Kesawan Bakal Dilengkapi Lorong Bagi Pejalan Kaki


Medan,DP News
Rencana pembangunan yang akan dilakukan Pemko Medan, salah satunya menciptakan kawasan-kawasan pedestrian agar masyarakat, terutama pejalan kaki  merasa tenang dan nyaman berjalan kaki menikmati keindahan Kota Medan tanpa khawatir kendaraan bermotor yang berseliweran.
Pembangunan akan dimulai dari  Kesawan yang merupakan kawasan heritage sampai wilayah Medan Deli. Untuk Kesawan, semua teras akan dirapikan dan dibuatkan arkade atau lorong sehingga pejalan kaki yang melintas terlindungi dari panas maupun hujan. Kawasan Kesawan ini akan kita tata dan buat indah karena banyak peninggalan bersejarahnya. Semoga penataan yang kita lakukan di kawasan Kesawan akan mengundang wisatawan lebih banyak lagi yang datang.
Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengunjungi kantor Harian Analisa, Sabtu (1/2). Selain bersilaturahmi terkait masih dalam suasana perayaan Hari Raya Imlek 2020, kunjungan juga dilakukan  dalam rangka menyampaikan sejumlah program yang akan dilakukan guna menjadikan Kota Medan lebih baik lagi ke depan.
Kedatangan Akhyar disambut langsung Supandi Kesuma selaku Pimpinan Harian Analisa beserta sejumlah jajaran redaksi. Didampingi Kadis Kominfo Kota Medan Zain Nouval, Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane dan Camat Medan Barat Rudi Faisal, Akhyar memaparkan keinginannya menjadikan Medan bersih sampah. Namun keinginan itu tak bisa diwujudkan tanpa dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat.
Oleh karenanya dalam setiap kesempatan maupun kegiatan, Akhyar mengaku tak pernah jenuh untuk mengajak masyarakat hidup bersih. Selain tidak buang sampah sembarangan, juga  diharapkan untuk mewadahi sampah rumah tangganya masing-masing agar tidak berserakan sekaligus memudahkan petugas kebersihan  mengangkutnya. "Kita tidak pernah bosan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk senantiasa hidup bersih. Jika kota yang kita cintai ini indah dan bersih sampah, tentunya jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara akan lebih meningkat sehingga perekonomian masyarakat semakin menggeliat," kata Akhyar.
Selain menjaga kebersihan, jelas Akhyar, warga juga diedukasi untuk menggunakan tumbler guna mengurangi penggunaan sampah plastik. Sebab, sebagian besar sampah yang dibersihkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan umumnya berbahan plastik. "Penggunaan tumbler telah kita mulai dari lingkungan Pemko Medan. Disamping itu juga kita telah mengurangi penggunaan air kemasan plastik sekali minum, termasuk penggunaan styrofoam," ungkapnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung dengan akrab dan penuh rasa kekeluargaan itu, Akhyar juga menyampaikan masalah terjadinya genangan air dan banjir yang acap menerpa Kota Medan. Kondisi itu ungkapnya, terjadi akibat sejumlah sungai yang melintasi Kota Medan mengalami pendangkalan. Untuk melakukan normalisasi, diperlukan kerjasama lintas sektoral sehingga hasilnya lebih maksimal. Di samping itu kondisi drainase juga banyak yang membutuhkan perbaikan sehingga dapat menampung debit air saat hujan deras turun.(Rd)