Info Penting...,Setiap 1 Cm Persegi Kulit Tangan Dijejali 1500 Bakteri...


Jakarta,Kompas.com
Coba ingat-ingat lagi apa yang sudah Anda pegang hari ini. Membuka pintu, memegang pada tiang di bus atau kereta, sampai menggenggam ponsel sepanjang hari. Aktivitas-aktivitas ini membuat tangan terpapar banyak bakteri dan virus yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Tangan yang terkontaminasi bakteri dan virus dapat menjadi perantara masuknya penyakit ke dalam tubuh saat tangan yang kotor menyentuh mulut, hidung, dan mata.
"Artinya, telapak tangan kita bisa jadi pintu masuk berbagai bakteri dan virus," kata ahli kesehatan masyarakat Husein Habsyi kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Amerika Serikat (CDC) lebih dari 80 persen penyakit infeksi ditularkan melalui tangan.
Husein menjelaskan ada jutaan bakteri yang dapat menempel di tangan. Diperkirakan setiap 1 cm persegi kulit tangan terdapat 1.500 bakteri. Sedangkan lipatan kulit tangan dan di bawah kuku adalah lokasi persembunyian bakteri yang terbanyak. Namun tak semuanya menyebabkan penyakit.
Bakteri itu terdiri dari bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik merupakan bakteri yang tidak berbahaya dan dapat menjaga keseimbangan tubuh. Sedangkan bakteri jahat merupakan sumber penyakit atau patogen.
Penelitian yang dilakukan Channel News Asia menunjukkan terdapat sejumlah bakteri berbeda saat tangan memegang benda tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil cetakan tangan, lalu menganalisisnya di laboratorium.
Saat tangan memegang handphone terlihat koloni bakteri berwarna emas.
"Koloni emas yang terlihat di sini kemungkinan besar adalah Staphylococcus aureus, patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi serius," kata Profesor Chris Sam dari National University of Singapore yang mengawasi penelitian.
Bakteri Staphylococcus aureus juga terlihat saat tangan mendorong troli di supermarket. Saat ke pasar, bakteri yang ada di tangan pun lebih banyak karena banyak sumber bakteri seperti unggas, daging, dan makanan laut.
Bakteri berbeda juga terlihat saat tangan memegang menu makanan di sebuah kedai kopi. Tampak bakteri yang bergerak dengan sangat cepat. Menu makanan merupakan salah satu benda yang dipegang banyak orang.
Setelah bermain dengan hewan, bakteri yang menempel di tangan juga beragam. "Jumlah spesies bakteri juga meningkat," ujar Sham.
Sarang bakteri di rumah
Sarang bakteri lainnya adalah spons pencuci piring di dapur. Tampak banyak bakteri berbentuk batang setelah memegang spons. Menurut Sham, spons yang lembap menjadi tempat kesukaan bakteri berkembang biak dengan cepat.
"Jika tidak membersihkan dan menyemprot desinfektan spons dapur, Anda sebenarnya tengah menyebarkan bakteri dari satu barang ke barang lainnya, bukannya malah membersihkannya," tutur Sham.
Hanya saja tak dimungkiri kalau manusia tidak mungkin untuk menghindari bakteri sama sekali, tetapi Sham menyarankan agar kita setidaknya bisa mengendalikan jenis bakteri yang berhubungan dengan Anda.
Kami tahu di mana kami dapat menemukan bakteri patogen - seperti dudukan toilet. Jalur feses-mulut ini sangat umum untuk penyakit bawaan makanan," katanya.
Selain bakteri, virus juga dapat menempel di tangan. Mulai dari norovirus yang menyebabkan radang di sistem pencernaan, rotavirus yang menyebabkan diare, dan virus pernapasan seperti influenza dan adenovirus.
Virus juga dapat menyebar melalui tangan dan permukaan yang terkontaminasi, katanya. Ini termasuk norovirus, penyebab umum flu perut; rotavirus, penyebab umum lain dari diare infeksi, serta virus pernapasan seperti influenza dan adenovirus, hingga yang terbaru virus corona yang menyebabkan COVID-19.
Untuk menghilangkan bakteri dan virus sumber penyakit, Husein menyarankan untuk rutin mencuci tangan. Mencuci tangan dengan sabun dan air dapat meluruhkan virus dan bakteri.
Waktu-waktu penting untuk mencuci tangan adalah sebelum dan setelah makan, setelah buang air besar dan buang air kecil, setelah memegang hewan, dan saat masuk ke rumah, kantor atau sekolah. (Rd/komps.com)