Gubernur Maluku Bagikan 11.200 Dus Obat Herbal Pasien Corona Ringan

Maluku,DP News
Gubernur Maluku Murad Ismail telah memesan dan memberikan 1.200 dus obat herbal yang diklaim sembuhkan pasien corona ringan. Obat berbentuk herbal itu dia pesan dari China dan segera akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit di Maluku.
Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, dirinya akan berkoordinasi dengan tim dokter untuk penggunaannya. Berikut ini fakta lengkapnya:
1. Bantuan dari kolega
Pada hari Senin (1/6/) kemarin, Gubernur Murad mengatakan telah mendapat bantuan dari koleganya untuk mengobati pasien Covid-19. Obat tersebut bernama “Lianhua Qingwen Capsules” yang diklaim sembuhkan pasien corona di Wuhan.
“Hari ini saya menyerahkan bantuan obat Covid-19 kepada Gustu Provinsi sebanyak 1.200 pcs, masing-masing dos isinya 24 butir obat untuk pasien Covid-19 yang masih tanpa gejala, masih belum berat. Ini ada obat baru sampai kemarin siang, bantuan dari teman saya di Jakarta,” ungkap dia.
2. Bentuknya obat herbal
Murad Ismail menyerahkan bantuan obat pencegahan virus corona asal China kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang di Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/6)
Dari penjelasan Gubernur Murad, obat tersebut berbentuk herbal dan bukan obat kimia. “Kapsul ini bukan obat kimia, tapi herbal. Obat ini sudah berhasil menyembuhkan pasien di Wuhan, China,” kata Murad, kepada wartawan, Senin (1/6).
Murad secara simbolis menyerahkan obat yang telah dia pesan sejumlah 1.200 pcs kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, di Kantor Gubernur Maluku.
3. Soal rekomendasi BNPB Pusat
Murad menjelaskan, obat tersebut akan diperuntukkan untuk pasien yang terpapar Covid-19 ringan atau untuk orang tanpa gejala (OTG). “Obat ini dari Wuhan langsung dan ini apabila baru terpapar, bisa minum selama enam hari 3 kali sehari 4 kapsul,” kata dia.
Sementara itu, Kasurl menjelaskan, dirinya belum mengetahui apakah obat itu sudah mendapat rekomendasi dari BNPB atau Satgas pusat. “Nanti kami cek. Tapi, kami sudah mulai pakai (obat tersebut)," kata Kasrul.
4. Dibagi ke seluruh rumah sakit Dilansir dari Antara, Murad mengaku mendapatkan obat itu dari koleganya di Jakarta. Rencananya, obat-obatan itu akan dibagikan ke seluruh rumah sakit di Maluku. Sementara itu, untuk cara penggunaanya, Kasrul akan berkoordinasi dengan tim dokter. “Nanti kami bicarakan dengan tim dokter cara penggunaannya. Saya juga sudah pernah pakai,” sebut dia.(Rd/komas.com)