Jakarta,DP News

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menetapkan 9 November 2020 sebagai hari libur nasional. Diketahui, tanggal tersebut merupakan hari penyelenggaraan pemungutan suara Pilkada Serentak.

Penetapan itu sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 22 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Jokowi dan ditetapkan pada 27 November 2020.

"Menetapkan hari Rabu tanggal 9 Desember 2O2O sebagai hari libur nasional dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak," demikian kutipan Keppres yang diakses CNNIndonesia.com dari situs JDIH Sekretariat Negara, Sabtu (28/11).

Salah satu pertimbangan untuk menjadikan 9 Desember sebagai libur nasional disebutkan Jokowi melalui Keppers adalah sebagai bentuk pemberian kesempatan bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya.

Kemudian, merujuk pada Pasal 84 ayat (3) UU nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan UU nomor 6 Tahun 2020, maka hari pemungutan suara harus dilakukan pada hari libur atau hari yang diliburkan.

Sebagai informasi, Pilkada 2020 akan menyerentakkan 270 pemilihan dalam satu hari. Sebanyak 100.359.152 pemilih di 309 kabupaten/kota akan terlibat dalam Pilkada kali ini.

Pemilihan yang digelar 9 Desember nantinya digadang-gadang akan mencetak sebagai pilkada dengan jumlah daerah terbanyak dan Pilkada pertama saat pandemi.

Sejauh ini sudah lebih dari 100 petugas KPU dan Bawaslu yang terinfeksi virus corona selama tahapan Pilkada Serentak 2020.

Jumlah terbesar terdapat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pada Agustus lalu, 96 orang petugas pengawas Pemilu di Kabupaten Boyolali dinyatakan positif Covid-19.(CNNIndonesia/rd)

Share Berita

Jakarta,DP News

Selama tertib dan mematuhi aturan lalu lintas, pasti anda tidak akan mendapat hukuman dari polisi lalu lintas yang bertugas. Tapi, di saat anda lalai dan teledor polisi bisa saja memberhentikan anda atas kesalahan yang telah dilakukan.

Ketika ditindak anda akan mendapatkan bukti pelanggaran atau tilang dalam bentuk surat. Ada dua jenis surat tilang yang dibedakan dengan warna merah dan biru, apa artinya? 

Surat Tilang Biru

Pertama surat tilang berwarna biru. Surat tilang biru diberikan kepada pengguna jalan yang terbukti melakukan pelanggaran. Surat ini diberikan apabila pengguna jalan tersebut mengakui kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan tanpa keberatan.

Dengan kata lain, surat tilang warna biru ini diberikan kepada pelanggar yang mau menerima dakwaan pelanggaran yang ditujukan kepadanya. Dengan demikian, petugas langsung memberikan surat bukti pelanggaran tersebut tanpa ada masalah diantara kedua belah pihak

Dalam kasus ini, biasanya pelanggar bisa menyelesaikan proses pelanggaran yang dilakukan di tempat kejadian. Jadi di sini pelanggar bisa langsung membayar denda yang harus ditanggung atas pelanggaran yang dilakukan tanpa harus menjalani proses sidang.

Pelanggar akan diberikan kode pembayaran BRIVA untuk melakukan pembayaran denda melalui ATM atau BRI. Bukti pembayaran tersebut nantinya akan ditukar di Kantor Satlantas dengan barang bukti yang disita petugas seperti SIM, STNK atau KTP.

Surat Tilang Merah

Surat tilang merah ini merupakan kebalikan dari surat tilang berwarna biru. Surat tilang berwarna merah ini diberikan kepada pelanggar peraturan lalu lintas yang tidak menerima atau keberatan atas tuduhan pelanggaran yang diberikan kepada orang tersebut.

Dalam kasus ini, apabila pelanggar merasa keberatan atas tuduhan pelanggaran yang diberikan, pelanggar diberikan kesempatan untuk membela diri bahwa dia tidak bersalah. Dengan kata lain, pelanggar bisa menyampaikan pembelaannya pada sidang yang harus diikutinya.

Apabila ada pelanggar yang merasa keberatan dan ingin melakukan pembelaan, maka petugas akan memberikan surat bukti pelanggaran atau surat tilang berwarna merah. Dalam surat ini dinyatakan bahwa pelanggar akan mengikuti sidang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Apabila putusan sidang terbukti tidak bersalah, maka orang tersebut bisa mengambil barang bukti yang sudah disita tanpa membayar denda. Tetapi bila terbukti bersalah, maka pelanggar harus membayar denda yang ditentukan agar bisa membawa pulang barang bukti yang sudah disita.(detikoto/rd)










Share Berita

Medan,DP News

Anggotata Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Propinsi Sumatera Utara (Sumut) Zulfikar Tanjung mengemukakan 3M dan 3T relevan dan sosialisasinya perlu sejalan.

"Sosialisasi praktik 3T yang mengandung unsur deteksi dini sama pentingnya dengan sosialisasi perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak)," ujarnya kepada wartawan di Medan, Sabtu (28/11).

Dikatakan kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Karenanya sosialisasi 3T yaitu tracing, testing dan treatment masih perlu ditingkatkan pemahamannya, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar. 

"Pemahaman 3M di masyarakat relatif sudah baik dan 3T juga perlu sosialisasi lebih intens," ujar anggota FKDM yang merupakan salah satu forum bentukan Pemerintah Propinsi Sumut ini.

Zulfikar Tanjung yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut mengemukakan 3M banyak membicarakan tentang peran sebagai individu, sementara 3T tentang bagaimana kita memberikan notifikasi atau pemberitahuan pada orang di sekitar kita untuk waspada. 

"Artinya perlu disosialisasikan suatu proses yang tidak hanya melibatkan individu tapi juga orang yang lebih banyak,” kata Zul yang juga anggota Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) kerjasama Satgas Covid-19 dan Dewan Pers.

Dikemukakan, merujuk berbagai informasi bahwa 3T terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment). Pemeriksaan dini penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Lalu, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif COVID-19. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut. Seandainya ketika dilacak si kontak erat menunjukkan gejala, maka perlu dilakukan tes.

Kemudian, perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif COVID-19. Jika ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang sudah ditunjuk pemerintah. Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah.

"Jadi setiap orang harus mengambil peranan untuk memutus rantai dengan berpartisipasi kooperatif menerapkan 3M dan 3T yang sosialisasinya perlu dilakukan sejalan,” ujarnya.

Mengutip Managing Director IPSOS Indonesia Soeprapto Tan yang terbit di media massa masih ada 29 persen masyarakat yang tidak paham mengenai 3T. Sebaliknya, 99 persen masyarakat mengaku paham terhadap 3M. 

Artinya, masih ada masyarakat yang menganggap perilaku 3M dan 3T adalah dua hal yang terpisah padahal kenyataannya justru kedua hal tersebut merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan COVID-19. 

“Kampanye 3M di awal-awal sangat kencang sekali dan terus berjalan sampai sekarang. Sekarang 3M sudah berjalan, saatnya kita mulai membicarakan 3T,” ujarnya kembali mengutip Soeprapto yang mengemukakan salah satu faktor menghambat kampanye 3T adalah ketakutan atas stigma masyarakat. 

Pemerintah perlu menghimbau masyarakat agar tidak mengucilkan pasien positif COVID-19, namun memberikan dukungan dan keprihatinan agar stigma negatif di mata publik bisa menghilang. 

Meskipun vaksin COVID-19 nantinya sudah ditemukan dan bisa didistribusikan, perilaku 3M dan 3T harus tetap dijalankan. Kebiasan terhadap 3M dan 3T harus tetap kita jalankan sampai pemerintah benar- benar memberikan informasi bahwa COVID-19 sudah tidak ada.(rel/rd)

Share Berita

Pemandangan Danau Toba dari Bukit Holbung(kps/dok)

Jakarta,DP News

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah fokus mengembangkan infrastruktur di Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas atau lima Bali baru.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu infrastruktur yang akan dibangun untuk menarik minat wisatawan mancanegara adalah pembangunan pelabuhan di 12 lokasi di sekitar Danau Toba.

"Itu karena 7 bupati minta pelabuhan. Jadi ada kewajiban itu," katanya dalam gelaran Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata dan Ekonomi, Jumat (27/11).

Namun, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu mengakui, pemerintah tidak ingin menggelontorkan uang untuk membangun pelabuhan atas permintaan pemerintah daerah tersebut.

"Saya bilang, saya enggak mau bayar lagi," ujarnya.

Oleh karenanya, Budi meminta kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan warga asli wilayah tersebut, mengumpulkan orang asli Batak untuk membangun pelabuhan.

"Saya minta Pak Luhut kumpulin orang Batak yang kaya-kaya, tapi jangan untuk dimiliki dia, kasih lomba buat itu karena satu pelabuhan lebih dari Rp 50 miliar," tuturnya.

Lebih lanjut, Budi menegaskan, pihaknya siap memberikan fasilitas-fasilitas khusus di kawasan 5 Bali baru untuk menarik minat wisatawan.

Harapannya, hal tersebut dapat memulihkan sektor pariwisata yang terpukul oleh pandemi Covid-19, yang kemudian dapat mendongkrak perekonomian nasional.

"Pendek kata, sektor pariwisata akan menjadi satu sasaran atau upaya kami mendukung upaya pemulihan ekonomi,” ucapnya.(kompas.com/rd)

Share Berita

Jakarta,DP News

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan 884.904 atau 0,88 persen dari total 101.613.980 daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2020 yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) saat ini.

Menurutnya, jumlah itu telah mengalami penurunan dibandingkan dua pekan lalu.

"Dua minggu lalu kami mendapat informasi bahwa dari 100 juta lebih pemilih ada 1.754.751 yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Oleh karena itu, dari Kemendagri sudah berkoordinasi dengan KPU untuk melakukan rekonsiliasi dan sinkoronisasi data SIAK [Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan]," ujar Tito dalam Rapat Kerja di Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/11

Doli meminta Kemendagri melakukan 'jemput bola' hingga jelang hari pemungutan suara pada 9 Desember mendatang.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia meminta Kemendagri bersama KPU dan Bawaslu terus melacak pemilih dalam DPT Pilkada Serentak 2020 yang belum melakukan perekaman e-KTP.

"Meminta Kemendagri, KPU, dan Bawaslu melakukan pelacakan data penduduk yang belum terekam serta melakukan jemput pemilih untuk perekaman e-KTP hingga H-1 pemungutan suara Pilkada 2020," kata Doli.

"Dari hasil pemadanan data tersebut ditemukan pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP sebesar 1.052.010 pemilih atau 1 persen," kata Komisioner KPU Viryan Aziz, Kamis (19/11).Sebelumnya, KPU mengungkap masih ada pemilih di Pilkada 2020 yang belum merekam e-KTP. Padahal e-KTP jadi salah satu cara petugas TPS mengecek identitas pemilih, terutama mereka yang belum masuk DPT.(CNNIndonesia/Rd)

Share Berita

 

Medan,DP News              

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran di lingkungan Pemko Medan atas ucapan dan doa yang diberikan di hari ulang tahunnya ke-56 tahun. Harapannya, di usia yang telah menginjak lebih dari setengah abad tersebut dapat lebih memberikan manfaat bagi banyak orang.

Hal tersebut disampaikan Pjs Wali Kota dalam acara syukuran ulang tahunnya di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman Medan, Jumat (27/11). Acara yang berlangsung sederhana dalam suasana keakraban tersebut turut dihadiri Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM, Ketua MUI Kota Medan Prof Dr Mohd Hatta, Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQAH), para anggota keluarga dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan hingga detik ini. Sesungguhnya, angka usia yang bertambah berarti jatah hidup di dunia berkurang. Maka dari itu, tidak ada kata selain rasa syukur yang bisa diucapkan sekaligus terima kasih kepada semua pihak yang telah menyampaikan ucapan dan doanya kepada saya," kata Pjs Wali Kota.PP

Pjs WaliKota mengungkapkan bahwa banyak pengalaman, pembelajaran dan pelajaran yang dilalui dan didapat hingga berada di posisi saat ini. Hal tersebut bilangnya menjadi proses pendewasaan dalam menjalani hidup sehari-hari agar lebih berhati-hati dengan selalu memegang teguh dan mengikuti aturan.

Sebagai manusia biasa, kita termasuk saya pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, saya meyakini Allah SWT maha pengasih lagi maha penyayang jika kita benar-benar memohon ampun dan tidak lagi megulangi kesalahan tersebut. Untuk itu, mari saling mengingatkan dalam kebaikan," ungkapnya didampingi istri Ny Dian Rumondang.

Terakhir Pjs Wali Kota juga berpesan dan mengingatkan kepada seluruh jajaran agar selalu bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. "Bekerjalah sesuai dengan aturan. Insya Allah, kebahagiaan akan senantiasa mengiringi kita. Tidak lupa, mari doakan kesembuhan bagi saudara-saudara kita yang saat ini sakit terutama bagi mereka yang sedang terpapar Covid-19," ajaknya.e

Sebelum mulai, acara diawali dengan melantunkan shalawat dan pembacaan Al-Qur'an. Kemudian, tausyiah singkat dan doa yang disampaikan Ketua MUI Medan. Lalu, pemotongan nasi tumpeng oleh Pjs Wali Kota didampingi sang istri dan anak serta dilanjutkan dengan sesi ramah tamah.(hot/rd)

Share Berita


Samosir,DP News

DPRD Samosir laksanakan Rapat Paripurna dalam rangka pembahasan dan persetujuan bersama atas Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

Rapat Paripurna bertempat di ruang Rapat Paripurna DPRD tersebut dihadiri  Pimpinan dan para anggota DPRD Samosir, Pjs. Bupati Samosir Lasro Marbun,Forkopimda, OPD dan insan pers,Kamis(26/11).

Ketua DPRD Samosir Saut Maratua Tamba membuka rapat paripurna dan mempersilahkan juru bicara Badan Anggaran DPRD Samosir untuk membacakan Laporan Badan Anggaran. Renaldi Naibaho sebagai juru bicara mengawali penyampaian laporan badan anggaran dengan mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Samosir khususnya kepada Badan musyawarah dan Badan anggaran yang telah mengerahkan segenap tenaga dan pikiran sehingga rapat paripurna ini berlangsung saat ini. Tidak lupa juga diucapkan terimakasih kepada saudara Pjs.Bupati Samosir dan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Samosir. Pembahasan yang kita lakukan belumlah sempurna akan tetapi atas dasar komitmen bersama,kita dapat menyelesaikan agenda pembahasan ini. Adapun dinamika yang terjadi merupakan wujud pengkayaan dan pematangan persepsi kita untuk mencapai tujuan bersama yakni untuk kesejahteraan masyakarat Kabupaten Samosir. 

Setelah mengakhiri pembacaan laporan Badan Anggaran, pimpinan Rapat menskors Rapat Paripurna dengan Agenda Tanggapan Perorangan Anggota DPRD.Untuk itu Rapat diskors untuk penyusunan tanggapan anggota DPRD,kata Saut Martua Tamba, ST.(ML/r).

Share Berita

Medan,DP News

Proses penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) terus berlanjut. Ada tiga nama yang tersisa setelah melewati proses penyaringan di Senat Akademik USU.

Tiga nama tersebut adalah Dr Muryanto Amin, Prof Farhat, dan Prof Arif Nasution. Sementara itu, Dr Restu Utama Pencawan tersingkir karena tak mendapat suara.

"Sementara satu kandidat lain, Dr Restu Utama Pencawan, tidak memperoleh suara," ujar Rektor USU Prof Runtung Sitepu, Kamis (26/11)

"Suara terbesar ada pada Menteri Nadiem, yakni 35 persen," kata Runtung.Runtung mengatakan ketiga nama yang lolos penyaringan bakal mengikuti proses pemilihan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) USU. Salah satu anggota MWA adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang memiliki suara 35 persen.

"Pemilihan rektor ini tidak boleh meninggalkan luka di antara kita," ujarnya.Dia berharap semua pihak mengikuti proses pemilihan sesuai aturan. Runtung mengatakan membangun USU butuh kerja keras dan waktu yang tidak sebentar.

"Benar," kata Kepala Humas dan Protokoler USU Elvi Sumanti saat dimintai konfirmasi, Rabu (25/11).Sebelumnya, dua orang calon Rektor USU mundur dari proses penjaringan calon Rektor USU. Dua calon yang mundur itu adalah Prof M Fidel Ganis Siregar dan Dr Sontang Sihotang.

Dikutip dari detikNews menyebutkan,keduanya mundur karena alasan pribadi. Elvi menyebut Fidel dan Sontang mundur sebelum proses audisi calon Rektor USU. Restu juga sempat mengajukan pengunduran diri dari proses penjaringan, namun ditolak karena dinilai melewati waktu yang ditentukan.

Restu merupakan pengurus Golkar Sumut. Dia menjabat Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu Wilayah II.

Sementara itu,dari penelusuran DP News ,dua kandidat merupakan dosen di Fisipol USU yakni Dr Muryanto Amin merupakan Dekan Fisipol dan Prof Arif Nasution merupakan guru besar di Fisipol USU. Dari segi senioritas,Prof Arif Nasution sudah lebih dahulu dosen di Fisipol ketimbang Dr Muryanto Amin.(detikNews/rd)


Share Berita

Jakarta,DP News 

Gubernur Bank Indonesia (BIPerry Warjiyo melantik 18 kepala satuan kerja bank sentral, baik di kantor pusat maupun kantor perwakilan,Jumat (27/11).

Dalam kegiatan yang digelar secara virtual tersebut, Perry menyampaikan 3 pesan untuk membangun kepemimpinan yang amanah, kompeten, dan berintegritas.

Pertama, menjalankan amanah menjadi pemimpin sebagai ladang amal perbuatan. Kedua, membina keluarga besar BI dan memiliki motivasi untuk terus maju. Ketiga, meningkatkan spiritual ibadah

Melalui keterangan resminya, Kepala Departemen Komunikasi Onny Widjanarko mengatakan Pelantikan pejabat baru di BI merupakan bagian dari transformasi organisasi, termasuk sumber daya manusia di BI untuk memperkuat efektivitas organisasi dan pelaksanaan tugas BI.

Berikut nama-nama kepala satuan kerja yang dilantik:

1) Wiwiek Sisto W., sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, sebagai Kepala Departemen Sumber Daya Manusia.

2) Soekowardojo, sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.

3) Bambang Kusmiarso, sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen.

4) Budi Hanoto, sebelumnya menjabat Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan.

5) Onny Widjanarko, sebelumnya menjabat Kepala Departemen Komunikasi, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta.

6) Erwin Haryono, sebelumnya menjabat Kepala Grup di Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, sebagai Kepala Departemen Komunikasi.

7) Pribadi Santoso, sebelumnya menjabat Kepala Grup di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.

8) Erna Wijayanti, sebelumnya menjabat Kepala Grup di Departemen Pengelolaan Uang, sebagai Kepala Unit Khusus Transformasi Sistem Informasi.

9) Muh. Anwar Bashori, sebelumnya Direktur atau menjabat Penjabat Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, sebagai Direktur Eksekutif atau Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah.

10) Trisno Nugroho, sebelumnya Direktur atau menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, sebagai Direktur Eksekutif atau Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali.

11) Arrow Prasa Siagian, sebelumnya Direktur atau menjabat Kepala Unit Khusus Pembangunan SPU, DC, dan BRS, sebagai Direktur Eksekutif atau Kepala Unit Khusus Pembangunan SPU, DC.

12) Amanlison Sembiring, sebelumnya Direktur atau menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai Direktur Eksekutif atau Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan.

13) Anastuty K., sebelumnya menjabat Kepala Grup di Departemen Pengelolaan Devisa, sebagai Kepala Perwakilan BI Singapore.

14) Achris Sarwani, sebelumnya Deputi Direktur atau menjabat Penjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, sebagai Direktur atau Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh.

15) Nugroho Joko P., sebelumnya menjabat Ekonom Ahli di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, sebagai Kepala Perwakilan BI Solo.

16) Bimo Epyanto, sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Balikpapan, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara.

17) Jeffri D. Putra, sebelumnya menjabat Kepala Divisi di Departemen Komunikasi, sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara.

18) Darmadi Sudibyo, sebelumnya menjabat Kepala Divisi di Departemen Jasa Perbankan, Perizinan, dan Operasional Tresuri, sebagai Kepala Perwakilan BI Balikpapan.(CNNIndonesia)

Share Berita

Jakarta,DP News

Harapan pelaku bisnis di Indonesia untuk mendapatkan pemimpin daerah yang bisa membangkitkan ekonomi, akibat pandemi Covid-19 menjadi pembahasan dalam diskusi Seri ketiga Mappilu PWI bertajuk "Pilkada 2020: Mencari Pemimpin Perubahan Penggerak Perekonomian" di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis (26/11).

Diskusi Mappilu PWI inid dibukalangsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, didampingi Ketua Mappilu PWI Suprapto Sastro Atmojo dan menghadirkan pembicara seperti Wakil Ketua Umum REI, Raymond Arfandi, CEO Sritex, Iwan Setiawan, Ketua Umum Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI), Eko Sriyanto Galgendu dan Direktur Utama PT Harta Mulia, Wima Brahmantya.

Dalam sambutannya Atal menyampaikan dalam kondisi sekarang ada dua hal yang menjadi perhatian pemerintah pertama bagaimana mengatasi Covid karena itu Mappilu juga menghimbau kedua masalah ekonomi ini memang tidak bisa ditawar tawar karena semua tiarap.

“Kami berharap pemimpin pemimpin baru nanti punya visi untuk membangkitkan ekonomi dari daerah, kami berharap ada pencerahan dari diskusi ketiga Mappilu PWI ini, terima kasih kepada para pembicara yang bersedia hadir,” ujar Atal.

CEO Sritex, Iwan Setiawan yang bergerak di bidang industri tekstil menyampaikan, terjadi perubahan yang luar biasa di dunia usaha sejak Maret 2020 setelah karantina wilayah diberlakukan. Ekonomi menjadi stagnan karena pengusaha tidak bisa mengekspor dan terkendala jualan di dalam negeri.

“Hal yang saya alami kita melihat kondisi pada saat itu pertama bagaimana kesehatan kita harus kuat kedua, Sritex harus hidup dan tidak ada PHK, ternyata ada jalan kami membuat masker, APD yang mengakibatkan ada pemasukan untuk Sritex. Kita sebulan mengubah industry kita menjadi pembuat masker dengan produksi 50 juta pcs. Ini salah satu sikap dinamis pengusaha untuk menyesuaikan kondisi,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan, Iwan menyoroti tiga hal penyebab kemunduran bangsa, pertama kurangnya jiwa nasionalisme dari pemimpin, kedua minimnya kualitas pendidikan dan ketiga pembentukan kultur-kultur yang dianggap benar. 

“Pemimpin perubahan itu dituntut berintegritas tinggi multi skill dan memahami banyak bidang dengan berani merubah kultur dan bertindak cepat. Itu menjadi landasan kita untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.  

Sementara itu Ketua Umum GMRI, Eko Sriyanto Galgendu dalam paparannya mengatakan, para pemimpin harus mempekuat kembali sistem ekonomi bangsa untuk menuju negara maju. 

Dirinya melihat di tengah pandemic Covid-19 terjadi perang siber antar negara dengan memakai beberapa media propaganda untuk melakukan serangan psikologi. "Rekonsilisasi ekonomi negara yang dimaksud adalah memperkuat kembali negara atau wadah yang memiliki suatu sisem ekonomi yang kuat guna menuju ingin dicapai," ujarnya.

“Di sisi lain bangsa ini masih saja ribut dengan kondisi politik di dalam negeri," tambah Eko. 

Selanjutrnya, Direktur Utama PT Harta Mulia, Wima Brahmantya turut menjelaskan, kondisi politik Indonesia selalu panas padahal politik harusnya menjadi penyejuk di tengah demokrasi.

Harusnya politik dan politikus negeri membuat kekayaan sumber daya alam untuk menyejahterakan bangsa Indonesia.

“Mengutip Bung Hatta, demokrasi ekonomi tidak akan tercapai tanpa adanya persaudaraan. Saat ini kondisi warga di daerah pecah gara-gara Pilkada,”

Padahal, hal terpenting yang diinginkan pengusaha, kata Wima yaitu keamanan. Tapi hal ini bisa terwujud jika pemimpin itu kuat tidak ada beban dan mandiri. 

“Kita sering lupa, filosofi kepemimpinan kita yang paling dikubur dalam-dalam oleh parlemen yakni sila keempat Pancasila, yaitu keberpihakan kepada rakyat itu bisa diwujudkan apabila negeri ini dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dan harusnya lahir melalui mekanisme musyawarah mufakat,” ujarnya.(rel/rd)



Share Berita

Medan,DP News                     

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT mengajak para guru untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam dunia teknologi karena kian hari teknologi terus menerus berkembang sehingga para guru tidak boleh ketinggalan teknologi. Kehadiran teknologi untuk menguatkan peran guru adalah sebuah keniscayaan, terlebih di era industri 4.0 dimana guru dituntut untuk lebih kreatif dalam proses belajar mengajar.

Ajakan ini disampaikan Pjs Wali Kota Medan saat menghadiri Peringatan HUT ke 75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Kota Medan Tahun 2020 di Madani Hotel Medan Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Kota Matsum III, Kecamatan Medan Kota, Kamis (26/11).

“Kita tidak boleh berpuas diri, ke depan para guru saya minta terus meningkatkan kemampuannya dalam hal teknologi. Guru masa kini di era industri 4.0 harus melek teknologi, dimana teknologi dapat mempengaruhi kemampuan kita. Apalagi, para generasi milenial sangat akrab dengan teknologi informasi, dan mereka dengan mudah mendapatkan berbagai informasi didunia maya. Maka dari itu, para guru jangan ketinggalan malah harus kedepan dalam menggunakan teknologi informasi. Teknologi punya 2 sisi negatif dan positif, jangan ketinggalan gunakan sisi positifnya untuk ajang mendidik siswa,” jelas Pjs Wali Kota Medan.

Selama ini, tambah Pjs Wali Kota Medan, guru identik dengan gelar pahlawan tanpa tanda jasa, padahal kenyataannya guru lah salah satu yang paling banyak memberi jasa dalam kehidupan manusia. Gelar pahlawan tanpa tanda jasa ini seolah kemudian menjadi pembenaran bahwa seorang guru tidak perlu dan tidak layak diberikan tanda jasa maupun apresiasi lainnya. Padahal pada kenyataannya, seorang guru selalu memberikan santapan jiwa dengan ilmu, membina akhlak mulia, serta meluruskan perilaku yang kurang terpuji sehingga sangat pantas dan layak untuk diberikan apresiasi, anugerah atau apapun bentuk penghargaan lainnya.

“Saya ucapkan selamat HUT ke 75 PGRI dan HGN dan juga selamat karena Sumatera Utara meraih juara umum Gurulympics se Indonesia meraih 72 emas dan 68 disumbangkan dari Kota Medan ini tentunya sangat membanggakan. Di pundak seorang guru, tersandang tanggung jawab yang sangat besar dalam upaya mengantarkan peserta didik ke arah tujuan pendidikan yang telah dipersiapkan secara seksama dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Maka dari itu, kita wajib memuliakan posisi seorang guru dengan berbagai cara yang kita mampu,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kota Medan Drs Sriyanta MPd mengatakan, sebelum menjelang perayaan HUT PGRI dan HGN Kota Medan Tahun 2020, PGRI Kota Medan telah melaksanakan berbagai perlombaan yaitu lomba video kreatifitas dan pembelajaran secara daring, lomba video vocal solo dan memberikan penghargaan kepada guru yang telah memiliki masa kerja lebih dari 25 tahun. Selain itu, PGRI Kota Medan juga memberikan penghargaan kepada guru yang mewakili Sumatera Utara untuk mengikuti lomba Gurulympics PGRI 2020 se Indonesia dan berhasil meraih peringkat pertama.

“Kami PGRI Kota Medan siap untuk mendampingi atau ikut bekerja sama bersama Pemko Medan dalam meningkatkan pendidikan di Kota Medan terkhusus pada Dinas Pendidikan Kota Medan,” kata Ketua PGRI Kota Medan didampingi Sekretaris PGRI Kota Medan Andy Yudistira.

Dalam kesempatan tersebut, Pjs Wali Kota Medan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan, Ketua PGRI Provinsi Sumut Drs Abdul Rahman Siregar, Ketua PGRI Kota Medan Drs Sriyanta MPd dan Sekretaris PGRI Kota Medan Andy Yudistira menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba serta penghargaan kepada guru yang telah bekerja selama lebih dari 25 tahun.(hot/rd)

Share Berita

Medan,DP News                        

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT menjadi inspektur upacara (Irup) dalam upacara pembukaan bakti sosial dalam rangka memperingati 75 Tahun Korps Marinir, yang mengusung tema, “Bersinergi Mengawal NKRI Menuju Indonesia Maju” di halaman Markas Yonmarhanlan I Belawan, Kamis (26/11). Diharapkan, Korps Marinir semakin jaya di masa mendatang. 

Bakti sosial yang digelar melaksanakan sejumlah kegiatan, seperti sunat massal yang melibatkan 115 orang anak, donor darah, pemeriksaan bibir sumbing, pemberian kacamata baca, alat bantu dengar, pengukuran kaki palsu serta pemberian bingkisan kepada masyarakat yang mengikuti bakti sosial tersebut.

Sebelum menjadi irup, Pjs Wali Kota setibanya di Markas Yonmarhanlan I Belawan, langsung disambut Danyon Marhanlan I Belawan Letkol Mar Farick dengan memberikan jaket serta topi Korps Marinir yang diiringi yel-yel khas Korps Marinir. 

Dalam arahan singkatnya, Pjs Wali Kota mengatakan tanpa terasa tahun 2020 ini, Korps Marinir merayakan hari ulang tahunnya yang ke-75. Itu berarti, sudah 75 tahun Korps Marinir berbakti dan mengabdi demi menjaga kedaulatan setiap jengkal tanah NKRI tercinta. 

Dikatakan Pjs Wali Kota, Korps Marinir menjadi salah satu yang paling menonjol kiprahnya di tengah masyarakat. Itu sebebnya, banyak generasi muda yang bermimpi dan bercita-cita untuk bisa menjadi bagian dari Korps Marinir. “Hal ini wajar karena Korps Marinir tidak hanya handal dalam kemampuan tempur, tetapi juga dekat dengan masyarakat dimanapun mereka berada,” kata Pjs Wali Kota.

Selanjutnya, Pjs Wali Kota sangat mengapresiasi Korps Marinir yang melaksanakan kegiatan bakti sosial, sebagai wujud rasa syukur atas bertambahnya usia Korps Marinir. Di samping itu juga, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi dan fenomena yang terjdi di tengah masyarakat, terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Akibat pandemi Covid-19, jelas Pjs Wali Kota, semakin banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan menyusul semakin sulitnya kehidupan saat ini. “Bakti sosial ini merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Di penghujung arahannya, Pjs Wali Kota berharap agar Korps Marinir semakin jaya di masa mendatang. Guna mewujudkan hal tersebut, dia mengajak untuk mampu terus berjuang demi membangun jiwa dan raga bangsa ini. 

“Segala upaya yang telah kita lakukan akan sangat berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang,” katanya seraya berharap agar kemanunggalan antara TNI dengan rakyat semakin solid, sehingga NKRI akan senantiasa terjaga dari segala bentuk ancaman yang datang dari dalam mau pun luar negeri. 

Sementaraitu, menurut Danyon Marhanlan I Belawan Letkol Mar Farick, kehadiran Pjs Wali Kota sekaligus menjadi Irup dalam upacara pembukaan bakti sosial merupakan kebanggaan, sebab di tengah kesibukan kerja masih meluangkan waktu untuk hadir di sarang petarung Yonmarhanlan I Belawan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran sekaligus membuka kegiatan bakti sosial,” ujar Danyon Marhanlan.

Kepada Pjs Wali Kota, Danyon Marhanlan menjelaskan, bakti sosial terselenggara berkat kerja sama Yonmarhanlan I Belawan dengan Forum Silaturahmi Lintas Angkatan Smansa Medan, YSKI, Sahabat Marinir serta selalu berkoordinasi dengan Pemko Medan melalui Kecamatan Medan Belawan. “Bulan kemarin kami juga mengadakan Bersih Sampah di setiap kelurahan dan memberikan hadiah,” jelasnya.

Usai Danyon Marhanlan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Pjs Wali Kota, bersamaan dengan itu mengumandang lagu Selamat Ulang Tahun  yang dinyanyikan oleh salah seorang marinir diiringi musik. Kemudian, Danyon Marhanlan mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-56 kepada Pjs Wali Kota. “Kami tahu, besok Bapak Pjs Wali Kota ulang tahun, tapi kami mengucapkan hari ini,” ujarnya.

Pjs Wali Kota pun tampak terharu, sebab tidak menyangka jika Danyon Marhanlan I Belawan beserta jajarannya ingat hari lahirnya sekaligus memperingatinya dengan sederhana. Belum lagi hilang rasa harunya, sejumlah prajurit selanjutnya mengangkat Pjs Wali Kota dan mengarak-araknya di sekitar lokasi upacara. 

Kemudian Pjs Wali Kota bersama Danyon Marhanlan meninjau lokasi bakti sosial. Terakhir, Pjs Wali Kota menuliskan kesan dan pesan kepada Yonmarhanlan I Belawan. Dalam kesan dan pesannya yang ditulis langsung, Yonmarhanlan I Belawan diharapkan terus berkarya dan menjaga NKRI. (Hot/rd)

Share Berita

Medan,DP News             

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT menerima audiensi pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman Medan, Kamis (26/11). Selain bersilaturahmi, sekaligus bertujuan menyampaikan rencana digelarnya musyawarah daerah (Musda) Kadin Kota Medan yang direncanakan akan digelar 21 Desember mendatang.

Kehadiran sejumlah pengurus dipimpin Santri Azhar Sinaga selaku Ketua Caretaker Kadin Medan. Diharapkan, Musda Kadin dapat menghasilkan sejumlah pengurus yang mampu menghadirkan program-program terutama dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah terpaan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Kota Medan.

Dikatakan Pjs Wali Kota, Pemko Medan mendukung penuh digelarnya Musda Kadin. Namun, pelaksanaan musda, sambung Pjs Wali Kota, harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

"Pemko Medan mendukung diadakannya Musda Kadin. Kami berharap juga dapat membantu melakukan pembinaan serta peningkatan sektor perekonomian terutama bagi pelaku UMKM. Apalagi saat ini kita semua tengah fokus dalam proses pemulihan ekonomi," kata Pjs Wali Kota.

Sebelumnya, Santri Azhar Sinaga selaku Ketua Caretaker Kadin Medan mengungkapan tujuan kedatangannya bersama sejumlah pengurus untuk menyampaikan rencana Musda Kadin, 21 Desember mendatang. Untuk itu, pihaknya mohon dukungan agar kegiatan dapat berjalan lancar.

"Kami juga berencana melakukan pembinaan bagi pelaku UMKM sebagai bentuk kontribusi terhadap Kota Medan khususnya pelaku UMKM. Dengan harapan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang saat ini menjadi fokus pemerintah," ungkap Santri.(hot/rd)


Share Berita

Medan,DP News

Meski sampai saat ini,wartawan 'gate' yang digaji Rp349 juta oleh Dinas Kominfo Kota Medan dengan dalih tenaga honorer masih misterius  dan Kadisnya Zain Noval juga belum mau berkomentar,DP News terus melakukan penelusuran untuk menguak permasalahan anggaran tersebut.

Dari penelusuran,ternyata ada anggaran untuk penerbitan dan pencetakan Tabloid Vista sebesar Rp257 juta.Sejauh itu,anggaran tersebut tidak merinci jumlah oplah tabloid tersebut dan kemana saja didistribusikan.

Namun dikaitkan dengan adanya 9 wartawan yang digaji Dinas Kominfo Medan muncul pertanyaan,apakah 9 wartawan tersebut yakni wartawan foto,wartawan berita dan wartawan video tersebut ditugaskan sebagai pengelola Tabloid Vista tersebut.

Untuk mengetahui penjelasan rinci,DP News  kembali minta konfirmasi kepada Kadis Kominfo Zain Noval melalui WhatsAap sejak beberapa hari lalu,tidak juga mau berkomentar alias bungkam.

Juga diteruskan kepada Kabid MCE Dinas Kominfo Medan Syaiful Amri juga sama dengan Zain Noval tidak mau berkomentar.

Untuk lebih terkonfirmasi juga disampaikan kepada Kabag Humas Pemko Medan Arrahman Pane.

Setelah ditelusuri lebih lanjut ,anggaran Tabloid Vista ini ternyata terkena refocusing menjadi Rp177,9 juta dari sebelumnya Rp257 juta.

Dari penelusuran di dunia maya,alamat Tabloid Vista ini di Jalan Sidorukun namun profil tidak ditemukan termasuk nama pimpinan redaksi dan tenaga wartawannya.

Sejauh ini,pihak Dinas Kominfo tidak mau transparan nama kesembilan wartawan tersebut dan apakah mereka itu menjadi pengelola tabloid tersebut.Sementara itu dari informasi dihimpun,disebut-sebut ada tiga orang dari 9 wartawan tersebut ikut terlibat menjadi pengelola tabloid tersebut. 

Namun sejauh itu belum diperoleh keterangan rinci karena pihak Dinas Kominfo Medan tidak mau komentar dan transparan mengenai pengelolaan tabloid tetsebut.

Dicoba bertanya kepada beberapa pegawai di Pemko Medan kemungkinan ada menyimpan Tabloid Vista tersebut juga tidak ada sehingga sampai,Kamis(26/11) belum diketahui susunan pengelolanya termasuk keredaksiannya.

Berikut ini pertanyaan yang disampaikan kepada Kadis Kominfo Zain Noval. (PakKadis: Apakah Tabloid Vista Berbiaya Rp270 Juta Ini Yang Dikerjakan 9 Wartawan Itu...???). (Tim DP News/Rd)


Share Berita

Samosir, DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Rabu (25/11/2020), pukul 14.00 Wib, tidak ada kasus baru dan sembuh dengan rincian sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 14 orang, (4) Sembuh: 35 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 3 orang dan secara kumulatif, di Kabupaten Samosir telah mencapai 52 kasus.

Berikut data 14 konfirmasi positif: (1) MS, (03/11/2020), Lk., 35 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Rujuk ke Medan; (2) PM, (3/11/2020), Pr., 36 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Rujuk ke Medan; (3) NS, (2/11/2020), Pr., 64 Tahun, Huta Godang, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; (4) MS, (13/11/2020), Lk., 67 Tahun, Onan Baru, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; (5) GMR, (12/11/2020), Lk., 62 Tahun, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; (6) RS, (15/11/2020), Lk., 76 Tahun, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri; (7) Mi.Si., (20/11/2020), Lk., 70 Tahun, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri; (8) A.R.S., (20/11/2020), Pr., 56 Tahun, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; (9) Ro.Na., (20/11/2020), Pr., 37 Tahun, Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; (10) Gw.Si., (21/11/2020), Pr., 5 Bulan, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri; (11) Ru.Lim., (23/11/2020), Pr., 41 Tahun, Desa Turpuk Sihotang, Kecamatan Harian, Isolasi Mandiri; (12) N.O.S., (23/11/2020), Pr., 34 Tahun, Desa Turpuk Sihotang, Kecamatan Harian, Isolasi Mandiri; (13) E.M.P., (23/11/2020), Pr., 25 Tahun, Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri; dan (14) M.L.S., (23/11/2020), Lk., 29 Tahun, Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri.  

Satgas Covid-19 Samosir tetap memantau hasil-hasil telusur kontak erat dari warga Samosir konfirmasi positif Covid-19 untuk mengendalikan persebaran infeksi yang lebih luas lagi daripada yang yang ada saat ini. Namun demikian, implementasi protokol kesehatan tetap merupakan yang utama dalam upaya pengendalian persebaran. Oleh karena itu, mari tetap lakukan protokol kesehatan lebih intensif lagi. 

Juga, ketika ada warga di sekitar kita konfirmasi positif dan sudah menjalani isolasi mandiri secara penuh, mari hindari menstigmatisasi secara buruk karena Covid-19 adalah wabah global yang harus kita lawan secara bersama-sama.

Agar tidak terjadi transmisi, mari tetap lakukan protokol kesehatan melalui penekanan dari keluarga kita masing-masing sebelum melakukan kegiatan di luar rumah. Mari kita bangun kesadaran Covid-19 sudah berada di sekitar kita. Oleh karena itu, mari sama-sama kita cegah dengan protokol kesehatan. ( ML-r)

Share Berita

       


Medan,DP News

Rusia akan aktifkan kembali dua  asetnya  yang ada di Kota Medan sehingga berfungsi  seperti semula. Adapun kedua aset yang dimilikinya itu berupa kantor konsulat jendral (Konjen) yang berlokasi di Jalan Karim MS dan Kantor Atase Pusat Perdagangan dan Kebudayaan di Jalan Suryo. Dengan diaktifkannya kembali kedua kantor tersebut, diharapkan dapat menangani semua kepentingan Rusia yang ada di ibukota Provinsi Sumatera Utara, termasuk upaya melakukan pengembangan kerjasama.

Demikian terungkap dalam pertemuan Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT ketika menerima Kepala Kantor  Konjen Rusia di Medan Muhammad Fauzi Nasution didampingi Mr Nikolai Tzurov di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman Medan, Rabu (25/11) petang.

Fauzi menjelaskan, sejak tahun 1949, Rusia telah memiliki kedua kantor tersebut di Kota Medan. Namun sejak keruntuhan negara Uni Soviet, kedua kantor tersebut tidak berfungsi.  "Mungkin karena gamang akan keruntuhan negara Uni Soviet saat itu, kedua kantor tersebut tidak berfungsi.  Rencananya ke depan, mereka akan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi tersebut, terutama yang paling penting pendidikan," kata Fauzi.

Hal ini kata Fauzi, tidak terlepas karena Indonesia setiap tahunnya mengirimkan 300 orang mahasiswa itu ke Rusia. Dari jumlah tersebut, ungkapnya, hanya 3 berasal dari Sumut. "Jadi ini aneh, sebab Rusia hanya punya 3 konsulat di Indonesia yakni Medan, Surabaya dan Bali. Sedangkan konsulat yang paling besar ada di Kota Medan, tapi justru  yang paling sedikit mengirimkan mahasiswanya untuk belajar ke Rusia," ungkapnya. 

Apalagi imbuh Fauzi, semua negara berlomba-lomba untuk bekerjasama dengan Indonesia. "Itu sebabnya Rusia ingin kembalikan fungsinya bahwa Indonesia merupakan bagian dari sahabat mereka, termasuk Kota Medan. Atas dasar inilah, Rusia ingin mengaktifkan kembali  kedua kantor sehingga kerjasama dapat dikembangkan kembali," jelasnya.

Selain pendidikan, papar Fauzi, Rusia juga ingin melakukan kerjasama dalam penanganan Covid-19, baik itu penyediaan vaksin maupun pengadaan  obat-obatan anti virus Corona. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat membantu Indonesia, termasuk Kota Medan dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 9 bulan tersebut.

Sementara itu Pjs Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT didampingi Kadis Perdagangan Kota Medan Damikrot, Kadis Perindustrian Parlindungan Nasution, Plt  Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ahmad Basyaruddin serta Plt Kabag Hubungan Kerjasama Setdako Medan Indra Gunawan menyambut baik atas kunjungan Kepala Kantor Konjen Rusia di Medan. Selain mempererat jalinan tali silaturahmi,  diharapkan kedatangan tersebut untuk membangun kembali kerjasama antara Indonesia dan Rusia,  terutama dengan Kota Medan.

"Kita ingin agar Rusia lebih aktif dalam menjalin kerjasama dengan Indonesia, khususnya Kota Medan seperti konsulat negara lainya yang ada di Kota Medan sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kedua negara,"kata Pjs Wali Kota. 

"Jadi kami mempersilahkan Rusia untuk berinvestasi di Sumut, terkhusus di Kota Medan. Kita siap membuka diri dan mewujudkannya,"katanya.(Hot/rd)

Share Berita

Medan,DP News

Lelang jabatan eselon II Pemprovsu kembali digelar.Sebanyak 157 peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (eselon II) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengikuti ujian tertulis di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Jalan Ngalengko Medan. Para peserta tersebut adalah yang sudah lolos seleksi administrasi.

Adapun posisi yang dibuka pada kesempatan kali ini adalah Jabatan Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina mengatakan, tim penilai akan menilai secara adil. Kompetensi yang dinilai mulai dari kepemimpinan, manajerial, penguasaan bidang yang dilamar, serta ide atau inovasi pada bidang yang dilamar peserta.

“Kami akan membuat penilaian secara fair (adil),” ujar Sabrina, usai meninjau seleksi tertulis di Aula BPSDM.S

Sabrinamemaparkan mekanisme seleksi secara keseluruhan. Pengumuman peserta yang lolos seleksi tertulis dilakukan 28 November 2020. Selanjutnya dilakukan asesmen dan wawancara. Rekam jejak juga menjadi penilaian yang akan dimasukkan ke dalam hasil.Sesudah berupaya atau berusaha semaksimal mungkin, berdoalah, hasil akhir tergantung pada kedua hal tersebut,” ujar Sabrina.

Nanti hasil penilaian itu akhirnya ada nama yang disarankan, dipertimbangkan dan ada pula yang tidak disarankan,” ungkap Sabrina.

Sabrina juga sempat meninjau lokasi ujian yang tersebar ke dalam 3 ruangan di lingkungan BPSDM antara lain Aula Beringin, Ruang Anggrek dan Ruang Dahlia. Kepada semua peserta, Sabrina berpesan agar terus berusaha dan berdoa.Humas Provsu/rd


Share Berita

Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Selasa (24/11/2020), pukul 14.00 Wib, ada penambahan  4 kasus baru dan 1 orang sembuh dengan rincian sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 14 orang, (4) Sembuh: 35 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 3 orang dan secara kumulatif, di Kabupaten Samosir telah mencapai 52 kasus.

Berikut data 14 konfirmasi positif:

(1) MS, (03/11/2020), Lk., 35 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Rujuk ke Medan; 

(2) PM, (3/11/2020), Pr., 36 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Rujuk ke Medan; 

(3) NS, (2/11/2020), Pr., 64 Tahun, Huta Godang, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(4) MS, (13/11/2020), Lk., 67 Tahun, Onan Baru, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(5) GMR, (12/11/2020), Lk., 62 Tahun, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; 

(6) RS, (15/11/2020), Lk., 76 Tahun, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri;

(7) Mi.Si., (20/11/2020), Lk., 70 Tahun, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri;

(8) A.R.S., (20/11/2020), Pr., 56 Tahun, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri;

(9) Ro.Na., (20/11/2020), Pr., 37 Tahun, Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; dan

(10) Gw.Si., (21/11/2020), Pr., 5 Bulan, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri.

(11) Ru.Lim., (23/11/2020), Pr., 41 Tahun, Desa Turpuk Sihotang, Kecamatan Harian, Isolasi Mandiri; 

(12) N.O.S., (23/11/2020), Pr., 34 Tahun, Desa Turpuk Sihotang, Kecamatan Harian, Isolasi Mandiri; 

(13) E.M.P., (23/11/2020), Pr., 25 Tahun, Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri; dan

(14) E.M.P., (23/11/2020), Lk., 29 Tahun, Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri.  

Data sembuh:

(1) TBS, (9/11/2020), Pr., 69 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula. 

Saat ini, konfirmasi positif telah mencapai 14 orang dengan catatan 2 orang dirujuk ke rumah sakit di Medan dan 12 orang menjalani isolasi mandiri. Kita berharap 14 orang konfirmasi positif segera sembuh setelah menjalani isolasi mandiri secara penuh dan perawatan rumah sakit secara intensif.   

Kiranya pertambahan kasus ini menjadi pendorong bagi kita untuk tetap meningkatkan disiplin melakukan protokol kesehatan dimana pun kita berada. Potensi infeksi sudah ada dimana-mana terutama mereka yang tanpa gejala. Mari kita sikapi dinamika ini semakin meningkatkan kehati-hatian kita untuk tetap produktif dan aman dari Covid-119 dengan melakukan protokol kesehatan.

Satgas Covid-19 Samosir perlu menjelaskan bahwa konfirmasi positif telah ada pada 7 dari 9 kecamatan di Kabupaten Samosir, kecuali Kecamatan Sitiotio dan Onanrunggu. Oleh karena itu, mari kita lakukan upaya pencegahan secara bersama-sama dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan dan aturan-aturan lain yang mengatur kegiatan perjalanan, sosial, budaya, dan agama atau kegiatan-kegiatan berkerumun lainnya. 

Mari kita lakukan upaya-upaya pencegahan untuk melindungi Kabupaten Samosir dari infeksi Covid-19 yang lebih banyak dengan upaya-upaya yang berkesinambungan. ( ML-r)

Share Berita

Medan,DP News                      

Pemko Medan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atas selesainya kegiatan mikrozonasi yang dilakukan di Kota Medan. Dengan kegiatan tersebut, dapat diketahui kondisi sekaligus upaya antisipasi terhadap wilayah Kota Medan yang rentan terjadi terhadap bencana.

Hal ini disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Medan Ir Arief Sudarto Trinugroho MT diwakili Asisten Adiministrasi Umum (Asmum) sekaligus Plt Asisten Pemerintahan (Aspem) Setdako Medan Renward Parapat ketika menerima kunjungan kerja BMKG Balai Besar Wilayah I Medan di Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (24/11).

Selain bersilaturahmi, rombongan kunjungan kerja BMKG yang dipimpin Kepala Pusat Seismologi Tekhnik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Pusat Bambang Setyo Prayitno bertujuan menyerahkan hasil survei Kegiatan Mikrozonasi Parameter VS30, Indeks Kerentanan Seismik dan Kedalaman Engineering Bedrock di Kota Medan.

Dikatakan Asmum, BMKG melalui BMKG Balai Besar Wilayah I Medan telah melaksanakan survei mikrozonasi sebagai upaya memetakan kerentanan tanah di Kota Medan. Hal ini, lanjut Asmum, sangat diperlukan dan membantu dalam perencanaan pembangunan infrastuktur Kota Medan yang lebih tahan terhadap kerusakan akibat terjadinya bencana alam terutama guncangan gempa.

“Atas nama Pemko Medan kami mengucapkan terima kasih karena BMKG telah melakukan survei mikrozonasi. Dengan demikian, penataan ruang Kota Medan dapat menjadi lebih baik dengan merujuk dan berpedoman pada hasil survei yang dilakukan. Sebab, pembangunan infrastuktur kini telah dan harus mengarah pada pembangunan yang berbasis mitigasi,” kata Asmum.     

Selanjutnya, didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring, Asmum mengungkapkan bahwa Indonesia rentan terhadap bencana alam karena berada pada pertemuan dua sirkum yakni sirkum pasifik dan sirkum mediteranial. Oleh karenanya, perencanaan dan program pembangunan perlu memuat hal yang tanggap resiko bencana agar mengurangi dan meminimalisir potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.    “Hasil survei mikrozonasi ini manjadi saran, pedoman dan rujukan bagi Pemko Medan dalam pembangunan kota yang lebih baik terutama pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap dampak bencana alam. Dengan begitu, selain mengurangi kerugian materil sekaligus juga meminimalisir berkurangnya angka korban jiwa yang mungkin diakibatkan terjadinya bencana dalam waktu yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi,” harapnya.

Kemudian, Kepala Pusat Seismologi Tekhnik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Pusat Bambang Setyo Prayitno menuturkan kehadirannya bersama  rombongan dari BMKG Balai Besar Wilayah I Medan untuk berdiskusi sekaligus menyampaikan hasil survei mikrozonasi yang telah dilakukan Pemko Medan.

Selain itu, bilang Bambang, kegiatan mikrozonasi menjadi salah satu bentuk kontribusi BMKG sebagai upaya mitigasi di Kota Medan karena menjadi salah satu kota di Indonesia yang berada di sekitar jalur sesar aktif atau rentan terjadinya bencana.

“Kegiatan ini bertujuan agar pembangunan kontruksi dan infrastruktur di Kota Medan dilakukan dengan mempertimbangkan resiko yang disebabkan oleh aktivitas seismik. Oleh sebab itu, perlu didukung dengan informasi karakteristik bawah permukaan yang didapat melalui hasil survei,” ungkap Bambang.  

Ada pun pengukuran parameter kerentanan seismik yang dilakukan BMKG, jelas Bambang, terdiri dari kerentanan seismik atau mikrozonasi yang meliputi pengukuran Mikrotremor Array, Multichannel Analysis Surface Wave (MASW) dan periode dominan tanah.

“Dengan hasil survei ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi Pemko Medan dalam penyusunan tata ruang dan peraturan. Selain itu, juga memudahkan penyusunan perencanaan bangunan tahan gempa bumi serta perumusan kebijakan, penyiapan, penanganan dan manajemen bencana gempa bumi,” paparnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, dihadapan perwakilan OPD yang hadir di antaranya dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR),  Dishub, Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Tata Pemerintahan (Tapem), Bambang mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan atas dukungan yang diberikan sehingga survei mikrozonasi dapat dilakukan dan berjalan dengan lancar.

Alhamdulillah survei di Kota Medan dapat kami lakukan dengan baik atas dukungan yang diberikan. Selain Kota Medan, tahun ini kami juga melakukan survei di Kota Serang dan Surabaya. Semoga upaya yang dilakukan bersama dapat memberikan hasil maksimal dan optimal terutama dalam pembangunan kota,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan, Kepala Pusat Seismologi Tekhnik Bambang Setyo  menyerahkan hasil survei serta peta klasifikasi jenis tanah berdasarkan VS30 Kota Medan Tahun 2020 kepada Asmum. Acara juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab hingga selesai.(hot/rd)

Share Berita

Medan,DP News                   

Pemko Medan melalui Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Medan terus melakukan sosialisasi kepada aparatnya giliran Kepala Lingkungan (Kepling) se Kecamatan Medan Tuntungan yang mendapat Sosialisasi Perwal No 27 Tahun 2020 Tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Medan Jalan Rotan Proyek Medan, Selasa (24/11).

Pada pertemuan yang menerapkan protokol kesehatan dan dipimpin Kasi Kedaruratan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yan Anhar Lubis, tersebut sebanyak 40 orang Kepling diberikan pemahaman mengenai tugas-tugasnya yang menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat untuk menaati protokol kesehatan sesuai dengan Perwal 27/2020. Dalam pelaksanaan masyarakat dituntut untuk mematuhi 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

"Sudah seharusnya kita selaku garda terdepan penanganan Covid 19 di Kota Medan pada wilayah kecamatan harus mampu mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan baik ketika keluar rumah maupun ketika pulang ke rumah dan bertemu keluarga. Karena dengan adanya Perwal No 27/2020, masyarakat diperbolehkan melakukan pekerjaan dan usaha asal patuh terhadap protokol kesehatan," ujarnya.

Kemudian, Yan juga menyebutkan, meskipun Medan Marelan bukan termasuk yang tinggi namun ini bukan berarti masyarakat bebas tidak mengenakan masker bahkan berkerumun di luar rumah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama agar masyarakat tidak lengah sehingga membahayakan dirinya dengan tidak mematuhi aturan," tutur Yan.

Selanjutnya, salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Medan Jojor Simamora selaku epidemiologi kesehatan muda juga menekankan bahwa ketika terjadinya pandemi diharapkan agar Kepling bergerak secara fleksibel namun tetap dalam aturan yang berlaku.

"Jadi jangan ada lagi yang sering buang badan ketika menangani kasus Covid 19 PD wilayahnya. Karena pada masa pandemi semua harus dipermudah jangan ada yang mempersulit, masyarakat perlu penanganan yang cepat," papar Jojor.

Disamping itu, Jojor juga mengatakan Kepling juga berperan untuk memantau wilayahnya dan harus mengetahui dengan detail jika ada kasus yang terjadi agar dapat menjadi referensi bagi pimpinan yang lebih tinggi dalam mengambil keputusan secara tepat dan akurat dalam penanganannya. "Saya pesankan Kepling harus memiliki data yang akurat yang nantinya menjadi bagian dari dasar mengambil keputusan bagi pimpinan wilayah yang lebih tinggi seperti lurah dan camat dalam penanganan kasus Covid 19. Kita semua tidak bisa lepas dari tanggung jawab amanah yang diberikan kepada kita, maka bekerjalah dengan ikhlas," pungkasnya.(hot/rd).

Share Berita

Medan,DP News

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meyakinkan masyarakat dan Anggota DPR RI tentang kesiapan dan kondusifitas selama pelaksanaa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 23 kabupaten/kota se-Sumut sejak digelar hingga diumumkannya pemenang dalam pesta demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 secara virtual yang dipimpin Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan sejumlah legislator lainnya, di Pendopo Rumah Dinas, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (23/11). Turut hadir Sekdapov Sumut  R Sabrina, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan, Komisioner KPU dan Bawaslu kebupaten/kota (langsung/virtual) serta pemerintah kabupaten/kota.

Gubernur menyampaikan bahwa sampai saat ini, situasi pandemi Covid-19 masih terus dilakukan penanganan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Meskipun diakuinya masih ada beberapa kasus pelanggaran protokol kesehatan, termasuk dalam pelaksanaan tahapan Pilkada 2020, namun hampir semua kabupaten/kota sudah menyiapkan segala sesuatu untuk kesiapan puncak pesta demokrasi 9 Desember 2020 mendatang.

“Saya hanya ingin menyampaikan khususnya pada partisipasi pemilih, kami ingin kita bersama untuk meningkatkannya. Sedangkan untuk (data) Covid-19 setiap hari ada yang terpapar hingga 250 orang. Tetapi pekan ini tinggal 70-an (per hari), turun cukup drastis. Kami tetap jaga, menegakkan protokol kesehatan,” ujar Gubernur, didampingi Kadis Kominfo Sumut Irman Oemar dan Kadishub Abdul Haris Lubis.

Dengan begitu, kata Gubernur, Pemprov Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota terutama yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, melalui Satgas yang ada serius menyelesaikan persoalan tersebut. Karena itu untuk suksesnya pesta demokrasi ini lanjutnya, pihaknya berusaha menjaga netralitas aparatur (ASN).

“Saya tidak khawatir kepada rakyat Sumatera Utara. Kami mohon, tolong jangan ada yang memancing-mancing membuat tidak netral. Mari kita bersama sukseskan Pilkada ini,” sebutnya.

Ditegaskan Edy, siapapun yang berusaha memecah belah dan membuat rakyat takut, aturan main yang berlaku akan membuatnya mendapatkan sanksi tegas. Termasuk bagi pelanggar peraturan, akan ditindak. Sebab menurutnya, Pilkada adalah pesta rakyat.

“Kalau kita bersama meyakinkan ini dilaksanakan sukses, tidak ada yang memprovokasi, yakinlah itu sukses. Untuk itu ikuti saja (aturan). Semoga Sumatera Utara sukses melaksanakan Pilkada,” sebutnya.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menyebutkan bahwa kedatangan pihaknya ke Sumut dalam rangka memonitoring kesiapan dan perkembangan yang ada terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Apalagi kali ini, suasana pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan dan penyesuaian terhadap aturan yang ada.

“Tentu perubahan secara cepat itu harus diakselerasi dengan perkembangan di lapangan. Supaya berjalan baik, kami datang ke Sumut. Karena daerah ini secara persentase paling banyak melaksanakan Pilkada, yakni 23 kabupaten/kota,” jelas Doli.

Dirinya menekankan bahwa indikator kesuksesan Pilkada serentak kali ini ada tiga. Pertama seluruh tahapan berjalan baik. Kedua tingkat pertisipasi pemilih tinggi sebagaimana ditetapkan targetnya secara nasional sebesar 77,5%, serta ketiga keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat dari masalah pandemi Covid-19.

“Isu lain adalah netralitas ASN dan TNI/Polri. Kemudian soal DPT (Daftar Pemilih Tetap), ini masalah klasik, berkaitan soal data kependudukan. Kami akan rapat khusus dengan ini, termasuk kesiapan logistik. Kemudian soal keamanan Pilkada,” ujar legislator Dapil Sumut III DPR RI tersebut.

Menanggapi soal keamanan, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyampaikan kesiapan pihak kepolisian dalam mengamankan jalannya tahapan Pilkada serentak 2020. Ada 12.350 personel dikerahkan untuk itu, dengan persentase 2/3 dari total jumlah personel yang ada di Sumut yakni 20.669 orang.

Martuani juga menyampaikan bahwa ada TPS yang masuk kategori aman (18.502 TPS), rawan (1.223), sangat rawan (179) dan TPS khusus (15 TPS). Adapun jumlah penempatan personel pengamanan disesuaikan dengan kategorisasinya. Termasuk juga dukungan dari personel TNI, jajaran Kodam I/BB.

Begitu juga soal pengamanan logistik, kata Kapolda, mulai dari pencetakan, pengiriman hingga pendistribusian, dilakukan oleh TNI/Polri. Semua diantisipasi dari segi jumlah dan kualitas barangnya. Dengan demikian, semua perjalanan persiapan Pilkada berjalan lancar, termasuk pada pelanggaran Pilkada yang kemudian dimintakan kepada Bawaslu untuk bersikap tegas sekaligus mengantisipasi.

“Untuk semua tahapan, kami sudah instruksikan untuk diberikan teguran bagi yang melanggar protokol kesehatan, namun leading sektornya Bawaslu. Instruksi Kapolri, secara resmi kami nyatakan Polri netral dalam Pilakda serentak 2020. Kami akan pastikan netralitas,” tegas Martuani.

Terkait kesiapan Pilkada secara teknis, Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin melaporkan, pihaknya telah menyosialisasikan tahapan Pilkada serentak 2020 melalui berbagai media, termasuk pendidikan pemilih kepada kaum disabilitas. Sedangkan anggaran disiapkan sebesar Rp655,383 Miliar berupa dana hibah serta dana tambahan khusus untuk Covid-19 dari APBN sebesar Rp246,596 Miliar yang juga sudah disampaikan serta dibelanjakan (APD).

“Adapun jumlah pemilih (daftar pemilh tetap/DPT), sebanyak 6.138.630 orang. Sedangkan yang belum memiliki KTP Elektronik sebanyak 138.648 pemilih,” sebut Herdensi.

Dari segi pengawasan, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan juga menyampaikan bahwa anggaran yang ada pada penyelenggara ini sebesar Rp245,845 Miliar dengan tambahan anggaran dari APBN untuk Covid-19 sebesar Rp20 Miliar.

Namun disampaikan Syafrida, persoalan rekrutmen pengawas di lapangan adalah penetapan batas usia yakni paling rendah umur 25 tahun. Hal itu kemudian menjadi kendala karena banyak yang tingkat pendidikannya di bawah SMA, sehingga membuat pihaknya memberikan kesempatan bagi usia yang lebih muda, namun sudah mendapatkan hak pilih.

Usai rapat, Ketua Komisi II DPR RI Doli Kurnia Tanjung menyerahkan cenderamata kepada Gubernur, turut disaksikan Anggota DPR RI Junimart Girsang, Djarot Saiful Hidayat, Hugua, Bambang Patijaya, Hanan A Rozak, Chairul Anwar, M Nasir Djamil, Guspardi Gaus (Datuk Batuah), Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri Suhajar Diantoro. Selain itu, turut mengikuti rapat virtual para komisioner KPU/Bawaslu dan pemerintah kabupaten/kota dari daerah masing-masing.(Humas Provsu/rd)

Share Berita

 

Samosir,DP News

Balon Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom periode 2021-2024 yang diusung partai politik Nasdem,PKB,Golkar,Gerindra,Demokrat dan Hanura ini, menggelar jalan santai bersama  pendukungnya memakai seragam T-Shirt yang bertuliskan Balon Bupati Samosir  "Vantas" Pro perubahan dengan No.urut 2 .

Dari pantauan di lapangan semua peserta itu tampak penuh bersemangat dan  Vandiko T Gultom sembari menyapa warga di sepanjang rute yang ditempuh .

Sapaan yang familiar dan santun itu disambut baik para pendukungnya,dan bahkan tak jarang sesekali terdengar suara yang  menyahuti " Vantas Iyes,Vantas menang,rakyat senang,ini buktikan sebagai bentuk dukungan kepada Vandiko T Gultom untuk memimpin Samosir bersama wakilnya Martua Sitanggang.

Jalan santai yang digelar ini dengan titik kumpul di pelabuhan KMP Fery Sipinggan - Onan ( pasar) Nainggolan ,Senin ( 23/11) dimulai pukul 07.30 WIB.selain diikuti oleh kader partai politik pengusungnya,juga Tim pemenangan dari Kecamatan Nainggolan,diantaranya Ketua Korcam Predy Tulus Lummbantungkup,Sekretaris Gugus Kabupaten Marselinus Simarmata,Eben Ezer Situmorang dan Mangapar Limbong ( kader PKB) ,Ketua Tm pemenangan Sipitu Ama Tumpak Situmorang,para kaum Srikandi dan simpatisan lainnya menjadi pemandangan yang mengundang perhatian masyarakat setempat di sepanjang rute yang dilalui dan berakhir di kedai kopi mak Jeremi boru Gultom di jalan pelabuhan Pasar Nainggolan sembari sarapan dan ngopi bareng yang juga dipusatkan sebagai tempat dapur umum terbuka untuk semua warga untuk makan siang yang  digelar tepatnya pada hari pekan ( onan ) di Pasar Nainggolan.

Dari pantauan awak media di lokasi finis titik kumpul terlihat Balon Bupati Samosir Vandiko T Gultom Sarapan pagi bersama berbaur dengan para pendukungnya .

Menurut Vandiko T Gultom bahwa menu pavoritnya salah satunya " Mie gomak ", khas Samosir yang sukar dicari di  Surabaya itu cukup lezat dan alami,pungkasnya simpul.( ML)

Share Berita

Samosir,DP News

Update rilis perkembangan kasus infeksi Covid-19 yang diterima dari Dinas Kesehatan Samosir oleh Satgas Covid-19 Samosir hari ini, Senin (23/11), pukul 14.00 WIB,ada penambahan  4 kasus baru dengan rincian sebagai berikut: (1) Suspek: Nihil, (2) Probable: 1 orang, (3) Konfirmasi Positif: 11 orang, (4) Sembuh: 34 orang, dan (5) Meninggal Dunia: 3 orang dan secara kumulatif, di Kabupaten Samosir telah mencapai 48 kasus.

Berikut data 11 konfirmasi positif:

(1) MS, (03/11/2020), Lk., 35 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Rujuk ke Medan; 

(2) PM, (3/11/2020), Pr., 36 Tahun, Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Rujuk ke Medan; 

(3) TBS, (9/11/2020), Pr., 69 Tahun, Desa Sarimarihit, Kecamatan Sianjurmulamula, Isolasi Mandiri; 

(4) NS, (2/11/2020), Pr., 64 Tahun, Huta Godang, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(5) MS, (13/11/2020), Lk., 67 Tahun, Onan Baru, Kecamatan Pangururan, Isolasi Mandiri; 

(6) GMR, (12/11/2020), Lk., 62 Tahun, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; 

(7) RS, (15/11/2020), Lk., 76 Tahun, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri;

(8) Mi.Si., (20/11/2020), Lk., 70 Tahun, Desa Pallombuan, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri;

(9) A.R.S., (20/11/2020), Pr., 56 Tahun, Desa Garoga, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri;

(10) Ro.Na., (20/11/2020), Pr., 37 Tahun, Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Isolasi Mandiri; dan

(11) Gw.Si., (21/11/2020), Pr., 5 Bulan, Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Palipi, Isolasi Mandiri. 

Satgas Covid-19 Samosir mengingatkan seluruh masyarakat Samosir untuk tetap melakukan protokol kesehatan mengingat adanya pertambahan 4 kasus hari ini (Senin, 23/11/2020) dengan usia tertinggi 70 tahun dan terendah 5 bulan. 

Kita berikan perhatian terhadap seluruh keluarga kita untuk melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Bagi masyarakat yang melakukan pesta adat (sukacita/dukacita) agar konsisten menerapkan protokol kesehatan dan penyederhanaan/penyingkatan acara. Saat ini, sudah tidak waktunya lagi kita berpegang pada rasa aman palsu karena Covid-19 sudah hadir di tengah-tengah kita untuk bertransmisi. Jadi, mari utamakan protokol kesehatan ketika melakukan kegiatan di luar rumah dan ini semua untuk keselamatan kita.

Satgas Covid-19 Samosir tetap melakukan telusur kontak erat dari warga Samosir yang konfirmasi positif untuk memetakan persebaran Covid-19 sekaligus mengendalikannya. Mari lakukan bagian kita masing-masing secara konsisten untuk menjaga infeksi Covid-19 meluas lebih masif lagi daripada saat ini. ( ML/heli-r)

Share Berita

Jakarta,DP News

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta pemerintah daerah mengajukan sebanyak mungkin tenaga pengajar untuk mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja ( PPPK).

Sebab, berdasarkan data dari data pokok pendidikan (dapodik), Kemendikbud membutuhkan tambahan sekitar satu juta pengajar di luar pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun 2021.

“Nah agar pemerintah bisa mencapai hal itu, pemerintah pusat mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi sebanyak mungkin (tenaga pengajar) sesuai dengan kebutuhannnya,” kata Nadiem dalam konferensi pers Seleksi Guru PPPK tahun 2021, Senin (23/11).

“Ini yang sangat penting, karena pada saat ini masih banyak sekali formasi yang belum kita dapatkan, baru sekitar 200.000, padahal kita mengetahui bahwa kebutuhan guru ASN (aparatur sipil negara) kita jauh lebih besar dari itu,” imbuhnya.

Menurut Nadiem, dengan keterlibatan pemerintah daerah mengajukan kebutuhan tenaga pengajar untuk mengikuti PPPK target pemeritah sebanyak 1 juta formasi dapat tercapai dengan optimal.“Jadi kami mohon semua pemerintah daerah untuk berikan formasi sebanyak-banyaknya, sebanyak mungkin, sesuai dengan kebutuhan (tenaga pengajar), karena kalau lolos PPPK ini anggarannya akan dijamin oleh pemerintah pusat, akan sudah disiapkan tidak perlu khawatir,” papar Nadiem.

Nadiem mengatakan seleksi ini terbuka untuk semua pengajar, terutama guru honorer di sekolah negeri maupun swasta termasuk untuk lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

“Yang dapat mendaftar dan mengikuti seleksi ini, pertama guru-guru honorer di sekolah negeri dan di swasta yang terdaftar di dapodik ini juga termasuk guru eks tenaga honorer kategori dua yang belum pernah lulus seleksi menjadi PNS atau PPPK sebelumnya,” kata Nadiem

“Dan yang kedua adalah untuk yang lulusan PPG yang saat ini tidak mengajar, jadi dua-duanya boleh diberikan kesempatan di tahun 2021 untuk mengikuti test seleksi ini,” imbuhnya.

Selain untuk kebutuhan tenaga pengajar, menurut Nadiem pembukaan seleksi satu juga PPPK tersebut juga menjadi kesempatan bagi guru honorer untuk dapat diangkat menjadi ASN.

Jadi yang pertama adalah dari kebutuhan kita, tetapi juga pembukaan seleksi ini adalah upaya untuk menyediakan kesempatan untuk para guru honorer yang terbaik untuk membuktikan kompetensi mereka tanpa kita batasi,” kata Nadiem.

“Setiap guru-guru kita, guru honorer di seluruh nusantara, bisa punya kemerdekaan untuk membuktikan diri mereka punya kompetensi untuk diangkat menjadi ASN sehingga meningkatkan nafkah mereka dan kesejahteraan mereka,” Imbuhnya.

Nadiem mengatakan, pengangkatan guru honorer menjadi PPPK merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada para peserta didik melalui penyediaan tenaga pendidik yang berstatus ASN.

“Oleh karena itu salah satu pendekatan yang kami upayakan adalah melalui rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK),” kata Nadiem

“Terkait hal tersebut, pada hari ini pemerintah secara resmi mengumumkan rencana seleksi guru PPPK tahun 2021,” imbuh dia.

Nadiem mengatakan, selain memastikan ketersediaan pengajar andal, kebijakan ini juga membuka peluang kesejahteraan bagi para guru honorer di berbagai wilayah Tanah Air yang layak menjadi ASN.

Selain itu, pemerintah juga telah menempuh berbagai upaya dengan koordinasi, singkronisasi dan integrasi berbagai program dan kebijakan antar kementerian dan lembaga.

Kerja sama tersebut dijalin dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), Kementerian Keuangan dan Badan Kepegawaian Negara (BKN)

“Upaya tersebut diantaranya mengenai peta kebutuhan, pengusulan formasi, kebutuhan alokasi anggaran untuk gaji beserta tunjangan yang melekatnya serta proses rekruitmen,” kata Nadiem.(CNNIndonesia/Rd).

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.