Antonius D Tumanggor: Rakyat Sudah 'Menjerit' , Alihkan Saja Dana Kunker,Sosper dan Reses Bantu Warga Terkena Dampak Virus Corona


 
Medan,DP News 
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor,Ssos mengaku sudah banyak menerima keluhan dari warga dampak dirumahkannya menyusul kebijakan penanggulangan penyebaran Virus Corona.Saat ini buuh angkah konkrit dari pemerintah untuk membanu waargaa yag terdampak elaragan keluar rumah yang sudah brlanssung haoir 2 minggu lebih.
Rakyat sudah ‘menjerit’  mulai kehabisan dana untuk membutuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena tidak berani keluar untuk bekerja dampak virus Covid-19.Hingga kini, pemerintah juga belum bisa memastikan kapan berakhirnya himbauan tersebut, mengingat kebutuhan hidup sehari-hari harus tetap terpenuhi, terutama bagi masyarakat pekerja harian yang bekerja lagi buat makan besok hari, seperti penarik becak, supir angkot, pekerja Ojol, buruh bangunan, tukang parkir, pedagang kaki lima dan lain sebagainya.
Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos asal Dapil 1 Medan saat diminta tanggapannya mengenai permasalahan ini mengatakan, dia sudah banyak menerima keluhan dari warga yang ada di Dapil 1, tempat daerah pemilihannya. Disebutkannya, dampak dirumahkan tersebut, setiap hari, sudah ada berdatangan warga yang mengeluh tidak mampu beli beras, bayar uang sekolah anak, bayar listrik dan air ternasuk juga kebutuhan lainnya sebab, mereka tidak lagi bekerja dampak covid-19 dan aturan dari pemerintah.
"Ini bukan untuk kepentingan kami (DPRD Medan-red) tapi untuk warga kota Medan, selaku dewan kami hanya bertugas sebagai pengawasan dan semua itu merupakan tanggungjawab Dinas Sosial. Namun karena ini sudah masalah dunia, kita juga harus turun tangan. Saya rasa, semua anggota DPRD Medan merasakan hal yang sama juga,ungkap anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan ini,Senin,(30/3)).
Dicontohkan Antonius, usulan pengalihan dana anggota dewan yang dia maksud seperti biaya perjalanan dinas antar kota dalam provinsi yang setiap minggu dilaksanakan. "Karena ini sudah merupakan bencana nasional dan dunia. Kita harus bersama dan kompak memberikan solusi bagaimana agar wabah Covid-19 ini segera dapat selesai. Pemerintah Kota Medan, dalam hal ini, Plt.Walikota Medan harus segera merespon usulan dewan ini, dan bila perlu dilakukan rapat koordinasi terkait penggunaan pos-pos anggaran yang dianggap bisa dijadikan untuk membantu masyarakat selama covid-19 ini masih merupakan ancaman dan bencana,"terang Antonius.
Politisi dari Partai NasDem Kota Medan ini juga menjelaskan, tidak ada pilih kasih terhadap Viris Corona (Covid-19), siapa saja bisa terkena saat ini. Untuk itu, jangan sampai wabah semakin bertambah banyak, dan akhirnya pemko tidak siap. Selain itu sambung Antonius, dampak ketakutan dan kepanikan masyarakat di tengah wabah Virus Corona bukan lagi masalah terpapar virus Covid-19 tersebut, tetapi yang paling fatal, jika kebutuhan dasar masyarakat seperti beras, minyak makan, gula dan pemenuhan gizi di keluarga masing-masing seperti himbauan pemerintah tidak mampu lagi dipenuhi. " Yang terjadi nantinya malah penjarahan, dan keributan akibat tidak ada lagi kebutuhan pokok di rumah masing-masing, ini harus diantisipasi sejak dini,"sebutnya.
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan ini juga mencontohkan, jika pemerintah mengizinkan dana perjalanan dinas anggota dewan yang tidak terpakai dampak wabah virus Corona, dapat digunakan anggota dewan untuk membantu konstituen nya masing-masing seperti mengalihkan dana tersebut dalam bentuk pemberian sembako, penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan bantuan dalam bentuk lainnya.
" Karena dampak virus Covid-19 amat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat bukan hanya warga miskin, yang kaya dan pelaku bisnis pun terpukul akibat wabah coronavirus ini. Bagaimana agar kepanikan warga terhadap virus Corona ini tidak terjadi dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat juga harus dapat dijamin oleh pemerintah dan itu juga ada di dalam Undang-Undang,"terang nya.
Jika pun tidak cukup, usul Antonius lagi, agar anggaran dana kegiatan seperti Sosper yang setiap bulan biasanya dilaksanakan dan pelaksanaan Reses dibulan April 2020, sementara waktu dapat dialihkan untuk membantu warga Medan yang sudah sangat membutuhkan.
"Bukan hanya korban Covid19, namun juga korban kelaparan yang akan mengakibatkan terjadinya penjarahan. Pihak TNI/Polri segera mengawasi usaha-usaha yang ada di kota Medan mengantisipasi kepanikan warga medan ketika tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Terlebih lagi, bulan ini sudah mendekati bulan puasa,"terangnya.
Antonius juga berharap pemerintah melalui dinas tenaga kerja mengataasi perusahaan yang diduga akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak karyawanan dengan alasan covid 19.
Sementara itu, Sahala Sinambela yang berprofesi sebagai penarik betor, warga Jalan Gereja yang mengadu ke anggota DPRD Medan, mengenai cicilan sepeda motor miliknya yang sudah jatuh tempo namun ditagih oleh pihak perusahaan leasing, sementara, pengakuan Sinambela, pasca diberlakukannya peraturan pemerintah untuk tidak keluar rumah, usahanya drastis menurun, sebab penumpang sepi katanya.
Diakui Sahala lagi, dia juga sudah mengadukan keluhan dia tersebut kepada salah seorang anggota DPRD Medan dari Partai Nasdem, Antonius Tumanggor, yang selanjutnya membantu dirinya membayarkan cicilan sepeda motornya untuk bulan Maret dan April.
" Semoga masalah Covid-19 ini segera terselesaikan, dan masyarakat dalat kembali bekerja normal. Termasuk juga para ASN dan anggita DPRD Medan kembali dapat melayani masyarakat. Kita berdoa agar Tuhan dapat membuka jalan bagi pemerintah untuk menselesaikan wabah Covid-19 ini," terangnya.
Antonius juga menghimbau warga agar waspada terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi saat ini dengan mengiming-imingkan akan melakukan penyiraman cairan Disinfektan namun meminta sejumlah uang kepada warga, seperti laporan yang iya terima dari konstituennya terkait masalah tersebut.
"Saya minta warga juga waspadai upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang menawarkan bantuan penyemprotan disinfektan namun meminta sejumlah uang kepada warga,"pungkas Antonius.
Keluhan lain diterima Antonius dari Pastor Paulinus Simbolon menyangkut sulitnya mencari barang bilik steril Covid-19, untuk diberikan ke panti asuhan jompo di Jalan Mongonsidi. Dia berharap Plt.Walikota Medan mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan segera mengantarkan bilik steril tersebut ke Panti Jompo Karya Kasih yang merupakan panti tertua di Kota Medan. (Rd)