Hasyim: Segerakan Pembagian Sembako Bagi Warga Terkena Dampak Covid-19

Medan,DP News
Ketua DPRD Medan, Hasyim,SE minta Pmko Medan segerakan memberikan bantuan berupa bahan pokok seperti beras, gula ataupun minyak makan kepada warga kota Medan akibat pembatasan keluar rumah yang menyebabkan banyak warga tidak bisa mencari nafkah untuk membutuhi kebutuhan sehari-hari keluarga mereka.
Hal ini diucapkan Ketua DPC PDI perjuangan Kota Medan ini disela-sela memberikan bantuan sembako spontanitas warga Griya Riatur Medan di Griya Dome, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (1/4).
Dikatakan Hasyim, Pemko Medan telah melaksanakan tugas nya dalam hal penanggulangan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) dengan menyemprotkan cairan disinfektan di berbagai tempat di kota Medan, terutama kantor-kantor dan rumah ibadah. ” Namun disamping itu, dampak peraturan yang membatasi warga masyarakat untuk keluar rumah, tentunya juga telah berdampak bagi perekonomian masyarakat, khususnya yang di isolasi di rumah akibat virus Corona (covid-19), para pekerja serabutan dan pekerja berpenghasilan tidak tetap,” ujarnya.
Untuk itu, sambung politisi dari PDI Perjuangan Kota Medan ini, agar segera, Plt Walikota Medan melalui dinas Sosial melakukan pendataan bagi warga yang miskin dan kurang mampu tersebut untuk diberikan bantuan kebutuhan untuk membantu warga selama di isolasi di rumah dampak virus Corona (covid-19).
Diakui Hasyim, dampak peraturan pembatasan keluar rumah sudah sangat dirasakan bagi seluruh warga masyarakat dan sudah seharusnya mereka (warga terdampak covid-19) diberikan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok.
Alihkan Kegiatan Seremonial
Untuk kesiapan anggaran yang akan dimanfaatkan dalam  membantu memenuhi kebutuhan warga masyarakat miskin dan kurang mampu, dampak pembatasan aktivitas di luar rumah, Hasyim mengaku akan berkoordinasi dengan Pemko Medan untuk menghitung kembali Penghasilan Asli Daerah (PAD) termasuk pajak hotel dan restoran yang tentunya terjadi pengurangan dampak wabah corona.
“PAD dari pajak restoran dan hotel pastilah berkurang banyak, kami minta pemko medan menghitung ulang dulu lost PAD itu berapa persen, lalu dihitung lagi anggaran mana yang mau di alihkan dulu atau dikurangi. Lalu sisa angaran ada berapa dialihkan untuk penanganan ini (corona-Covid-19-red) termasuk dari silpa itu,” terang nya.
Dikemukakan Hasyim lagi, adapun kegiatan seperti seremonial, seminar termasuk kegiatan mengumpulkan banyak orang untuk sementara di alihkan anggarannya.
“Termasuk juga pembangunan infrastruktur yang tidak terlalu mendesak boleh juga dialihkan, di kalkulasikan dulu, kekurangan dari PAD itu, berapa PAD itu berkurang dan anggaran mana yang bisa dialihkan lagi untuk mensuport penanganan covid-19. Kami minta pemko menghitung dulu, nanti bisa kita lihat dan kita setujui di P-APBD nantinya. Dalam kondisi darurat ini harusnya cepat dilakukan,”pungkas Hasyim.
Sementara, informasi yang beredar, para kepling sudah mulai mendata warga masing-masing dan meminta Fotocopy Kartu Keluarga (KK). Adapun saat ditanya keperluan KK, para kepling mengaku untuk pemberian bantuan beras oleh pemko Medan yang belum diberitahukan kapan akan direalisasikan. (Rd)