Antonius Tumanggor Serukan Akhyar Awasi Penggunaan Dana BOS,Dion Sihombing:Diskon Uang Sekolah Patut Didukung,Bukan Menggratiskan...

Medan,DP News
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor,SSos serukan Plt.Walikota Ir H Akhyar Nasution,MSi  dan jajaran Dinas Pendidikan Kota Medan awasi secara ketat penggunaan dana BOS di masa siswa belajar di rumah akibat penyebaran Covid-19.Jangan biarkan penggunaan dana BOS menjadi tidak tepat sasaran mengingat operasional proses belajar mengajar tidaklah aktif di sekolah melainkan dengan sistem online.
"Untuk itu,kita minta Plt Walikota Medan dan jajaran Dinas Pendidikan Medan benar-benar mengawasi penggunaan dan BOS yang dikelola masing-masing sekolah sebab para orang tu siswa pun saat ini sangat berharap sebagian dana BOS dapat dialihkan mengurangi beban yang mereka tanggung akibat daampak Virus Corona"ujar Antonius.
" Ditengah permasalahan yang saat ini sedang terjadi akibat Covid-19, dimana, dampak dilakukannya pembatasan aktivitas diluar rumah, telah menimbulkan gejolak perekonomian ditengah-tengah masyarakat terutama warga miskin dan kurang mampu, sehingga diperlukan kebijakan seluruh lembaga pendidikan termasuk sekolah untuk memberikan perhatiannya kepada siswa dengan membantu meringankan orangtua sekolah salah satunya penurunan uang sekolah, sesuai kemampuan pihak yayasan sekolah,"terang Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan, Rabu, (8/4) di Sopo Restorasi
.
Salah satu contoh yang patut untuk di apresiasi tambah Antonius adalah Sekolah Methodis 5 Medan yang telah memberikan bantuan penurunan uang sekolah sebesar 25 persen kepada orangtua siswa selama bulan April dan Mei sejak ada wabah Covid-19.
Menurut Antonius lagi, sampai saat ini masih ada sekitar 12 persen orangtua siswa yang membayar uang sekolah di swasta masih tersendat. " Ini hasil kunjungan saya saat itu kesekolah-sekolah, dimana kepala sekolah juga mengaku masih ada orangtua yang tersendat membayar uang sekolah, apalagi saat sekarang ini,"ujar Antonius.
Senada dengan Antonius Tumanggor, Pengamat Pendidikan di Kota Medan Dion Sihombing saat di sangat mengapresiasi usulan dari anggota dewan tentang petongan uang sekolah Menurut dosen di Universitas Negeri Medan ini, bahwa sudah sepatutnya usulan anggota dewan Antonius Tumangor di apresiasi dan berterimakasih karena usulan tersebut membuat sekolah Methodis 5 Medan mengurangi SPP 25 persen untuk orangtua siswa.  Perlu diingat bahwa usulan pemberian penurunan uang sekolah itu jangan diartikan  untuk menggratiskan uang sekolah, namun memberikan keringanan selama Covid-19 berlangsung.
" Kita mendengar ada persepsi guru yang mengatakan kalau anggota dewan yang usulkan, bayarlah pakai uang anggota dewan itu sendiri. Bukan begitu maksudnya. Minta keringanan, bukan jadi gratis, usulan silahkan ditampung, dan dikeluarkan sesuai kemampuan sekolah masing-masing. Jangan ada anggapan kalau diskon, nanti, gaji guru malah berkurang. Ini tidaklah sampai sebegitu jauh. Karena orangtua siswa masih tetap membayar uang sekolah anaknya, jadi bukan gratis. Sekolah bisa menentukan diskon sesuai kemampuan. Jadi jangan dialaskan kalau uang sekolah diturunkan, maka, guru tidak akan gajian atau gaji guru nya jadi berkurang. Dan janganlah seakan akibat diskon yang diberikan membuat kondisi sekolah seolah jadi merugi,"terangnya.
Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikian Citra Sumut ini juga mengaku, sejak diberlakukannya belajar daring di rumah, orangtua juga menjadi lebih terbeban dan merasakan dampaknya, seperti penambahan paket internet yang membengkak, dan lainnya. "Sementara, orangtua murid ada yang bekerja mandiri, pergi pagi buat kebutuhan besok pagi, dan saat ini usaha-usaha seperti jualan, penarik becak, pekerja harian lepas, dan lainnya banyak meliburkan diri karena sepi sekaligus menjaga penularan coronavirus (covid-19), karena tidak semua orangtua yang menyekolahkan anaknya di swasta mampu apalagi akibat adanya dampak.covid-19 ini,"ujarnya.
Proses belajar daring tambahnya, tentunya mempengaruhi sekali bagi siswa, dan pengeluaran pihak sekolah juga tidaklah besar, karena semua sudah beraktivitas dirumah, termasuk guru dan pegawai sekolah.
Manfaatkan BOS
Dion Sihombing juga mendorong agar pihak sekolah baik swasta maupun negeri dapat memanfaatkan pengelolaan dana pemerintah seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu murid termasuk juga guru selama covid-19.
 "Tentunya ini dapat diterima siswa yang benar-benar sangat membutuhkan, karena seyogianya, dana BOS itu adalah untuk membantu pelaksanaan kegiatan di sekolah, sejauh tidak melanggar Undang-Undang. Untuk pengurangan uang sekolah, jika sekolah negeri oleh pemerintah dan sekolah swasta oleh pihak yayasan,"imbuhnya.
Dion Sihombing juga meminta kiranya anggota dewan dapat bekerjasama dengan Plt.Walikota Medan dan Kadis Pendidikan untuk mengawasi penggunaan dana BOS selama covid-19. "Dan anggota dewan dapat mempertanyakan penggunaan dana BOS masing-masing sekolah selama wabah coronavirus ini,"terangnya.
Saling Bekerjasama
Dion Sihombing juga meminta agar guru dan orangtua selama libur dan belajar daring dirumah tetap bekerjasama, sebab, janganlah ada kesan yang salah, dan orangtua yang mengerjakan PR siswa dan guru melepaskan tanggungjawab murid nya kepada orangtua karena di rumah.
" Orangtua siswa juga memiliki tugas masing-masing, mungkin dari tempat kerjanya. Disinilah dibutuhkan saling kerjasama antar guru dan orangtua siswa. Guru juga sebaiknya memberikan tugas kepada murid dirumah sesuai jam kerja dan jam disekolah. Guru jangan pula memberikan tugas kepada murid pada malam hari untuk dikerjakan esok hari, sehingga ada kesan jam belajar ekstra (jam malam) diberikan kepada siswa,"ucapnya.
Jam pelajaran, sambung Dion tetap diberikan namun sesuaikan dengan jam belajar disekolah. " Guru juga jangan hanya memberikan tugas-tugas kepada murid, apalagi ada kebosanan bagi murid selama di rumahkan. " Guru dapat memanfaatkan fasilitas internet tadi dengan sesekali memberikan kuis atau sekedar video call dengan muridnya, agar ada interaksi dan refresing bagi murid yang mungkin telah bosan dengan berbagai tugas dari sekolah dan selama dirumahkan,"ucapnya.
Diakhir wawancaranya, Dion Sihombing mengatakan sangat mengapresiasi langkah sekolah methodis 5 Medan yang memberikan diskon 25 persen bagi siswanya, dan semoga langkah tersebut dapat ditiru oleh seluruh sekolah yang ada di Kota Medan tanpa mengurangi hak para guru dan pegawai.
Terpisah, Sari Monang Sihombing, wakil bendahara yayasan Don Bosco Medan saat di wawancara wartawan mengaku belum mengeluarkan kebijakan untuk memberikan diskon uang sekolah bagi murid yang ada dikota Medan di bawah yayasan Don Bosco. Adapun alasan Sari Monang Sihombing, karena sampai saat ini, yayasan Don Bosco Medan masih melakukan subsidi silang terhadap beberapa sekolah katolik diluar kota Medan, pun demikian dia tetap menunggu keputusan dari yayasan katolik.
" Untuk saat ini, kita belum ada melakukan penurunan atau memberi diskon bagi siswa akibat dampak ekonomi yang disebabkan oleh wabah covid-19 ini. Namun, kebijakan tentunya ada di tangan yayasan Don Bosco, jadi kita juga prihatin atas permasalahan yang saat ini terjadi, nantilah jika.ada keputusan dari yayasan akan kami kabari,"ujar Sari M.Sihombing.
Sementara, mewakili sekolah yayasan Katolik SMA Santo Thomas 2 Medan, Drs.Nelson Nababan mengaku belum ada menerima surat atau intruksi dari yayasan untuk melakukan penurunan uang SPP bagi murid untuk membantu orangtua siswa yang kurang mampu atau yang terdampak covid-19.
" Secara pribadi, saya juga merasakan dampak tersebut, sebab, aktivitas belajar dan mengajar menjadi terganggu. Untuk membantu orangtua siswa yang kurang mampu terutama pengurangan.uang sekolah kalau saya diminta tentunya saya lakukan secara pribadi, namun untuk dari sekolah, kita masih menunggu perintah dari yayasan katolik," ujarnya.(Rd)