|

Tahun Lalu,1700 Kasus Lakalantas,300 Meninggal

Medan,TM

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM berharap agar penanganan terhadap para korban kecelakaan lalu lintas  agar  dilakukan dengan cepat  guna memberikan pertolongan. Sebaliknya bagi  pihak rumah sakit, diminta lebih mengutamakan penyelamatan lebih dulu  tanpa pandang bulu siapa korban kecelakaan lalu lintas tersebut. Di samping itu  perlu dibentuk call centre  sehingga masyarakat yang  membutuhkan pertolongan  dapat segera menghubungi apabila kecelakaan terjadi.

Harapan ini disampaikan Wali Kota  ketika menghadiri acara Penandatanganan  Kesepakatan  Bersama antara Kepolisian Resort Medan , PT Jasa Raharja (persero) Cabang Sumatera Utara, PMI Kota Medan, Dinas Kesehatan Kota Medan, RSUP dr Pirngadi Medan, RSUP H Adam Malik dan RSU Sari Mutiara tentang Penanganan Korban dan Penyelesaian Santunan Kecelakaan Lalu Lintas di Markas PMI Kota Medan Jalan Palang Merah, Selasa (2/4).

“Dengan adanya penandatanganan kesepakatan bersama ini, kita berharap para korban kecelakaan  secepatnya ditangani. Kemudian secara terpadu masyarakat kita yang kurang mampu dapat diberikan asuransi kecelakaannya. Jika korban kecelakaan membutuhkan bantuan darah, maka cepat mendapatkannya. Sedangkan bagi  ketiga rumah sakit yang telah menjadi provider dalam kesepakatan bersama ini, harus cepat memberikan pertolongan pertama lebih dulu  siapapun itu korbannya. Artinya yang diutamakan  adalah penyelamatannya dulu, baru kemudian pencatatan status korban,” kata Wali Kota.

Atas dasar itulah, lanjut Wali Kota,  dilakukannya penandatanganan kesepakatan bersama ini. Malah menurut Wali Kota, pihak PT Jamsostek seharusnya dilibatkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama  agar para pekerja yang mengalami kecelakaan ketika melaksanakan pekerjaan juga mendapatkan  perlakuan yang sama.

Dijelaskan Wali Kota, Dirut RSUP H Adam Malik dr Lukmanul Hakim Nasution SpKK mengusulkan kepadanya untuk dibuat call centre . Tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan untuk mendapatkan pertolongan dengan mengubungi call centre tersebut. Di samping itu untuk memudahkan pemberian pelayanan, dimana lokasi korban mengalami kecelakaan, maka korban langsung di bawa ke salah satu rumah sakit terdekat yang masuk dalam provider. “Ini dilakukan untuk memberikan pertolongan lebih cepat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kasatlantas Polresta Medan Kompol Risya Mustario memaparkan, selama tahun 2012 terjadi lebih kurang 1.700 kasus kecelakaan yang terjadi di Kota Medan dilaporkan. Itu belum termasuk kecelakaan  yang tidak dilaporkan. “Jika ditotal kecelakaan yang dilaporkan dan tidak dilaporkan digabung, maka jumlah kasus kecelakaan yang terjadi bisa tiga  kali lipat,” ujr Risya.

Dari  1.700 kasus kecelakaan itu, terangnya, sekitar 300 korbannya meninggal dunia, sedangkan kerugian material yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut lebih dari Rp 2 miliar. Kebanyakan korban yang meninggal dunia itu berusia produktif baik laki-laki maupun perempuan mulai usia 17 tahun sampai 40 tahun.

Melihat tingginya tingkat kecelakaan tersebut, Mustario mengatakan Satlantas Polresta Medan mengajak mitra kerjanya seperti   PT Jasa Raharja, PMI Kota Medan, Dinkes Medan,  RSUP dr Pirngadi Medan, RSUP H Adam Malik dan RSU Sari Mutiara untuk bekerjasama dalam penanganan korban dan penyelesaian santunan kecelakaan  lalu lintas.

“Selama ini kami sering mendapat keluhan dari para korban kecelakaan yang kesulitan  untuk berobat kemana. Di samping itu mereka tidak mengerti bagaimana  proses pengurusan mendapatkan santunan jasa Raharja. Mereka juga tidak mengetahui bahwa sesuai dengan Undang-Undang Jasa raharja Tahun 1964 bahwa korban kecelakaan berhak mendapatkan santunan. Kondisi ini menyebabkan para korban kecelakaan ditipu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” paparnya.

Jadi dengan adanya penandatanganan kesepakatan bersama ini, tambah Risya, maka warga yang menjadi korban kecelakaan otomatis langsung mendaatkan perolongan di rumah sakit-rumah sakit  yang telah ditunjuk sampai tuntas. Sedangkan biaya perawatan medisnya akan ditanggung PT Jasa Raharja.

Sementara itu menurut Ketua PMI Kota Medan Musa Rajekshah, dilakukannya penandatanganan kesepakatan bersama ini  sangat baik mengingat tingkat kecelakaan lalu lintas sangat tinggi, terutama bagi pengemudi kenderaan roda dua. Sementara penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas selama ini  dinilai masih lambat. Untuk itu PMI Kota Medan siap memberikan bantuan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Apalagi PMI saat ini telah tersebar di setiap kecamatan.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Ijeck ini,  bantuan yang diberikan PMI selama ini terhadap korban kecelakaan sebatas penanganan untuk ambulans mulai dari penjemputan korban sampai mengantarkannya ke rumah sakit. “Jadi dengan penandatanganan  kesepakatan bersama yang pertama dilakukan di Sumatera Utara ini       dapat memberikan pertolongan secara cepat terhadap para korban kecelakaan lalu lintas,”  jelasnya.

Diposting: on 02 Apr 13. Rubrik MEDAN. Ikuti perkembangan berita ini. RSS 2.0. Berikan komentar.

TERBARU