Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir,Sabtu (31/10/2020), Pukul 14.00 WIB, ada penambahan 2 kasus konfirmasi positif dan 1 sembuh dengan rincian sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 6 orang, (4) Sembuh: 27 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang,hal ini disampaikan juru bicara gugus tugas covid-19 Kabupaten Samosir melalui WhatSap ,Sabtu (31/10).

Berikut rincian kasus konfirmasi positif hingga Sabtu, 31 Oktober 2020: 

(1) MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(2) MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(3) DS, (19/10/2020), Pr., 38 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri; 

(4) BR, (20/10/2020), Lk., 51 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(5) TRN, (26/10/2020), Lk., 34 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; dan 

(6) SM, (21/10/2020), Lk., 8 Tahun, Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Sementara kasus sembuh adalah sebagai berikut:

(1) A, (20/10/2020), Lk., 38 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan.

Kumulatif konfirmasi positif terhitung Senin, 22 Juni 2020 hingga Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB mencapai 35 kasus dengan rincian 6 konfirmasi positif, 27 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Dari data yang ada, Satgas Covid-19 Samosir mengimbau kepada seluruh masyarakat Samosir agar menjaga anak-anak, para lansia, dan penderita penyakit penyerta dengan protokol kesehatan. Secara umum, konfirmasi positif di Samosir tanpa gejala. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kehati-hatian dengan melaksanakan protokol kesehatan secara konsisten.

Di samping itu, Satgas Covid-19 Samosir juga berharap agar mereka yang terkonfirmasi positif benar-benar melakukan isolasi mandiri secara penuh dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah untuk mencegah terjadinya trasmisi Covid-19.

Mari tetap lakukan protokol kesehatan dengan tetap melakukan 4M: (1) memakai masker, (2) mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau hand sanitizer, (3) menjaga jarak interaksi (1 s.d. 2 meter), dan (4) menghindari kerumunan sedapat mungkin jika tidak perlu. 

Juga, tetaplah kita jaga Samosir agar tidak terjadi penularan secara luas dan masif. Selain itu, kita tetap mendoakan agar upaya-upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 berjalan dengan efektif, efisien, dan lancar dengan dedikasi yang tinggi dari petugas di lapangan dan mereka yang konfirmasi positif segera sembuh dari Covid-19 dengan isolasi mandiri yang dilakukan. ( ML-r)




Share Berita

Medan,DP News

Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan Abdul Rahman Nasution SH meminta agar Dinas Koperasi dan UMKM dapat mendata dan menyeleksi para pelaku UMKM secara obyektif dan transparan agar mereka bisa terbantu ditengh pandemi Covid-19 ini.

“Karena jumlah pelaku UMKM sangat banyak, sedangkan yang bisa mendapatkan hanya terbatas karena adanya kuota, mau tidak mau Dinas Koperasi harus melakukan seleksi dengan objektif, apabila nanti yang mendaftar lebih dari 10 ribu pelaku UMKM,” kata Rahman,Jumat(30/10).

Dijelaskan Rahman, untuk para pelaku UMKM yang nantinya mendaftar namun masih belum juga mendapatkan bantuan tahap kedua ini, Pemko Medan diminta untuk memberikan perhatian lebih kepada para pelaku UMKM tersebut dalam bentuk lain.

“Bisa berupa pelatihan, bantuan dalam pemasaran dan banyak hal lainnya. Bantuan ini kan dari pemerintah pusat, sedangkan pelaku UMKM di Medan tidak semua bisa mendapatkannya, maka harus ada yang bisa dilakukan Pemko Medan untuk mereka yang tidak mendapatkannya,” jelasnya.

Selain itu, Politisi PAN ini menegaskan agar aturan penerima bantuan di tahap pertama tidak lagi berhak mendapatkan bantuan di tahap kedua ini, supaya betul-betul ditegakkan. “Kita harapkan aturan itu harus tegas, bahwa mereka yang sudah mendapatkan bantuan di tahap pertama jangan lagi mendapatkan bantuan di tahap kedua.

Sebab dengan begitu saja, masih banyak nantinya yang belum mendapatkan bantuan itu, apalagi kalau tidak begitu, jelas itu akan tidak adil bagi para pelaku UMKM yang betul-betul belum mendapatkan bantuan ini,” ungkapnya.

Pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan tahap kedua terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 untuk tahap kedua.

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan telah membuka pendaftaran bantuan tahap kedua ini sejak tanggal 15 (Oktober) kemarin dan akan ditutup tanggal 25 November.(Rd)


Share Berita

Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Jumat (30/10/2020), Pukul 14.00 WIB, tidak ada penambahan konfirmasi positif dengan rincian sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 5 orang, (4) Sembuh: 26 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang. 

Berikut rincian 5 orang konfirmasi positif hingga Jumat, 30 Oktober 2020: (1) MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; (2) MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; (3) DS, (19/10/2020), Pr., 38 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri; (4) BR, (20/10/2020), Lk., 51 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; dan (5) A, (20/10/2020), Lk., 38 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Kumulatif konfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 30 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib mencapai 33 kasus dengan rincian 5 konfirmasi positif, 26 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Satgas Covid-19 Samosir masih menunggu hasil perkembangan 5 konfirmasi positif di atas dan berharap hasilnya negatif. Di samping itu, penjagaan tetap dioptimalkan untuk mencegah, mengendalikan, dan menangani Covid-19 di Samosir. Harapannya, selama masa libur ini (28 Oktober s.d. 1 Nopember 2020) tidak terjadi penularan Covid-19 di Samosir dikarenakan tingkat kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan semakin meningkat. 

Satgas Covid-19 tetap mengimbau seluruh masyarakat melakukan protokol kesehatan secara konsisten disertai determinasi yang tinggi sehingga penularan Covid-19 dapat kita cegah secara bersama-sama dalam doa dan tindakan yang nyata. Kiranya Tuhan tetap melindungi Samosir dari Covid-19 yang didasari pada kepatuhan melakukan protokol kesehatan. ( ML/heli-r)





Share Berita

 

Medan,DP News

Tuntutan warga untuk mengganti Kepling IV direspon Caamat Medan Denai.Anggota DPRD Medan Komisi IV, David Roni Ganda Sinaga apresiasi kenerja Camat Medan Denai, Muhammad Ali Sipahutar SSTP MAP, yang sudah melakukan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) nya sebagai pimpinan.

“Dimana sebagai Camat Medan Denai, Ali Sipahutar sudah mengambil tindakan tepat dengan menggangkat Jhun Frangki Hasibuan sebagai Kepling IV yang baru. Menggantikan Kepling lama Marlin Siahaan, sebab sudah lama warga menunggu pergantian Kepling ini,” ucap David kepada wartawan, Kamis (29/10)

Atas ketegasan itulah saya selaku Anggota DPRD Medan memberikan apresiasi yang tinggi buat beliau. Dan dapat dipastikan, setiap permasalahan warga akan diberikan jalan keluar yang terbaik, tanpa merugikan pihak manapun.

Kita harap, lanjut Politisi Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini, ketegasan mengambil keputusan seperti yang diambil oleh Camat Medan Denai M. Ali Sipahutar ini bisa diikuti camat yang lain. “Kalau memang seorang Kepling sudah tidak diinginkan warganya, harus segera di tanggapi secepatnya oleh Lurah maupun Camat. Jangan sampai timbul gejolak baru usulan atau keluhan warga direspon,” katanya..(Rd)


Share Berita

Medan,DP News

Pasangan calon Pilkada Kota Medan, Sumatera Utara Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman bakal berebut 1,6 juta pemilih. Pemungutan suara sendiri bakal digelar pada 9 Desember mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menyatakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah 1.601.001 itu sudah ditetapkan dalam rapat pleno terbuka.

"Angka DPT yang ditetapkan 1.601.001 pemilih dengan jumlah TPS 4.303, jumlah pemilih laki-laki 781.953 sedangkan perempuan 819.048," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan Divisi Data Nana Miranti.

Nana menyebutkan jumlah DPT itu turun dari jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS), yakni 1.614.615 yang terdiri dari pemilih laki-laki 788.712 orang dan pemilih perempuan 825.903 orang dari 21 Kecamatan dengan total 4.299 TPS.

"Dalam DPT yang ditetapkan ini termasuk pemilih pemula yang hingga Desember 2020 genap usianya 17 tahun. Pasca-penetapan DPT masyarakat juga masih diperkenankan memberikan masukkan. Namun tidak mengubah rekap, tetapi menjadi catatan dalam tahap berikutnya," jelasnya.

Pada pemungutan suara nanti, pencoblosan tidak hanya dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga di rumah sakit khusus tempat merawat pasien virus corona.

KPU Medan memastikan pasien positif covid-19 yang menjalani diisolasi di rumah sakit maupun isolasi mandiri tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada yang digelar 9 Desember 2020 mendatang.

"Secara umum undang-undang memerintahkan kepada KPU untuk tetap memberikan hak suara kepada pasien Covid-19," kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Medan, M Rinaldi Khair.

Menurut Rinaldi tata cara pemungutan suara akan diatur lebih jauh di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang dalam waktu dekat akan diterbitkan oleh KPU RI.

"Teknisnya diatur dalam PKPU pemungutan suara yang dikeluarkan di awal bulan depan oleh KPU RI," jelasnya.

Rinaldi mengatakan dari informasi yang diterimanya, pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi di rumah sakit akan didatangi oleh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

"Bersama pengawas nanti petugas KPPS hadir ke rumah sakit dengan berpakaian alat pelindung diri (APD). Namun begitu petugas tetap harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan pihak rumah sakit," sebutnya.

Begitu juga dengan pasien positif covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Petugas KPPS juga akan mendatangi langsung ke rumah pasien tersebut agar bisa menggunakan hak pilihnya.

"Makanya nanti di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) akan disediakan baju hazmat. Jadi tetap akan kita lakukan sesuai protokol kesehatan," jelasnya.

Di Pilkada Medan, pasangan nomor urut 01, Akhyar Nasution - Salman Alfarisi hanya diusung Partai Demokrat dan PKS.Mereka akan melawan pasangan nomor urut 02 Bobby Nasution - Aulia Rachman yang diusung 8 partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.(CNNINdonesia/Rd)

 

 

               

 

 

 

 

  

Share Berita

Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Rabu (28/10/2020), Pukul 14.00 WIB, tidak ada penambahan konfirmasi positif dan 5 orang sembuh dengan rincian sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 5 orang, (4) Sembuh: 26 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang. 

Berikut rincian 5 orang konfirmasi positif hingga Rabu, 28 Oktober 2020:

1. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

2. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, 

3. DS, (19/10/2020), Pr., 38 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri,

4. BR, (20/10/2020), Lk., 51 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, dan

5. A, (20/10/2020), Lk., 38 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Sementara 5 orang yang sembuh:

1. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, 

2. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, 

3. MT, (20/10/2020), Lk., 6 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, 

4. AS, (20/10/2020), Lk., 37 Tahun, Desa Urat 2, Kecamatan Palipi, dan

5. BS, (20/10/2020), Pr., 33 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan.

Kumulatif konfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 28 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB mencapai 33 kasus dengan rincian 5 konfirmasi positif, 26 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Satgas Covid-19 Samosir mengucap syukur atas kesembuhan 5 orang konfirmasi positif dengan tetap mengimbau seluruh masyarakat Samosir agar mematuhi protokol kesehatan. 

Bagi para Pelaku Perjalanan Orang (PPO) ke/dari Samosir, diimbau agar mempedomani Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk kelancaran perjalanan dan keamanan bagi masyarakat Samosir yaitu menghindari kasus impor Covid-19 yang berpotensi melakukan tranmisi lokal yang lebih luas dan masif.

Di samping itu, Satgas Covid-19 Samosir mengimbau Pelaku Perjalanan Wisata (PPW) dan Pelaku Usaha Wisata (PUW) agar secara konsisten menerapkan protokol kesehatan terutama pada libur panjang mulai tanggal 28 Oktober s.d. 1 Nopember 2020. Kita berharap tidak terjadi transmisi dalam melakukan interaksi dalam kegiatan wisata.

Demikian juga bagi masyarakat Samosir yang melakukan kegiatan sosial (dukacita dan sukacita) agar tetap menekankan protokol kesehatan pada saat melakukan kegiatan dan berkordinasi dengan Satgas Covid-19 desa masing-masing sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan.

Satgas Covid-19 juga berharap kepada seluruh PPO dan PPW agar tetap komunikatif dengan para petugas di pintu masuk ke Samosir melalui jalur darat dan danau. Di samping melakukan pencegahan dan pengendalian, Satgas Covid-19 Samosir tetap berupaya mengupayakan kenyamanan bagi PPO dan PPW dengan berpegang pada SOP yang telah ditetapkan dan percaya dengan komunikasi yang baik, masalah teknis di pintu-pintu masuk dapat dicarikan solusinya dengan baik. 

Terakhir, mari tetap lakukan protokol kesehatan agar tetap produktif dan aman dari Covid-19. ( ML-r)


Share Berita

Medan,DP News

Meperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober,Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (DPC PMKRI Medan) St.Bonaventura ziarah ke Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, sebagai bentuk penghormatan PMKRI Cabang Medan terhadap para pendahulu termasuk para pemuda yang berjasa atas kemerdekaan Republik Indonesia 

Ceperianus Gea , Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ziarah kemakam pahlawan dengan serangkain kegiatan sambil mengikrarkan kembali Sumpah Pemuda yang menjadi hal fundamental pemersatu tokoh pemuda maupun kelompok pemuda yang berbeda latar belakang, yang di Ikrarkan pertama kali pada tanggal 28 oktober 1928.

“Pemuda harus mampu menjadi pelopor perubahan bangsa menuju arah yang lebih baik, apalagi negeri kita saat ini sedang tidak baik baiknya terutama dengan pandemi Covid-19  yang masih belum terselesaikan oleh pemerintah.Untuk itu,saya mengajak seluruh pemuda di Sumatera Utara untuk sama-sama bergandegan tangan bangkit melawan pandemi yang mengakibatkan keterpurukan perekonomian bangsa ini”sambung Ceperianus Gea,Kamis(28/10).

Presidium Pengembangan Organisasi, Martua Fransiskus Pasaribu mengatakan PMKRI merupakan organisasi pemuda yang berbasis mahasiswa di Sumatera Utara, hal ini penting untuk tetap di gaungkan dalam hati setiap kader kader PMKRI, agar tetap menjadi kader kader yang kritis terhadap Pemerintah yang tidak berpihak terhadap Kepentingan rakyat dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagaimana mestinya Ikrar para pendahulu yang tertuang di dalam Sumpah Pemuda.

“Pemuda itu harus kritis namun harus tetap menjaga kesatuan bangsa ini. pemuda kehilangan semangat yang di warisi para pendahulu kita, pemuda harus mampu kembali mengambil bagian dalam lembar sejarah panjang bangsa ini seperti yang telah di lakukan para pendahulu kita, saya berharap di ke-92 in, kita memperingati  Hari Sumpah Pemuda menjadi langkah awal  pemuda untuk bangkit dan menjadi garda terdepan rakyat dalam membela hak hak rakyat”tutup Martua Fransiskus Pasaribu.(hot)

 


Share Berita

Humbahas,DP News

Presiden RI Joko Widodo meninjau perkembangan kawasan Food Estate (Lumbung Pangan) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), tepatnya di Desa Siria-ria Kecamatan Pollung, Selasa (27/10) didampingi  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.

“Di sini (Sumatera Utara) ada luas lahan 60.000 hektare. Yang akan digunakan food estate adalah seluas 30.000 hektare,” ujar presiden dalam keterangannya.

Langkah ini juga meningkatkan ketahanan pangan nasional, serta dalam pengembangannya juga diupayakan optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan membuka peluang usaha secara lebih efisien, karena lahan lumbung pangan tersebar di sejumlah kabupaten di Sumut.

Untuk di Humbahas, akan dibangun kawasan hortikultura yang akan menempati lahan seluas 215 hektar, dimana komoditas produksi antara lain bawang merah, bawang putih dan kentang berikut segala produk turunan dan olahannya.

“Insya Allah nanti, ini sudah mulai (tanam). Akan kita lihat hasilnya kira-kira 2 sampai 2,5 bulan ke depan. Akan kita lihat nanti,” tuturnya.

Dalam proyek pengembangan lumbung pangan baru ini, presiden ingin melihat proses bisnis terintegrasi yang nantinya akan dijalankan. Dari situ kemudian akan disempurnakan dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi-provinsi lainnya.

“Saya rasa kita ingin melihat model bisnisnya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa, hitung-hitungannya sudah ada. Ini akan menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate,” kata presiden.

Untuk diketahui, pengolahan lahan di lokasi pengembangan 215 hektare lahan tersebut akan melibatkan setidaknya tujuh kelompok tani yang menaungi 169 petani di Desa Siria-Ria.

Korporasi petani memang akan menjadi basis dari pengembangan kawasan lumbung pangan baru di sejumlah wilayah. Nantinya, pengembangan kawasan itu akan dilakukan secara terintegrasi mencakup proses pertanian, perkebunan atau peternakan dengan mekanisasi pertanian dan melakukan hilirisasi pasca panen untuk menghasilkan produk-produk olahan yang akan meningkatkan nilai tambah.

Motivasi

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam keterangannya kepada wartawan usai mengantar rombongan Presiden RI di Bandara Silangit menyebutkan bahwa khusus food estate ini, produksinya diperkirakan akan memenuhi kebutuhan komoditas sebagaimana dimaksud untuk Sumut hingga Pulau Sumatera.

“Kalau ini jadi, itu baru memenuhi (kebutuhan) di Sumatera. Ini yang harus kita kembangkan. Dengan kehadiran presiden, ini sebagai motivasi bagi kita. Untuk lahannya ada dan tidak masalah dan sedang dalam proses,” ujar Edy, sekaligus menyampaikan bahwa lahan di Sumut cukup luas untuk mewujudkan provinsi yang agraris.(Humas Provsu/Rd)


Share Berita


 Humbahas,DP News

Usai meninjau kawasan Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 22.007 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, di Stadion Simangaronsang Doloksanggul, Selasa (27/10) siang, sebagai bagian dari rangkaian kegiatannya di Sumut.

Turut hadir dalam acara penyerahan ini di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Jokowi menjelaskan bahwa kepemilikan hak atas tanah wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Sertifikat yang hari ini diserahkan oleh presiden menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum.

“Apa sih gunanya sertifikat? Kalau kita sudah pegang ini, hak hukum kita atas tanah itu menjadi jelas,” ujar presiden dalam sambutannya.

Untuk diketahui, puluhan ribu sertifikat yang diserahkan presiden terdiri atas 20.637 sertifikat yang berasal dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 47 sertifikat untuk rumah ibadah, 1.236 sertifikat untuk aset dan barang milik negara, serta 87 sertifikat untuk bidang lahan yang berada di kawasan lumbung pangan yang berada di Kabupaten Humbahas.

“Hari ini telah diserahkan kurang lebih 20 ribuan sertifikat untuk Provinsi Sumatera Utara. Khusus untuk Humbang Hasundutan ada penyerahan sertifikat yang berada di lokasi lumbung pangan, itu ada 87 sertifikat,” ucapnya.

Penyerahan sertifikat untuk rakyat kali ini hanya dihadiri langsung oleh penerima dalam jumlah yang sangat terbatas sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan. Sebagian besar penerima mengikuti jalannya acara penyerahan melalui konferensi video dari sejumlah titik di tempat terpisah.

Kepada para penerima, presiden menitipkan pesan untuk menjaga sertifikat yang telah diterimanya tersebut dengan baik. Kepemilikan sertifikat tersebut juga berarti membuka akses permodalan ke perbankan apabila di antara para penerima ada yang ingin menggunakannya sebagai modal usaha.

Namun, presiden juga mengingatkan agar dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut hanya diperuntukkan untuk hal-hal produktif.

“Saya ingat saat saya pertama kali mendapat sertifikat umur kira-kira 35 tahun, senang sekali. Karena dengan sertifikat ini kita nanti bisa gunakan untuk akses ke perbankan. Ini bisa disekolahkan ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja usaha,” cerita presiden.

Senada disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, bahwa langkah pengembangan pertanian dan peternakan di provinsi ini adalah guna menyejahterakan petani. Sehingga masyarakat terutama petani menjadikan Sumut agraris.

“Sertifikat ini sangat membantu karena dia punya kepastian hukum untuk keadilan. Selama ini belum punya legalitas atas tanah. Sekarang masyarakat bisa berbuat di lahannya dengan upaya yang beragam untuk pertanian dan peternakan,” sebut Edy.

Namun Edy mengingatkan agar sertifikat yang telah diberikan dapat dijaga dengan baik, serta diperuntukkan bagi usaha pertanian dan peternakan. Sehingga keberadaan lahan produktif tetap terjaga baik, khususnya dalam membangun ketahanan pangan.

“Pastinya kita berharap rakyat ikut membesarkan pertanian ini. Tetapi (sertifikat) tidak boleh diperjualbelikan. Yang boleh diwariskan ke anaknya, jadi dia berkelanjutan untuk kesejahteraan  rakyat,” pungkasnya.(Humas Provsu/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                  

Pemko Medan menerima sebanyak 17 sertifikat aset tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada acara  Penyerahan Sertifikat  Tanah untuk Rakyat Secara Virtual Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Seroja Jalan Seroja, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (27/10). Selain Medan, ada 11 kabupaten/kota lainnya  di Sumut yang melakukan penyerahan sertifikat untuk rakyat pada waktu bersamaan.

Penyerahan sertifikat untuk rakyat secara virtual dilakukan langsung Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Sofyan Djalil, Menko Bidang  Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan serta  Gubsu Edy Rahmayadi di Kabupaten Humbanghasundutan. Untuk Sumut, ada 20.000 sertifikat yang diserahkan. Diharapkan, sertifikat yang diserahkan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama sebagai tanda kepemilikan yang sah atas tanah miliknya.

Acara dihadiri oleh Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT juga  Plt Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan M Ridwan SH MKN, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko  SH SIK MSi, Kajari Medan T Rahmatsyah SH MH,  Kapten Inf Hari Susilo mewakili Dandim 0201/BS serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan turut juga hadir dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat tersebut.

Pjs Wali Kota mengatakan, target sertifikat yang akan diserahkan di Kota Medan tahun 2020 sebanyak 3.000 sertifikat, sedangkan yang sudah selesai 1.226 sertifikat. "Hari ini secara simbolis sertifikat yang diserahkan di Kota Medan sebanyak 50 sertifikat,   17 di antaranya merupakan  sertifikat tanah aset Pemko Medan,  2 sertifikat untuk Pemprov Sumut dan 1 sertifikat untuk PLN dan sisanya untuk warga," kata Pjs Wali Kota.

Pjs Wali Kota mengucapkan terima kasih atas penyerahan sertifikat tanah aset Pemko Medan. Tentunya ini menjadi semangat baru bagi Pemko Medan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan serta pembangunan di Medan. "Saya berharap dengan ada penyerahan sertifikat tanah ini, aset Pemko Medan lebih terjaga dan terlindungi dengan baik, sehingga ke depannya dapat dimanfaatkan secara optimal," harap Arief.

Jalinan kerja sama sinergi  antar  pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta berbagai pihak terkait, lanjut Arief, program yang menyentuh langsung masyarakat dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan, sehingga target yang telah direncanakan tercapai secara optimal.

Pjs Wali Kota mengimbau warga yang belum mengurus sertifikat segera memanfaatkan kemudahan yang telah diberikan oleh pemerintah ini. "Kalau dulu mengurus serifikat sangat sulit tapi sekarang sangat mudah, bahkan petugas jemput bola," ucapnya seraya mengatakan, sertifikat tanah sebagai tanda kepemilikan hak dan dapat digunakan untuk perbantuan modal.

Sebelumnya, Plt Kepala BPN Medan Ridwan melaporkan, sertifikat yang diserahkan hari ini sebanyak 1.226 dan  secara virtual diwakili 35 penerima. "Semoga dengan diterimanya sertifikat ini dapat dipergunakan masyarakat dengan sebaik-baiknya, baik untuk permodalan maupun kepemilikan yang sah," harapnya.

Selain Medan, sertifikat warga di kabupaten/kota lain juga menerima sertifikat ini, di antaranya Binjai, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Padang Sidempuan, Sibolga, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Simalungun.(Hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                         

Berbagai upaya terus dilakukan Pemko Medan untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) sekaligus memulihkan perekonomian di masa pandemi Covid 19 saat ini. Atas dasar itulah Pemko Medan terus gencar melakukan Sosialisasi Perwal No 27 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di masa pandemi Covid 19 di Kota Medan kepada seluruh masyarakat termasuk para pelaku usaha yang ada di Kota Medan.

Kali ini, Selasa (27/10) giliran UMKM dibawah binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan. Dalam sosialisasi yang digelar di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid 19 Kota Medan Jalan Rotan Proyek Petisah, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, belasan peserta diberikan pemahaman mengenai kebiasaan baru yang harus diterapkan di masa pandemi Covid 19 saat ini guna memutus mata rantai penyebarannya. 

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT selaku Pjs Komandan Gugus Tugas diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring mengatakan sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Maka dari itu, Arjuna meminta kepada para pelaku UMKM di Kota Medan agar disiplin menjalankan protokol kesehatan, jangan sampai ada cluster baru penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

"Perlunya pemahaman dari para UMKM untuk menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Virus Corona ke lebih luas lagi. Maka dari itu saya berpesan agar ibu-ibu semua yang hadir pada hari ini dapat memahami sekaligus menerapkan protokol kesehatan, itu yang paling penting," kata Arjuna.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan, tambah Arjuna, memakai masker, mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer serta menjaga jarak antara satu sama lain. "Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, maka dari itu, mari kita disiplin menjalankan protokol kesehatan sehingga kita dapat terhindar dari penyebaran Covid 19 seperti yang sudah diatur di dalam Perwal No 27 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru yang harus dilakukan di masa pandemi Covid 19 saat ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan Emilia Lubis mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan sebelumnya telah memantau dan mengimbau seluruh UMKM binaan Dinas Ketahanan pangan untuk menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer.

"Semua sudah kami lakukan, sudah ada jadwalnya mengecek ke rumah makan yang ada untuk mensosialisasikan protokol kesehatan 3M guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan. Semua kena dampak Covid 19 termasuk kita, maka dari itu kita lakukan upaya untuk memutus mata rantai serta memulihkan ekonomi yang terkena dampak dari Covid 19 ini. Mari kita jaga diri kita, keluarga dan orang lain agar terhindar dari penularan Covid 19," jelas Emilia.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                         

Usai memberikan arahan dan sosialisasi kepada UMKM binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Pemko Medan juga memberikan arahan dan sosialisasi Perwal No 27 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid 19 di Kota Medan kepada Kepala Lingkungan (Kepling) yang berada di wilayah Kecamatan Medan Amplas di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid 19 Kota Medan Jalan Rotan Proyek Petisah, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (27/10).

Sosialisasi yang dipimpin Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT selaku Pjs Komandan Gugus Tugas diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring mengatakan, sosialisasi Perwal No 27 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid 19 ini merupakan program dari Pemko Medan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

"Sosialisasi ini telah dilakukan Pemko Medan dari beberapa waktu lalu dan akan terus dilaksanakan hingga bulan Desember 2020 mendatang. Untuk sasarannya adalah stakeholder yang ada pada OPD di lingkungan Pemko Medan serta Kecamatan se Kota Medan. Tentunya harapan dalam sosialisasi ini adalah agar para kepling dapat menginformasikan kepada warganya untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Arjuna didampingi Sekretaris Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Nurly.

Sebagai ujung tombak masyarakat, Arjuna meminta agar para kepling untuk mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid 19 saat ini, seperti yang ada di dalam Perwal No 27 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Covid 19 di Kota Medan.

"Melalui Camat, Lurah, Kepling ingatkan warganya untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan antara lain memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer dan jaga jarak minimal 1 - 2 meter. Melalui sosialisasi ini saya mengajak para kepling untuk disampaikan kepada masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan," jelas Arjuna.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Edi Mulia Matondang mengatakan sebagai salah satu ujung tombak, perlunya payung hukum untuk tim penanggulangan Covid 19 yang ada di kelurahan yang notabenenya berhadapan langsung dengan masyarakat. "Sebagai ujung tombak dilapangan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Tim Penanggulangan Covid 19 di kelurahan memerlukan payung hukum. Apalagi pada saat ada warga kita berada di rumah sakit dan meninggal, perlunya penguatan untuk menegakkan peraturan yang ada," kata Edi. Selain itu, tambah Camat Medan Amplas,  masalah yang tengah dihadapi jajaran camat, lurah dan kepling adalah pada saat masyarakat mengadakan pesta. Maka dari itu, Ia menginstruksikan kepada lurah dan kepling agar menerapkan pasal 22 dan 23 yang berada di dalam Perwal No 27 tahun 2020 yang mengatur tentang kegiatan keramaian.

"Di dalam pasal tersebut ada 14 item yang harus ditanda tangani warga sebagai syarat untuk melakukan kegiatan keramaian misalnya pesta. Misalnya diwajibkan memakai masker, menjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer serta membatasi jumlah pengunjung agar menghindari keramaian, sehingga tidak menyebabkan cluster baru," jelasnya.

Sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan pentingnya pemahaman pencegahan penularan Covid 19 di Kota Medan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News               

Pemko Medan semakin gencar menggelar operasi yustisi terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan sesuai dengan Perwal No 27 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan. Operasi ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

Kali ini, Selasa (27/10) Tim Gabungan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan menggelar razia masker di seputaran Pajak Beruang yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto No 109, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota. 

Operasi yustisi terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19) digelar di Medan melibatkan unsur Satpol PP Kota Medan, Koramil Medan Kota, BPBD Kota Medan, Kecamatan Medan Kota serta Kelurahan Pandau Hulu 1. Dalam operasi tersebut ada sekitar 7 orang yang terjaring, diantaranya 3 orang yang kartu identitasnya ditahan serta 4 orang yang mendapatkan hukuman sosial.

Razia masker yang di mulai pukul 10.00 wib ini  terfokus kepada warga yang berada di seputaran Pasar Beruang tersebut yang tidak memakai masker saat berada di luar rumah sehingga akan di lakukan pendataan serta penindakan berupa fisik sampai penahanan KTP yang bertujuan agar warga dapat mematuhi protokol kesehatan untuk menggunakan masker saat keluar rumah agar terhindar dari bahaya penyebaran Covid 19.

Bagi mereka yang tidak membawa kartu identitas diri atau Kartu Tanda Penduduk (KTP), petugas kemudian meminta pelanggar untuk push up atau membaca teks Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sedangkan bagi yang membawa KTP, maka petugas akan menyita KTP pelanggar dan selanjutnya meminta pelanggar untuk mengisi formulir. Petugas kemudian meminta warga untuk mengambil KTP masing-masing di kantor Satpol PP Kota Medan, sesuai dengan jadwal yang tertera pada formulir yaitu selama 3 hari penahanan.

Dikatakan Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan, Tim Gabungan dalam pembinaannya dengan tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak. "Pemko Medan akan terus gencar melakukan operasi yustisi yaitu razia masker sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid 19 guna memutus mata rantai penyebarannya," jelas Sofyan usai menggelar operasi yustisi tersebut.(hot/Rd)


Share Berita


Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Selasa (27/10/2020), pukul 14.00 Wib, tidak ada penambahan konfirmasi positif dan sembuh 15 orang dengan data sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 10 orang, (4) Sembuh: 21 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang. 

Berikut rincian data 10 konfirmasi positif hingga Selasa, 27 Oktober 2020:

1. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri,

2. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

3. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, 

4. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

5. DS, (19/10/2020), Pr., 38 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri,

6. MT, (20/10/2020), Lk., 6 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

7. AS, (20/10/2020), Lk., 37 Tahun, Desa Urat 2, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri,

8. BR, (20/10/2020), Lk., 51 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

9. BS, (20/10/2020), Pr., 33 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, dan

10. A, (20/10/2020), Lk., 38 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Kumulatif terkonfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 27 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib adalah 33 kasus dengan rincian 10 konfirmasi positif, 21 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Satgas Covid-19 Samosir mengimbau seluruh masyarakat Samosir untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan ketika melakukan kegiatan di luar rumah terutama di kerumunan yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir atau hand sanitizer, dan menjaga jarak interaksi (1-2 meter).

Di samping itu, jika ada acara sosial (dukacita dan sukacita), Satgas Covid-19 Samosir mengimbau setiap keluarga pelaku kegiatan sosial tersebut agar berkordinasi dengan Satgas Covid-19 Desa untuk pengaturan kegiatan agar berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Kita berharap penularan Covid-19 terjadi pada acara sosial terutama pelaku perjalanan orang untuk tujuan acara sosial dari luar Samosir. 

Satgas Covid-19 Samosir tetap mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk memberhasilkan pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 di Samosir dengan senantiasa bekerja sama dan sama bekerja dalam setiap aktivitas kita agar tetap produktif dan aman dari Covid-19. ( ML/r)


Share Berita

Samosir,DP News

Komisi I DPRD Samosir melaksanakan Konsultasi dan Koordinasi mengenai penegakan aturan dan pengawasan pelaksanaan Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2020. Pimpinan dan Komisi I DPRD Samosir diterima di Ruang Rapat KPU Provinsi Sumatera Utara oleh Komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara  Yushasni, S.S, M.Si didampingi Sekretaris KPU Sumut Irwan Z Siregar dan Maruli Pasaribu,Senin(26/10).

Wakil Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menyampaikan maksud dan tujuan yakni untuk mengetahui atau penegasan aturan terkait Netralitas ASN dalam Pilkada, Indikator Pelanggaran Komitmen Netralitas, Pelaksaan Protokol Kesehatan dalam masa kampanye dan jumlah lokasi atau wilayah kampanye dalam satu hari serta belum adanya Alat Peraga Kampanye (APK) yang berasal dari KPU yang terpasang maupun penertiban APK yg tidak sesuai dengan aturan atau PKPU,kata Nasip Simbolon. 

Komisioner KPU menjelaskan bahwa terkait netralitas ASN sudah jelas diatur dalam PKPU nomor 16 Tahun 2020 dimana salah satu pasal menyebutkan bahwa ASN harus netral dalam Pilkada, indikator netralitas itu diantaranya tidak ikut serta mengkampanyekan pasangan calon, tidak mempergunakan fasilitas negara dalam mendukung salah seorang pasangan calon.  

Untuk pelaksanaan kampanye harus tetap melaksakan Protokol Kesehatan dan setiap pasangan calon dapat melaksanakan kampanye di beberapa tempat dalam satu hari dengan terlebih dahulu memberitahukannya kepada pihak kepolisian, KPU Kabupaten/kota dan Bawaslu,ujarnya. 

Sedangkan Untuk APK yang berasal dari KPU, Sekretaris KPU menjelaskan bahwa keterlambatan penyerahannya dan pemasangannya karena proses pengadaannya harus melalui tahapan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jadi kita tidak bisa serta merta setelah penetapan calon dan masuk hari pertama kampanye langsung menyerahkan APK,ujar Irwan Siregar

Untuk penertiban APK baik itu baliho atau poster katanya KPU, Bawaslu Kabupaten/Kota akan berkoordinasi dengan pemerintah setempa. Harapannya kedepan pelaksanaan Pilkada khususnya di Kabupaten Samosir dapat berjalan dengan lancar dan aman.Kami berharap bantuan atau kerjasama semua pihak agar pelaksanaan pilkada ini berlangsung sukses sehingga terpilihlah pemimpin daerah yg amanah,ujar Yushasni. 

Wakil Ketua DPRD Samosir mengucapkan terimakasih atas penjelasan yang disampaikan dan berharap apabila ada PKPU yang terbaru diterbitkan agar disosialisasikan ke masyarakat khususnya ke pasangan calon untuk menghindari multi tafsir dan pelanggaran.( ML/heli-r

Share Berita




Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir,Senin (26/10/2020), pukul 14.00 Wib, tidak ada penambahan konfirmasi positif dan sembuh 15 orang dengan data sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 10 orang, (4) Sembuh: 21 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang. 

Berikut rincian data 10 konfirmasi positif hingga Senin, 26 Oktober:


1. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri,


2. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,


3. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, 


4. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,


5. DS, (19/10/2020), Pr., 38 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri,


6. MT, (20/10/2020), Lk., 6 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,


7. AS, (20/10/2020), Lk., 37 Tahun, Desa Urat 2, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri,


8. BR, (20/10/2020), Lk., 51 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,


9. BS, (20/10/2020), Pr., 33 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, dan


10. A, (20/10/2020), Lk., 38 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Sementara data sembuh adalah sebagai berikut:


1. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, 


2. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, 


3. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, 


4. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, 


5. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, 


6. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, 


7. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, 


8. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, 


9. EP, (10/10/2020), Pr., 34 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, 


10. HRS, (10/10/2020), Pr., 39 Tahun, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, 


11. FES, (11/10/2020), Lk., 7 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, 


12. MHS, (11/10/2020), Lk., 9 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, 


13. KS, (11/10/2020), Lk., 69 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, 


14. NS, (11/10/2020), Pr., 62 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, dan


15. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo.

Kumulatif terkonfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 26 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib adalah 33 kasus dengan rincian 10 konfirmasi positif, 21 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Satgas Covid-19 Samosir bersyukur atas kesembuhan ini dan tetap berdoa agar yang konfirmasi positif menjadi negatif serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan untuk mencegah, mengendalikan, dan menangani Covid-19 dengan baik untuk kebaikan secara umum dan keluarga kita masing-masing. 

Di samping itu, Satgas Covid-19 Samosir akan tetap berupaya mencegah Covid-19 masuk ke Samosir dengan mengadakan penjagaan di pintu-pintu masuk ke Samosir melalui jalur darat dan danau. Juga, Satgas Covid-19 mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan dan ketentuan yang telah dikeluarkan Satgas Covid-19 Samosir sehingga kita dapat mencapai tujuan kolektif kita dalam upaya mencegah Covid-19 agar tidak masuk ke Samosir untuk melakukan transmisi secara masif. (ML/ heli-r)









Share Berita

Medan,DP News          

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT minta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan untuk menindaklanjuti hasil rapat kerja (Raker) DPRD Medan. Dengan harapan, dapat mewujudkan pembangunan kota yang lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pjs Wali Kota ketika menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Rapat Kerja DPRD Medan di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (26/10). Laporan tersebut merupakan hasil kerja DPRD Medan yang telah dilakukan selama tiga hari sejak 27-29 September lalu.

"Atas nama Pemko Medan, kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Medan atas laporan hasil raker tersebut. Selanjutnya, kami akan menindaklanjuti dan menjalankan hasil raker terutama dalam rangka mewujudkan pembangunan kota yang semakin baik," kata Pjs Wali Kota.

Pjs Wali Kota, Raker DPRD  yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat.Aspirasi rakyat ini lah yang kemudian kita sikapi bersama untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi dan sosial masyarakat yang semakin baik," harapnya.

Selanjutnya, dengan kemitraan, koordinasi dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif, Pjs Wali Kota yakin Pemko Medan dan DPRD Medan mampu mewujudkan tujuan-tujuan besar masyarakat dalam pembangunan terutama mewujudkan visi misi Kota Medan. "Kita yakin dan optimis, sinergitas yang dibangun dapat menjadi energi bersama untuk mewujudkan visi misi Kota Medan sebagai kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan kehadiran pemerinta di tengah-tengah mereka," ungkapnya optimis.

Adapun, laporan hasil raker dibacakan Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala. Sebelum pelaksanaan Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Raker DPRD Medan, terlebih dahulu digelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Kepala Daerah dalam rangka R-APBD Tahun Anggaran 2021.(hot/Rd)
















 

Share Berita

Medan,DP News              

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT sampaikan Nota Pengantar R-APBD TA 2021 dalam Rapat  Paripurna DPRD Medan,Senin(26/10).R-APBD) Kota Medan T.A 2021 dari sisi pendapatan daerah TA 2021 diproyeksikan sebesar Rp 5,15 triliun lebih terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 2,15 trilyun lebih dan pendapatan transfer sebesar Rp 2,99 triliun lebih.

Selanjutnya, secara total lanjut Pjs Wali Kota, jumlah belanja daerah diperkirakan sebesar Rp. 5,30 trilyun lebih. Hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No.12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.Adapun belanja daerah terdiri dari belanja operasional, belanja modal dan belanja tidak terduga,katanya.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi para wakil ketua tersebut, Pjs Wali Kota mengungkapkan bahwa sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, Tahun 2021 merupakan tahun pemulihan ekonomi setelah wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda dunia, termasuk Kota Medan. Oleh karenanya, keseluruhan belanja daerah diprioritaskan pada tiga sektor prioritas.

"Tiga prioritas tersebut yakni membangun infrastruktur seperti merawat dan membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase sekaligus meningkatkan kebersihan kota. Kemudian, pelayanan kesehatan dan pendidikan yaitu menyediakan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan serta iklim investasi guna menjaga iklim investasi yang kondusif serta kemudahan perizinan investasi dengan menggunakan teknologi informasi," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, bilang Pjs Wali Kota, guna menutupi defisit belanja daerah, ditetapkan perkiraan pembiayaan daerah yakni pembiayaan penerimaan sebesar Rp 150 miliar. Dengan demikian, pembiayaan netto dalam APBD TA 2021, diproyeksikan sebesar Rp 150  miliar.

Terakhir, kepada para anggota dewan yang hadir baik secara langsung maupun melalui sambungan virtual, serta sejumlah pimpinan OPD dan camat se-Kota Medan, Pjs Wali Kota berharap prioritas pembangunan kota yang ditetapkan diharapkan mampu secara bertahap dan berkesinambungan mengatasi persoalan-persoalan dasar pembangunan kota.

"Persoalan pembangunan kota seperti peningkatan dan perbaikan infrastruktur, pembangunan kawasan lingkar luar, peningkatan manajemen lalu lintas, sarana/prasarana pendidikan, kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan umum lainnya kita harapakan dapat segera terselesaikan," pungkasnya.(hot/RD)


Share Berita

 

Medan,DP News                      

PT Telkomsel menawarkan kejasama dengan Pemko Medan berupa pengadaan paket data khusus untuk seluruh apratur sipil negara (ASN).  Selain harga relatif murah, ada sejumlah keuntungan yang diproleh. Demikian  terungkap  dalam pertemuan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Trinugroho MT ketika menerima manajemen PT Telkomsel di Balai Kota Medan, Senin (26/10).

“Saat ini kami telah menyiapkan paket data khusus untuk ASN. Dengan paket ini, selain mendapatkan paket data dengan harga murah, pelanggan juga mendapat bonus data untuk rapat online satu jam perhari,”  kata ACC Manager PT Telkomsel Sri Dwi Ningsih didampingi Pagu Pahman dan Risky Septian.

Sebelumnya, ungkap Sri kepada Pjs Wali Kota yang didampingi  Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Medan Zain Noval diwakili Kabid Aplikasi Informatika Laksamana Putra Siregar, dan Kabag Humas Setda Kota Medan Arrahman Pane, mereka telah menjalin kerjasama untuk penyediaan paket data bagi tenaga kesehatan dan para guru.

Sri berharap agar tawaran yang diajukan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan MoU. Dia yakin, paket data yang ditawarkan sangat membantu, terutama mendukung kinerja ASN. “Alhamdulillah, tenaga kesehatan dan guru  sudah merasakan manfaat paket data yang telah kita kerjasamakan,” ungkapnya.

Pjs Wali Kota menyambut baik atas tawaran kerjasama tersebut. Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, minta agar pihak Telkomsel mengajukan penawaran secara tertulis. “Kita akan pelajari tawaran kerjasama tersebut. Intinya, kerjasama yang dilakukan nantinya harus menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Pjs Wali Kota.

Selanjutnya, Pjs Wali Kota juga berharap  agar pihak PT Telkomsel dapat menertibkan masuknya SMS-SMS promosi ke nomor-nomor pelanggan, termasuk dirinya. Dikatakannya, SMS-SMS yang masuk tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pelanggan. “Kalau bisa (SMS promosi) ditertibkan demi kenyamanan pelanggan,” harapnya. (Hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                

Provinsi Sumatera Utara termasuk Kota Medan saat ini masih menghadapi kondisi pandemi Cobid 19 yang telah memberikan efek domino pada berbagai aspek kehidupan. Kondisi positif yang terus bertambah masih menyebabkan permasalahan pada sektor kesehatan. Sedangkan pada aspek ekonomi, dihadapkan pada kondisi ekonomi global yang menurun tajam, konsumsi masyarakat melemah, serta penurunan yang terjadi di hampir semua sektor, sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi menjadi terkontraksi.

Demikian disampaikan Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT sekaligus sebagai Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi  Sumut mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri acara The First (1st) Sumatranomics 2020 di Hotel Santika Premiere Dyandra Jalan Kapten Maulana Lubis No.7, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (26/10).

Dikatakan Arief, Provinsi Sumut pada Triwulan II 2020 ini kondisi pertumbuhan ekonominya terkontraksi menjadi sebesar minus 2,37%, angka ini memang masih lebih baik jika dibandingkan nasional yang terkontraksi sebesar minus 5,32%. Sektor yang masih mengalami pertumbuhan yaitu sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 5,42%, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial sebesar 3,p9%, serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang tercatat sebesar 1,42%.

"Sedangkan sektor yang mengalami kontraksi tertinggi adalah sektor transportasi  dan pergudangan sebesar minus 20,32%, sektor penyediaan akomodasi dan makan sebesar minus 14,77%, dan jasa perusahaan sebesar minus 7,69%. Pada bulan September tahun 2020 ini, Provinsi Sumut juga masih mengalami deflasi sebesar 0,01%. Hal ini tentu menjadi indikasi bahwa pandemi Virus Corona 2019 (Covid 19) telah berdampak kepada pelemahan demand masyarakat," kata Arief.

Sebagai dampak dari pelemahan ekonomi akibat dari pandemi ini, tambah Arief, Pemerintah Provinsi Sumut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun 2020 hanya akan tumbuh sebesar 1,2 - 1,6% pada skenario sangat berat, serta pada tahun 2021 diproyeksikan sebesar 4,70 - 5,70%. "Sementara inflasi diharapkan berada pada angka 2,00 ± 1% (dua plus minus satu persen) pada tahun 2020, dan 2,85 ± 1 (dua koma delapan lima plus minus satu persen) pada tahun 2021," jelasnya.

Lebih lanjut Arief mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut telah merumuskan enam strategi yang diharapkan dapat memperkuat penanganan Covid 19 di Provinsi yang dicintai ini yaitu 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang masih, prakondisi tatanan normal baru, pemulihan sisi demand melalui pemberian jaringan pengamanan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Arief menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan konferensi The First (1st) Sumatranomics 2020. "Berbagai sumbangsih pemikiran oleh para pakar, akademisi, praktisi, unsur pemerintah, dan seluruh stakeholder yang diberikan pada kegiatan ini tentu akan memberikan kontribusi yang berarti bagi penanganan permasalahan serta perumusan strategi dan kebijakan ekonomi di wilayah Sumatera secara umum dan Sumatera Utara secara khusus," ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, bahwa perekonomian global saat ini sedang dihadapi Covid 19 dan mengganggu permintaan global serta mengalami kontraksi akibat kebijakan lockdown. Perekonomian di Sumut diprediksi tumbuh melambat, ekspor juga diprediksi melambat secara mendalam, daya beli masyarakat juga mengalami penurunan.

"Pada tahun 2020, seluruh kabupaten/kota mengalami pertumbuhan ekonomi negatif. Sektor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak mengalami peningkatan. Pada triwulan III pertumbuhan sudah terlihat dan diharapkan terus tumbuh, namun di triwulan IV hal ini tidak terlepas dari program pemulihan nasional melalui bantuan sosial yang disalurkan pemerintah dan refocusing anggaran pemerintah daerah untuk kegiatan yang kurang penting," jelasnya.

Oleh sebab itu, Wiwiek berharap riset dan inovasi ini dapat menjadi modal dalam kemajuan di moment krisis berkaitan tersebut Bank Indonesia menggagas kegiatan ini untuk mendukung percepatan ekonomi daerah.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News          

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT minta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan untuk menindaklanjuti hasil rapat kerja (Raker) DPRD Medan. Dengan harapan, dapat mewujudkan pembangunan kota yang lebih optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pjs Wali Kota ketika menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Rapat Kerja DPRD Medan di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (26/10). Laporan tersebut merupakan hasil kerja DPRD Medan yang telah dilakukan selama tiga hari sejak 27-29 September lalu.

"Atas nama Pemko Medan, kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Medan atas laporan hasil raker tersebut. Selanjutnya, kami akan menindaklanjuti dan menjalankan hasil raker terutama dalam rangka mewujudkan pembangunan kota yang semakin baik," kata Pjs Wali Kota.

Diungkapkan Pjs Wali Kota, Raker DPRD  yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat.Aspirasi rakyat ini lah yang kemudian kita sikapi bersama untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi dan sosial masyarakat yang semakin baik," harapnya.

Selanjutnya, dengan kemitraan, koordinasi dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif, Pjs Wali Kota yakin Pemko Medan dan DPRD Medan mampu mewujudkan tujuan-tujuan besar masyarakat dalam pembangunan terutama mewujudkan visi misi Kota Medan. "Kita yakin dan optimis, sinergitas yang dibangun dapat menjadi energi bersama untuk mewujudkan visi misi Kota Medan sebagai kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius. Dengan begitu, masyarakat akan merasakan kehadiran pemerinta di tengah-tengah mereka," ungkapnya optimis.

Adapun, laporan hasil raker dibacakan Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala. Sebelum pelaksanaan Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Raker DPRD Medan, terlebih dahulu digelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Kepala Daerah dalam rangka R-APBD Tahun Anggaran 2021.(hot/Rd)




Share Berita

Medan,DP News              

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT mengatakan struktur  Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan T.A 2021 sesuai dengan nomenklatur Permendagri No.9/2019 dari sisi pendapatan daerah T.A 2021 diproyeksikan sebesar Rp. 5,15 trilyun lebih terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp. 2,15 trilyun lebih dan pendapatan transfer sebesar Rp. 2,99 trilyun lebih.

"Proyeksi pendapatan daerah yang direncanakan ini cukup realistis, baik jenis pendapatan yang diharapkan bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), maupun dari jenis pendapatan daerah lainnya, terutama dari dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah," kata Pjs Wali Kota dalam Nota Pengantar Kepala Daerah Pada Sidang Paripurna DPRD Medan dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2021 di Gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (26/10).

Selanjutnya, secara total lanjut Pjs Wali Kota, jumlah belanja daerah diperkirakan sebesar Rp. 5,30 trilyun lebih. Hal ini sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No.12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. "Adapun belanja daerah terdiri dari belanja operasional, belanja modal dan belanja tidak terduga," ungkapnya didampingi Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM.

Kemudian, dalam rapat paripurna yang dipimpin dan dibuka Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi para wakil ketua tersebut, Pjs Wali Kota mengungkapkan bahwa sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, tahun 2021 merupakan tahun pemulihan ekonomi setelah wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda dunia, termasuk Kota Medan. Oleh karenanya, keseluruhan belanja daerah diprioritaskan pada tiga sektor prioritas.

"Tiga prioritas tersebut yakni membangun infrastruktur seperti merawat dan membangun infrastruktur jalan, jembatan, drainase sekaligus meningkatkan kebersihan kota. Kemudian, pelayanan kesehatan dan pendidikan yaitu menyediakan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan serta iklim investasi guna menjaga iklim investasi yang kondusif serta kemudahan perizinan investasi dengan menggunakan teknologi informasi," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, bilang Pjs Wali Kota, guna menutupi defisit belanja daerah, ditetapkan perkiraan pembiayaan daerah yakni pembiayaan penerimaan sebesar Rp. 150,00 milyar. Dengan demikian, pembiayaan netto dalam APBD T.A 2021, diproyeksikan sebesar Rp. 150,00 milyar.

Atas dasar itulah, Pjs Wali Kota mengajak semua pihak untuk berkomitmen dan memiliki semangat yang sama dalam mengelola APBD secara efisien, efektif, transparan dan taat azas. "Namun,  tuntutan, kebutuhan dan kepentingan pembangunan kota sangat besar sehingga tetap berada di atas kapasitas fiskal yang diformulasikan  dalam APBD. Oleh karena itu, kita harus menyusun skala prioritas yang paling optimal terutama dari sisi outcome (hasil). Kami juga berharap dukungan dan partisipasi dari seluruh stakeholder kota terutama dalam implementasi pelaksanaan APBD nantinya," harapnya.

Terakhir, kepada para anggota dewan yang hadir baik secara langsung maupun melalui sambungan virtual, serta sejumlah pimpinan OPD dan camat se-Kota Medan, Pjs Wali Kota berharap prioritas pembangunan kota yang ditetapkan diharapkan mampu secara bertahap dan berkesinambungan mengatasi persoalan-persoalan dasar pembangunan kota.

"Persoalan pembangunan kota seperti peningkatan dan perbaikan infrastruktur, pembangunan kawasan lingkar luar, peningkatan manajemen lalu lintas, sarana/prasarana pendidikan, kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan umum lainnya kita harapakan dapat segera terselesaikan," pungkasnya.(hot/RD)


Share Berita

Jakarta,DP News

Rapat konsolidasi Dewan Kehormatan Provinsi  Persatuan Wartawan Indonesia seluruh Indonesia,Senin ( 26/10 ) secara bulat menekankan kembali  independensi adalah harga mati bagi seorang wartawan dalam menjalankan profesinya. Memang itulah amanah konstitusi dan semua peraturan perundang-undangan di bidang pers, kode etik jurnalistik, dan kode perilaku wartawan PWI. 

Para Ketua DKP  itu mendukung langkah tegas Dewan Kehormatan PWI Pusat yang baru - baru ini memberikan sanksi bagi wartawan yang  bersikap partisan dalam kontestasi Pilkada 2020 di daerahnya.

Seperti diketahui beberapa anggota pengurus dan bahkan ketua provinsi ada yang terang terangan mendukung salah satu pasangan calon dalam pilkada tahun 2020 yang digelar di 270 daerah provinsi,kota dan kabupaten. "Terhadap mereka yang melanggar dikenakan sanksi pemberhentian atau diminta mundur dari PWI", tandas Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang. Rapat konsolidasi via zoom meeting dipimpin Sekretaris Sasongko Tedjo. Hadir juga anggota DK PWI Pusat, Asro Kamal Rokan, dan Raja Pane.

Selain menyempurnakan PD PRT PWI, Kode Etik Jurnalistik, Kongres PWI 28-30 September 2018 lalu di Solo juga mengesahkan pemberlakuan produk baru yaitu Kode Perilaku Wartawan PWI. Code of conduct itu melengkapi sikap profesional wartawan.

DK PWI se Indonesia, menyepakati dalam Pilkada 2020 sudah seharusnya wartawan menjaga jarak yang sama dengan semua kontestan. Begitulah mestinya wartawan berperan, berfungsi sehingga eksistensinya punya kontribusi merawat  dan mengembangkan demokrasi,  mengawal bangsa dan negara mencapai cita-citanya.

"Kontestasi pemimpin rakyat harus dijaga  berjalan dengan sangat demokratis, supaya menghasilkan pemimpin amanah. Itu sebabnya  Pilkada harus dijaga berlangsung jujur dan adil, tidak dikotori praktek money politics, “tambahnya.

Ilham mengapresiasi sikap Dewan Kehormatan Provinsi  yang dalam rapat konsolidasi tadi menunjukkan sikap proaktif mengawasi anggotanya mematuhi ketentuan organisasi, kode etik jurnalistik, kode perilaku wartawan. Sebagai individu wartawan memang tetap memiliki hak politiknya. Silahkan salurkan itu di TPS. Namun, ketika menjalankan profesi maka ia diikat oleh kode etik profesi. Justru karena itu profesi ini tetap dihargai dan dipercaya sampai sekarang.

Ilham juga mengingatkan Dewan Kehormatan Pusat dan Provinsi adalah produk kongres dan konferensi di daerah, yang mempunyai kedudukan yang setara dengan pengurus PWI. Dalam posisi itu  DK wajib membantu Pengurus Harian PWI membangun organisasi sesuai amanah yang diterimanya dari kongres dan konferensi. Harus mampu bertindak tegas menyingkirkan benalu - benalu yang hanya mencari keuntungan pribadi dari organisasi PWI. “ Hanya dengan begitu Anda semua dapat meninggalkan legacy, seperti legacy yang diwariskan pendahulu kita, wartawan -wartawan pendiri PWI yang hebat-hebat,” tambahnya.(Rel/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                 

Ikatan Alumni Jaka dan Dara (Ikajara) Kota Medan mengundang Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT untuk menghadiri acara Rapat Kerja Ikajara Kota Medan pada Sabtu, 14 November mendatang di Hotel Grand Kanaya Medan Jalan Darussalam No 12, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah.

Undangan itu, disampaikan Ketua Umum Ikajara Kota Medan Ari Ismail kepada Pjs Wali Kota Medan saat mengunjungi Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No.2, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah,Senin (26/10).Ketua Umum Ikajara Kota Medan berharap Bapak Pjs Wali Kota Medan dapat hadir sekaligus memberikan kata sambutan dalam acara tersebut.

Didampingi Plt Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Medan Vianti Dewi Nasution, Pjs Wali Kota Medan sangat mendukung dan mengapresiasi penuh kegiatan yang digelar oleh Ikajara Kota Medan tersebut. "Saya atas nama Pemko Medan mengapresiasi sekaligus mendukung kegiatan ini," ucap Arief.

Dalam kesempatan tersebut, Pjs Wali Kota Medan juga mengingatkan kepada para Ikajara Kota Medan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam acara tersebut. Ia berharap dengan adanya rapat kerja tersebut nantinya dapat memberikan manfaat baik kepada anggota Ikajara sendiri maupun masyarakat Kota Medan.

"Silahkan adakan rapat kerja tapi saya ingatkan untuk harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat saat acara berlangsung. Jadilah salah satu organisasi yang eksis di Kota Medan. Artinya dengan ke eksistanannya ini dapat memberikan manfaat baik anggotanya maupun masyarakat Kota Medan itu sendiri," pesannya.

Sebelumnya Ketua Umum Ikajara Kota Medan Ari Ismail mengatakan maksud kedatangannya ke Pemko Medan adalah untuk mengundang Bapak Pjs Wali Kota Medan menghadiri acara Rapat Kerja pada tanggal 14 November mendatang di Hotel Grand Kanaya Medan. "Kami mohon kehadiran serta bimbingan dan arahan Bapak Pjs Wali Kota Medan untuk kemajuan Ikajara Kota Medan di masa kepemimpinan saya. Saya juga berharap di masa periode ini, Ikajara dapat lebih maju dan berkembang. (hot/Rd)




Share Berita

 

Jakarta,DP News

Cukup mengharukan evakuasi Ibu Hawa dn anak bayinya yang terkepung banjir Bekasi.Sejumlah titik di wilayah kota Bekasi, Jawa Barat terendam banjir sejak minggu dini hari. Sejumlah warga dievakuasi karena tingginya air, salah satunya Ibu Hawa dan bayinya yang tinggal di Villa Jatirasa, Jatiasih, Bekasi.

Ketua RW 11 Kelurahan Jatiasih, M. Nugroho, yang terjun membantu proses evakuasi warga Villa Jatirasa menceritakan pengalamannya mengevakuasi Ibu Hawa dan bayinya. Ia mengatakan, Ibu Hawa terjebak di lantai 2 rumahnya sejak semalam sehingga minta dievakuasi.

"Semalam itu kita tidak prediksi tidak secepat itu air datang, kita cepat mengevakuasi. Hanya beberapa warga yang sudah terevakuasi. Kita nggak tahu warga yang sakit, lumpuh, jadi itu yang kita prioritas, dan ada anak bayi. Jadi karena waktu yang terbatas jadi baru pagi itu kita baru dapat evakuasi Ibu Hawa. Kita keliling pakai perahu karet Basarnas, dan dia ada di lantai 2 dan meminta tolong untuk dievakuasi," kata Nugroho ketika ditemui di Perumahan Villa Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (25/10).

Proses evakuasi bayi, kata Nugroho, berjalan dengan hati-hati. Dia menyebut bayi dievakuasi dari balkon lantai 2 pada sekitar pukul 09.00 WIB.

"Kita merapat, perahu karetnya merapat ke yang dekat untuk evakuasi. Langsung ke balkon atas," ujar Nugroho.

Nugroho juga menggunakan bak mandi bayi agar proses evakuasi anak Ibu Hawa berjalan aman. Dia sempat menceritakan kekhawatiran sang ibu saat proses evakuasi dari lantai 2.

"Dari Ibu Hawa tadi yang merasa takut jatuh dari ketinggian atau bagaimana. Makanya kita evakuasi hati-hati, baik dari sang bayi maupun ibunya sendiri," jelas Nugroho.

Bayi yang dievakuasi itu dalam kondisi sehat. Nugroho membawa bayi tersebut ke tempat yang lebih aman dan kini sang bayi beserta ibunya mengungsi ke tempat orang tuanya.

Mengungsi ke Kampung Lain

Sementara itu, seorang warga lainnya, Ibu Roni (43), menceritakan banjir terjadi tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB dan berlangsung cepat. Dalam kondisi mati listrik, Roni bersama suami dan cucunya langsung mengungsi.

"Ke atas, ke kampung lain, ke masjid situ Baitul Mukmin. Jam 00.30 WIB-lah rapi-rapiin baju diangkutin pakai motor. Kulkas, TV, segala macam udah lah biasa kena lagi yang penting orangnya selamat lah," kata Roni ketika ditemui, Minggu (25/10).

Roni mengatakan banjir meluap hingga setinggi 110 cm. Dia mengaku belum bisa mengecek barang-barang yang terkena banjir karena pintu rumahnya terkunci akibat genangan air.

"Pintu nggak bisa dibuka ini pintunya, masih ada airnya masuk," ujar Roni.

Roni menyebut banjir terjadi akibat kiriman dari Kali Cileungsi. Dia mengatakan tidak terjadi hujan sama sekali saat kejadian.

"Banjir kiriman ya, dari Bogor atau Cileungsi, dari sono ke sini. Jadi nggak hujan cuma mendung-mendung sampai sekarang nggak hujan," jelasnya.

Untuk diketahui, sejumlah wilayah di Kota Bekasi terendam banjir pada Sabtu (24/10) malam. Banjir terjadi akibat luapan kali Bekasi.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Bekasi, Hendra mengatakan, ada tujuh wilayah di Bekasi yang terendam banjir. Ketujuh wilayah itu adalah Villa Jati Rasa, Nusa Indah, Villa Nusa Indah, Pondok Gede Permai, Kartini, Teluk Pucung, dan Kemang Ifi.

"(Villa Jati Rasa) tinggi (banjir) sekitar 190-anlah. (Villa Nusa Indah) tadi 150," katanya.(detiknews/Rd)

 

Share Berita

Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir,Minggu (25/10), pukul 14.00 Wib, tidak ada penambahan konfirmasi positif dengan data sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 25 orang, (4) Sembuh: 6 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang,.

Demikian disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Samosir Rohani Bakara melalui whatsApp.

Berikut rincian data 25 konfirmasi positif hingga Minggu,25 Oktober :

1. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri,

2. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

3. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

4. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

5. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri,

6. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

7. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

8. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

9. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

10. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

11. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

12. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, 

13. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

14. EP, (10/10/2020), Pr., 34 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, 

15. HRS, (10/10/2020), Pr., 39 Tahun, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

16. FES, (11/10/2020), Lk., 7 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

17. MHS, (11/10/2020), Lk., 9 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

18. KS, (11/10/2020), Lk., 69 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

19. NS, (11/10/2020), Pr., 62 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

20. DS, (19/10/2020), Pr., 38 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri,

21. MT, (20/10/2020), Lk., 6 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

22. AS, (20/10/2020), Lk., 37 Tahun, Desa Urat 2, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri,

23. BR, (20/10/2020), Lk., 51 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

24. BS, (20/10/2020), Pr., 33 Tahun, Desa Pardomuan 1, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri,

25. A, (20/10/2020), Lk., 38 Tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

Secara keseluruhan, kumulatif terkonfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 25 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib adalah 33 kasus dengan rincian 25 konfirmasi positif, 6 sembuh, dan 2 meninggal dunia.

Satgas Covid-19 Samosir berharap konfirmasi positif akan menjadi negatif dalam beberapa hari ke depan. Namun yang lebih penting lagi adalah seluruh masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan dalam setiap area kehidupan agar pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 di Samosir dapat dilakukan dengan baik. 

Di samping itu, mari kita tetap berupaya agar dapat beraktivitas dan aman dari Covid-19 dengan kehati-hatian tanpa kepanikan dan tetap ingat bahwa Covid-19 dapat sembuh. Jangan lupa untuk memproteksi anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan menderita penyakit penyerta untuk tidak masuk pada tempat-tempat kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19.( ML/heli-r)




Share Berita

 

Medan,DP News

Anggota DPRD Medan Komisi III, Irwansyah S.Ag, SH mengingatkan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera merespon permintaan warga agar segera mengganti enam tiang listrik kayu yang sudah lapuk dan membahayakan warga di kawasan Jalan Pukat I, Gg. Melati Senja,Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (25/10).

Desakan itu disampaikan Irwansyah saat mendampingi warga melihat kondisi tiang listrik yang sudah lapuk dan menggantung. “Ini kondisi tiang listriknya sudah menggantung dan berbahaya. Kita minta kepada PLN segera merespon,” harapnya.

Irwansyah mengatakan, dari laporan warga jika turun hujan kondisi tiang listrik sering kontak. “Warga sudah sangat resah, selain kondisinya menggantung, ada satu tiang listrik sering kontak-kontak. Mereka khawatir dengan keselamatan anak-anak yang lalu lalang ke Masjid di kawasan tersebut,” jelasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengaku heran dengan lambatnya pihak PLN dalam merespon warga. “Terus terang kita heran, ini kan siftnya sangat penting karena berpotensi membahayakan warga. Tapi, kenapa sampai sekarang responnya kurang,” herannya.

Irwansyah mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan ini agar segera ditangani PLN. “Kita akan sampaikan kepada PLN segera,” tegasnya.

Sementara itu, Nani warga di kawasan itu mengaku, persoalan tiang listrik ini sudah dilaporkan ke Kepling dan PLN namun belum ada tindaklanjutnya. “Kita heran juga, kok sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya juga,” terangnya.

Nani sangat berharap enam tiang listrik yang terbuat dari kayu ini segera diganti sehingga tidak meresahkan warga.(Rd)


Share Berita

Medan,DP News

Anggota Komisi IV DPRD Medan Syaiful Ramadhan mengharapkan Pjs Walikota Medan mencari solusi guna mengatasi genangan air banjir di sejumlah tempat di Kota Medan. Harapan ini disampaikan Syaiful Ramadhan mengingat intensitas hujan di Kota Medan sangat tinggi belakangan ini.

“Bahwa persoalan genangan banjir ini terjadi setiap saat. Dari dulu hingga sekarang selalu saja ada. Banyak persoalan di dalamnya dan dibutuhkan langkah terus menerus untuk memperbaikinya,” jelas Syaiful Randhan kepada Wartawan di Medan, Minggu (25/10).

Anggota DPRD Medan Fraksi PKS ini mengatakan, persoalan genangan banjir di Medan saat ini hendaknya tidak menjadi masalah orang perorang atau pemimpin saat ini dan pemimpin yang lama. Persoalan banjir ini terus terjadi karena banyak persoalan seiring perubahan di masyarakat.

“Penyebab banjir ini banyak faktor, dari mulai sedimentasi saluran drainses, ketidak pedulian warga hingga pelanggaran pembangunan yang menutup saluran air,” jelasnya.

Permasalahan banjir ini, kata Syaiful adalah Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama. Masyarakat dan pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya harus bersinergi. 

“Jadi saya kira tidak akan selesai persoalan banjir ini jika masyarakatnya tidak peduli dengan lingkungannya, pemerintah tidak tegas menjalankan aturan dan buruknya koordinasi dengan para pemilik kewenangan lainnya,” ucap Syaiful.

Banjir hari ini, Syaiful menegaskan tidak perlu adanya upaya saling menyalagkan, menuduh pihak lain tidak bekerja atau berbuat. Padahal, persoalan banjir ini sudah ada sejak dulu sejak zaman kolonial. “Sejak zaman kolonial juga banjir di Medan ini menjadi persoalan makanya Medan pernah memiliki saluran drainase yang sibuat kaum kolonial,” jelasnya. (Rd)



Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.