawatannya, Golkar menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan Demokrat dalam Pilkada tahun ini. SBY mengajak Golkar untuk membangun kebersamaan demi Indonesia.
Saat membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Nurul Arifin mengklaim SBY bersedia memberi masukan terkait RUU tersebut.
"Di akhir pertemuan, SBY mengatakan akan memberikan masukan secara positif dan berdialog tentang Omnibus Law. Partai Demokrat ingin menjadi bagian dari solusi," tulis Nurul di akhir keterangan tertulis.
Dalam pertemuan itu, Partai Golkar diwakili sejumlah tokoh seperti Airlangga Hartarto, Azis Syamsudin, Ahmad Doli Kurnia, dan Meutia Hafid. Sementara Partai Demokrat diwakili Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Rachland Nashidik.(Rd/CNN Indonesia)