Sumba Timur Berkabung: Merliyati Simanjuntak,Isteri Bupati Pikul Sembako Melintasi Kubangan Lumpur....


Sumba Timur,DP News

Sumba Timur berkabung dilanda banjir bandang membuat Bupati dan isterinya tidak mau berpangku tangan.Dari cerita sedih di Sumba Timur ada cerita yang  menarik saat Bupati Khristofel memberikan bantuan kepada warga terdampak. Sang istri, Merliyati Simanjutak, ikut turun ke lapangan berkotor-kotor ria mengangkat dan mendistribusikan bantuan logistik untuk para korban banjir dan longsor.

Ibu Merliyati Simanjutak tak segan mengangkut dus mie instan dan memberikannya kepada warganya. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga.

Merliyati Simanjutak yang juga Ketua TP PKK Sumba Timur mendistribusikan sembako ke tempat pengungsian yang sulit dijangkau kendaraan. Merliyati Simanjutak dan tim terpaksa harus berjalan kaki dan memikul bantuan tersebut

Istri Bupati Sumba Timur Merliyati Simanjuntak ikut turun ke lapangan menerjang lumpur untuk memberikan bantuan kepada korban banjir bandang dan tanah longsor. 

Sebagaimana diketahui,selain memakan banyak korban jiwa, badai Siklon Seroja yang menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan banjir bandang, juga mengakibatkan banyak kerugian harta benda di kawasan Nusa Tenggara Timur. Bupati Sumba Timur Khristofel A Praing bahkan telah menetapkan wilayahnya dalam status darurat bencana alam terhitung mulai 3 April hingga 15 April 2021.

Tak cuma itu, badai siklon Seroja di Sumba Timur juga mengakibatkan layanan listrik, telekomunikasi dan akses jalan lumpuh total termasuk dalam urusan pelayanan pemerintah. Daerah itu juga terdampak luas karena saluran bendungan yang jebol, infrastruktur jalan rusak parah dengan genangan air yang tidak kunjung turun pada tanggal 3 April 2021.

Sumba Timur memang menjadi salah satu kawasan terdampak banjir terparah. Dua hari usai diterjang badai tropis Seroja, kawasan Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur saja masih tutup karena air masih membanjiri kawasan tersebut. Bupati Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Khristofel Praing saat dikonfirmasi mengatakan, bandara masih ditutup lantaran belum bisa didarati pesawat udara.

"Genangan air banjir masih tinggi," katanya, Rabu (7/4).

Menurut dia, genangan air banjir di kawasan Bandara Mehang Kunda merupakan luapan air banjir dari Bendungan Kambaniru yang jebol akibat terjangan air banjir.

Ia mengatakan kedalaman air banjir dalam kawasan bandara mencapai 50 cm termasuk mengenangi terminal penumpang dan perkantoran di Bandara Umbu Mehang Kunda. Akibatnya semua aktivitas di bandara itu menjadi lumpuh total.

"Akses jalan masuk ke bandara juga masih ditutup karena tidak bisa dilintasi kendaraan akibat genangan banjir masih tinggi, sehingga masyarakat harus cari jalan alternatif apabila menuju kawasan pemukiman penduduk di sekitar bandara," katanya.

Selain Bandara Umbu Mehang Kunda, rumah-rumah penduduk yang berada di sekitar kawasan Bandara Mehang Kunda juga masih tergenang air banjir, sekalipun tidak seperti dalam di kawasan Bandara Mehang Kunda.

Bupati Kristofel menyatakan, penetapan tanggap darurat bencana menjadi penting dalam upaya untuk lebih cepat, tepat dan terpadu melalui standar dan prosedur penanganan Darurat Bencana. Status darurat bencana juga dipandang strategis dalam rangka mempermudah dalam pengkoordinasian serta komunikasi yang terpadu.

NTT Tanggap Darurat

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai tgl 6 April sampai 5 Mei 2021. Status keadaan tanggap darurat bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di Provinsi NTT ditetapkan melalui surat keputusan No. 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021.

Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis seroja di Kota Kupang dan 21 Kabupaten dalam wilayah NTT sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021. Dengan adanya penetapan keputusan tanggap darurat ini diharapkan mampu mempercepat penanganan bencana di wilayah NTT.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga Rabu malam (7/4), total korban jiwa di beberapa kabupaten dan kota terdampak berjumlah 138 jiwa. Rincian korban meninggal dunia tersebut, yaitu Kabupaten Flores Timur 67 jiwa, Lembata 32, Alor 25, Kupang 5, Malaka 4, Sabu 2, Ngada 1, Ende 1 dan Kota Kupang 1. 

Sedangkan hilang, total dari laporan pertemuan koordinasi berjumlah 61 jiwa. Rincian sebagai berikut Kabupaten Lembata 35, Alor 20 dan Flores Timur 6.

Sementara itu, kerugian material di sektor perumahan berjumlah 1.114 unit dengan rincian rusak berat 688 unit, rusak sedang 272 dan rusak ringan 154. 

Dalam hal ini upaya penanganan darurat seperti pencarian dan evakuasi korban, pelayanan warga dipengungsian, pendistribusian bantuan, pendataan maupun pembukaan akses yang terisolisasi terus dan masih dilakukan. 

Selengkapnya : https://bnpb.go.id/berita/gubernur-ntt-tetapka n-tanggap-darurat-bencana-

#InfoBencanaBNPB #BNPBIndonesia.(liputan6.co/info publik gempa/rd)