Medan,DP News                    

Pemko Medan melalui Satpol PP Kota Medan akan menindak tegas tempat usaha/pariwisata yang tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai Perwal No.27/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan. Tindak tegas ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.

“Kita akan melakukan penutupan sementara tempat kegiatan/usaha yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Langkah ini kita lakukan berdasarkan hasil rapat yang dilakukan Bapak Pjs Wali Kota Medan dengan OPD terkait yang menangani Covid-19,” kata Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan di Medan, Senin (19/10).

Sofyan menegaskan, tindakan tegas ini dilakukan setelah pemilik tempat kegiatan usaha tidak mengindahkan pembinaan dan upaya persuasif yang telah dilakukan terkait tidak diindahkannya protokol kesehatan sesuai SOP maupun Perwal No.27/2020 dalam menjalankan kegiatan usahanya.

“Kita tidak langsung main tutup, setelah menerima laporan maupun mendapati langsung tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, terlebih dahulu kita lakukan pembinaan dan pengawasan agar pemilik melaksanakannya. Jika upaya ini tidak diindahkan juga, barulah penutupan sementara dilakukan.

Sofyan menerangkan, tindakan tegas dilakukan berdasarkan Perwal No.27/2020 yang diatur di BAB VIII Sanksi Administratif di Pasal 30. Di ayat 1, jelasnya, disebutkan setiap orang dan/atau penanggung jawab pelaku usaha dan/atau kegiatan yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan Wali Kota ini dikenakan sanksi administratif.

Selanjutnya, imbuhnya, pengenaan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud ayat (1) berupa teguran lisan, teguran tertulis, penahanan sementara kartu identitas, pembubaran kerumunan, penutupan sementara, tindakan lainnya yang bertujuan menghentikan pelanggaran dan/atau pemulihan; atau pencabutan izin sesuai SOP

“Di ayat (3) dijelaskan, pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud ayat (2) dilakukan oleh Perangkat Daerah terkait sesuai dengan tugas fungsinya masing-masing,” paparnya seraya mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Kota Medan agar melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan usahanya sesuai Perwal No.27/2020.(hot/Rd)


Share Berita

 

Samosir,DP News

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19  Samosir Rohani Bakara melaporrkan perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan rilis Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir,Senin (19/10).Ada penambahan 6 orang terkonfirmasi positif dan 1 orang probable. dengan data sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 21 orang, (4) Sembuh: 4 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang.

Berikut rincian update data yang terkonfirmasi positif:

A. Konfirmasi Positif

1. CS, (17/09/2020), Lk., 24 Tahun, Dusun Titi Kuning, Kecamatan Pagar Marbau, Deli Serdang, (Tugas di Samosir), Alamat Samosir: Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri.

2. JS, (9/10/2020), Lk., 33 tahun, Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan)

3. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (14 hari berjalan).

4. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

5. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

 

6. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

7. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

8. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

9. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

10. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

11. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

12. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

13. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

14. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan),

15. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

B. Tambahan Kasus Konfirmasi Positif

16. EP, (10/10/2020), Pr., 34 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (9 hari berjalan),

17. HRS, (10/10/2020), Pr., 39 Tahun, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (9 hari berjalan),

18. FES, (11/10/2020), Lk., 7 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (8 hari berjalan),

19. MHS, (11/10/2020), Lk., 9 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (8 hari berjalan),

20. KS, (11/10/2020), Lk., 69 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (8 hari berjalan),

21. FES, (11/10/2020), Pr., 62 Tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (8 hari berjalan),

Secara keseluruhan, kumulatif terkonfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 19 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib adalah 27 orang dengan rincian 21 terkonfirmasi positif, 4 sembuh, dan meninggal 2 orang.

Satgas Covid-19 Samosir tetap mengimbau seluruh masyarakat Samosir agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak interaksi (1 s.d. 2 meter), dan menghindari kerumunan agar kita dapat mencegah, mengendalikan, dan menangani pandemi Covid-19.(ML-r)

Share Berita

Samosir,DP News

Balon Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom,ST didampingi Sekretaris pemenangan Kabupaten Samosir Marselinus Simarmata,Ketua Tim Koordinator Kecamatan NainggolanPreddy Tulus Lumban Tungkup,tokoh masyarakat ,Tim Desa,Pengurus Partai Politik pengusung diantaranya Nasdem,PKB,Golkar,Demokrat dan relawan  menyapa para pedagang dan warga di  Pasar Nainggolan,Senin (19/10) disambut dengan ramah, dan rombongan juga patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

Blusukan yang keduakalinya ini ,Vandiko dan rombongan sempatkan ngopi bareng bersama seluruh  di kedai kopi Mak Jeremi Boru Gultom di Jalan Pelabuhan Nainggolan.Usai ramah tamah dilanjutkan untuk menyapa warga serta para pedagang  di Pasar Nainggolan , tampak kebadiran Vandiko yang sederhana dan familiar itu disambut hangat para kaum ibu- ibu .

Dan dalam kesempatan itu,Vandiko T Gultom menyempatkan diri bertanya kepada para pedagang masalah harga bahan pokok, sembari berbelanja panganan gorengan dan berbagai jenis buah buahan .

Seusai berkeliling menyapa warga di Pasar  Nainggolan itu,dilanjutkan dengan kegiatan sosial melayat ke rumah duka Almarhum Rahman Parhusip ( Pak Togap) di seputaran Pasar Nainggolan.Vandiko T Gultom bersama rombongan menyampaikan turut berduka cita dan  penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan aalmarhum.

Usai melayat , semua rombongan melanjutkan program untuk menghadiri undangan jamuan makan siang di Desa Pasaran 1 Kecamatan Nainggolan bertempat di rumah Ompu Noel Situmorang yang difasilitasi keluarga besar keturunan marga Situmorang Sipituama.

Acara ini langsung dipimpin tokoh masyarakat / penatatua Situmorang setempat,Pak Rosni Situmorang didampingi penatua lainnya memberikan Ikan mas kepada Balon wakil bupati Samosir Martua Sitanggang didampingi isteri Artha Boru Situmorang sebagai bentuk upah- upah dan dukungan dari Hula- hulanya Marga Situmorang di desa itu kepada borunya.Dalam hal serupa juga diterima  Balon Bupati Samosir Vandiko T Gultom suatu kehormatan kepada dirinya diposisi sebagai  hula" dari Marga Situmorang .( ML/r)



 

Share Berita

Lubuklinggau,DP News

Pengurus SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Silampari periode 2020-2023, resmi dilantik dan siap menjadi mitra pemerintah dalam kemajuan daerah. Acara pelantikan tersebut, sukses dilaksanakan di  Aula Rumah Dinas Walikota Lubuklinggau oleh Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Heri, Senin (19/10).

Ketua SMSI Silampari Agus Hubya Handono mengungkapkan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh pemerintah, baik Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara yang mendukung penuh kehadiran SMSI di Bumi Silampari.

"Kami dari pengurus mengapresiasi antuasias seluruh pemerintah atas terbentuknya organisasi ini. Tentu, kedepan selain kami bekerja sebagai mitra pemerintah, kami juga akan terus mengajak pemilik perusahaan-perusahaan pers yang belum tergabung, agar segera bergabung. Harapannya, seluruh portal berita online yang ada di Bumi Silampari dapat terverifikasi oleh dewan pers, sehingga bisa berjalan profesional," ungkap Agus.

Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri mengaku, pihaknya bangga, sebab di Sumsel baru SMSI Silampari yang telah resmi dilantik di tingkat kota/kabupaten.

"Perjuangan ini alhamdulillah disambut baik. Kami sudah berjuang penuh hingga akhirnya SMSI kini telah resmi menjadi konstituen dewan pers. Fungsi SMSI sendiri, yakni memastikan banyaknya portal berita online dapat terdata, supaya meminimalisir berita-berita hoax," ujar Jon Heri.

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dalam sambutannya mengaku, pihaknya mendukung penuh seluruh kegiatan SMSI kedepan. Ia berharap, nantinya SMSI yang merupakan gabungan perusahaan pers dapat mempromosikan potensi daerah.

"Jadi ke depan, selain saya minta ada kegiatan bertaraf nasional yang bisa digelar SMSI di Kota Lubuklinggau. Kinerja SMSI juga harus mampu menghadirkan manfaat untuk masyarakat. Mari kita jadikan kemitraan ini mampu mengajak orang datang dan berkunjung ke Lubuklinggau, tentu pastinya lewat informasi-informasi menarik tentang daerah kita," ungkap Nanan, sapaan akrab Walikota Lubuklinggau.(Rel/rd))


Share Berita

Medan,DP News               

Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan bersama Satpol PP Provinsi Sumut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, TNI/Polri serta unsur Kecamatan Medan Sunggal, melakukan razia masker dalam mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

Razia yang digelar di Jalan Gatot Subroto KM 7,8 Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal, Senin (19/10), menjaring sebanyak 64 pelanggar yang tidak mengenakan masker. Razia yang dipimpin Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Kepala Bidang (Kabid) Penertiban Umum Satpol PP Kota Medan Reyes Sihombing berlangsung dari pukul 10.00 wib hingga selesai.

Dalam kesempatan tersebut, warga yang kedapatan tidak menggunakan masker didata dan diberi masker sembari juga diingatkan agar selalu menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah. Tidak hanya mengingatkan saja, warga yang kedapatan tidak menggunakan masker juga diberi hukuman dengan penahanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) selama tiga hari.

Sedangkan bagi warga yang tidak membawa maupun memiliki KTP, diberi hukuman push up dan skot jump, serta melafalkan pancasila. Bagi warga yang KTPnya ditahan, akan diberikan Surat Berita Acara Penanganan Kartu Identitas sebagai bukti pengambilan KTP di Kantor Satpol PP Kota Medan.

Didampingi Kabag Ops Satpol PP Kota Medan J Tamba, Kabid Penertiban Umum Satpol PP Kota Medan mengatakan razia masker ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemko Medan guna menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Covid 19 di Kota Medan dan penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19.

"Razia ini digelar untuk menegakkan Perwal No 27/2020 dan Pergub No 34/2020. Masih banyaknya warga yang tidak mengindahkan peraturan tersebut. Oleh karena itu, Pemko Medan memberikan hukuman sebagai efek jera bagi para pelanggar yaitu penahanan kartu identitas. Selain penahanan kartu identitas, pelanggar juga diberikan hukuman fisik dan melafalkan Pancasila serta menyanyikan lagu Indonesia Raya," jelasnya.

Karena masih banyaknya warga yang minim kesadaran untuk mengenakan masker, pada kesempatan tersebut, Reyes pun mengingatkan seluruh warga Kota Medan untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. "Masker ini sudah menjadi bagian dalam diri kita  jadi kemanapun pergi harus diingat dan dipakai, karena masker ini gunanya untuk melindungi diri dan orang lain serta mencegah penularan yang lebih meluas lagi ditengah masyarakat," imbaunya.(hot/Rd)




Share Berita

Medan,DP News              

Pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) semangat masyarakat untuk berolahraga terus meningkat dengan memanfaatkan ruangan terbuka yang ada, untuk itu Pemko Medan akan menata dan merawat taman-taman yang ada di Kota Medan sehingga masyarakat akan merasa nyaman untuk berolahraga.

Hal ini terungkap saat Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT memimpin Rapat Penataan dan Penertiban Taman Ahmad Yani di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Jenderal Sudirman No 35 Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun, Senin (19/10). 

"Saat ini banyak masyarakat gemar berolahraga. Sebab, olahraga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imun tubuh agar terhindar dari penyebaran Covid 19. Salah satunya adalah dengan berolahraga di ruang terbuka dan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti halnya di taman-taman," ungkap Pjs Wali Kota Medan.

Oleh karena itu, sambung Pjs Wali Kota Medan, Pemko Medan akan menyiapkan penataan ruang publik yang semakin baik sehingga dapat dimanfaatkan untuk berolahraga. Adapun taman yang menjadi fokus Pemko Medan saat ini adalah Taman Ahmad Yani yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun.

"Khusus di Taman Ahmad Yani penataan awal ini akan difokuskan pada lahan yang biasa digunakan oleh pedagang makanan untuk berjualan telah ditertibkan, nantinya akan dijadikan lahan parkir. Penertiban juga dilakukan kepada tunawisma yang biasa mendiami Taman Ahmad Yani. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Taman Ahmad Yani sebagai salah satu pusat olahraga dan rekreasi warga Medan," jelasnya.

Rapat ini turut dihadiri Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setda Kota Medan Renward Parapat, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni, Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan, Kadis Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis, Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Zulfansyah Ali Saputra, Kabag Tapem Setda Kota Medan Rasyid Ridho Nasution serta mewakili Kecamatan Medan Maimun dan mewakili Kelurahan Jati.

Rapat ini kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan masukan dari masing-masing pimpinan OPD terkait untuk nantinya menjadi bahan masukan.(hot/Rd)



Share Berita

Medan,DP News

Ditengah masa pandemi Covid-19 ini dengan sistem belajar Daring,Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan melaksanakan Seminar bertema " Seberapa Efektif Pembelajaran Online Saya" dengan narasumber Mangaratua Simanjorang, Phd,dosen Unimed lulusan Australia.

Seminar diikuti para guru dari sekolah Katolik di Resto Budaya yang dipandu Dionisius Sihombing,MSi,Sekretaris Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan.Sejumlah guru dan kepala sekolah SMP dan SMA mengikuti seminar yang membahas sejauhmana efektifnya pembelajaran online di masa pandemi Covid-19 ini.

Memperdalam materi seminar tersebut,para guru dan kepala sekolah diberi  kesempatan bertanya jawab dengan nara sumber sehingga suasana semakin menarik walau harus mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Di sela-sela acara,Akhyar Nasution hadir dan diberi kesempatan menyapa para guru peserta seminar dengan mengajak masyarakat Kota Medan untuk tetap semangat dalam membangun kesatuan dan persatuan ditengah gejolak ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini.

Di masa pandemi Covid- 19 ini kondisi ekonomi sangat kacau dan situasi ini sangat mengacaukan kita semua dan berdampak pada semua lini kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan kita.Pandemi Covid -19 mengakibatkan siklus ekonomi kita terputus dimana dunia usaha banyak yang berhenti dan mengakibatkan masyarakat kehilangan pendapatan hingga ratusan miliar. 

Sempat juga ada waktu memberi masukan dan tanya jawaab seputar dunia pendidikan dan nasib guru terutama non-sertifikasi dikaitkan dengan visi misinya sebagai Calon Walikota Medan.Udut Silaen,Kepala SMA St Antonius Tanjung Morawa dan Mangada Simbolon,Kepala SMP St Antonius Tanjung Morawa mengusulkan agar pemerintah menyediakan anggaran APBD untuk para guru yang belum mendapat sertifikasi demi keadilan antara sekolah swasta dan negeri. 

Pada prinsipnya pemerintah tetap memperhatikan nasib dan kesejahteraan para guru namun melihaat  kemampuan keuangan daerah ,ujar Akhyar Nasution.

Pada acara seminarKamis lalu tersebut hadir Ketua Komisi Pendidikan KAM Pastor Erwin Manullang,OFM.Cap,tokoh muda Binsar Simarmata dan lainnya.(hot/Rd) 


Share Berita


Samosir,DP News

PT Pos indonesia salurkan BST (Bantuan Sosial Tunai) tahap ketujuh kepada 1.616 orang masyarakat terdampak Covid -19 di 12 Desa se- Kecamatan Onanrunggu,Samosir,Sabtu (17/10).

Acara dilaksanakan di Aula Kantor Camat Onanrunggu berjalan dengan lancar dan tertib,  dimana semua petugas dan masyarakat penerima Bantuan Sosial Tuni ( BST) tetap patuhi protokol kesehatan. 

Bantuan Sosial Tunai ( BST) bagi masyarakat terdampak Covid-19, sejak bulan april hingga saat ini,  disalurkan petugas Kantor Pos Indonesia Balige diantaranya P Tarigan, dan turut hadir Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Henry Hutabalian dan Babinsa  Mangihut Gultom untuk mendampingi penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Dalam pengawasan Koramil Mangihut Gultom beserta para kepala desa. 

Penyaluran Bantuan Sosial Tunai dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul  16.00 WIBbdan semuanya disalurkan dengan jumlah penerima  1.616 orang.(Heli/ML)


Share Berita

Medan,DP News            

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT berharap Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQAH) Kota Medan semakin menunjukkan kualitas fungsi dalam memberikan pengajaran dan pembelajaran esensi dan nilai ayat suci Al-Qur'an bagi umat muslim khususnya di Kota Medan.

Harapan ini disampaikan Pjs Wali Kota ketika menghadiri acara Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPQAH Kota Medan Masa Khidmat 2020-2025 di Aula Baznas Sumut, Jalan Rumah Sakit Haji, Deli Serdang, Sabtu (17/10).Dengan harapan, umat muslim dapat mengaplikasikan setiap nilai ajaran Al-Qur'an sebagai pedoman dan tuntunan hidup.

"Dengan pelantikan ini kiranya dapat menjadi warna, energi dan semangat baru dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an ke masyarakat secara luas sebagai pedoman hidup yang lebih baik. Selain itu juga, kian menunjukkan fungsi dan tugas lembaga IPQAH dalam mengajarkan dan membina sehingga melahirkan para qari-qariah dan hafiz-hafizah yang semakin berkualitas," kata Pjs Wali Kota.

Selanjutnya, dalam acara pelantikan yang dirangkai dengan peluncuran website IPQAH Kota Medan tersebut, Pjs Wali Kota menyampaikan apresiasinya. Sebab, kehadiran website IPQAH semakin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mencari informasi sekaligus menggali ilmu yang terdapat di dalam website tersebut.

"Ini sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Apalagi dalam perkembangan zaman era revolusi industri 4.0 saat ini, tekhnologi menjadi sesuatu hal yang penting dan tidak terpisahkan dalam mendukung setiap aktifitas kita. Terobosan baru yang pastinya sangat memberikan manfaat bagi kita semua," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPD IPQAH Kota Medan Masa Khidmat 2020-2025 yang baru dilantik Syaifuddin Hazmi Lubis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan yang diberikan kepada IPQAH Kota Medan. Hal itu bilangnya menjadi semangat menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.(hot/Rd)

 

 



Share Berita

Medan,DP News                       

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT menghadiri acara Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap di Tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan di Halaman Taman Tjong Yong Hian Jalan Kejaksaan,Sabtu (17/10).

Arief mengatakan, tahun ini  merupakan tahun yang menentukan Kota Medan untuk periode 5 tahun ke depan. Para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan saling beradu visi dan misi untuk warga Kota Medan. Sebagai salah satu ibu kota provinsi dengan luas wilayah yang sangat luas serta jumlah penduduk kota ketiga terbanyak, Kota Medan menjadi salah satu ibu kota provinsi yang sangat menarik untuk dipimpin.

“Apalagi dengan karakter multikultural masyarakatnya  yang terkenal tegas dan lugas, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin untuk mampu mengambil langkah strategis guna mencuri hati warga Kota Medan,” katanya.

Untuk itu, Pjs Wali Kota Medan berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Medan, siapapun yang nantinya dipercaya terpilih memimpin Kota Medan, harus mampu menjadi sosok pemersatu masyarakat Kota Medan yang multikultural ini. KPU Kota Medan juga harus mampu bertindak adil sebagai wasit yang akan mengawasi jalannya Pilkada tahun ini.

“Jangan sampai momen Pilkada ini malah dijadikan sebagai ajang untuk saling menjatuhkan satu sama lain melalui propaganda murahan dan kampanye hitam. Kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS yang kita laksanakan saat ini, merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh KPU Medan dalam menyiasati momen Pilkada di masa Pandemi Covid 19,” pesannya.

Tantangan besar yang dihadapi pada pemilihan ini adalah, tambah Pjs Wali Kota Medan, dapat menghadirkan pemilih ke TPS-TPS yang ada tersebar di seluruh wilayah Kota Medan. Sebab, jika dulu jumlah pemilih pada momen pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada periode lalu tidak sampai 30%, apalagi saat ini Pilkada yang dilakukan di tengah ketakutan akan menyebarnya Virus Corona, besar kemungkinan jumlah pemilih akan menurun dibanding periode yang lalu.

“Jangan sampai Pilkada nanti malah menjadi cluster  baru penyebaran Virus Corona. Untuk itu, saya meminta dengan sangat agar protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin di setiap TPS yang nantinya menggelar Pilkada. Kita tentu berharap kesadaran berpolitik warga Kota Medan tetap tinggi meskipun Virus Corona masih mengancam,” pintanya.

Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap di Tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuka secara langsung Plh Ketua KPU RI Ilham Syahputra  tersebut berlangsung dengan memenuhi standar protokol kesehatan.(hot/Rd)


Share Berita


Samosir,DP News

Sebagai wadah berkumpulnya para mahasiswa Katolik, Ceperianus Gea ,Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan mengatakan PMKRI Cabang Medan merasa ikut bertanggung jawab demi suksesnya Pilkada yang damai, adil dan jujur pada  9 Desember mendatang di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara  termasuk di Kabupaten  Samosir.Salah satu bentuk partisipatif mahasiswa adalah memberi edukasi kepada para pemilih agar bisa menggunakan hak politiknya pada 9 Desember nanti dan memilih  calon terbaik untuk kemajuan daerahnya.

Beberapa waktu lalu,PMKRI Cabang Medan sudah melakukan edukasi mengenai pentingnya mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19 di Samosir sekaligus membagikan masker.Itulah salah satu bentuk partisipatif sebagai mahasiswa demi mendukung upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 apalagi Samosir termasuk yang akan menyelenggarakan Pilkada 9 Desember.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia,umat Katolik harus terlibat dalam proses Pilkada  Desember nanti dengan memastikan dulu terdaftar sebagai pemilih di DPT(Daftar Pemilih Tetap) yang sudah ditetapkan KPU Samosir.Dalam hal ini,PMKRI Cabang Medan selalu memedomani imbauan  Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung,OFM.Ca,kata Gea,Sabtu(17/10).

"Apabila tidak terdaftar maka hak politik untuk memberikan suara di TPS,tidak bisa dilaksanakan"ujarnya.

Dalam memberi hak suaranya di hari "H" 9 Desember nanti,PMKRI mengajak agar semua masyarakat khususnya umat Katolik menggunakan hak pilihnya secara bebas dan bertanggung jawab berdasarkan suara hati tanpa dipengaruhi oleh politik uang dan politik intimidasi dalam bentuk apapun, dan tetap dengan ketat menjaga protokol kesehatan agar tidak ada nya klaster baru usai Pilkada.

Pilihlah calon pemimpin di Kabupaten Samosir sesuai dengan visi misi dan track record masing masing calon Bupati/Wakil Bupati yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Samosir.

Untuk itu,kepada KPU Samosir diminta aktif sosialisasikan visi misi masing masing calon kepada seluruh masyarakat agar diperoleh informasi akurat dan dapat mengetahui rekam jejak setiap calon agar masyarakat  dengan sungguh sungguh mampu memilih calon pemimpin terbaik memimpin Kabupaten Samosir di masa mendatang.(Rd)

 

 

 

 

Share Berita

Samosir,DP News

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Samosir Rohani Bakkara paparkan update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir hari ini, Jumat (16/10) di Pangururan.Rinciannya sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: Nihil, (3) Konfirmasi Positif: 15 orang, (4) Sembuh: 4 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang.

Berikut rincian data yang terkonfirmasi positif dan sembuh.

A. Konfirmasi Positif:

1. CS, (17/09/2020), Lk., 24 Tahun, Dusun Titi Kuning, Kecamatan Pagar Marbau, Deli Serdang, (Tugas di Samosir), Isolasi Mandiri. 

2. JS, (9/10/2020), Lk., 33 tahun, Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan)

3. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (11 hari berjalan).

4. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

5. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

6. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

7. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

8. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

9. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

10. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

11. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

12. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

13. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

14. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan), dan 

15. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (7 hari berjalan).

B. Sembuh 

1. AP, (22/06/2020), Pr., 22 tahun, Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian,

2. WS, (7/07/2020), Pr., 40 tahun, Pasar Desa Nainggolan, Kecamatan Nainggolan,

3. OS, (6/10/2020), Pr., 26 tahun, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, dan

4. JS, (11/08/2020), Lk. 52 tahun, Lumban Simbolon, Desa Sijambur, Kecamatan Ronggurnihuta. 

Secara keseluruhan, kumulatif terkonfirmasi positif terhitung tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 16 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib adalah 21 orang dengan rincian 15 terkonfirmasi positif, 4 sembuh, dan meninggal 2 orang,jelas Rohani.

Demikian laporan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Samosir disampaikan untuk diketahui khalayak umum dan tetaplah melakukan protokol kesehatan ketika melakukan kegiatan di luar rumah terutama di tempat-tempat kerumunan. Tetap berdoa agar warga Samosir yang terkonfirmasi positif menjadi negatif dalam kurun waktu 14 hari sejak terinfeksi. Mari jaga para anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta agar terhindar dari infeksi Covid-19 dengan tidak membawa mereka ke tempat-tempat kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan,katanya. (ML/heli-r)







Share Berita

Samosir,DP News 

GBNN (Garda Bela Negara Nasional) Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Samosir,Sabtu (17/10) besok  dideklarasikan di Aula HKBP Gereja Bolon Simpang Empat Pangururan.

Deklarasi ini akan dihadiri langsung Pengurus GBNN Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumatera Utara Trie Yanto Sitepu bersama rombonganya.

Hal itu dikatakan Ketua DPC GBNN Samosir Hatoguan Sitanggang kepada wartawan di Pangururan,Jumat (16/10).

Disebutkan,Bupati Samosir, Kapolres, Kajari serta para pimpinan SKPD Kabupaten Samosir juga turut diundang dalam acara tersebut.

Hatoguan Sitanggang,berharap agar acara deklarasi tersebut berjalan lancar. "Saya berharap acara deklarasi GBNN ini berjalan lancar dan tentunya kita adakan acara ini tetap patuhi protokol Covid-19," katanya

Ditambahkanya, melalui deklarasi tersebut dia berharap agar pilkada di Samosir berjalan dengan damai,lancar dan aman, karena masyarakat Samosir masih terikat adat Dalihan Natolu.

"Melalui deklarasi yang akan kita laksanakan ini , kita berharap kepada masyarakat Samosir terutama menjelang pilkada yang akan dilaksanakan, supaya sama sama menjaga kekondusifan ," tandasnya.

Hatoguan Sitanggang berharap agar para undangan dapat meringankan langkahnya untuk hadir dalam acara deklarasi ini. (ML-r)


Share Berita

 

Samosir,DP News

DEWAN PIMPINAN CABANG PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA (PMKRI) Cab bagikan masker kepada masyarakat di Pangururan Samosir.Pembagian masker sekaligus edukasi protokol kesehatan ini dilaksanakan bertetapan hari Rabu merupakan suasana ramai pengunjung di Pasar Pangururan.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Cepereanus Gea mengatakan kegiatan membagikan masker  ini merupakan bentuk kepedulian PMKRI Medan terhadap situasi di tengah pandemi saat ini sekaligus memberi edukasi serta mengigatkan masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan  secara disiplin.

Pembagian masker dilakukan di sekitaran simpang empat Pangururan dan sekitaran  Pasar Pangururan.Kita juga mengapresiasi pemerintah daerah karena sudah  memberikan edukasi kepada masyarakat Samosir dengan baik dan tegas untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini terbukti saat fakta di lapangan bahwa tidak terlalu banyak lagi warga Samosir yang tidak menggunakan masker walau masih sangat jarang disiplin dalam melakukan social distancing” tambah Ceperianus Gea,Jumat(16/10).

Plt Kadis Perhubungan Samosir Sardo Sirumapea menyampaikan bahwa kehadiran PMKRI Cab.Medan merupakan program kerja dari PMKRI Medan yaitu membagikan masker.

Sardo mengapresiasi kegiatan PMKRI Medan untuk mencegah mata rantai penyebaran Covid-19.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan Sintong Sinaga menambahkan, Samosir merupakan destinasi wisata di Sumut, dengan percepatan pembangunan yang sangat optimal dan sangat baik, dengan infrastruktur yang baik , pasti akan memikat hati masyarakat di luar Samosir untuk berwisata.

Namun mengigat Samosir merupakan tujuan utama wisata di Sumut,kita imbau masyarakat dan Pemkab Samosir jangan sampai lengah guna menghindari timbulnya kluster baru di Samosir.

Setelah kita lihat di fakta lapangan,ternyata bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir sudah  berhasil mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan.Kita sangat mengapresiasi hal tersebut”ujat Sontong Sinaga.(hot/rd)



Share Berita


Medan,DP News

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad mengatakan pihaknya mendapat laporan dugaan pelanggaran etik paling banyak dari Sumatera Utara di tengah pelaksanaan Pilkada 2020. Jumlah laporan itu mengalahkan Papua yang biasanya menjadi daerah dengan laporan terbanyak.

"Aduannya mengalahkan Papua. Dulu Papua bertengger lama di peringkat satu. Sekarang Papua di rangking dua, dan Sumut rangking satu terbanyak dilaporkan ke DKPP," kata Muhammad di Medan mengutip Antara, Jumat (16/10).

Hingga 7 Oktober, jumlah laporan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu di Sumut mencapai 48 kasus. Muhammad mengaku heran dengan jumlah yang begitu banyak.

"Di Papua itu ada Pemilu tapi prosesnya bisa dikatakan tidak jelas karena pakai sistem noken. Saya heran padahal di Papua ada praktik begitu, tapi dugaan pelanggaran kode etik yang paling banyak dilaporkan itu Sumut," sebutnya.

Muhammad lalu menjelaskan bahwa DKPP bersifat pasif. Baru menindaklanjuti jika memang ada laporan dugaan pelanggaran etik yang masuk.

Berbeda dengan Bawaslu yang aktif memproses kasus jika mendapatkan temuan dugaan pelanggaran di lapangan.

"Akan tetapi adanya temuan menyangkut penyelenggara yang bermasalah dalam media massa wajib juga melakukan prosesnya dalam bentuk klarifikasi menunggu adanya laporan," tuturnya.

Dia memaparkan laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara pemilu pada tahun 2019 sebanyak 147 kasus, 2015 sebanyak 62 laporan dan 2014 sebanyak 149 aduan yang diterima DKPP.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sumatera Utara, Nazir Salim Manik, mengatakan dalam dua tahun terakhir penyelenggara pemilu di Kota Medan tidak pernah dilaporkan ke DKPP RI. Termasuk tahun ini.

"Positifnya penyelenggara pemilu dua tahun terakhir bekerjanya baik. Pertanyaan selanjutnya, apa iya?," ungkap Nazir.

Mantan Komisioner KPU Sumut ini juga tidak terlalu yakin warga Medan mengetahui keberadaan DKPP RI. Selain Medan, penyelenggara Pemilu di Kabupaten Mandailing Natal juga tidak pernah dilaporkan ke DKPP RI.

"Sejak DKPP berdiri, penyelenggara Pemilu di Mandailing Natal tidak pernah dilaporkan," ujarnya.

Diketahui, Pilkada 2020 dihelat serentak di 270 daerah. Sebanyak 23 di antaranya dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara.

Daerah di Sumut yang menyelenggarakan Pilkada yaitu Toba, Pakpak Bharat, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Medan, Sibolga, Labuhanbatu, Binjai, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan.

Kemudian, Samosir, Simalungun, Tanjungbalai, Mandailing Natal, Asahan, Tapanuli Selatan, Karo, Serdang Bedagai, Gunungsitoli, Pematangsiantar, dan Humbang Hasundutan.

 

 

Share Berita

Medan,DP News

Dengan penuh sukacita,Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung,OFM.Cap bertemu Drs Rapidin Simbolon,MM,Calon Bupati Samosir  di Keuskupan Agung Medan Jalan Imam Bonjol.Suasana penuh kekeluargaan terlihat saat Mgr Kornelius Sipayung,OFM.Cap dan Rapidin Simbolon berbincang berbagai hal terutama berkaitan dengan keikutsertaan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati ‘Rap Berjuang’  dalam pesta demokrasi Pilkada 9 Desember mendatang.

Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Samosir Rapidin Simbolon-Juang Sinaga pun didoakan Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap sekaligus memberangkatkan untuk  ikut  pada Pilkada  Desember 2020 nanti.

Kedatangan Rapidin Simbolon ini disambut penuh sukacita iman Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung,OFM.Cap  yang didampingi  Sekretaris Jenderal  Keuskupan Agung Medan RP Fransiskus de Sales Borta Parlindungan Rumapea, O.Carm di Keuskupan Agung Medan di  Jalan Imam Bonjol Medan,Jumat(16/10). 

Uskup Agung Medan  Kornelius Supayung mendoakan cita-cita Rapidin Simbolon, menjadi pemimpin pelayan masyarakat (Bupati) Samosir dapat tercapai dan terberkati dengan menumpangkan tangannya di atas kepala Rapidin Simbolon dan menandai dengan tanda salib seraya mengucapkan  “Atas Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...AMIN”

Usai didoakan, Paslon Bupati Samosir Rapidin Simbolon-Juang Sinaga, ini mengucap syukur dan terima kasih atas penguatan yang diberikan Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung,OFM.Cp.

” Ucapan syukur dan terima kasih kepada Uskup Agung Medan atas doa penguatan dan ini semua merupakan doa dan harapan yang terberkati”, ucap Rapidin.

Kami bersyukur sudah didoakan, semoga spirit dan penguatan yang diberikan kepada kami bisa menjadi semangat untuk meraih cita-cita rakyat Samosir demi membangun Kabupaten Samosir semakin maju,” tandas Rapidin.(Rd)


Share Berita

Medan,DP News                 

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemko Medan untuk lebih aktif guna mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Kota Medan. Ia juga memerintahkan kepada masing-masing OPD terkait agar lebih giat dalam melakukan tugas-tugasnya dalam menekankan penyebaran Covid 19 di Kota Medan.

Instruksi tersebut disampaikan Pjs Wali Kota Medan saat memimpin Rapat Evaluasi Tentang Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) dan Pelaksanaan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 27 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kota Medan yang digelar di Ruang Rapat Taman Cadika Jalan Karya Wisata Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor, Jumat (16/10).

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM dan Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setda Kota Medan Renward Parapat, Pjs Wali Kota Medan mengatakan berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumut, selama 14 hari terakhir konfirmasi positif Covid 19 di Kota Medan mengalami penurunan, begitu pula dengan positif rate juga mengalami penurunan bersamaan dengan peningkatan recovery rate.

"Kondisi ini tentunya harus terus dipertahankan agar Covid 19 di Kota Medan segera berakhir. Mudah-mudahan ini terus bisa kita pertahankan, sehingga konfirmasi positif terus menurun," ungkap Pjs Wali Kota Medan.

Di hadapan para pimpinan OPD dan sejumlah Kabag Setda Kota Medan yang hadir, Pjs Wali Kota Medan juga menyampaikan, saat ini jumlah positif Covid 19 di Kota Medan yang tertinggi ada di tiga Kecamatan diantaranya Kecamatan Medan Helvetia, Kecamatan Medan Johor, dan Kecamatan Medan Timur, karena itulah Pjs Wali Kota Medan meminta agar fokus penanganan Covid 19 ini dilakukan di tiga Kecamatan tersebut namun tanpa mengecualikan Kecamatan lainya.

"Saya minta agar update data Covid 19 terus diperbaharui setiap harinya serta dilakukan evaluasi dan membuat laporan mengenai apa saja yang telah dilakukan. Database dan evaluasi ini menjadi dasar bagi kita dalam mengambil kebijakan dan langkah strategis dalam penanganan Covid 19 di Kota Medan," ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Medan menambahkan masing-masing OPD sudah memiliki tugas yang jelas yang telah diatur dalam Perwal Kota Medan No 27 tahun 2020. Karena itulah OPD diminta serius dalam menjalankan tugas-tugas yang telah diperintahkan.

"Kita sudah punya dasar dalam menjalankan tugas, karena itu saya minta kita semua serius dalam menjalankan tugas tersebut sehingga Covid 19 di Kota Medan dapat segera kita akhiri," pinta Sekda.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News             

Selain bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh terlebih di tengah kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Kota Medan, olahraga bersepeda bersama juga menjadi kesempatan untuk saling mempererat tali silaturahmi sehingga tercipta keharmonisan sekaligus membangun rasa kekeluargaan antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat saling bersilaturahmi dengan bersepada bersama," kata Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT usai bersepeda dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan di Taman Cadika Pramuka, Jalan Karya Wisata Medan, Kecamatan Medan Johor, Jumat (16/10).

Adapun rute bersepeda yang dilalui Pjs Wali Kota didampingi Kadis PU Kota Medan Zulfansyah Ali Syahputra, sejumlah pimpinan OPD dan ratusan pegawai di jajaran Dinas PU Kota Medan yakni start dari kawasan Lapangan Merdeka Medan dan berakhir di Taman Cadika Pramuka. Tepat pukul 07.00 WIB, rombongan mulai bergegas untuk menggowes sepeda masing-masing.

Diungkapkan Pjs Wali Kota, kunci sehat adalah rasa bahagia. Oleh karenanya, lanjut Pjs Wali Kota, kegiatan bersepeda harus menjadi sarana meningkatkan rasa bahagia sehingga berdampak terhadap semangat untuk menjalani rutinitas dan kewajiban sehari-hari dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Insya Allah, hal yang sama dapat secara rutin kita lakukan. Namun, yang perlu diingat agar setiap aktifitas yang kita lakukan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Semoga silaturahmi tetap terjaga, kondisi tubuh selalu prima dan tetap semangat bekerja," harap pria yang menjabat sebagai Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Pemprov Sumut tersebut.

Sebelumnya, Kadis PU Kota Medan Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan, kegiatan bersepeda dilakukan untuk mempererat rasa keakraban dan kekeluargaan di jajaran Dinas PU Kota Medan. Selain itu juga sebagai bentuk sosialisasi dan edukasi termasuk bagi masyarakat untuk dapat menjalankan pola hidup sehat.

"Kegiatan ini kami gelar untuk membangun dan memperkuat rasa kebersamaan. Banyak manfaat yang diperoleh dari olahraga bersepada ini salah satunya silaturahmi yang semakin erat. Tentu, kita berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan digelar rutin setiap Jum'at nya," bilang Zulfansyah.(hot/Rd)


Share Berita

 

Jakarta,DP News

Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk kali kelima telah melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara untuk Pilkada Serentak 2020 yang dipastikan bakal digelar 9 Desember mendatang.

Komisioner  KPU Evi Novida Ginting Manik menuturkan dari sejumlah protokol yang akan diterapkan, KPU salah satunya akan membatasi waktu memilih bagi warga dari total waktu yang ditentukan.

"Bapak Jon misalnya, datangnya tidak lagi bisa dari pukul 7.00-13.00, nanti ditentukan dalam formulir tersebut. Jadi bapak misalnya bisa memilih dari pukul 9.00-10.00," kata Evi dalam diskusi daring, Rabu (14/10).

Evi menjelaskan, informasi waktu pemilihan bagi pemilih akan diberitahu lewat formulir C yang akan dibagikan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di setiap TPS. Cara itu, menurut Evi, dilakukan guna mengurangi kerumunan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama proses pemungutan dan penghitungan suara.

Evi menyebut, KPU  juga telah menyiapkan 13 item tambahan yang akan disediakan di TPS untuk menerapkan protokol kesehatan di hari pencoblosan.

Beberapa di antaranya seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu, alat semprot disinfektan, sarung tangan plastik untuk pemilih, sarung tangan medis untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), hingga bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu badan di atas normal atau 37,3 derajat celcius.

"Tadi, kita membuat bagaimana agar berjalan protokol kesehatan itu, tadinya perlengkapan TPS itu hanya yang berkaitan dengan proses pemungutan dan penghitungan suara, nah sekarang kita menambah banyak sekali," kata dia.

Evi mencontohkan, penyemprotan disinfektan akan dilakukan secara berkala selama setidaknya enam jam proses pemungutan dan penghitungan suara. Penyemprotan pertama dilakukan sebelum proses pemungutan, dilanjut pada pertengahan masa pencoblosan, kemudian di akhir proses pemungutan.

KPU, lanjut Evi, juga akan mengganti tinta celup bagi pemilih yang telah memasuki bilik suara. Tinta celup akan diganti dengan tinta tetes untuk mengurangi kontak antar pemilih selama proses pencoblosan.

Kemudian, Evi bilang, KPU menyiapkan dua baju hazmat di setiap TPS untuk mengantisipasi pemilih bersuhu badan di atas normal. Pemilik suhu badan tersebut akan menggunakan baju hazmat dan memasuki bilik khusus yang telah disediakan TPS untuk mencoblos.

"Nah untuk mereka yang memiliki suhu 37,3 derajat itu kita siapkan di sekitar TPS itu ada ruang khusus, yang tertutup. Maksudnya tidak menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Tapi yang kita praktikkan itu dengan ditutupi plastik, ruang khusus untuk yang suhu tubuhnya tinggi," kata dia.

 

 

 

 

Share Berita

Medan,DP News                       

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugoroho MT menerima kunjungan Panitia Pelaksana Peringatan Hari Koperasi Nasional (HKN) ke-73 Tingkat Kota Medan di Lobi Lantai 2 Kantor Wali Kota Medan, Kamis (15/10). Selain bersilaturahmi, kedatangan mereka juga minta dukungan sekaligus mengundang Pjs Wali Kota untuk menghadiri puncak acara koperasi yang akan digelar di Hotel Santika pada 23 Oktober mendatang.

Didampingi Kadis Koperasi dan UMKM Kota Medan Edliati, Plt Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ahmad Basyaruddin, Plt Kabag Agama Setda Kota Medan Agus Maryono, Pjs Wali Kota Medan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Koperasi tersebut.

Apalagi ungkap Pjs Wali Kota, kegiatan diinisiasi langsung para penggerak koperasi yang ada di Kota Medan. Yang membanggakan lagi bagi Pjs Wali Kota, kegiatan digelar tidak menggunakan anggaran dari pemerintah tetapi murni berasal dari para penggerak koperasi.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar para penggerak koperasi di Kota Medan dalam rangka memperingati HKN ke-73 Tingkat Kota Medan. Apalagi kegiatan ini pun dibiayai sendiri, tidak menggunakan dana pemerintah. Saya merasa bangga, sebab penggerak koperasi masih dapat membuat kegiatan di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Diungkapkan Pjs Wali Kota, akibat pandemi Covid-19, selain menimbulkan korban jiwa juga menyebabkan perekonomian saat ini terpuruk. Oleh karenanya, Pjs Wali Kota sangat berharap koperasi maupun UMKM yang ada di Kota Medan sebagai penopang perekonomian tetap bangkit dan bertahan.

Selanjutnya, Pjs Wali Kota berpesan agar pelaksanaan Peringatan HKN tetap mengikuti standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Saya mendukung penuh acara ini dan insya Allah hadir. Cuma saya berpesan agar pelaksaan kegiatan harus menjalankan protokol kesehatan dan menerapkan 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Jangan sampai acara yang dibuat dengan niat baik malah memberikan dampak yang buruk,” pesannya.

Sebelumnya, Prof Efendi Barus selaku Ketua Panitia Acara didampingi sejumlah pengurus lainnya menjelaskan, Peringatan HKN ke-73 Tingkat Kota Medan akan diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya pembagian sembako kepada warga kurang mampu dan sepeda santai.

“Sedangkan puncak acara akan kita gelar di Hotel Santika pada 23 Oktober mendatang. Puncak acara akan kita rangkaikan dengan Webinar (web seminar) yang rencananya akan langsung bersama Bapak Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia,” jelas Efendi seraya berharap agar Pjs Wali Kota dapat hadir sekaligus memberikan kata sambutan.(Hot/Rd)



Share Berita

Medan,DP News              

Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT mengajak seluruh pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQAH) Kota Medan, untuk mendukung Pemko Medan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Jumlah warga Kota Medan yang positif terpapar Covid-19 terus bertambah. Untuk mengatasinya, Pemko Medan tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan semua pihak, termasuk DPD IPQAH Kota Medan,” kata Pjs Wali Kota ketika menerima kunjungan DPD IPQAH Kota Medan, di Lobi Lantai II Balai Kota Medan Kamis (15/10).

Kepada pengurus DPD IPQAH Kota Medan yang dipimpin Syaifuddin Azmi Lubis selaku ketua, Pjs Wali Kota mengungkapkan, penyebaran Covid-19 harus dihentikan. Selain penderitanya banyak yang meninggal dunia, Covid-19 juga  menyebabkan perekonomian terpuruk. “Jadi, mari kita bersama-sama mengatasi Covid-19,” ajaknya.

Selanjutnya, Pjs Wali Kota  sangat  mengapresiasi dan mendukung acara Talk Show Al-Qur’an dan Akhlak sekaligus Pelantikan DPD IPQAH Kota Medan masa khidmat 2020-2025 di Aula Baznas Sumut, Jalan Rumah Sakit Haji, Deli Serdang, Sabtu (17/10).

“Saya berharap acara talk show serta pelantikan pengurus DPD Kota Medan dapat berjalan dengan lancar. Setelah saya minta para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya, terutama dalam membina generasi muda Islam yang cinta Al-Qur’an,” harapnya seraya berpesan agar acara nantinya tetap mengikuti protokol kesehatan.

Sebelumnya, Ketua DPD IPQAH Kota Medan Syaifuddin Azmi Lubis dalam pertemuannya dengan Pjs Wali Kota menjelaskan, IPQAH Kota Medan bergerak di bidang dakwah tentang seputaran Al-Qur’an yang terbentuk sejak 24 tahun silam, tepatnya tahun 1996.

Syaifuddin selanjutnya menjelaskan, awal 2020 telah dilakukan musyawarah daerah dan terpilih kepengurusan IPQAH Kota Medan masa khidmat 2020-2025. Namun, sejak terpilih belum ada dilakukan pelantikan. “Insha Allah pelantikan akan dilaksanakan di Aula Baznas Sumut, lusa mendatang. Untuk itu kami mengundang Bapak Pjs Wali Kota agar dapat hadir sekaligus memberikan arahan didalam acara pelantikan tersebut,” ujar Syaifuddin didampingi sejumlah pengurus lainnya.(Hot/Rd)



Share Berita

 

Medan,DP News               

Pemko Medan mendukung penuh setiap proses tahapan pelaksaan Pilkada Kota Medan 2020 dalam rangka pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2021-2024, termasuk proses pemutakhiran data pemilih. Dengan demikian, pilkada dapat berjalan lancar dan sukses guna memilih calon pemimpin ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Dukungan ini disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Kepala Badan Kesbangpol Kota Medan Sulaiman Harahap usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 Tingkat Kota Medan di Hotel Santika Premier Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (15/10).

"Pemko Medan tentu mendukung penuh agar pelaksanaan pilkada berjalan lancar dan sukses. Terkait daftar pemilih, kita juga berharap agar data yang ada valid dan akurat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang," kata Sulaiman.

Didampingi Kabag Tata Pemerintahan Setdako Medan Ridho Nasution, Sulaiman optimis pemutakhiran dan validitas data nantinya diharapkan sejalan dengan meningkatnya partisipasi masyarakat untuk datang ke tempat pemilihan suara (TPS) untuk memilih.

"Kita berharap partisipasi masyarakat meningkat pada pilkada kali ini. Hal itu tentu dibuktikan dengan kehadiran masyarakat di TPS dan memberi suara dengan memilih pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dikehendaki. Semoga partisipasi masyarakat benar-benar meningkat dibanding pilkada yang sebelumnya," harapnya.

Sebelumnya, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT dibuka Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik. Selain komisioner KPU, rapat pleno juga dihadiri sejumlah perwakilan Forkopimda Kota Medan, tim pemenangan para Paslon, serta ketua dan anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 21 kecamatan se-Kota Medan.(hot/Rd)





Share Berita

Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir hari ini, Kamis (15/10) sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: Nihil, (3) Konfirmasi Positif: 15 orang, (4) Sembuh: 4 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 2 orang.

Berikut rincian data yang terkonfirmasi positif dan sembuh.

A. Konfirmasi Positif:

1. CS, (17/09/2020), Lk., 24 Tahun, Dusun Titi Kuning, Kecamatan Pagar Marbau, Deli Serdang, (Tugas di Samosir), Isolasi Mandiri. 

2. JS, (9/10/2020), Lk., 33 tahun, Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan)

3. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (10 hari berjalan).

4. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

5. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

6. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

7. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

8. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

9. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

10. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

11. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

12. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

13. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

14. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan), dan 

15. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (6 hari berjalan).

B. Sembuh 

1. AP, (22/06/2020), Pr., 22 tahun, Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian,

2. WS, (7/07/2020), Pr., 40 tahun, Pasar Desa Nainggolan, Kecamatan Nainggolan,

3. OS, (6/10/2020), Pr., 26 tahun, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, dan

4. JS, (11/08/2020), Lk. 52 tahun, Lumban Simbolon, Desa Sijambur, Kecamatan Ronggurnihuta. 

Secara keseluruhan, kumulatif terkonfirmasi positif mulai tanggal 22 Juni 2020 hingga tanggal 15 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib adalah 21 orang dengan rincian 15 terkonfirmasi positif, 4 sembuh, dan meninggal 2 orang,Hal ini dilaporkan juru bicara gugus tugas covid-19 Kabupaten Samosir Rohani Bakkara dalam siaran persnya,Kamis (15/10).

Laporan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Samosir disampaikan untuk diketahui khalayak umum dan tetaplah melakukan protokol kesehatan secara terus menerus ketika melakukan kegiatan di luar rumah terutama di tempat-tempat kerumunan,pinta Rohani .(ML/heli/r)


Share Berita


 Samosir,DP News

Apel Pengucapan Ikrar Netralitas Aparatur Sipil Negara pada Pilkada Serentak Tahun 2020 di Lingkungan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Samosir dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Samosir, Rabu (14/10). Sekretaris Daerah Drs. Jabiat Sagala, M.Hum bertindak sebagai Inspektur upacara.

Ikrar Netralitas ASN pada Pilkada Serentak Tahun 2020 " Dalam Rangka Mensukseskan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 adalah,pertama  menjaga dan menegakkan prinsip Netralitas ASN dalam elaksanakan fungsi pelayanan publik baik sebelum, selama maupun sesudah pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020,kedua,menghindari konflik kepentingan, tidak melakukan praktik-praktik intimidasi dan ancaman kepada Pegawai ASN dan seluruh elemen masyarakat serta tidak memihak kepada pasangan calon tertentu.

Ketiga,menggunakan media sosial secara bijak, tidak dipergunakan untuk kepentingan pasangan calon tertentu, tidak menyebarkan ujaran kebencian serta berita bohong dan keempat ,menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun.

Ikrar ini untuk dilaksanakan dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab dalam rangka mewujudkan netralitas ASN yang bermartabat, beretika dan demokrasi  demi terwujudnya persatuan dan kesatuan NKRI. (ML/heli-r)


Share Berita

Medan ,DP News              

Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan mengikuti kegiatan Sosialisasi Netralitas ASN Bagi Instansi Dinas dan Badan di Lingkungan Pemerintah Kota Medan dalam Tahapan Kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 di Sudirman Ballroom Ke Polonia Hotel & Convention Jalan Sudirman Medan, Kamis (15/10).

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKD&PSDM) Kota Medan Muslim Harahap mengatakan netralitas ASN telah diatur dengan Undang-undang No 5 /2014 Tentang ASN.

"Pemko Medan juga telah mengeluarkan surat edaran kepada semua ASN di Lingkungan Pemko Medan agar tetap menjaga kenetralitasannya selama pelaksanaan Pilkada Kota Medan Tahun 2020. Tentu kami juga akan memberikan tindakan tegas kepada ASN yang melanggar ketentuan tersebut," ungkap Muslim.

Muslim juga menyampaikan, apresiasi kepada Bawaslu Kota Medan yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk peringatan dini kepada ASN khususnya di Lingkungan Pemko Medan. " Saya harap kita sebagai ASN yang berhadir disini dapat menyimak seluruh materi yang akan disampaikan pada kegiatan ini. Ini sangat penting jangan karena hal kecil karir ASN kita jadi tersendat," ucap Muslim.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap mengatakan, sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Medan khususnya untuk mencegah terjadinya keberpihakan ASN terhadap  kegiatan politik praktiktis yg dilaksanakan oleh Pemko Medan. "Harapan kita kegiatan ini adalah upaya untuk mencegah dini agar para ASN  tidak terlibat. Karena memang ada Surat Edaran Mendagri bersama KPU dan Bawaslu bahwa aparatur negara harus netral. Bahkan sampai mengatur soal menyukai postingan atau memposting status yang bersifat politik praktis itu sudah bagian dari pelanggaran," jelas Payung.

Kegiatan ini juga menghadirkan pembicara dari anggota Bawaslu RI M Afifuddin yang memaparkan beberapa materi terkait Netralitas ASN dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020. Afifuddin mengatakan pelanggaran yang dilakukan ASN pada Pilkada diantaranya menyalahgunakan kewenangan dalam merencanakan program dan pendistribusian bantuan sosial, terlibat dalam kampanye termasuk menjadi jurkam/pembicara, menyediakan rumah sebagai tempat kampanye, memobilisasi warga untuk ikut kampanye.

"Selanjutnya, terlibat sebagai tim kampanye/tim sukses Paslon, menggerakkan struktur birokrasi/mempengaruhi/mengintimidasi para pegawai bawahan di jajaran dan membuat dalam bentuk SK : pegawai honor, mutasi dan rotasi yang bersifat politik praktis. Inilah temuan yang sangat sering Bawaslu temukan," ucap Afifuddin.

Afifuddin juga memaparkan aduan pelanggaran netralitas ASN ditempuh dengan dua cara yakni melalui aduan masyarakat maupun hasil pengawasan lapangan dari Tim Bawaslu. "Dugaan pelanggaran hingga 4 Oktober 2020 tercatat 744 temuan, sebanyak 61 laporan yang berasal dari masyarakat, setelah diproses sebanyak 81 yang bukan pelanggaran, 5 yang masih diproses dan sebanyak 719 laporan yang telah dikeluarkan rekomendasinya sebagai pelanggaran netralitas ASN. Antara temuan dengan rekomendasi hampir imbang artinya banyak pelanggaran netralitas ASN yang terjadi di Indonesia,"ujar Afifuddin.(hot/Rd)


Share Berita

Medan,DP News                 

Pemko Medan memberikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dorongan dan dukungan yang telah diberikan khususnya Tim Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi KPK yang telah mendorong percepatan untuk penyerahan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) kepada Pemko Medan sehingga betul-betul dapat didata dan menjadi aset Pemko Medan.

Apresiasi ini disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT saat menjadi narasumber dalam Talkshow Penertiban Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan di Sumatera Utara (Sumut) yang digelar di Studio TVRI Sumut Jalan Putri Hijau, Kamis (15/10).

Selain Pjs Wali Kota, acara tersebut juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Korsupgah Korupsi KPK Wilayah I Maruli Tua yang hadir langsung di studio TVRI dan Ketua DPD REI Sumut Ir Andi Atmoko Panggabean melalui Video Conference (Vidcon).

Dalam talkshow yang berlangsung selama satu jam tersebut, Pjs Wali Kota menyampaikan juga mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dan Belawan yang juga telah membantu Pemko Medan dimulai dari melakukan pendataan hingga penyerahan berita acara.

"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kejari Medan dan Belawan yang telah membantu Pemko Medan dalam mengawal PSU ini dari awal hingga akhir. Sebab hal ini merupakan sesuatu yang besar karena menyangkut aset negara dalam hal ini aset milik Pemko Medan," ucapnya.

Lebih lanjut Pjs Wali Kota menjelaskan bahwa sebelum di tahun 2020, baru 4 PSU yang sudah diserahkan ke Pemko Medan dan di tahun 2020 ini ada 2 lagi yakni PSU Perumahan Bumi Seroja Permai I dan PSU Griya Martubung II. Rencananya, tambah Pjs Wali Kota, pada bulan ini Pemko Medan akan menerima 3 PSU lagi.

"Saya berharap agar PSU ini dapat diserahkan secara sukarela kepada Pemko Medan. Sebab kalau tidak diserahkan dan terjadi pengalihan fungsi akan merugikan warga yang berada di perumahan tersebut. Kalau diserahkan ke Pemko Medan PSU tersebut dan suatu saat jika terjadi kerusakan akan dapat diperbaiki oleh Pemko Medan karena sudah menjadi aset Pemko Medan," jelasnya.

Sementara itu, Kasatgas Korsupgah Korupsi KPK Wilayah I Maruli Tua, menekankan tentang adanya sanksi jika ketentuan ini tidak dijalankan, dari mulai denda sampai kurungan badan. Dia menegaskan, PSU perumahan merupakan aset negara yang harus diselamatkan agar tidak terjadi kerugian negara. 

Maruli juga mengingatkan pemerintah daerah dan pengembang menjalankan ketentuan ini dengan serius, transparan, penuh rasa tanggung jawab. Selain itu, dia juga mendorong masyarakat agar berani bersuara jika terjadi alih fungsi terhadap PSU perumahan. “KPK akan mengawasi untuk memastikan penyerahan PSU ini berjalan dengan lancar,” tegas Maruli. 

Sedangkan Ketua REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean, mengungkapkan kesiapannya memberikan advokasi dan edukasi kepada pengembang agar penyerahan  PSU perumahan kepada pemerintah daerah berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.(hot/Rd)

 

Share Berita

Samosir ,DP News

Akhirnya,Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun mengambil kebijakan dengan menerbitkan surat edaran persyaratan masuk ke Samosir.Setiap orang yang datang sebagai pelaku perjalanan ke Samosir harus menunjukkan surat keterangan uji tes PCR negatif atau surat keterangan hasil rapid test non- reaktif.

Demikian salah satu poin tertuang dalam (SE) 800/3790//SEKRE/X/2020 Tentang Kriteria  dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Adaptasi Kebiasaan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, Khusus Pelaku Perjalanan ke Samosir tertanggal 14 Oktober yang ditandatangani Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun.

Selain harus mengikuti protokol kesehatan maka setiap orang yang mau masuk ke wilayah Samosir harus diukur suhu tubuh degan thermo scanner atau thermometer inframerah di pintu masuk

Pemkab Samosir  telah mengeluarkan surat edaran (SE) 800/3790//SEKRE/X/2020 Tentang Kriteria  danPersyaratan Perjalanan Orang Dalam Adaptasi Kebiasaan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, Khusus Pelaku Perjalanan ke Samosir tertanggal 14 Oktober yang ditandatangani Pjs Bupati Samosir Lasro Marbun.

Aturan dikeluarkan berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dihadiri Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Samosir.Pemerinta Kabupaten  Samosir menetapkan kebijakan bagi pelaku perjalanan orang dari dan ke wilayah Samosir melalui Surat Edaran (SE) Nomor 800/3790/SEKRE/X/2020. 

Surat edaran ini akan disebarluaskan kepada khalayak ramai yang akan melakukan perjalanan ke Samosir. Dengan demikian, Pelaku Perjalanan Orang (PPO) ke Samosir dapat mempersiapkan kriteria dan persyaratan sebelum melakukan perjalanan.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Rohani Bakara,Rabu(14/10) menjelaskan,PPO diikat oleh aturan yang ditetapkan di Kabupaten Samosir, oleh karena itu, kepatuhan adalah kunci utama agar dapat masuk ke Samosir dengan tujuan masyarakat Samosir tetap produktif dan aman dari Covid-19 dan PPO dapat melakukan kegiatannya sesuai tujuan perjalanannya. Sebaliknya, ketidakpatuhan juga mengikuti aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan,kata rohani.

Lanjut dia,Secara teknis, GTPP Covid-19 Samosir tetap mensosialisasikan SE ini agar terdapat pemahaman bagi PPO dan para petugas di pintu-pintu masuk ke Samosir baik jalur darat maupun danau. 

Di samping itu, Surat edaran ini diharapkan menjadi rambu-rambu untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas di lapangan.Kebijakan ini salah satu upaya untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 di samping upaya-upaya lain yang sedang dikaji untuk kebaikan Samosir secara umum dan kebaikan PPO warga Samosir maupun nonwarga Samosir mengacu pada lonjakan angka terkonfirmasi positif di Samosir beberapa hari terakhir ini. 

GTPP Covid-19 mengimbau seluruh masyarakat (PPO) untuk mempedomani Surat edaran di atas sekaligus mengharapkan dukungan dari seluruh para pihak agar maksud dan tujuan surat edaran diatas dapat menjadi kenyataan di lapangan dan masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19.( ML /heli-r)







Share Berita

Samosir,DP News

Jelang Pimilihan Bupati dan Wakil Bupati Samosir yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang, berjalan  dengan penuh warna warni. Salah satunya dengan membuat aksi damai di DPRD hingga ke Kantor KPU dan Bawaslu Samosir.

Kendati demikian,Kapolres Samosir AKBP Muhammad Saleh yakin bahwa Pilkada di Samosir akan berjalan dengan damai dan lancar karena ada tiga hal yang sangat penting untuk dijaga warga Samosir.

"Saya sangat yakin bahwa Pilkada Samosir akan berjalan dengan damai dan lancar.Tiga hal yang membuat saya yakin Pilkada akan berjalan damai di Samosir,"katanya kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/10) di Mapolres Samosir.

Menurutnya, yang pertama paling penting bagi masyarakat Samosir adalah Dalihan Natolu, karena seluruh masyarakat Samosir masih diikat oleh adat Dalihan Natolu.Yang kedua adalah Samosir Negri Indah Kepingan Surga. Ini adalah satu anugerah sangat besar dan yang sangat penting untuk dijaga oleh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Samosir.

Karena papulasi dari masyarakat Samosir mencapai 90 % adalah beragama Nasrani, bulan Desember adalah bulan yang suci bagi masyarakat Samosir. "Pilkasa Samosir dilaksanakan bulan Desember, masyarakat Samosir pada umumnya beragama Nasrani, tentunya bulan Desember adalah bulan yang suci bagi masyarakat Samosir, tentunya seluruh masyarakat akan menjaga kedamaian di bulan itu," tandasnya.

Kapolres kemudian berpesan agar seluruh masyarakat menjaga situasi Kamtibmas. Dia juga berharap hubungan bermasyarakat jangan sampai dikorbankan hanya karena kepentingan politik. Karena menurutnya siapapun yang terpilih nanti merupakan putra terbaik dan pilihan terbaik masyarakat Samosir,katanya. (ML/heli/rel)


Share Berita

Medan,DP News                       

Menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 27/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Medan,Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemko Medan untuk terus menurunkan Tim Satgas Covid-19 untuk terus mengawasi stakeholdernya (para pelaku usaha).

Demikian disampaikan Sekda Kota Medan saat memimpin Rapat Membahas Tentang dan Penindakan Terhadap Pelaku Usaha yang Tidak Melaksanakan Protokol Kesehatan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No 2 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah, Rabu (14/10). Tujuannya agar para pelaku usaha lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Didampingi Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setda Kota Medan Renward Parapat, Sekda mengatakan Pemko Medan telah melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan.Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerbitkan Perwal No 27/2020 tentang Pedoman AKB Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Medan.

"Didalam Perwal No 27/2020 semua sudah diatur termasuk mengatur agar para pelaku usaha dapat melakukan aktivitas asalkan disiplin menjalankan protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Semua sudah diatur didalam Perwal tersebut, misalkan kalau di tempat makan harus tersedia tempat cuci tangan, jarak antara satu dengan yang lainnya minimal 1 meter dan wajib menggunakan masker," jelas Sekda.

Dalam kesempatan tersebut Sekda menekankan agar OPD terkait untuk melakukan penegakan Perwal No 27/2020 dengan sungguh-sungguh dan tegas. Ia juga menyatakan agar OPD terkait untuk terus menurunkan Tim Satgas untuk memantau tempat-tempat usaha agar disiplin menjalankan protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru yang telah diatur dalam Perwal No 27/2020.

"Ayo bangkitkan lagi semangat kalian untuk menegakkan Perwal No 27/2020 tersebut. Turunkan Tim Satgas kalian untuk terus memantau tempat-tempat usaha agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Bekerja dengan sungguh-sungguh karena apa yang kita lakukan ini untuk menyelamatkan nyawa manusia," tegasnya.(hot/Rd)


Share Berita

 Samosir,DP News

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Samosir Rohani Bakara,Spd.MM melaporkan melalui siaran persnya kepada sejumlah wartawan lewat Whatsaap ,Rabu (14/10).

Dalam laporannya disebutkan,setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Samosir, hari ini Rabu (14/10), terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Samosir bertambah 1 orang dengan inisial MS, (9/10), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan.

Dengan demikian, 13 orang masih menjalani isolasi mandiri dengan catatan 1 orang atas inisial CS, (17/9), Lk., 24 Tahun, Dusun Titi Kuning, Kecamatan Pagar Marbau, Deli Serdang (Tugas di Samosir) orang masih menunggu verifikasi dan validasi dari instansi yang bersangkutan. 

Data Perkembangan Covid-19 di Samosir, per hari Rabu (14/10/2020) adalah sebagai berikut: (1) Suspek : Nihil, (2) Konfirmasi Positif : 16 orang, (3) Sembuh : 3 orang, dan (4) Meninggal Dunia : 2 orang.

Data terkonfirmasi positif dan menjalani isolasi mandiri adalah sebagai berikut:

1. CS, (17/09/2020), Lk., 24 Tahun, Dusun Titi Kuning, Kecamatan Pagar Marbau, Deli Serdang (Catatan: masih menunggu informasi dari Dinas Kesehatan Samosir untuk verifikasi dan validasi).

2. AA, (5/10/2020), Pr., 32 tahun, Desa Parbalohan, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (9 hari berjalan).

3. OS, (6/10/2020), Pr., 26 tahun, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri (8 hari berjalan)

4. JS, (9/10/2020), Lk., 33 tahun, Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

5. IKS, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

6. MEL, (9/10/2020), Lk., 53 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

7. BT, (9/10/2020), Pr., 36 tahun, Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

8. MPVP, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

9. HRS, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

10. DS, (9/10/2020), Pr., 47 tahun, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

11. HM, (9/10/2020), Lk., 39 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

12. MS, (9/10/2020), Pr., 41 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

13. ES, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

14. E SGL, (9/10/2020), Pr., 35 tahun, Kelurahan Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

15. MP, (9/10/2020), Pr., 64 tahun, Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan), dan

16. MS, (9/10/2020), Pr., 58 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri, (5 hari berjalan).

Singkatnya, kumulatif terkonfirmasi positif hingga tanggal 14 Oktober 2020 adalah 21 orang dengan rincian 16 terkonfirmasi positif, 3 sembuh, dan meninggal 2 orang.

GTPP Covid-19 Samosir mengimbau masyarakat Samosir agar tetap:

1. meningkatkan disiplin menerapkan protokol kesehatan ketika berkegiatan di luar rumah terutama di tempat-tempat kerumunan yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19, 

2. mendoakan warga Samosir yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar menjadi negatif dalam kurun waktu 14 hari setelah mereka terkonfirmasi dan tetap disiplin tinggal di rumah menjalani isolasi mandiri yang sudah dilakukan,

3. menjaga para anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit penyerta agar tetap tinggal di rumah untuk menghindari infeksi Covid-19,

4. jika ada warga merasakan gejala Covid-19, segera menghubungi Puskesmas terdekat untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang telah ditetapkan,

5. sesegera mungkin meninggalkan kerumunan jika tidak sangat perlu,

6. terinformasi dengan perkembangan infeksi Covid-19 Samosir untuk melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk pencegahan, pengendalian, dan penanganan..ML/Heli-r)

 

 

 

 

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.