Medan,DP News

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PU Medan diinstruksikan bersihkan 6.825 M persegi sedimentasi drainase per hari di wilayah masing-masing.Namun Walikota Medan M Bobby Nasution sempat terperangah gara gara para Kepala UPT tidak mengetahui panjang jalan dan saluran drainse di wilayahnya.

“Jadi apa yang ditangani UPT? Jangan-jangan Kepala UPT juga tidak tahu aliran air mau dibawa kemana. Bagaimana pula mau membuat perencanaan yang baik?” ungkap Bobby Nasution.  

Hal ini terungkap saat Bobby Nasution memimpin Rapat Lanjutan Evaluasi Penanganan Banjir, Kamis (2/12) di Gedung PKK Medan. Diketahui, Dinas PU Medan memiliki 5 UPT yakni Medan Barat, Medan Kota, Medan Selatan, Medan Timur, dan Medan Utara.

Bobby Nasution didampingi Kepala Bappeda Benny Iskandar, Asisten Pemerintahan M. Sofyan, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Endar Sutan Lubis, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah M. Husni, juga mengatakan, personil kelima UPT Dinas PU itu juga harus memperbaiki drainase yang rusak.

“Yang di pinggir-pinggir jalan itu banyak yang jeblos, bahkan di pusat kota banyak yang tidak diperhatikan. Contohnya di depan Masjid Raya trotoarnya sudah amblas.Drainasenya terbuka, kita tidak tahu apakah ada orang jatuh, drainasenya kering sekali.Dalam beberapa hari ke belakang tidak pernah ada genangan air di sana. Berarti air tidak bisa sampai drainase ini perlu Yang seperti ini ditangani segera,” sebut Bobby.

Di samping itu, Bobby Nasution juga mengingatkan camat agar tetap menugaskan dan mengawal Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) untuk membantu melakukan pembersihan di saluran tersier.

Di awal rapat itu, konsul dan kelima Kepala UPT ini memaparkan rencana penanganan genangan air di wilayah masing-masing. Dari pemaparan itu, terungkap bahwa total titik genangan air di Medan sebanyak 1.324 titik. Perinciannya, sebanyak 239 titik terdapat di wilayah UPT Medan Barat, 257 di UPT Medan Kota, 186 di UPT Medan Selatan, 175 di UPT Medan Timur, dan 467 di UPT Medan Utara. Dalam pemaparan itu juga dikategorikan titik-titik genangan berdasarkan luas, tinggi, lama, dan frekuensi genangan, berikut rencana penanganannya.

Bobby Nasution tidak hanya mendengarkan pemaparan tersebut. Dalam rapat yang berlangsung dari pagi hingga sore itu, Bobby juga memberikan tanggapan serta meminta penjelasan secara rinci untuk mengetahui kematangan perencanaan yang dibuat kelima UPT tersebut dalam menangani banjir di wilayah masing-masing.

Saat ditemui wartawan Bobby Nasution mengatakan, target Pemko adalah mengurangi titik genangan. Selain itu, mengurangi lamanya genangan juga menjadi prioritas.

“Kita coba terus untuk mengurangi jumlah titik genangan, walaupun belum semua titik bisa dikurangi namun intensitasnya, lama genangan. Itu yang tadi saya lihat. Ada yang lima jam, bahkan sampai di atas 8 jam. Kita mau minimal yang lama genangan 8 jam itu harus hilang," ungkapnya.

Bobby Nasution juga mengungkapkan, yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana membuat air mengalir ke sungai juga meresap ke tanah.

Pada bagian lain, Bobby Nasution juga mengatakan, bangunan yang menutupi drainase merupakan salah satu faktor yang mengganggu sistem drainase. Dan ini harus menjadi perhatian kepala UPT dan Camat.

"Itu harus menjadi tanggung jawab Kepala UPT di kewilayahan. Dan camat harus paham betul, apa yang mengganggu sistem drainase kita, apakah sedimentasi atau masyarakat yang bangunannya menutupi drainase," ucapnya seraya meminta camat dan Kepala UPT memetakan bangunan-bangunan di atas drainase dan melaporkannya kepada OPD terkait.

 "Untuk apa kita punya lima UPT. Apalagi  mereka tetap akan dibantu dengan kewilayahan dan Satpol PP untuk menertibkan," tandas Bobby.(rd).

Share Berita

 

Karo, DP News 

Sebanyak 11 desa di Kabupaten Karo telah selesai melaksanakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang III Tahun 2021.

Dalam pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Karo, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dr.  Dadang Hartanto didampingi, auditor madya Kombes Bostang Panjaitan, Wadir Sabhara  AKBP Beni Hutajulu bersama Forkopimda Karo, meninjau 3 TPS di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat serta satu TPS di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung.

"Alhamdullilah seluruh proses Pemungutan Suara dan penghitungan hasil pemungutan suara di 34 TPS  pada Pilkades 2021 di Kabupaten Karo berjalan aman dan kondusif," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kamis (2/12)

Juru bicara Polda Sumut itu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan dikabupaten Tanah Karo dimana pelaksanaan Pilkades berjalan kondusif.

"Polda sumut dan Kodam I/BB serta pemerintah daerah tetap siaga mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pasca Pilkades," ucap Hadi

Kapolda Sumut mengapresiasi pelaksanaan Pilkades dan juga pengamanan yang dilakukan TNI Polri dan stakeholder terkait dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Tanah Karo yang telah menjaga suasana Pilkades aman dan kondusif, juga kepada anak-anak saya prajurit TNI dan Polri yang memberikan pengamanan secara maksimal, sehingga gelar pesta demokrasi di tingkat desa berjalan lancar dan Kamtibmas kondusif," Pungkas Kapolda.(TS)

Share Berita

Medan, DP News 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko S.H, S.I.K  M.Si melakukan kunjungan kerja ke Mako Polsek Medan Baru Jalan Nibung Baru,Petisah Tengah, ,Kamis (02/12).

Kehadiran Kapolrestabes Medan disambut  Kapolsek Medan Baru AKP Teuku Fathir Mustafa SIK MH didampingi Kanit Lantas Iptu R. Situmorang, Kanit Samapta Iptu Carles A Siregar BA serta Kanit Propam Ipda M.Hutauruk.

Dalam kunjungan kerjanya, Bapak Kapolrestabes Medan memantau dan memperhatikan bangunan Polsek Medan Baru yang sedang dalam tahap renovasi ( rehab ) dengan sumber dana dari APBD al Medan TA 2021.

"Disela kunjungannya, Kapolrestabes Medan memastikan pembangunan Polsek Medan Baru tidak ada kendala, tepat sesuai rencana hingga nantinya dapat memberikan layanan kepolisian kepada masyarakat,"kata Kapolsek AKP Teuku Fathir Mustafa SIK MH.

Selain meninjau tahap pembanguan Polsek, Bapak Kapolrestabes Medan juga memberi arahan agar personil untuk selalu mentaati Protokol Kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dalam melaksanakan tugas guna memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

"Sebelum meninggalkan Mako Polsek Medan Baru,Kapolrestabes Medan  mengingatkan agar personel selalu menjaga kesehatan supaya memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing," ucap Kapolsek yang mengakhiri.(TS)

Share Berita

Medan, DP News 

Petugas Reskrim Polsek Medan Baru amankan seorang laki-laki yang melakukan  pemalakan / pungli terhadap seorang wanita pemilik usaha dekorasi,Sabtu(27/11) lalu.Pelaku diamankan bernama MS (40) warga Medan Polonia.

Kapolsek Medan Baru AKP Teuku Fathir Mustafa SIK MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Martua Manik SH MH mengatakan peristiwa  pemalakan tersebut dialami korban bernama Versi Indria Jayatri (36).

"Peristiwa pemalakan tersebut berawal pada hari Sabtu tanggal 27 November lalu sekira Pukul 19.30 Wib ketika korban sedang mengantar peralatan dekorasi ke Jalan Agus Salim,Madras Hulu,Medan Baru"kata Kapolsek AKP Teuku Fathir Mustafa SIK MH, Kamis(02/12).

Pada saat korban menurunkan peralatan dekorasi, Kapolsek menyebutkan korban tiba-tiba didatangi seorang laki-laki tak dikenal dan meminta uang kepada korban sebesar Rp 150 ribu.

"Pelaku meminta uang kepada korban dengan mengatasnamakan alah satu organisasi  Disitu korban  membayar uang Rp 120 ribu," ujarnya.

Kemudian esok harinya pada hari Minggu 28 November sekira pukul 21.00 wib, pelaku kembali menjumpai korban di Jalan Agus Salim.

"Alasan pelaku kembali mendatangi korban karena ingin menggadaikan Hp l-nya tetapi korban mengatakan tidak ada uang, Kemudian pelaku  meminta sisa uang kemarin Rp 30 ribu dan korban mengatakan tidak ada uang sambil memvidiokan aksi pelaku yang kemudian vidio tersebut viral di media sosial," jelasnya.

Mengetahui viralnya aksi pemalakan pelaku terhadap korban,  Kapolsek Medan Baru langsung memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Martua Manik SH MH dan Panit 2 Reskrim Ipda Regi Manda Putra STRK serta personil melakukan penyelidikan atas kejadian vidio viral pemalakan tersebut.

"Dari hasil penyelidikan petugas, pelaku berhasil diamankan pada hari Rabu tanggal 1 Desember sekitar pukul 17.30 wib di Jalan Agus Salim,"ungkap Kapolsek.

Kepada petugas, pelaku mengakui video yang viral di media sosial merupakan dirinya yang telah meminta uang kepada korban sebesar Rp 120.000 dengan alasan uang PS (preman setempat).

"Setelah pelaku kita amankan,  kemudian petugas menghubungi korban untuk datang ke kantor Polsek Medan Baru dan korban juga telah membuat laporan pengaduan. Untuk barang bukti yang diamankan uang tunai Rp 40.000 (sisa hasil yang dipaaak) dan 1 (satu) buah tas hitam, rekaman video dari korban pada saat kejadian,ujarnya.(TS)

Share Berita

Medan,DP News

Komisi II DPRD Simalungun melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Medan, Rabu (01/12).Mereka diterima Kabag Umum DPRD Kota Medan Ali Sipahutar beserta Kasubag Humas dan Protokol Ridha Aini. 

Kunjungan kerja anggota DPRD Simalungun yang duduk di Komisi III itu dalam rangka menambah wawasan serta referensi dalam kerja sama pemanfaatan aset atau barang milik daerah dan penyertaan modal ke perusahaan daerah serta mengenai perijinan daerah. 

"Kami kemari untuk menambah wawasan terkait sistem pengelolaan aset daerah. Termasuk juga mengenai penyertaan modal perusahaan dan sistem perizinan," kata Koordinator Komisi III DPRD Simalungun Timbul Jaya H Sibarani. 

Sementara Kabag Umum DPRD Medan M Ali Sipahutar mengatakan Medan adalah salah satu pusat pertumbuhan utama di Indonesia, dan merupakan kota multietnis yang penduduknya terdiri dari orang-orang dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda.(rd)

Share Berita

Medan,DP News

Komisi I DPRD Asahan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Medan,Rabu (01/12). 

Kunker ini diterima Kabag Umum DPRD Medan M Ali Sipahutar didampingi Kasubag Humas dan Protokol Ridha Aini. 

Wakil Ketua Komisi I DPRD Asahan Yenny Manik mengatakan kunjungan kerja ini untuk 'menimba Ilmu' dan menambah wawasan mengenai APBD Tahun Anggaran 2022.

"Menambah wawasan bagi kami untuk membahas APBD Asahan Tahun 2022," kata Yenny. 

Yenny mengatakan pihaknya meminta masukan dan saran kepada DPRD Medan mengenai pembahasan APBD 2022 di Kota Medan. 

Kabag Umum DPRD Medan M Ali Sipahutar mengatakan DPRD Medan bersama Pemko Medan telah mensahkan APBD Kota Medan. Proyeksi APBD Kota Medan Tahun 2022 sebesar Rp6,673 triliun,” jelasnya.

Ranperda APBD Kota Medan TA 2022 sudah disahkan menjadi Perda dalam Sidang Paripurna DPRD Medan,Selasa(1/12).(rd).

Share Berita

Asahan,DP News

Nasib petugas pengangkut sampah ibarat pepatah 'sudah jatuh ketimpa tangga pula'.Sudahlah Betor pengangkut sampah  tidak laik pakai,minyak ditanggung sendiri ditambah lagi target uang sampah Rp1,2 juta-Rp1,8 juta per bulannya.

Keluhan itu disampaikan sejumlah petugas pengangkut sampah  saat berbincang dengan awak media di tempat pembuangan akhir sampah baru-baru ini.

Disebutkan,bersama teman sepekerjaanya turut membantu meningkatkan PAD yang ditargetkan Dinas LH. Setoran untuk PAD bervariasi per bulannya. Dia bersama temannya  membayar sebesar Rp 1,2 juta per bulan bahkan ada juga teman-teman yang lain membayar Rp 1, 8 juta tergantung kondisi betor dan luas wilayahnya.

Biasanya jika beroperasi minyakpun ditanggung. Kira-kira tiga bulan ini minyak betor pun ditanggung sendiri.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Lingkungan Hidup Asahan dari retribusi persampahan di TA 2021 ditargetkan Rp 1,6 M.Disebutnya lagi, bahwa tanggungjawab PAD ini sejak tahun 2019.

Petugas pengangkut sampah yang sudah bekerja belasan tahun itupun menceritakan bagaimana setoran itu dia peroleh. Dikatakannya, untuk menutupi kewajibannya tersebut, dia terpaksa mencari sampah perumahan dan rumah warga sekitar kemudian mengangkutnya.

"Karena sampah itu saya yang bersihkan, mereka (red-pemilik rumah) masing -masing memberikan uang perbulannya berkisar antara Rp 15 ribu - Rp 20 ribu.Dengan cara itulah saya mencari langganan bulanan sampah agar kewajiban yang Rp 600 ribu bisa terpenuhi. Kalau gaji saya per bulannya bang hanya Rp 980 ribu," ucapnya.

Sementara itu,Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Asahan Haris Simangunsong ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (2/12) mengaku bahwa petugas pengangkut sampah di  Asahan punya tanggungjawab, baik itu menggunakan betor pengangkut sampah maupun truk pengangkut sampah. Mereka(red-petugas pengangkut sampah) mempunyai kewajiban untuk meningkatkan PAD.

Dikatakannya,kewajiban meraka itu adalah sesuai dengan Perda  Nomor 5 Tahun 2011 tentang retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan.

Oleh karena itu, berdasarkan peraturan tersebutlah petugas pengangkut sampah/ kebersihan mempunyai tanggung jawab. Jadi saat mereka menyetor per bulannya ke bendahara, ada kuitansi. Bahkan saat menagih ke rumah-rumah pun petugas kebersihan membawa kuitansi, kata Haris.

Saat disinggung kenapa kondisi betor pegangkut sampah tidak layak pakai, dia tersenyum mengatakan bahwa anggaran perawatan betor dan truck sampah terbatas.Sementara anggaran perawatan untuk TA  2021 dianggarkan sebesar Rp 21 juta. Ini salah satunya yang menjadi permasalahan bang. Saat ini belum kita realisasikan mengingat minimnya anggaran perawatan. Saat ini jumlah betor pengangkut sampah di Dinas LH sebanyak 32 unit, termasuk 3 unit bantuan dari Inalum, ucapnya.

Disinggung soal target PAD persampahan untuk tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,6 M, apakah mencapai target. Dengan tegas Haris menjawab tidak tercapai. Apalagi target PAD tahun 2020 sebesar Rp 1 M lebih itu juga tidak tercapai, tegas Haris.(ZN).

Share Berita

Medan,DP News

Dirreskrimsus Polda Sumut, KBP John CE Nababan, SIK, MH beserta personel Subdit III/ Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut menerima penghargaan dari Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumut Kementerian Keuangan RI, Bapak Tiarta Sebayang bertempat di Aula Simarjarunjung KPPN Medan II. (2/12/2021)

Penghargaan diberikan atas prestasi Ditreskrimsus Polda Sumut dalam upaya mengawal dan menyelamatkan keuangan negara yang bersumber dari APBN di Sumatera Utara Tahun 2021.

Adapun penerima penghargaan yaitu: Dirreskrimsus Polda Sumut (KBP John CE Nababan, SIK, MH), Wadirreskrimsus Polda Sumut (AKBP Patar MH Silalahi, SIK), Kasubdit III/Tipidkor Polda Sumut (Kompol James Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK), beserta 16 personel Subdit III/Tipidkor Polda Sumut.

Hadir dalam acara pemberian penghargaan tersebut yaitu Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumut Bapak Tiarta Sebayang dan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Medan.(TS)

Share Berita

Medan, DP News

Rapat evaluasi Program  Bantuan Sosial Non Tunai ( BPNT) dipimpin Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Dra.Hj. Manna W Lubis M, AP 

Rapat ( BPNT) ini bertempat di Hotel Emerald Garden Medan ,berlangsung selama tiga hari yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota, dan Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Kordinator Daerah (Korda), dan 2 orang pendamping Sembako dari kabupten/kota se-Sumatera Utara.

Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara Dra,Hj. Manna W M, AP menegaskan bahwa evaluasi program BPNT ini ada beberapa hal yang sangat penting ditingkatkan , terkait dengan penyaluran bantuan sosial sembako agar tidak ada kendala antara kpm. dan e,warong yaitu tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat kwalitas, dan tepat administrasi .Apabila yang keenam hal tersebut bisa terlaksana maka permasalahan permasalahan di lapangan tidak ada lagi . 

Dalam hal ini Kepala Dinas Sosial provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi seluruh korda dan pendamping yang sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam hal pendampingan KPM sembako sampai saat ini melalui Dinas Sosial kabupaten/kota,pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara menghimbau kepada para korda dan pendamping supaya tetap semangat dan semangat untuk melaksanakan tugas dilapangan walaupun tali kasih yang cukup minim .

Mudah mudahan para Korda dan pendamping Sembako tetap jaya dan dapat berkah untuk menambah kwalitas dan bijaksana dalam hal pendampingan KPM sembako di setiap wilayah masing masing,tandasnya lagi.

Lebib lanjut ,kadis sosial Sumut juga menyampsikan rasa Terimakasih kepada kementerian sosial yang sudah memperjuangkan kebutuhan masyarakat miskin untuk hidup sejahtera mudah mudahan program ini semakin maju dan tetap berjalan dengan baik,tutupnya berharap. ( heli - red).

Share Berita

Samosir,DP News

Potongan mayat berjenis kelamin laki - laki tersebut yang ditemukan warga di Desa Sosor Dolok Harian dievakuasi  untuk otopsi ke RSU Demikian keterangan diperoleh, Kamis(3/12) mengenai mayat yang ditemukan di bebatuan sungai.

Sebelumnya,dua pelajar siswi SDN 3 Sosor Dolok terkejut saat menuju aliran Sungai Aek Natio percis berada di belakang sekolah mereka .

Awalnya kedua siswi itu bermaksud hendak buang hajad ke sungai.

Namun mereka sontak dikejutkan setelah melihat sekujur potongan tubuh manusia terbujur kaku tersangkut di batu mengapung di aliran Sungai Aek Matio,Desa Sosor Dolok,Kecamatan Harian ,Samosir,Rabu(2/12).

Atas peristiwa yang menggegerkan itu, mereka langsung berlari melaporkan kepada gurunya, lebih lanjut guru SDN 3 Sosor Dolok  langsung melaporkannya ke kepala desa setempat .

Kepala Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian Robungsu Limbong meneruskan peristiwa penemuan potongan mayat laki- laki tanpa identitas itu ke Polsek Harian dan Camat Roberthon Manik.

Kepala Desa Sosor Dolok Robungsu Limbong menyebutkan, hingga saat ini tidak ada warga nya yang hilang dan memastikan bahwa Potongan mayat tersebut bukan warga desanya.

Atas peristiwa ini Kapolsek Harian AKP Herman Sembiring langsung Terjun kelokasi bersama Polres Samosir untuk melakukan evakuasi Mayat yang ada di aliran sungai .

Babinsa Serda  Lamtor Siburian ,saat dikonfirmasi mengatakan, tadi ada warga yang memberi informasi bahwa ada penemuan sesosok mayat laki-laki di aliran Sungai Matio.Setelah di cek kelokasi ternyata mayat itu sudah membusuk dan bagian batok kepala tidak ada,tampa Kaki dan tangan,ujar Babinsa.

Dan sejauh ini, belum ada warga kita yang merasa kehilangan anggota keluarga di Desa Sosor Dolok ,tegas Babinsa.(rel/ml)

Share Berita
Diberdayakan oleh Blogger.