Harga Cabai Makin 'Pedas',Omak-Omak Mengeluh,Antonius Tumanggor: Kolaborasikan Gerakan Tanam 5 Pohon Cabai ....


Medan,DP News

Warga kembali keluhkan harga cabai yang makin 'pedas' di Kota Medan.Harga di pasar tradisional Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogramnya, tentu di pedagang eceran lebih mahal lagi. Harga ini diprediksi akan terus naik menjelang bulan Ramadhan (puasa) dan hari raya Idul Fitri.

Menanggapi keluhan omak-omak ini, Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor menyarankan agar warga menanam sendiri cabai di pekarangan rumah memakai pot atau polibag.

Sebaiknya,dikembangkan gerakan tanam 5 batang pohon cabai merah dan cabai rawit per rumah tangga.Untuk memberhasikannya menerapkan konsep kolaborasi dari tingkat lingkungan,kelurahan,kecamatan hingga dinas teknis terkait,ujar Antonius.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan menyediakan bibit unggul yang sudah siap berbuah, tinggal nunggu minimal 3 bulan, pohon cabai sudah bisa dipanen.Paling tidak setengah kilo bisa dihasilkan setengah kilogram dengan 5 pohon cabai dan 2 batang cabai rawit.Kalau 10 ribu rumah tangga saja berhasil,coba bayangkan sudah berapa ton produksi cabai di Kota Medan,ujar Antonius yang duduk di Komisi IV DPRD Medan itu penuh optimis.

“Ditanam saja 5 batang pohon cabai merah dan 2 batang cabai rawit, jika berbuah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menanam cabai atau atau sayur-sayuran tidak perlu harus punya lahan, di atas pot saja sudah bisa,” kata Antonius Tumanggor kepada wartawan, Sabtu (6/3).

Untuk memperoleh bibit, kata Antonius, masyarakat bisa tidak harus membeli, cukup membentuk kelompok tani 10 orang satu kelompok. Kemudian mendaftarkan ke kelurahan dan membuat akte notarisnya. Setelah itu, kelompok tani bisa meminta bibit tanaman apa saja. Seperti cabai, sayur mayor, bibit buah-buahan, bibit ikan dan ayam.

"Di masa pamdemi Covid-19 ini banyak terkena imbasnya dan berefek pada penghasilan orang bahkan ada yang kehilangan pekerjaan. Bercocok tanam memanfaatkan pekarangan efektif untuk memulihkan ekonomi rumah tangga, hasilnya bisa dijual dan dikonsumsi sendiri,” terang Seketaris DPD IPK Sumut ini.

Ditambahkannya,Dinas Pertanian dan Perikanan di masa pandemi ini telah banyak membantu warga berupa bibit tanaman dan ikan. Terutama lewat reses anggota dewan, dinas ini memberikannya kepada anggota dewan untuk disalurkan kepada masyarakat. Pemberian bibit tersebut adalah salah satu bentuk sosialisasi Pemko Medanagar bisa memanfaatkan pekarangan bercocok tanam.

“Jika pekarangan kita dipenuhi tananam sayur, buah dan kolam ikan, terbantulah kebutuhan pangan rumah tangga. Kita juga bisa memfasilitasi kelompok tani masyarakat dengan Dinas Pertanian. Termasuk penyediaan bibit cabai jenis unggul yang dalam waktu tidak lama sudah berbuah,” tuturnya. (Rd)