Medan,DP News
Ketua DPRD Medan Hasyim SE ingatkan Dinas PU Kota Medan untuk meningkatkan perawatan infrastruktur jalan dan drainase di kota Medan. Ditengah wabah pandemi Corona virus Desiase 2019 (Covid-19) saat ini kiranya tetap dilakukan pemantauan dan pengerjaan ringan seperti normalisasi. Sehingga saat musim hujan tiba dipastikan saluran parit berfungsi lancar.
Hal itu disampaikan Hasyim SE kepada wartawan, Kamis (30/4) di sela sela peninjauan gorong gorong rusak dan dipenuhi sampah di Jl AR Hakim depan Supermarket Gang Plastik Medan Denai.
“Dinas PU Medan harus cepat tanggap melakukan normalisasi parit dan perbaikan U-Ditch (beton penutup parit) serta perbaikan gorong gorong. Jika nanti hujan turun maka dipastikan saluran parit tetap berfungsi,” saran Hasyim.
Maaih menurut Hasyim yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu, parit yang dipenuhi sampah supaya tetap diangkut. “Jangan alasan wabah Covid, bekerja diperbolehkan asal tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan,” terang Hasyim.
Ditambahkan Hasyim, saat bulan Ramadhan sekarang ini, paling tidak semua UPT Dinas PU sudah memiliki data yang akan diperbaiki untuk perawatan. “Kita ketahui pembangunan untuk tahun ini distop karena pengalihan anggaran. Maka harus mengandalkan perawatan yang maksimal,” sebutnya.
Untuk itu, segala kerusakan kecil harus cepat diantisipasi menghindari kerusakan lebih fatal. Sebab, kata Hasyim perawatan harus ditingkatkan sejak dini mengantisipasi kerusakan yang lebih fatal. (Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE minta seluruh pihak sekolah swasta di Medan memberikan keringanan uang sekolah selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tidak kecuali sekolah Perguruan Buddhis Bodhicitta Jl Selam, Kec Medan Timur, Kota Medan.
Penegasan itu disampaikan Hasyim SE menyahuti keluhan para orang tua siswa minta keringanan biaya sekolah akibat terkena dampak Covid-19.
Disampaikan Hasyim warga yang berdomisili di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Bakung Kel Tegal Sari I Kec Medan Area, Kamis (30/4). Salah satu warga, Suriani mengaku anaknya sekokah di Perguruan Buddhis Bodhicitta. Namun akibat dampak Covid-19 terganggu bekerja akhirnya kesulitan bayar uang sekolah.
Untuk itu, Suriani minta Ketua DPRD Medan dapat membantu kesulitan warga. Hasyim diharapkan dapat berkordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memberikan subsidi.
Menanggapi hal itu, Hasyim desak Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Kota Medan segera merespon keluhan para orang tua terkait biaya uang sekolah. Bagi warga yang benar benar tidak mampu supaya dibantu, maka perlu Dinas Pendidikan hadir untuk memfasilitasi.
“Bagi pihak sekolah yang mampu sudah sewajarnya msmberikan subsidi saat ini. Jika pihak sekolah yang memang tidak mampu tidak dipaksakan. Saat ini dibutuhkan kejujuran dan berbagi saling membantu,” ujar Hasyim yang juga Ketua DPC PDI P Kota Medan itu.
Selain itu, pihak sekolah, guru dan Dinas Pendidikan harus terus melakukan pemantauan terhadap sistem belajar anak di rumah. Begitu juga kepada orang tua harus berperan mengawasi anak belajar sistim dalam jaringan (daring) online.
Sebelumnya,Waket Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor sudah gencar menyuarakan diskon uang SPP bagi sekolah swasta akibat pandemi Covid-19.Para orang tua sangat terbeban dengan kewajibaan bayar uang SPP padahal penghasilan sudah terbts de ngan kebijakaan staay at home.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News               
Pencegahan korupsi terkait refocusing dan realokasi anggaran penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi fokus penting Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI saat ini. Oleh karenanya, KPK melalui Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Satgas Korsupgah) mengingatkan seluruh provinsi, kabupaten/kota termasuk Sumut dan Kota Medan agar dapat menggunakan anggaran sesuai dengan aturan yang berlaku.
Hal ini dibahas dalam Rapat Refocusing Anggaran Penanganan Covid-19 yang diikuti Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM melalui sambungan video conference (Vidcon) dengan KPK RI di Command Center Balai Kota Medan, Kamis (30/4). Selain mengenai refocusing anggaran, Vidcon yang diikuti Pemprovsu serta Nupati/Wali Kota/Sekda seluruh kabupaten/kota se-Sumut tersebut juga membahas tentang penyaluran bantuan dalam jaring pengamanan sosial di wilayah Sumut.
Maruli Tua selaku Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah 1 Sumbagut mengingatkan agar seluruh daerah dapat mengelola anggaran dalam rangka penanganan Covid-19 dengan bijak dan berhati-hati. Dirinya juga menekankan bahwa ada 4 titik rawan korupsi dalam penanganan Covid-19.
"Pertama, adanya pengadaan barang dan jasa misalnya kolusi dengan penyedia, mark up harga, kick back, benturan kepentingan dalam pengadaan dan kecurangan. Kemudian kedua, filantropi atau sumbangan pihak ketiga yang mengharuskan semua bantuan disalurkan sesuai sasaran jangan sampai ada penyelewengan," kata Maruli.
Kemudian lanjutnya yang ketiga realokasi anggaran yang meliputi alokasi sumber dana dan belanja serta pemanfaatan anggaran. Terakhir keempat yakni penyelenggaraan bantuan sosial harus melalui tahap dan mekanisme yang jelas termasuk pendataan penerima. "Kami himbau, para kepala daerah juga Sekda untuk melakukan pengawalan anggaran lewat koordinasi intensif dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah kerja masing-masing," pesannya.
Selanjutnya,Maruli menekankan agar seluruh daerah dapat melakukan langkah antisipatif terjadinya tindak korupsi dalam penanganan Covid-19 dengan berpedoman pada aturan, kebijakan dan ketentuan yang telah disampaikan KPK kepada masing-masing daerah melalui surat edaran yang dikeluarkan. "Tidak perlu takut, jika kita bekerja sesuai dengan patron yang telah ditetapkan," ungkapnya mengingatkan.
Sementara itu, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM mengatakan bahwa Pemko Medan senantiasa bekerja dan bertindak dengan berpedoman pada aturan, ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan guna menghindari kesalahan dan resiko hukum.
Terkait bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai dapat segera terealisasi. Hal ini mengingat kondisi masyarakat yang terdampak Covid-19. "Data juga akan kita mutakhirkan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Kami juga telah menyampaikan ke seluruh OPD agar melakukan koordinasi dan pendampingan dengan stakeholder terkait guna menghindari terjadinya kesalahan dan tindak korupsi dalam penggunaan dan pengelolaan  anggaran penanganan Covid-19 saat ini," jelasnya.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                       
Peraturan Wali Kota (Perwal) Karantina Kesehatan dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-2019) di Kota Medan resmi diberlakukan mulai, Jumat (1/5) besok. Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi sudah menandatanganinya, Kamis (30/4).  Dengan demikian segala ketentuan dalam Perwal Kesehatan yang terdiri dari XII BAB dan 23 Pasal wajib dilaksanakan. Termasuk, pemberlakuan cluster isolation melalui karantina rumah dan karantina rumah sakit, serta  wajib masker bagi seluruh warga sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Sebelum Perwal Karantina Kesehatan ditandangani, penerbitan Perwal telah melalui kajian dan diskusi panjang yang dilakukan tim ahli. Setelah itu draf yang dihasilkan selanjutnya didiskusikan dengan unsur Forkopimda Kota Medan untuk dilakukan penyempurnaan, sehingga Perwal Karantina Kesehatan yang diundangkan nanti berjalan efektif, guna menekan dan memutuskan penyebaran Covid-19 di Kota Medan. 
“Perwal Kesehatan diberlakukan 1 Mei. Kita harus bergerak cepat untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Tidak ada lagi waktu bagi kita berleha-leha. Kita akan bekerja keras dan tanpa tanggal merah. Besok juga akan kita lakukan screening  awal dan pembatasan pergerakan orang, serta pemberlakuan wajib masker bagi masyarakat di mana pun berada,” kata Akhyar  dalam Sosialisasi Perwal Karantina Kesehatan bersama unsur Forkopimda Medan, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman MM, pimpinan OPD dan Camat di Gedung TP PKK Kota Medan Jalan Rotan Medan, Kamis (30/4).
Ditegaskan Akhyar, pemberlakuan wajib masker yang aka pertama dilakukan. Sebab, masker sudah banyak beredar dan Pemko Medan akan mendistribusikan 3.000 masker tambahan di setiap kelurahan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan. Dengan demikian tidak ada lagi ada alasan bagi warga tidak mengenakan masker. “Memakai masker wajib bagi siapa pun dan dimana pun berada,” tegasnya.
Selain wajib masker, juga akan dilakukan screening awal dengan melakukan pengecekan suhu tubuh. Apabila ditemukan ada warga yang suhu tubuhnya melebihi 38°C akan dilakukan isolasi. Akhyar menjelaskan, isolasi akan dilakukan dalam bentuk karantina yakni karantina rumah maupun karantina rumah sakit.
Adapun karantina rumah, terang Akhyar, diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan. Selama menjalani karantina rumah, Pemko Medan akan memberikan hak hidup yang standard dan layak sesuai kemampuan yang ada.
“Selama menjalani karantina rumah, mereka akan dijaga agar tidak keluar rumah, termasuk menerima tamu. Maksimal mereka dikarantina dua kali masa inkubasi. Sedangkan karantina rumah sakit, diberlakukan bagi PDP berat dan warga yang positif terpapar Covid-19,” jelasnya seraya menegaskan, bagi pelanggar Perwal Karantina Kesehatan ada ada sanksi yang bersifat administratif dan hukum yang ditangani pihak kepolisian.
Akhyar selanjutnya mengungkapkan, meski Perwal kesehatan diberlakukan, warga tetap diperbolehkan berusaha seperti berjualan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain mengenakan masker dan melakukan physical distancing, sistem penjualan dilakukan dengan take away. Kemudian wajib menjaga kebersihan lingkungan, melakukan disinfeksi secara berkala dan melarang yang masuk tanpa mengenakan masker. Di samping itu juga menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir .
Dengan diberlakukannya Perwal Karantina Kesehatan, jelas Akhyar, maka Pemko Medan bersama unsur Forkopimda tidak lagi sekedar melakukan himbauan terhadap masyarakat tetapi melaksanakan semua isi yang termuat dalam Perwal tersebut. Sebab, sudah sudah ada regulasi  untuk menindak tegas masyarakat yang tidak mengindahkan maupun melaksanakan perwal tersebut.
“Saya akan berkoordinasi dengan Bupati Deliserdang sehingga Perwal karantina berjalan efektif sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Insya Allah ini menjadi tugas mulia bagi kita dalam rangka menyelematkan kehidupan masyarakat. Mari kita saling menguatkan untuk kesempurnaan serta satukan tekad, guna menghadapi virus yang saat ini sedang mutasi dan belum ada obatnya tersebut,” harapnya.
Dikatakan Akhyar, penerbitan Perwal Karantina Kesehatan dilakukan, mengingat penyebaran Covid-19 di Kota Medan telah meningkat. Kondisinya saat ini tidak lagi  local transmission tetapi sudah community transmission. Di samping itu juga berdampak terhadap perekonomian, sosial, keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi kita harus bergerak cepat, jangan tunggu besok. Apa yang bisa dikerjakan hari ini, harus dikerjakan sekarang karena penularan Covid-19 terus meningkat. Kalau tidak cepat, kita tidak mau semakin banyak masyarakat yang akan tertular Covid-19. Tidak ada kata terlambat, mari kita bersama menghadapi Covid-19,” ungkapnya.
Di penghujung penjelasannya Akhyar menegaskan, penerapan cluster isolation dilakukan bukan berarti masyarakat yang status sehat bebas berkeliaran. Dikatakannya, masyarakat harus tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan. Selain pakai masker, juga rajin cuci tangan, menghindari keramaian, melakukan physical distancing. Guna memastikan apakah protokol kesehatan itu dilakukan, Pemko Medan melalui OPD terkait dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan terus melakukan pemantauan. (Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengajak daerah lain untuk bekerja sama dalam hal mengisi kekurangan bahan pangan. Hal tersebut dilakukan agar harga dan ketersediaan bahan pangan di daerah dapat terjaga.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina saat mengikuti Rapat Koordinasi Menjaga Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan Pokok di tengah Pandemi Covid-19 yang diadakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama instansi dan lembaga terkait di Indonesia melalui video conference di ruang Sumut Smart Province, kantor Gubernur Sumut, Kamis (30/4). Rapat tersebut juga diikuti Pemerintah Provinsi seluruh Indonesia.
“Kita mungkin bisa sharing informasi. Barangkali kita bisa melakukan kerjasama antar daerah. Kita bisa mendapatkan harga yang pantas bagi masyarakat dengan harga terjangkau,” kata Sabrina.
Sabrina mengatakan ada beberapa bahan pokok yang surplus di Sumatera Utara. Di antaranya cabe merah, ayam ras, minyak goreng, telur dan lain sebagainya. Untuk itu, kepada daerah yang kekurangan bahan tersebut, Sabrina mengajak agar bekerja sama untuk mendistribusikannya. Sehingga harga bahan pangan pada petani di Sumut tidak anjlok. Provinsi Sumut saat ini mengalami kekurangan bahan pangan seperti bawang merah dan gula pasir. Untuk itu, Sabrina juga mengajak daerah lain yang sedang berlebih bahan tersebut untuk dapat saling mengisi.
“Kami juga kekurangan bawang merah dan gula pasir. Mungkin kita bisa tukar menukar antar daerah,” kata Sabrina.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri menyampaikan kerjasama antar daerah tersebut penting dilakukan. Namun saat ini ada kendala mengenai biaya distribusi. Untuk itu, hal tersebut perlu dipikirkan juga sehingga biayanya tidak terlalu berat.
“Sepertinya dengan pertemuan ini antara Sumut bisa mendistribusikan bahan pangan dengan daerah lain. Nanti bisa dikomunikasikan dengan pengusahanya bagaimana membawa bahan pangannya,” kata Risfaheri.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian UNILA, Bustanul Arifin mengatakan ada hal yang perlu dilakukan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Menurutnya, sistem produksi dan pasokan pangan menjadi kunci penting bagi ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok.
“Pemerintah diharapkan tidak kendor dalam mencari jalan untuk insentif baru dalam mengembangkan inovasi pengendalian inflasi pusat dan daerah, serta aktif menyusun reformasi kebijakan pangan ke depan, bahkan secara out of the box,” kata Bustanul.(Rd/Humass Provsu)

Share Berita



Medan,DP News
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi melakukan upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Bantuan yang dilakukan tidak hanya pembagian sembako tapi juga pembebasan (gratis) pembayaran rekening air minum selama tiga bulan.
“Pemprov Sumut melalui PDAM Tirtanadi mengambil langkah-langkah untuk membantu masyarakat yang merasakan dampak ekonomi dari kondisi saat ini. Langkah yang dilakukan yakni membebaskan pembayaran rekening air minum selama tiga bulan ke depan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R. Sabrina di Posko GTPP Covid-19 Sumut, Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Kamis (30/4).
Lebih lanjut dijelaskan Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri, pembebasan pembayaran rekening air minum ini diberlakukan mulai bulan Mei, Juni hingga Juli 2020. Adapun kategori pelanggan yang masuk dalam program penggratisan rekening air minum adalah pelanggan Rumah Tangga 1 (RT1).
“Kategori pelanggan RT1 ini merupakan masyarakat yang kita anggap rentan terdampak wabah Covid-19 ini,” ujar Trisno.
Selain itu, program penggratisan ini diberikan kepada kategori Pelanggan Sosial yang terdiri dari Rumah Ibadah, Panti Asuhan, Panti Jompo dan Yayasan Yatim Piatu termasuk Puskesmas. “Ini merupakan bentuk perhatian dan pelayanan yang kami lakukan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Trisno juga mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Sumut, pihaknya juga telah melakukan upaya seperti menyediakan tabung-tabung air untuk keperluan cuci tangan di semua kecamatan kota Medan dan beberapa kabupaten/kota di Sumut.
“Kepedulian lain yang sudah dilakukan seperti membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan berada di sekitar kantor dan instalasi pengelolaan PDAM. Disamping itu, kita juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap gedung-gedung kantor PDAM dan penyediaan alat pelindung diri, seperti pembagian masker, hand sanitizer,” papar Trisno.
Dikatakannya, langkah dan kebijakan yang dilakukan PDAM Tirtanadi merupakan wujud dari pelayanan BUMD di Sumut untuk melayani kebutuhan masyarakat. “Semoga kebijakan ini benar-benar dapat membantu masyarakat, terutama pada kategori pelanggan yang digratiskan rekening air minumnya,” kata Trisno. (Rd/Humas Provsu)

Share Berita


Medan,DP News               
Pemko Medan menyalurkan bantuan kepada seluruh keluarga yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Bantuan ini diberikan sebagai upaya untuk mengurangi beban yang ditanggung para keluarga tersebut. Sebab, jika salah satu anggota keluarga yang masuk kategori ODP dan PDP, akan menyebabkan anggota keluarga lainnya harus menjalani karantina sehingga tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.
Bantuan ini disalurkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Medan melalui bagian logistik di Gedung Serba Guna Dharma Wanita, Jalan Rotan, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (29/4). Adapun bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, telur dan sabun mandi.
Selanjutnya, bantuan ini akan diserahkan kepada 21 camat se-Kota Medan untuk kemudian disalurkan kepada keluarga yang masuk kategori ODP dan PDP di wilayah masing-masing. Seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil pemberian dari donatur yang diberikan kepada Pemko Medan dan bukan berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Penyaluran bantuan dilakukan bagian logistik Tim Gugus Tugas Covid-19 yang dikomandoi Kepala Badan Kepegawaian Daerah & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD&PSDM) Muslim Harahap. Tercatat, satu persatu camat mulai mengambil bantuan yang akan disalurkan salah satunya Camat Medan Tuntungan Topan Ginting.
Dikatakan Muslim,  bahan pokok yang diberikan kepada keluarga ODP dan PDP merupakan bantuan dari donasi berbagai elemen masyarakat kepada Pemko Medan. "Jadi, ini bukan dari APBD Kota Medan. Bantuan yang kita salurkan merupakan bantuan dari donatur," kata Muslim didampingi Kadis Ketenagakerjaan Hannalore Simanjuntak.
Muslim menjelaskan, jumlah bantuan yang disalurkan di setiap kecamatan berbeda sesuai dengan jumlah ODP dan PDP yang terdapat di wilayahnya masing-masing. Untuk itu, dalam menyalurkan bantuan, kata Muslim, mereka akan mengkroscek dari data kecamatan dengan Gugus Tugas Covid-19. "Jadi, kita hanya berpedoman dengan data yang dikeluarkan  Tim Gugus Tugas Covid-19. Maka pihak kecamatan akan menyalurkannya sesuai data," ungkapnya.
 Selain itu lanjut Muslim, bantuan seperti masker juga diberikan kepada tim gugus tugas yang berhadapan dan turun langsung di lapangan seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kota Medan. "Untuk bantuan peralatan kesehatan kita distribusikan ke puskesmas. Seperti misalnya masker juga kita bagi ke petugas-petugas di lapangan," paparnya. (hot/Rd)

Share Berita

Jakarta,DP News
Deputi Protokol bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberi penjelasan kenapa Presiden Joko Widodo harus turun langsung membagi-bagikan sembako kepada warga. Bey menyebutkan, langkah Jokowi tersebut merupakan cara menyatakan keprihatinan kepada masyarakat yang tengah dilanda kesulitan ekonomi akibat pandemi virus corona ( Covid-19). "Membagikan paket sembako langsung ke rakyat merupakan cara Presiden Joko Widodo secara pribadi menyatakan keprihatinan dan empati pada saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan," kata Bey saat dihubungi, Rabu (29/4).
Bey menegaskan bahwa cara seperti ini sudah dilakukan sejak Jokowi menjabat Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Menurut Bey, selama ini Jokowi memang dikenal dekat dengan wong cilik sehingga sangat mengerti kesulitan hidup yang sedang melanda mereka. "Itulah cara Bapak Presiden untuk turut berbagi, sedikit banyak beliau ingin mengurangi beban. Inilah wujud dari solidaritas sosial," kata Bey.
Bey juga menyebutkan bahwa Jokowi memberi pesan untuk bersatu dan gotong royong lewat pembagian sembako ini. Jika masyarakat mampu melakukan kebaikan yang sama, masyarakat yang sedang mengalami kesulitan karena wabah Covid-19 pasti sangat terbantu. "Jika beban ini ditanggung bersama-sama, saling peduli, dan gotong royong, pasti terasa ringan," kata dia. Baca juga: Viral Video Warga Serbu Istana Bogor demi Sembako, Ini Klarifikasi Istana Bey pun membantah kritik sejumlah pihak bahwa langkah Jokowi membagikan sembako ini melanggar ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Ia menegaskan bahwa protokol kesehatan Covid-19 selalu diterapkan saat pembagian sembako, seperti memakai masker, menjaga jarak aman, dan menghindari kerumunan. "Tentang PSBB, Presiden selalu menekankan agar menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, termasuk diusahakan untuk menghindari kerumunan. Hal ini beliau sampaikan langsung dan ingatkan betul kepada anggota Paspampres," ucap Bey.
Pembagian sembako sebelumnya hanya dilakukan di pinggir jalan sembari iring-iringan Kepala Negara melakukan perjalanan. Pembagian sembako itu dilakukan oleh Paspampres sehingga Jokowi juga tak turun dari mobilnya.
Namun, pada Minggu (26/4), Presiden membagikan sembako dengan datang langsung ke rumah warga. Ada tiga rumah di wilayah Sempur, Bogor, yang langsung didatangi oleh Kepala Negara.(Rd/Kompas.com)

Share Berita

Medan,DP News                           
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tardampak pandemi Virus Corona (Covid-19), Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kota Medan memberikan bantuan berupa 1 ton beras dan 100 kotak mie instan. Bantuan kali ini ditunjukan untuk masyarakat kurang mampu ataupun yang terkena dampak sosial akibat Covid-19.
Bantuan dari KPN Pemko Medan ini diserahkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua KPN Pemko Medan Ahmad Basyaruddin yang diterima langsung oleh Kadis Ketenagaan Kerjaan Kota Medan Hannelore Simanjuntak selaku Koordinator Bidang Donasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Medan di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan di Gedung Serbaguna Dharma Wanita, Jalan Rotan, Medan Petisah, Selasa (28/4) pagi.
Nantinya bantuan yang diserahkan ini akan disalurkan kepada seluruh warga Kota Medan yang terdampak Covid-19 agar dapat membantu meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Ahmad berharap bantuan ini juga disalurkan secara lebih tepat sasaran artinya yang memperoleh bantuan harus yang memiliki kriteria dan diutamakan yang kehilangan penghasilan yang diakibatkan wabah virus Corona
“Melalui bantuan yang diberikan KPN Pemko Medan ini dapat membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Saya berharap agar bantuan ini dapat disalurkan kepada masyarakat yang memang belum mendapatkan bantuan agar semua masyarakat terbantu jadi tidak saling iri,” harap Ahmad.
Sementara itu, usai menerima donasi tersebut, Hannelore berkata, tim gugus tugas khusus nya di bidang donasi terus mendata seluruh stakeholder maupun masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan. Bantuan yang diterima dalam bentu apapun yang dapat mendukung menuntaskan wabah yang masih terus melanda Kota Medan ini. Tim Gugus Tugas, sambung Hannelore masih terus membuka tangan lebar-lebar bagi warga atau organisasi masyarakat dan kemanusiaan yang ingin menyalurkan bantuannya.
"Bidang Donasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Medan terus membuka tangan seleba-lebarnya bagi seluruh stakeholder yang ingin membantu dalam upaya penuntasan wabah ini dan juga penanganan dampak sosial terhadap masyarakat. Seperti KPN Pemko Medan juga hari ini memberikan bantuan berupa beras dan Indomie yang nantinya siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saya atas nama pribadi dan bidang donasi tim gugus tugas memgucapkan banyak terima kasih," ucap Hannelore.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                     
Perkembangan Data Covid 19 terus menunjukkan angka yang menggembirakan. Pasalnya pada beberapa poin yang dipaparkan di dalam data memperlihatkan perkembangan ke arah yang lebih baik, antara lain perkembangan pasien positif Covid-19 per Selasa (28/4) yang berhasil sembuh bertambah menjadi 16 orang sementara pada data sebelumnya masih 15 orang.
Data tersebut disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19 dr Mardohar Tambunan M. Kes saat  menjelaskan perkembangan Covid-19 di Posko  Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kota Medan yang bertempat di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan Jalan Rotan Proyek Medan Petisah. Selasa (28/4). Selain memaparkan jumlah pasien yang berhasil sembuh Mardohar juga memaparkan secara terperinci perkembangan data penyebaran Covid 19 di Kota Medan.
"Untuk pasien positif, selain yang sembuh telah bertambah 1 orang dibanding data pada hari-hari sebelumnya, data pasien yang meninggal masih tetap diangka 9 orang dan dirawat tentu sudah berkurang 1 dari 59 orang menjadi 58 orang bersamaan dengan pasien yang telah dinyatakan sembuh tadi dengan total jumlah keseluruhan sebanyak 83 orang," ungkap Mardohar.
Sementara itu,  untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 329 orang dengan rincian yang telah pulang 223 orang, meninggal 26 orang, dirawat 80 orang. Sedangkan Pelaku Perjalanan (PP) berjumlah 1697 orang dengan rincian selesai dipantau 1176 orang dan yang sedang dipantau 521 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG)  berjumlah 589 dengan rincian selesai dipantau 327 dan yang sedang dipantau 262 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1128 dengan rincian selesai dipantau 1046 orang dan yang sedang dipantau 82 orang.
Mardohar juga mengungkapkan kawasan-kawasan yang merupakan zona merah di wilayah Kota Medan. “Kawasan yang memasuki Zona Merah yang ada di Kota Medan ada 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Medan Tuntungan, Kecamatan Medan Selayang, Kecamatan Medan Denai, Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Kota dan Kecamatan Medan Tembung,” jelas Mardohar.
Dalam kesempatan tersebut, Mardohar juga menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, gunakan masker bila melakukan aktivitas diluar rumah serta menjaga jarak aman  (physical distancing). “Kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar tidak panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah agar penyebaran Covid-19 dapat segera terhenti,” ungkapnya.
Mardohar juga berharap, setiap harinya angka pada data penyebaran Covid 19 ini dapat terus menunjukkan ke arah yang lebih baik, untuk itu, Mardohar juga mengungkapkan tidak hanya tim dokter dan para medis serta tim gugus tugas saja yang bekerja, melainkan seluruh masyarakat yang merupakan garda terdepan dalam melawan Covid 19 ini harus terus mampu untuk bertahan dirumah dan jangan keluar rumah jika tidak ada sesuatu hal yang sangat penting.
"Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk berkontribusi aktif melawan Covid 19 dengan cara tetap dirumah saja. Jangan keluar jika tidak ada persoalan yang benar-benar penting. Dengan begitu kita semua dapat menghentikan pergerakan Covid 19 untuk menyebar lebih luas lagi," pungkas Mardohar.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Prihatin dengan para mahasiswa yang tidak bisa pulang ke kampung dan harus tinggal di asrama, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa, Selasa (28/4).
Penyerahan sembako diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumut, Bahar Siagian didampingi perwakilan dari Kejatisu Syafrudianti,Polda Sumut Dir Binmas Kombes Pol Yusuf Hondawan Naibaho, serta perwakilan BEM dan kelompok Cipayung Plus yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, IMM, KMHDI, dan Hikmahbudhi.
Adapun mahasiswa yang menerima yakni 75 mahasiswa di asrama UNIMED Jalan William Iskandar Medan dan 68 mahasiswa asrama USU di Jalan Dr Mansyur Medan. Para mahasiswa yang harus tinggal di asrama ini berasal dari luar Provinsi Sumut. Diantaranya Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Aceh, Bangka Belitung, Ternate, NTT, dan lainnya.
“Kepada adik-adik kami yang tidak bisa pulang khususnya yang tinggal di luar Sumut, kami harap tabah dan sabar menghadapi situasi kita saat ini. Mudah-mudahan situasi ini cepat berakhir dan kita bisa berkumpul dengan keluarga. Untuk meringankan adik-adik kami membawa sembako, semoga bermanfaat,” ujar Bahar.
Tak lupa Bahar juga mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa menjaga kesehatan diri, sering mencuci tangan dan mengenakan masker jika keluar dari asrama. Sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Sumut.
Wakil Rektor III UNIMED Bidang Kemahasiswaan, Sahat Siagian yang menyambut kedatangan tim GTPP Sumut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepeduliannya terhadap para mahasiswanya. “Terima kasih, semoga membawa berkah bagi para pemberi dan penerima, serta kita doakan Covid-19 segera berakhir,” ucap Sahat.
Simson, Mahasiswa Farmasi UNIMED asal Papua, juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Gubernur Sumut, Edy Ramayadi melalui Tim GTPP Sumut. “Bantuan ini meringankan kebutuhan kami selama tinggal di asrama,” tuturnya.
Berikutnya, sembako juga diberikan pada mahasiswa di asrama USU. Disambut oleh Kepala Asrama Bintang. Tim GTPP Sumut menyalurkan sembako yang terdiri dari beras 5 Kg, gula, minyak goreng, mi instan dan teh celup. “Terima kasih atas bantuan dari Tim GTPP, kepuliannya terhadap anak-anak mahasiswa kami,” ucap Bintang. (Rd/Humas Provsu)

Share Berita

 Medan,DP News
Keberatan warga terhadap keberadaan bangunan De’Glass Residance yang terletak di Jalan Gelas Lingkungan 5 Kelurahan Sei Putih Tengah Medan Petisah, menjadi perhatian serius Komisi 4 DPRD Medan.Antonius Tumanggor, anggota Komisi 4 DPRD kota Medan dari Partai Nasdem malah mempertanyakan, kenapa sejak Tahun 2017, sampai saat ini (2020) perselisihan developer bangunan berlantai 26 dengan jiran tetangganya belum juga dapat diselesaikan.
”Warga Jalan Gelas datang mengadu ke Sopo Restorasi, lalu menceritakan kronologis pembangunan De’Glass Residance, yang sejak awal dibangun telah menimbulkan kerusakan terhadap rumah-rumah warga yang ada berdampingan dengan bangunan itu. Menurut pengakuan salah seorang warga bernama pak Silaen, pihak Developer seolah tidak peduli atas kerusakan yang terjadi pada rumah warga yang disebabkan akibat dampak dari pembangunan gedung De’Glass Residance dan malah memakai tenaga oknum aparat untuk menakut-nakuti warga,” terang Antonius.
Bersama Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak dari Partai PDI Perjuangan, Antonius selanjutnya turun kelokasi bersama warga meninjau langsung bagunan yang memiliki plank atas nama Abdul Muis, warga Jalan Dusun III Jl Kompos dengan jenis Rumah Susun/Pagar berjumlah 1 unit, dengan jumlah lantai 26.
Antonius Tumanggor dan Ketua Komisi 4 DPRD Medan (Paul Mei Anton Simanjuntak) juga meninjau rumah warga yang mengalami kerusakan sejak berdirinya bangunan De’Glass Residance tersebut dan menemukan ada rumah warga yang diakui warga rusak akibat dampak dari pembagunan De’Glass Residance.
Seorang warga yang rumahnya tepat berada di sebelah bangunan De’Glass bernama Wilson Silaen mengatakan, sejak tahun 2017 awal bangunan berdiri, mereka tidak pernah diberitahukan akan adanya didirikan gedung tinggi di sebelah rumahnya. Pak Silaen dan beberapa warga setempat juga mengaku tidak pernah ada menandantangani izin tetangga untuk pendirian bangunan berlantai 26 tersebut.
” Sebelum di bangunan, kami warga tidak pernah mendapat sosialisasi yang  bagus ini akan dibangun 26 lantai dan kami juga tidak pernah ada diberi tandatangan izin tetangga sebelum IMB dikeluarkan. Sebelum IMB keluar, Tahun 2017 kami sudah memberikan surat keberatan kepada Dinas PKPPR (Perkim) yang isinya agar bangunan dibangun sesuai ketentuan, karena kami bukan bermaksud menghalangi ataupun menghambat pembangunan di Jalan Gelas ini namun haruslah setiap pembangunan itu harus melalui ketentuan yang benar sesuai Perda No.5 Tahun 2015,” ujarnya.
Lanjut Silaen, Garis Sepadan Bangunan (GSB) milik banguna dari tetangga juga tidak sesuai aturan yaitu 3 meter. Luas tanah De’Glass Residance hanya 1270 meter dan akan dibangun 26 lantai.
” Apakah pantas dengan luas tanah hanya 1270 meter dibangun 26 lantai?,”tanya Silaen.
Sambung lagi, disinyalir keluarnya izin membangun karena adanya tandatangan dari pihak lain yang bukan asli warga setempat.
Warga juga sampai saat ini tidak pernah ditemui oleh pemilik bangunan benama Abdul Muis.
”Pada dasarnya, warga tidak mau menghambat adanya pembangunan, namun justru pihak pengembang yang tidak pernah mau bertemu dan mengajak duduk bersama. Seharusnya, pembagunan dapat dilaksanakan dan diamankan dulu warga setempat agar tidak terjadi perselisihan. Bukan malah membenturkan kami dengan oknum-oknum aparat dan ormas yang seharusnya tidak memperlakukan kami seperti pelaku kriminal,” terang Wilson.
Mendengar aspirasi dari perwakilan warga Jalan Gelas, Antonius Tumanggor didampingi Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan akan segera memanggil kembali Direktur pemilik De’Glass Residance termasuk juga pihak Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang(PKP2R), Dinas Penanaman Modan dan  Pelayanan  Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan untuk mempertanyakan kembali masalah sebenarnya penyebab perselisihan dengan warga yang tidak kunjung selesai sejak tahun 2017.Bahkan Antonius 'ultimatum' Dinas PKP2R dan Dinas PMPTSP meninjau ulang IMB De'Glass Residence tersebut.
” Komisi D DRPD Medan juga akan mempertanyakan lagi, terkait izin-izin lainnya termasuk RT/RW. Tata Ruang dan Izin tertulis Rusun (Rumah Susun) namun dibangun Apartemen, ini harus bisa di jelaskan dulu nanti di Komisi D, saat RDP. karena kita ingin agar pihak investor jangan sesuka hati membangun tanpa mengikuti aturan yang berlaku di Kota Medan, untuk menghindari dampak-dampak lainnya di kemudian hari,” terang Wakil Rakyat dari Dapil 1 Kota Medan ini.(Rd)

Share Berita

Medan,DP News                                       
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi minta kepada seluruh camat agar segera melakukan finishing data terhadap bantuan tahap I yang disalurkan Pemko Medan kepada masyarakat yang mengalami dampak sosial akibat Covid-19. Sebab, Pemko Medan akan segera menyalurkan bantuan tahap ke II kepada masyarakat.
Demikian disampaikan Plt Wali Kota Medan diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan Renward Parapat saat Rapat Finishing Data Penerima Bantuan Covid-19 bersama Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Lubis, Kepala BKD dan PSDM Kota Medan, Muslim Harahap selaku Sekretaris Gugus Tugas dan Kabag Tapem Rasyid Ridho di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan di Gedung Serbaguna Dharma Wanita, Jalan Rotan, Medan Petisah, Selasa (28/4).
"Kepada seluruh camat yang belum melakukan finishing data segera diselesaikan. Jangan anggap remeh dalam melakukan penanggulanagan Covid-19, jangan sampai ada berita yang tidak benar tersebar lagi. Segera dituntaskan permasalah yang ada," kata Renward.
Sebelumnya, Kadis  Medan Endar Lubis menegaskan kepada seluruh camat agar segera menyelesaikan pendataan tanda terima terhadap masyarakat yang menerima bantuan pada tahap I. Sehingga bantuan tahap II dapat segera di salurkan kepada masyarakat Kota Medan yang terkena dampak Covid-19."Kami minta kepada camat yang belum selesai menyelesaikan atau menyerahkan laporan penerimaan bantuan kepada masyarakat agar segera diselesaikan," jelasnya.
Selanjutnya, Endar juga mengatakan agar camat dapat mendata para penerima bantuan baik bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako ataupun Bantuan Langsung Tunai. Sehingga semua jelas siapa yang menerima di setiap kategori tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih. Pendataan itu tentunya dilakukan berdasarkan kriteria yang ada seperti masyarakat miskin, masyarakat tidak mampu, serta masyarakat yang mengalami dampak sosial akibat Covid-19.
"Tunjukkan bahwa kita ada untuk masyarakat di tengah bencana yang menimpa seluruh dunia termasuk Kota Medan, jangan biarkan masyarakat merasa sendiri menghadapi wabah ini. Data betul-betul masyarakat yang membutuhkan jangan sampai ada yang tertinggal," pungkasnya.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News
Ketua DPRD Medan Hasyim mengatakan Kota Medan siap menggelar Pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota karena anggarannya sudah dialokasikan di APBD 2020. Sebagaimana diketahui, Kementerian Dalam Negeri, Komisi II DPR dan KPU menetapkan Pilkada serentak dilaksanakan pada 9 Desember 2020.
“Wabah Covid-19 membuat jadwal Pilkada ditunda. Tapi pemerintah sudah menetapkan kembali jadwalnya yakni 9 Desember 2020. Kita berharap wabah ini cepat tuntas sehingga tidak mengganggu tahapan-tahapan pilkada," kata Hasyim, Senin (27/4).
Menurut Hasyim, anggaran Pilkada yang sudah dialokasikan tidak ada dipakai untuk percepatan penanganan Covid-19. Jadi kita berharap wabah Covid segera tuntas,” katanya.
Sebagaimana diketahui,Pemko medan sesuai arahan pemerintah pusat sedang melaksanakan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanggulangaan Covid 19 yang  tengah pandemi.Sejumlah anggaran digeser demi mendukung penanganan pandemi wabah Covid 19 namun anggaran untuk Pilkada Kota Medan tidak’ dikutak-katik’ dan tetap dialokasikan sesuai dengan yang sudah dianggarkan dalam ABD 2020.(Rd)

Share Berita


Medan,DP News
Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga SE sambangi rumah warga miskin keluarga Efarianti Ritonga di rumah kontrakannya Jalan Selam 3 Lingkungan 6 Kelurahan Tegal Sari Mandala I Kecamatan Medan Denai, Senin (27/4).
Keluarga Efarianti Ritonga bersama 5 anaknya, sempat viral diberitakan di medsos karena diberitakan kelaparan dan diusir dari kontrakan sebelumnya.
Pada saat kunjungannya, H Ihwan Ritonga mengaku prihatin dengan kondisi Efarianti bersama 5 anaknya. 3 diantara anaknya terpaksa putus sekolah karena ketiadaan biaya dan berpindah pindah rumah. Apalagi anak pertama yang berusia 15 tahun seyogianya duduk dibangku SMU namun sejak Kelas I SMP terpaksa putus sekolah.
Mendengar penuturan Efarianti Ritonga tentang ke 5 anaknya tidak bersekolah, Ihwan Ritonga pun tidak bisa menutupi rasa iba. Ihwan Ritona pun menawarkan siap memfasilitasi biaya sekolah untuk ke 5 Berenya (sebutan adat tutur bagi anak Efarianti).
Pada kesempatan itu, Ihwan juga memberikan bantuan talih asih kepada keluarga. Selain itu, Ihwan menyampaikan, keluarga besar kumpulan marga Ritonga sudah berencana untuk membantu rumah kontrakan Efarianti Ritonga paling tidak untuk satu tahun.
“Kami kumpulan marga Ritonga akan menyatukan kesepakatan untuk membantu mereka minimali kontrakan selama satu tahun,” ujar Ritonga.
Sebagaimana diketahui, Efarianti Ritonga memiliki 5 anak dari pasangan Junaidi Rahman yang bekerja sebagai tukang service AC. Keluarga mereka selalu pindah pindah karena kondisi kehidupan yang memprihatinkan. Pasangan keluarga ini pun memiliki KK dan KTP Kota Binjai.
Saat bertemu dengan Ihwan, Efarianti membantah kelaparan dan tidak memberikan makan kepada anak anaknya seperti yang diviralkan di medsos. “Memang saya akui keluarga kami sangat miskin. Tapi bukan berarti tidak sampai kelaparan tidak makan. Kalau pun uang lagi pas gak ada, saya berusaha untuk ngutang, ” aku Efarianti.(Rd)


Share Berita

Medan,DP News                   
Pemko Medan menyalurkan bantuan berupa 100 alat pelindung diri (APD) dari Anggota Fraksi PDIP DPR RI kepada RS Royal Prima yang saat ini tengah fokus menangani penderita Covid-19. Sebab, saat ini petugas medis selaku salah satu garda terdepan benar-bebar membutuhkan alat tersebut untuk menangani pasien Covid-19.
APD tersebut diserahkan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi kepada Komisaris Utama  PT Royal Prima Dr dr I Nyoman Eric Lister MKes di halaman depan RS Royal Prima Jalan Ayahanda,  Senin (27/4) petang. Diharapkan para tim medis sebagai garda terdepan yang menangani pasien Covid-19 dapat melindungi tim medis dari bahayanya Virus Corona (Covid-19).
Di sela-sela penyerahan APD Akhyar mengatakan Pemko Medan akan menerbitkan Perwal untuk menerapkan Cluster Isolation guna untuk melakukan upaya percepatan penanganan Covid-19. Pemko Medan akan melakukan 2 cara untuk menjalankan Cluster Isolation yang pertama dengan karantina di rumah sakit untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan yang positif Covid-19. Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pelaku Perjalanan (PP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) akan diisolasi di rumah masing-masing.
"Jika sebelumnya kita masih mengimbau misalnya agar masyarakat menggunakan masker, jaga jarak fisik dan sosial serta berbagai tindakan pencegahan penularan Covid-19, dengan adanya perwal nantinya akan dapat memaksa orang-orang untuk mematuhinya," kata Akhyar.
Pada kesempatan ini Akhyar juga menyampaikan kepada para medis agar senantiasa menjaga kesehatan dan tetap semangat dalam menjalankan profesinya. Karena para medis sangat berperan penting dalam penanganan Virus Corona.
"Saya berharap untuk tim medis agar tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan. Karena kalian-kalian inilah yang berperan besar dalam penanganan pasien Covid-19," harap Akhyar.
Sementara itu, Direktur Utama RS Royal Prima Dr Suhartina Darmadi MKM mewakili Komisaris Utama  PT Royal Prima Dr dr I Nyoman Eric Lister MKes mengucapkan terima kasih atas pemberian APD kepada pihak rumah sakit. "Semoga dengan adanya bantuan ini, kami dapat menjalankan profesi kami dengan sebaik-baiknya dan juga tetap amanah," ucapnya.(Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News               
Selain Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir SIK MTCP, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi juga menyambangi Dandim 0201/BS Kol Inf Roy Hansen J Sinaga SSos di Makodim 0201/BS, Jalan Pengadilan Medan, Senin (27/4).
Selain bersilaturahmi, kedatangan Akhyar bertujuan untuk berdiskusi dan meminta masukan terkait penyempurnaan draf Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwal) terkait Karantina Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan.
Kedatangan Akhyar turut didampingi Asisten Administrasi Umum Renward Parapat, Kadis Sosial Endar Sutan Lubis, Kabag Tata Pemerintahan Ridho Nasution dan Kabag Umum Andi Syahputra. Dalam pertemuan tersebut, Akhyar menyampaikan beberapa poin yang terkandung dalam Ranperwal sekaligus meminta dukungan Dandim dan seluruh jajaran Kodim 0201/BS demi menyempurnakan Ranperwal sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang kini tengah menjangkit dunia tersebut.
Akhyar mengungkapkan, Ranperwal terkait Karantina tersebut berisi sejumlah aturan diantaranya melakukan screening awal bagi warga yang masuk ke Kota Medan. Artinya, akan ada pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap warga di pintu masuk Kota Medan. Jika ditemukan sebagai salah satu gejala Covid-19 misalnya suhu badan mencapai 38°, maka akan dilakukan karantina rumah karena sudah masuk dalam kategori orang dalam pengawasan (ODP).
"Selain ODP, karantina rumah akan diberlakukan bagi pelaku perjalanan (PP) dan orang tanpa gejala (OTG). Warga akan diawasi melalui tiga pilar yakni tingkat kecamatan, koramil dan polsek setempat. Artinya, Perwal ini lebih ditujukan sebagai bentuk konkrit penanganan Covid-19. Jadi tidak hanya sekedar himbauan, tapi sudah menjadi regulasi," kata Akhyar.
Oleh karenanya diutarakan Akhyar, Ranperwal yang telah sempurna dengan adanya masukan dari Forkopimda dan akan menjadi Perwal tersebut bersifat untuk mengontrol masyarakat. "Kamu mohon dukungan dan bantuan, agar upaya yang sama-sama kita lakukan ini memberikan hasil optimal untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan," bilangnya optimis.
Masukan dan dukunganpun disampaikan Dandim 0201/BS Kol Inf Roy Hansen J Sinaga. Dalam penyampaiannya, ada beberapa masukan yang diajukan Dandim guna menyempurnakan Ranperwal Karantina tersebut. Di antaranya, kemungkinan adanya sanksi yang diberikan kepada masyarakat jika kedapatan melanggar aturan yang telah ditetapkan. Hal ini guna memberi efek jera bagi masyarakat.
"Jika sudah Perwal artinya sudah ada aturan yang lebih mengikat. Kita juga akan kerahkan seluruh jajaran untuk mensosialisasikan Perwal yang nanti akan diberlakukan hingga sampai ke seluruh warga. Kita berharap, masyarakat dapat memahami, mengetahui dan mengerti sehingga meminimalisir terjadi pelanggaran," bilang Dandim.
Sebelum mengakhiri pertemuan, Dandim kembali menegaskan bahwa Kodim 0201/BS siap untuk mendukung,  bertanggungjawab dan ambil bagian untuk turut serta dalam menangani Covid-19 di Kota Medan. "Medan rumah kita. Maka jelas ada tanggungjawab kami untuk melindungi, menjaga dan merawatnya. Apalagi tujuannya untuk keselamatan masyarakat," tegas Dandim.hot/(Rd)

Share Berita



Medan,DP News                     
Plt  Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi  menyampaikan draf Rancangan Peraturan Wali Kota (Ranperwal) Kota Medan terkait  Karantina Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir SIK MTCP di Mapolrestabes Medan, Senin (27/4).
Akhyar berharap masukan Kapolrestabes untuk penyempurnaan draf tersebut. Di samping itu juga mengharapkan dukungan penuh seluruh jajaran Kapolrestbaes Medan sehingga Perwal terkait Karantina nantinya berlaku efektif guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Kedatangan Akhyar turut didampingi Asisten Umum Setdako Medan Renward Parapat, Kadis Sosial Endar Sutan Lubis, Kepala BKD & PSDM Muslim Harahap, Kabag Tapem Ridho Nasution, Kabag Umum Andi Syahputra  serta Camat Medan Perjuangan Afrizal.  Dalam pertemuan dengan Kapolrestabes didampingi sejumlah pejabat di jajaran Polrestabes Medan, Akhyar pun menyampaikan draf terkait Ranperwal Karantina tentang Penanganan Covid-19 di Kota Medan.
Dalam Ranperwal terkait karantina tersebut, Akhyar juga mengungkapkan rencana Pemko Medan akan menerapkan Cluster Isolation. Sebelum itu dilakukan, Pemko Medan akan melakukan screening awal  kepada warga yang memasuki Kota Medan. Kemudian diikuti dengan pengecekan suhu tubuh, jika panas tubuhnya mencapai 38°C , maka yang bersangkutan akan dilakukan karantina rumah karena sudah masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP).
“Walaupun sudah masuk kategori ODP, tetapi yang bersangkutan belum positif Covid-19. Guna menghindari terjadinya transmiri lokal, maka yang bersangkutan dikarantina di rumah. Selama menjalani karantina, yang bersangkutan akan diberi bantuan pangan. Selain ODP, karantina rumah juga akan diberlakukan terhadap warga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) serta pelaku perjalanan (PP).
Kapolrestabes menyambut baik dan siap mendukung Perwal terkait Karantina tersebut. Dikatakannya, Polrestabses Medan siap berkolaborasi dengan Pemko Medan dalam rangka penangan Covid-19 di Kota Medan. Bahkan, ungkap Kapolrestabes, jajaran Polri hingga tingkat bawah telah menggelar Operasi Aman Nusa. Di samping itu lagi tambahnya, Polri juga masuk dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di pemerintahan.
Tidak itu saja, terang Kapolrestabes, Polri juga ikut serta melakukan deteksi terhadap progam jaringan pengaman sosial, guna memastikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran guna menghindari terjadinya kericuhan. “Apabila pelaksanaan bantuan jaringan pengamanan sosial berlangsung baik dan tepat sasaran, kecil kemungkinan terjandinya kerawanan,” jelas Kapolrestabes.
Usai pertemuan dengan Kapolrestabes, Plt Wali Kota menjelaskan, tujuan dilakukan pertemuan guna mengkonsultasikan sekaligus penyempurnaan Ranperwal Karantina terkait Penanganan Covid-19 di Kota Medan. “Banyak masukan yang telah kita terima dari Bapak Kapolrestabes beserta jajaran. Masukan ini selanjutnya akan menjadi bagian dari Perwal tersebut. Sebab, penanganan Covid-19 menjadi tanggung jawab dari kita semua,” terang Wali Kota. (Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                     
Camat Medan Denai Ali Sipahutar langsung bertindak cepat dengan mendatangi warganya yang bernama  Junaidi Rahman beserta istri dan kelima anaknya. Selain sudah berhari-hari tidak makan, Junaidi beserta keluarga juga dikabarkan telah diusir dari rumah kontrakan karena tidak memiliki uang lagi untuk membayar sewanya. Setelah bertemu langsung dengan yang bersangkutan, kabar tersebut ternyata tidak benar sama sekali. Di samping itu lagi Junaidi bukan warga Kota Medan melainkan Kota Binjai sesuai dengan KTP yang dimiliki. Meski demikian Kecamatan Medan Denai siap membantu Junaidi beserta keluarga, termasuk mencarikan tempat tinggal.
Didampingi lurah dan petugas Babinsa,  Ali menjelaskan, kedatangan mereka untuk memberikan rasa tenang dan nyaman kepada Junaidi dan keluarga. Pasca kehidupannya diberitakan dalam facebook serta salah satu media online, warga banyak mendatangi Junaidi beserta keluarga sehingga sangat mengganggu aktifitas mereka sehari-hari. Padahal berita yang disampaikan tersebut tidak benar. Yang benar mereka hanya belum membayar sewa kontrakan saja.
"Kami berupaya memberikan rasa tenang dan nyaman bagi bapak dan ibu sekeluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari meski pun KTP yang bapak dan ibu miliki menunjukkan sebagai warga Kota Binjai. Saya minta bapak lurah dan kepling dapat mempercepat kepindahannya ke Medan sehingga dapat dimasukkan ke dalam daftar penerima bantuan sosial dari Pemko Medan. Kita akan ke Binjai untuk mempercepat proses pemindahannya," kata Ali.
Di samping itu, jelas Ali, mereka juga akan mempertanyakan kepada Pemko Binjai mengapa Junaidi dan keluarga tidak ada menerima bantuan seperti pengakuan istri Junaidi. "Yang jelas besok kami juga akan berupaya untuk mencari tempat yang layak untuk bapak dan ibu beserta keluarga tinggal sesuai perintah langsung Bapak Plt Wi Kota. Saya minta bapak kepling mencarinya besok, setelah dapat , maka bapak dan ibu beserta keluarga langsung  kita pindahkan ke sana sembari menunggu kartu keluarganya dipindahkan ke Medan," ujarnya.
Selanjutnya Ali pun berpesan, jika ada masalah hendaknya disampaikan langsung kepada kepling maupun lurah untuk diambil langkah-langkah selanjutnya. "Sekali lagi saya berharap kepada bapak dan ibu agar segera menyampaikan kepada  bapak kepling atau pun langsung kepada bapak lurah untuk segera dibantu," pesannya.
Sementara itu  Istri Junaidi langsung membantah berita yang mengatakan, mereka sudah berhari- hari tidak makan."Tidak benar kalau kami dibilang sudah berhari-hari tidak makan. Saya beserta suami saya sebagai orang tua mereka, masih mampu untuk membiayai anak-anak kami, termasuk makan. Apalagi saya dan suami punya keluarga dan mereka selalu membantu kami. Yang benar kami belum membayar uang kontrakan. Jadi apa yang diberitakan itu sama sekali tidak benar," tegas istri Junaidi.(Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News                   
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memimpin Rapat Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Jenderal Sudirman No 35, Sabtu (25/4). Tujuan dari rapat ini untuk mempelajari konsep Cluster Isolation tersebut bersama tim ahli dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan.
Pada rapat yang dihadiri oleh tim ahli tersebut, Akhyar menyetujui hasil rapat yang disampaikan oleh tim ahli yang memberikan dua pilihan sistem isolasi yang dapat dilakukan untuk melaksanakan Cluster Isolation yaitu isolasi di rumah serta isolasi di rumah sakit.
“Demi untuk melancarkan Cluster Isolation yang akan diberlakukan di Kota Medan, kita akan melakukan isolasi di rumah serta di rumah sakit seperti yang dikatakan oleh tim ahli. Artinya dengan sistem ini tindakan isolasi hanya dilakukan kepada siapa yang sakit. Penanganan akan difokuskan kepada korban dan lingkungan tempat tinggal si penderita,” jelas Akhyar.
Pada rapat tersebut, Akhyar juga menyampaikan kepada tim gugus tugas agar menyiapkan pembagian kerja (job desc) berdasarkan data-data peraturan yang ada dan membuat struktur organisasi, pelaksanaan dan teknik pelaksanaan guna untuk melancarkan Cluster Isolation yang akan diberlakukan di Kota Medan.
“Kepada Tim Gugus Tugas dan tim ahli agar segera menyiapkan pembagian kerja dan melakukan konsep sesuai dengan data yang ada, jadi hari senin bisa saya setujui dan hari selasa dapat langsung melaksanakan tugas masing-masing. Kita tidak boleh berlama-lama, setiap detik sangat berharga,” tegas Akhyar.
Rapat tersebut dihadiri 9 orang tim ahli yang dikoordinir oleh Balitbang Pemko Medan yakni dipimpin Kepala Balitbang Kota Medan, Drs. Farid Wajedi, M.Si, Kadis Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi, Kadis PPKB  Drg Usma Polita, Dr Drs Zulfendri Mkes pakar kesehatan masyarakat, Dr dr Benny Satria Mkes SH MH pakar Hukum Kesehatan, Dr Teddy Zulyati SE MSi pakar ekonomi, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Ir Purnama Dewi, Bahria Dalimunte dan dr Pocut Fatimah Fitri.(hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan 3.275 paket bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Bantuan tersebut merupakan donasi kolektif pribadi para pejabat dan staf ASN di lingkungan Pemprov Sumut.
Penyerahan bantuan seluruhnya dilakukan secara serentak, Jumat (24/4), oleh masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ke seluruh kecamatan di Kota Medan dan 10 kecamatan di Kabupaten Deliserdang. Penyerahan pertama dimulai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina di Kantor Kecamatan Medan Johor, Jalan Karya Cipta Pangkalan Masyhur Medan Johor. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekda Sabrina kepada Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini kita dari Pemprov Sumut menyalurkan bantuan kepada masyarakat, dalam hal ini bukan dari APBD, bukan pula dari posko Gugus Tugas Percepatan Penagananan Covid-19. Tetapi ini dari kita semua secara pribadi-pribadi, baik dari Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, seluruh OPD dan ASN Pemprov Sumut,” ujar Sabrina.
Bantuan berupa beras, minyak goreng, mi instan dan gula putih yang diberikan diharapkan menjadi berkah bagi para penerima dan bagi para penyumbang, serta meringankan beban masyarakat pada bulan Ramadan di tengah wabah Covid-19. “Kecamatan Johor hari ini kita serahkan 100 paket sembako kepada Bapak Camat. Tolong disalurkan kepada yang paling membutuhkan dan disalurkan secara merata,” pesannya.
Sabrina juga mengingatkan kepada semua pihak dalam memberikan bantuan jangan dilakukan di pinggir jalan. Sesuai anjuran Gubernur Sumut, bantuan harus diantar langsung ke masyarakat dengan bekerja sama pejabat setempat.
Menyalurkan bantuan bersama Relawan Covid-19 dari Indonesia Scout Journalist Sumatera, Sabrina kemudian berharap agar lebih banyak pihak lain melakukan hal yang sama. Berbagi kelebihan rezeki dengan sesama khususnya saat Ramadan akan mendatangkan kebaikan dan pahala berlipat ganda.
Camat Medan Johor Zulfachri Ahmadi menyampaikan ucapan ribuan terima kasih kepada Sekda Sabrina selaku perwakilan dari seluruh pejabat dan ASN yang telah memberikan bantuan. “Bantuan ini sudah pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, khususnya di tengah wabah Covid-19 saat ini. Mudah-mudahan bagi yang sudah berbagi dimurahkan rezeki oleh Allah SWT dan bantuan ini menjadi berkah,” ucapnya.
Di tempat lain, penyerahan bantuan juga dilakukan oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Hendra Dermawan Siregar dan Kepala Biro Sosial dan Kesejahteraan Setdaprovsu Muhammad Yusuf kepada Camat Medan Polonia Amran Medan Sanusi di Kantor Camat Medan Polonia Jalan DC Barito Medan. “Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan disalurkan kepada seluruh masyarakat kita yang paling membutuhkan,” ujar Hendra.
Sementara itu, di Deliserdang, bantuan juga diserahkan oleh Badan Kesbangpol dan Disdukcapil di Kecamatan Tanjungmorawa, Biro Administrasi dan Pembangunan serta Biro Otonomi Daerah di Kecamatan Hamparan Perak, serta sejumlah OPD lainnya.(Rd/Humass Provsu)

Share Berita

Medan,DP News
Asosiasi buruh se-Sumatera Utara (Sumut) mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam mengatasi dampak Covid-19. Asosiasi Buruh menyatakan tidak akan demonstrasi turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh 1 Mei mendatang.
Hal itu disampaikan sekitar 20 asosiasi buruh langsung kepada Gubernur Sumut (Sumut) Edy Rahmayadi dalam diskusi di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (24/4).
Hadir di antaranya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumut CP Nainggolan, Sekjen DPD KSPSI Semayang Duo Sumut Dermawan, Serikat Pekerja Rumahan serta asosiasi buruh lainnya.
Mewakili seluruh seluruh asosiasi buruh yang hadir, Ketua DPD FSPTI KSPSI Sumut CP Nainggolan menyatakan tidak akan melakukan pergerakan masa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait Hari Buruh 1 Mei 2020. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan para buruh terhadap Pemprov Sumut dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di daerah ini.
“Tidaklah bijak andai kita melakukan unjuk rasa dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu atas bimbingan dan arahan yang disampaikan oleh Bapak Gubernur kepada kami merupakan suatu langkah yang tepat untuk antisipasi dimana kita harus bersama-sama melawan Covid-19 di Sumut,” katanya.
Gubernur menyambut baik dan mengapresiasi dukungan para buruh dalam upaya penangan Covid-19 di Sumut. Termasuk sikap tidak akan melakukan unjukrasa di Hari Buruh mendatang. Karena upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk para buruh.
Edy Rahmayadi juga menyampaikan, selaku pimpinan di Sumut berjanji akan bertanggung jawab dalam permasalahan buruh yang terdampak Covid-19. “Saya selaku pimpinan di provinsi ini. Saya akan bertanggung jawab lahir dan batin. Pemerintah sudah tau, makanya kita sudah melakukan refocusing dan realokasi anggaran. Apa yang anda sampaikan tadi saya tidak pungkiri,” ucap Edy Rahmayadi, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina.
Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19, Edy juga memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Harianto Butarbutar untuk langsung terjun ke lapangan dan mengecek semua perusahaan di Sumut, serta meminta Dinas Tenaga Kerja Sumut untuk menindak perusahaan yang mengambil kesempatan momen Covid-19.
Sebelumnya, Gubernur juga telah menyampaikan Seruan Nomor: 184/TU/III/2020 terkait Penanganan Covid-19 di Sumut, antara lain mengimbau kepada kalangan dunia usaha agar memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pekerja instansi pemerintah dan swasta, bagi kalangan pekerja industri untuk memberlakukan sistem bekerja bergiliran semaksimal mungkin dengan tetap memberikan hak pekerja dan jangan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau penghentian kontrak.(Rd/Humass Provsu)


Share Berita

Medan ,DP News                   
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengingatkan kepada seluruh warga agar waspada, sebab saat ini di Kota Medan telah memasuki masa transmisi lokal penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Artinya, penyebaran virus corona yang  terjadi tidak lagi melalui masyarakat dari luar Kota Medan maupun memiliki riwayat perjalanan dari kawasan pandemi Corona tetapi sudah melalui antar masyarakat lokal.
"Saat ini masanya penularan Covid-19 yang terjadi melalui antar sesama kita (transmisi lokal). Jadi kita harus waspada, tidak boleh main-main atau menyikapinya dengan sepele. Tidak tertutup kemungkinan kasus Covid-19 di kota-kota lain akan terjadi di Kota Medan," kata Akhyar ketika menghadiri penyerahan Bantuan Kepedulian Pasca Pandemi Covid-19  dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Sumut kepada  Kecamatan Medan Denai, Jumat (24/4).
Guna mengatasi transmisi lokal tidak terjadi secara massif, Akhyar menegaskan, seluruh warga Kota Medan wajib mengenakan masker, terutama ketika melakukan aktifitas di luar rumah. "Tidak ada alasan lagi untuk tidak memakai masker. Apalagi masker saat ini sudah mudah didapatkan. Apabila tidak ada masker, gunakan kain untuk menutupi mulut dan hidung," ungkapnya. 
Bagi umat muslim yang ingin melaksanakan shalat, termasuk berjamaah, Akhyar mempersilahkannya. Hanya saja saat melaksanakan shalat, Akhyar minta untuk tetap memakai maaker demi keselamatan bersama. "Orang yang sehat bisa menjad carrier (pembawa) virus Corona  bagi orang lain," terangnya.
Akhyar selanjutnya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumut atas bantuan 100 paket yang berisikan bahan kebutuhan pokok seperti beras 5 kg, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 liter. Dikatakannya, bantuan yang diberikan itu tentunya sangat bermanfaat bagi warga, terutama  kurang mampu yang terdampak akibat Covid-19.
Kemudian Akhyar juga mengingatkan, tugas pemerintah saat ini bukan hanya membagi-bagikan bantuan tetapi bagaimana memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Apalagi bantuan yang diberikan seperti ini, jelas Akbar, tidak bisa dilakukan terus menerus karena kemampuan orang yang membantu ada batasnya. Sebelum sampai batas itu tiba, Akhyar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Apabila pandemi Covid-19 terus berkepanjangan, tentunya masing-masing akan berupaya untuk mempertahankan diri sehingga bantuan seperti ini tidak akan ada lagi. Sebelum itu terjadi, mari kita atasi dengan menggunakan masker. Masyarakat harus wajib menggunakan masker, tidak ada toleransi lagi bagi warga yang tidak mengenakan masker. Tugas kita sebagai aparatur pemerintah harus menyelamatkan warga Kota Medan," tegasnya.
Bantuan 100 paket berisikan bahan pokok diserahkan  Kepala Biro Provsu H Afifi Lubis SH yang diserahkan secara simbolis kepada Plt Wali Kota Medan. Setelah itu Akhyar didampingi Kepala BPKAD Kota Medan T Ahmad Sofyan menyerahkan bantuan itu kepada Camat Medan Denai Ali Sipahutar. Sebelum penyerahan bantuan dilakukan, Afifi Lubis dan Ali Sipahutar lebih dulu melakukan penandatanganan berita acara.
Dikatakan Afifi, bantuan yang diberikan ini berasal dari seluruh ASN di lingkungan Pemprovsu setelah melihat banyak warga  yang terdampaik baik ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19. Terkait itulah, jelas Afifi, para ASN terpanggil untuk melaksanakan gerakan sosial. Selain Kota Medan, Afifi mengatakan, bantuan juga akan diberikan kepada Kabupaten Deliserdang.
"Berikanlah bantuan ini kepada warga  yang berhak menerimanya, bukan karena faktor kedekatan. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan kita berharap Covid-19 secepatnya berakhir di bumi Indonesia, terkhusus Provinsi Sumut," harap Afifi. (Hot/Rd)

Share Berita

Medan,DP News
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2019, Jumat (24/4). Prosesi penyerahan LHP dilakukan melalui sambungan Video Conference (Vidcon) di Command Center Balai Kota Medan.
LHP tersebut diserahkan langsung Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut Eydu Oktain Panjaitan SE MM Ak CA CSFA yang dikirimkan dalam bentuk surat elektronik kepada Plt Wali Kota. Adapun LHP yang diserahkan tersebut merupakan hasil audit BPK terhadap laporan keuangan Pemko Medan Tahun Anggaran 2019 yang diserahkan Kamis (20/2) lalu. Dalam LHP ini, Pemko Medan menerima predikat penilaian opini wajar dengan pengecualian (WDP).
Selain kepada Pemko Medan, LHP juga diserahkan kepada DPRD Medan dan diterima langsung Ketua DPRD Medan Hasyim SE yang turut mengikuti jalannya prosesi penyerahan melalui Vidcon tersebut. Sebelum menerima LHP, Plt Wali Kota, Ketua DPRD Medan dan Kepala BPK RI Perwakilan Sumut terlebih dahulu menandatangani berita acara penyerahan LHP.
Dalam sambutannya, Akhyar mengatakan Pemko Medan telah berupaya menyajikan LKPD secara optimal. Dengan harapan dapat menjadi refleksi tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. "Kami tentu menyambut baik pemeriksaan yang dilakukan sekaligus sebagai bentuk pendampingan dan bimbingan kepada Pemko Medan," kata Akhyar.
Selanjutnya, dokumen LHP yang diterima tersebut jelas Akhyar, akan menjadi rekomendasi dan pedoman bagi Pemko Medan dalam rangka menyajikan dan mengelola keuangan daerah yang sesuai standart penyusunan dan pengelolaan.
"Dokumen LHP ini tentu menjadi rekomendasi bagi Pemko Medan untuk menyajikan LKPD yang sesuai standart akuntasi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundang-undangan serta efektivitas sistem pengendalian internal," ungkapnya.
Menyikapi WDP yang diterima Pemko Medan, Akhyar mengatakan akan lebih bersinergi dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik.
"Kita juga akan menindak dan tertibkan oknum-oknum yang mungkin menjadi kendala dan penyebab Pemko Medan menerima opini WDP," tegasnya.
Sedangkan Kepala BPK RI Perwakilan Sumut Eydu Octain Panjaitan SE MM Ak CA CSFA minta agar Pemko Medan mempedomani dan menindaklanjuti dokumen LHP sebagai acuan dan rekomendasi dalam mengelola keuangan daerah agar lebih baik lagi sehingga dapat memperoleh penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP).
"Kami berharap, segala saran dan rekomendasi yang terdapat dalam LHP dapat menjadi pedoman bagi Pemko Medan dalam mengelola serta menyajikan laporan keuangan yang lebih baik lagi. Dengan demikian, LKPD di tahun-tahun mendatang dapat meraih predikat WTP," harap Eydu. (hot/rd)

Share Berita

Medan,DP News
Ketua DPRD Medan Hasyim dan Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor minta Inspektorat Pemko Medan diminta untuk sejak dini serius dengan memperketat pengawasan terhadap penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE menilai hal itu sangat penting dilakukan guna menghindari terjadinya kasus hukum di kemudian hari.
“Pengawasan sejak dini sangat perlu, saling mengingatkan dan mengarahkan sehingga penggunaan anggaran lebih maksimal dan tepat sasaran. Jangan sampai terjadi penyimpangan penggunaan anggaran tidak disengaja, apalagi disengaja,” ujar Hasyim SE, Jumat (24/4) melalui telepon selularnya.
Sama halnya dengan tim gugus tugas Covid-19 dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran Pemko Medan diingatkan supaya ekstra hati hati menggunakan anggaran. Karena dari KPK sudah ada warning jika pelaku korupsi dana bantuan Covid-19 akan dihukum mati.
Ditambahkan Hasyim, pihaknya dari DPRD Medan juga akan terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran anggaran penanganan Covid-19
“Kita sebagai lembaga diatur di dalam UU dan diberi kewenangan dalam pemantauan dan pengawasan terhadap Pemko. Jadi, pihak manapun tidak bisa menghalangi jika kita memantau dan mengawasinya,” kata Hasyim.
Menyinggung soal anggaran penanganan virus corona yang menyedot dari sejumlah OPD, Ketua DPRD Kota Medan ini menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi kepada Pemko Medan terkait anggaran dimaksud.
“Kita tidak mau anggaran mencapai ratusan miliaran rupiah itu penyalurannya tidak tepat sasaran. Pokoknya, jangan main-main dengan anggaran tersebut,” tambah Antonius Tumanggor,anggota dewan dari Dapil 1 tersebut.
Oleh karenanya, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pemko Medan dan gugus tugas penanganan covid-19, terkait dengan penanganan dan anggaran. “Pokoknya, kita tidak akan lepas koordinasi dengan Pemko dan gugus tugas terkait penanganan Covid-19,” ujarnya kedua legislator tersebut.(Rd)
Share Berita

Medan,DP News
Ketua DPRD Medan, Hasyim SE menegaskan, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan kunjungan kerja secara berkala (reses). Meskipun, kondisi negara dalam keadaan mendapat musibah virus corona (covid-19).
“Hasil rapat pimpinan (rapim) DPRD Kota Medan, memutuskan pelaksanaan reses tetap berlanjut, meski musibah virus corona terjadi di wilayah Kota Medan,” kata Hasyim, Jumat (24/4) di Medan.
Hasyim menjelaskan, reses diatur di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menegaskan bahwa DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang mempunyai fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan, yang dijalankan dalam kerangka representasi rakyat di daerah.
Selain itu, lanjut Ketua DPRD Kota Medan ini, DPRD berkewajiban untuk menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui reses guna menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat, serta memberikan pertanggung jawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihannya. “Nah, artinya reses tetap berjalan walaupun kondisinya saat ini,” sebutnya.
Menurut politisi PDI Perjungan ini, idealnya kegiatan reses merupakan sarana komunikasi antara anggota dewan dengan masyarakat (konstituen) di daerah pemilihannya. Masa reses ini menjadi media bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi, menerima pengaduan dan gagasan-gagasan yang berkembang di daerah.
Masih menurutnya, reses adalah salah satu kunci keberhasilan bagi anggota DPRD sebagai aktor yang berperan sebagai representasi dan wakil rakyat di pemerintahan. Artinya, kualitas anggota dewan juga ditentukan oleh sejauh mana ia berhasil dalam melakukan artikulasi dan agregasi kepentingan masyarakat serta membela aspirasi masyarakat yang menjadi konstituennya.
Reses juga dapat menjadi forum penyampaian pertanggungjawaban dari anggota dewan yang bersangkutan untuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan, bagaimana follow-up dari reses sebelumnya serta apa agenda strategis yang akan dilakukan ke depan. Sehingga pelaksanaan reses dapat dijadikan sebagai alat ukur untuk melihat kualitas, produktivitas dan kinerja DPRD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta melihat perwujudan peran DPRD dalam mengembangkan check and balances antara DPRD dan pemerintah daerah.
Ketika disinggung pelaksanaan reses di tengah musibah virus corona, Hasyim mengatakan, reses kali ini dilakukan dengan pola door to door, sebagaimana telah dilaksanakan seperti di Lampung dan Jawa timur.
“Kita akan melakukan hal yang sama dengan kedua daerah itu. Terpenting, pelaksanaan reses tidak melanggar UU yang berlaku,” ujarnnya.
Kembali dijelaskan, anggaran reses kali ini beberapan persen dikurangi. Sebab, reses dengan pola door to door otomatis anggaran untuk teratak, tenda, meja kursi dan peralatan Sound System. “Cuma anggaran makanan dan snack yang akan diberikan kepada masyarakat yang dikunjungi. Jadi begitulah pola yang dilakukan pada bulan April ini,” katanya.(Rd)

Share Berita

Jakarta,DP News
Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, penting untuk melakukan pencegahan demi melindungi diri dari infeksi virus. Salah satu kuncinya adalah menjaga sistem imun tetap kuat. Orang-orang dengan imunitas yang lemah cenderung rentan terhadap penyakit, dan jika terinfeksi akan menunjukkan gejala yang lebih berat daripada yang lainnya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem imun, dan memnuat tubuh siap menghadapi patogen dari luar.
Salah satunya dengan perubahan gaya hidup, termasuk memperbanyak konsumsi makanan yang bisa meningkatkan imunitas. Dikutip dari Kompas.com,jika kita ingin mencari alternatif jenis makanan yang bisa membantu meningkatkan sistem imun, tanaman herbal dan biji-bijian berikut bisa dicoba.
 1.Bawang putih
Bawang putih termasuk kelompok superfood dan sering dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai masalah terkait kesehatan. Herbal yang memiliki bau tajam dan sering ditemukan sebagai bumbu dapur ini mengandung sejumlah manfaat. Sebutlah, antimikroba, antibiotik, dan anti-peradangan. Demi meningkatkan sistem imun, kita  bisa menambah konsumsi bawang putih dalam keseharian.
2. Biji chia
Biji chia kaya antioksidan dan asam lemak omega-3, yang penting untuk meningkatkan imunitas. Biji-bijian ini juga mampu membantu menurunkan inflamasi dan mengatur respons peradangan dalam tubuh. Tak perlu bingung bagaimana cara menyajikan biji chia, kamu bisa menjadikannya campuran dalam puding.
3.Biji labu Biji- bijian ini kaya akan seng, zat besi, dan vitamin E, sehingga baik pula untuk meningkatkan fungsi imun. Biji labu juga memiliki kandungan anti-jamur dan anti-virus. Kandungan ini dapat membantu pertumbuhan sel, meningkatkan suasana hati dan meningkatkan kualitas tidur.
Taburkan beberapa biji labu pada salad atau menu sayuran, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa.
Tanaman ini kaya akan Vitamin E dan nutrisi lainnya. Segenggam biji bunga matahari yang gurih mengandung selenium yang membantu tubuh melawan tipe kanker tertentu dan membangun imunitas. Antioksidan dan Vitamin E yang terkandung di dalam biji bunga matahari juga mampu melawan radikal bebas dan baik untuk kulit.
5. Kunyit Herbal berwarna kuning terang ini memiliki banyak manfaat kesehatan. Curcumin, sebagai senyawa utama dalam kunyit memiliki manfaat meningkatkan imunitas. Senyawa ini mengaktivasi sel darah putih dalam tubuh yang bisa meningkatkan respons antibodi.
6. Jahe Jahe adalah senyawa antimikroba, antibiotik dan anti-inflamasi. Membuat jahe efektif dalam meredakan sakit tenggorokan, menghilangkan mual dan gas usus. Akibat kandungan antioksidannya yang tinggi, jahe dapat meningkatkan sistem respons imun. Kita bisa mengonsumsinya dalam bentuk teh jahe atau air jahe. Jahe juga bisa menjadi penambah rasa makanan, jika dicincang halus dan ditambahkan ke dalam masakan.
7.Kayu manis
Kayu manis juga banyak dimanfaatkan khasiatnya untuk keperluan pengobatan selama ribuan tahun.
 Jenis herbal ini diyakini mampu melawan peradangan, menangkal infeksi dan menyembuhkan jaringan yang rusak. Kayu manis mengandung antioksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh, memiliki efek anti-diabetes dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung.(Rd/Kompas.com)


Share Berita


Jakarta,DP News
Masker perlu dicuci secara rutin. Ketika mencuci masker wajah, hindari menyentuh mata, hidung atau mulut, serta selalu rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Selain itu, kita perlu juga memerhatikan tahapan pencucian yang tepat agar kuman dan virus pada masker kain hilang secara maksimal.
Simak tahapan sederhana berikut:
1. Air panas
 Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, menaruh masker kain di mesin cuci seharusnya cukup untuk mensterilisasinya. Namun, Direktur Lab Pembersihan Good Housekeeping Institute menyarankan agar masker wajah tersebut dicuci dengan air panas di dalam mesin cuci. Setelah itu, keringkan masker dengan suhu tinggi.
Sementara, masker kain yang bahannya lebih lembut mungkin perlu dicuci menggunakan tangan. Ingatlah bahwa kunci untuk mematikan kuman adalah panas, termasuk untuk membunuh kuman atau virus yang mungkin ada pada masker wajah yang kita kenakan.
Sebuah penelitian menemukan, air yang dipanaskan hingga di atas 60 derajat celcius secara efektif mampu membunuh kebanyakan virus.
2. Deterjen dengan pemutih
Ketika mencuci masker, gunakan deterjen dengan pemutih atau bahan aktif lainnya untuk memastikan semua mikroba yang mungkin ada pada masker mati. Mencuci masker kain harus mengikuti rutinitas yang sama seperti layaknya mencuci pakaian dalam.
Demikian dikatakan Direktur Pusat Kepemimpinan untuk Penelitian Pendidikan Keperawatan di Universitas Widener, Darrell Spurlock. "Ganti secara rutin secara berkala dan ketika kotor," ungkap dia.(Rd/Kompas.com)

Share Berita

Sumber makanan yang mengandung karbohidrat bukan hanya beras atau nasi, melainkan juga umbi-umbian. Di Indonesia, terdapat banyak jenis umbi-umbian yang mudah diolah dan bermanfaat untuk kesehatan. Umbi sebetulnya merupakan organ tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk dan ukuran akibat fungsinya, yakni sebagai alat perkembangbiakan atau cadangan makanan. Umbi-umbian biasanya terbentuk di bawah tanah (pada bagian akar), serta memiliki kandungan utama berupa karbohidrat atau pati. Banyak sekali jenis umbi-umbian yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air, seperti kentang, talas, ubi jalar, singkong, uwi, cantel, ganyong, gembili, sente, dan suweg. Masing-masing umbi tersebut memiliki rasa yang khas dan manfaatnya masing-masing. Para peneliti sepakat bahwa terdapat 5 jenis umbi-umbian yang mendominasi di dunia, baik dari segi jumlah, rasa, maupun manfaatnya. Umbi-umbian tersebut adalah:
1. Kentang (Solanum tuberosum)
Kentang kerap dianggap sebagai umbi-umbian yang harus dihindari, terutama bagi mereka yang ingin mengonsumsi makanan rendah karbohidrat. Meski demikian, makan kentang sebetulnya juga dapat menghadirkan berbagai manfaat bagi kesehatan karena ia juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan fitokimia. Beberapa manfaat kentang bagi kesehatan, antara lain: Menguatkan tulang, karena umbi-umbian ini kaya akan fosfor dan kalsium yang dapat mencegah terjadi pengeroposan tulang alias osteoporosis. Menyehatkan jantung, karena kentang mengandung serat, potassium, vitamin C, dan vitamin B6 tang mendukung kerja jantung. Untuk mendapatkan manfaat ini, hindari mengolah kentang dengan cara digoreng.
2. Singkong (Manihot esculenta)
Harganya murah, tapi singkong bisa diolah menjadi kuliner gurih maupun manis yang menggugah selera. Selain kaya akan karbohidrat, singkong juga memiliki banyak kandungan vitamin C dan zat antioksidan lain, seperti asam fenolik, anthraquinones, saponin, dan alkaloid yang berguna bagi kesehatan kulit.
Singkong juga dipercaya memiliki sifat anti peradangan. Hanya saja, umbi-umbian ini cenderung tidak memiliki kandungan nutrisi lain, termasuk protein, sehingga konsumsi singkong dalam jumlah besar sangat tidak dianjurkan dari segi kesehatan.
3. Ubi jalar(tashka2000)
Umbi-umbian yang satu ini memiliki warna yang beragam, mulai dari ubi merah, ubi kuning, hingga ubi ungu. Penelitian menyatakan ubi merah dan ubi ungu merupakan sumber pangan yang baik karena kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas. Sifat antiradikal bebas ini juga dapat menurunkan risiko mengalami penyakit kronis, seperti kanker, jantung, dan penuaan dini. Ubi juga merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik sehingga dapat dijadikan sumber karbohidrat alternatif di luar nasi.
4. Ubi rambat (Dioscorea spp)
Meski sama-sama ‘ubi’, ubi rambat alias yam memiliki tekstur yang berbeda dibanding ubi jalar. Ubi rambat berbentuk panjang dengan rasa daging yang lebih kering dan bertepung dibanding ubi jalar. Manfaat yam bagi kesehatan belum banyak diketahui. Salah satu penelitian awal menunjukkan konsumsi yam secara rutin dapat menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh, mengurangi kolesterol jahat, serta meningkatkan level antioksidan.
5. Talas (Colocasia, Cyrtosperma dan Xanthosoma
Talas identik dengan kota Bogor dan sering dijadikan sebagai buah tangan khas daerah tersebut. Di luar Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama ‘taro’ yang kerap dijadikan bahan pembuat makanan atau minuman manis. Kulit luar talas berwarna cokelat dengan daging umbi-umbian yang berwarna putih dan bercak ungu. Rasa daging talas cukup manis dan teksturnya mirip dengan kentang. Talas adalah sumber serat yang baik, juga memiliki berbagai nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Beberapa manfaat talas adalah menstabilkan kadar gula darah, menyehatkan saluran cerna, serta menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Bagaimana, tertarik untuk menjajal umbi-umbian ini? (Rd/Kompas.com)

Share Berita

Medan,DP News                     
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak seluruh masyarakat Kota Medan agar menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah. Sebab di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19) yang tengah merebak di Kota Medan, penggunaan masker dinilai dapat memberikan kontribusi untuk menekan penyebaran Covid-19.
Ajakan tersebut disampaikan Akhyar ketika merima bantuan secara simbolis yang diserahkan PT Musim Mas Group General Manager Corporate Affair Gunawan Siregar di Posko Percepatan Penangangan Covid-19 yang bertempat di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan Jalan Rotan Proyek Medan Petisah, Kamis (23/4). Bantuan tersebut diberikan dalam rangka mendukung Pemko Medan dalam penanganan Covid-19.
Adapun bantuan yang diberikan berupa Minyak Makan sebanyak 5000 liter, sabun pencuci tangan sebanyak 3264 botol dan Sabun Medicare 7200 batang. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus mengajak masyarakat untuk memperhatikan kebersihan diri seperti mencuci tangan menggunakan air dan sabun.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah bersama untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak Virus Corona. Sesungguhnya sumbangan terbesar yang dapat dilakukan semua orang untuk memerangi Virus Corona adalah dengan menggunakan masker agar kita semua dapat menghindari penularan dan menularkan ke orang lain," kata Akhyar.
Selain menggunakan masker, Akhyar juga mengingatkan agar seluruh masyarakat Kota Medan terus menerapkan social dan physical distancing ketika berada di tempat umum. "Selain menggunakan masker, saya juga mengimbau kita semua untuk terus jangan lupa untuk selalu menerapkan jarak aman antar orang ketika berada di luar rumah. Dengan menjaga jarak tentu selain menjaga diri sendiri agar tidak tertular, kita juga menjaga orang lain dari kemungkinan tertular," jelas Akhyar.
Sebelumnya General Manager PT Musim Mas Group Corporate Affair Gunawan Siregar mengucapkan terima kasih kepada Plt Wali Kota khususnya Pemko Medan karena telah memberikan kesempatan kepada PT Musim Mas untuk membantu masyarakat Kota Medan yang saat ini terkena dampak wabah Virus Corona. "Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terkena dampak Virus Corona. Jadi kami memberikan produk-produk dari PT Musim Mas berupa minyak goreng dan sabun cuci tangan untuk disampaikan kepada masyarakat melalui Pemko Medan," kata Gunawan.
Selain bantuan ini juga, tambah Gunawan, PT Musim Mas juga telah membagikan bantuan secara langsung kepada masyarakat sebanyak kurang lebih 4250 paket. Selain itu juga telah membuat 8 tempat cuci tangan yang diletakkan di tempat fasilitas umum tentunya dikoorsinasikan melalui kelurahan setempat. "Sebelum memberikan bantuan ini, kami juga telah memberikan bantuan secara langsung ke masyarakat dan juga memberikan tempat cuci tangan untuk di tempatkan di fasilitas umum melalui kelurahan setempat," jelasnya.(hot/Rd)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.