Korban Banjir Bandang NTT: "BBM Mahal Pak Jokowi..", Fransiskus Dapat Jaket Dari Jokowi

NTT,DP News 

Ini terjadi saat Jokowi berkunjung ke NTT untuk melihat langsung kondisi pasca banjir bandang. Momen menarik terjadi saat Presiden Jokowi mengunjungi Desa Tapolangun, Kabupaten Lembata.

Orang nomor satu di Indonesia itu memberikan jaket kepada seorang pemuda yang merupakan korban bencana bernama Fransiskus Ade Iran Ata Wolo.

Wilayah tempat tinggal Fransiskus memang menjadi salah satu lokasi terdampak banjir di NTT.

Fransiskus masih tidak percaya dengan kejadian saat Presiden Jokowi secara langsung memakaikan jaket kepadanya.

"Awalnya Bapak Presiden tunjuk saya. Ditunjuk dulu, baru beliau panggil saya. Lalu beliau pakaikan jaket ini ke saya," kata dia.

Fransiskus mengatakan sebenarnya tidak ada rencana untuk meminta jaket ke Jokowi. Namun, ia ingin melihat langsung pemimpinnya dan berfoto bersama Presiden Jokowi.

"Saya kaget beliau panggil lalu buka jaket dan memakai ke saya. Perasaan saya tentu sangat senang, senang sekali, tidak akan dicuci (jaket pemberian Jokowi)," ujarnya bahagia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaketnya kepada Fransiskus Ade Iran Ata Wolo, pemuda asal Desa Tapolangun, Kabupate

Diberitakan kompas.com, bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjun untuk meninjau lokasi bencana, Jumat (9/4).

Dua lokasi terdampak musibah yang ditinjau oleh Jokowi yakni di Kabupaten Lembata dan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat meninjau lokasi bencana longsor di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, Jumat (9/4).

"Saya berada di Desa Amakaka, di mana banjir bandang yang ada di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak," tutur Jokowi, seperti dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/4).

Jokowi mengatakan ada ratusan korban jiwa dalam bencana di wilayah tersebut.

"Saya terima sampai siang total korban di NTT ada 163 meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang," ujarnya.

Meski ada kendala kondisi wilayah dalam proses pencarian, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk mencari warga yang hilang hingga ditemukan.

"Sudah saya perintahkan agar terus dicari dan ditemukan yang masih hilang 45 orang," kata dia.

Sedangkan dalam kunjungan di Adonara, Kabupaten Flores Timur Jokowi menjelaskan ada 71 orang meninggal dunia. Sedangkan 5 orang masih dalam pencarian.

Dia memerintahkan agar pihak-pihak terkait bekerja keras menemukan para korban hilang.

Presiden Jokowi juga mengucapkan dukacita mendalam bagi korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

"Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan, diberikan tempat yang terbaik dan yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran," kata dia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Doni Munardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR Widiarto, dan Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia.

Jokowi pun menyempatkan mengunjungi lokasi pengungsian banjir bandang di Kabupaten Lembata.

Dia memastikan jika logistik para pengungsi terpenuhi dengan baik.

Dalam tinjauannya melihat kondisi warga, Presiden mendapatkan keluhan dari korban bencana.

"Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBM nya mahal. Ya, saya terima (keluhannya)," tutur dia.

Presiden Joko Widodo memastikan, akan merelokasi wilayah terdampak bencana.

"Daerah yang terdampak ini, saya sudah bicara dengan Gubernur NTT dan bupati, dengan persetujuan masyarakat lokasi ini akan direlokasi dan secepatnya akan dibangun dalam waktu yang secepat-cepatnya," tutur Jokowi.

Tak hanya di Kabupaten Lembata, Jokowi memastikan relokasi juga akan dilakukan di Adonara, Kabupaten Flores Timur.

"Sama seperti yang di Lembata, lokasi yang ada akan kita geser dan akan ditetapkan oleh bupati dan gubernur," ujar Jokowi.

Presiden mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun rumah bagi warga terdampak bencana.

"Kementerian PU siap untuk membangun rumahnya, secepat-cepatnya," katanya.(kompas.com/rd).