Medan,DP
News
Pemko Medan untuk
menata Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya di Jalan Hindu, Kelurahan
Kesawan, Kecamatan Medan Barat mendapat dukungan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs
Agus Andrianto SH MH. Jumat (20/9), Pemko Medan dan Polda Sumut bekerja sama
melakukan pembersihan di lokasi gedung bersejarah yang dulunya merupakan
bangunan supermarket pertama di Kota Medan tersebut.
Sebelum gotong
royong dilakukan, Kapolda Sumut lebih dulu memimpin apel yang dihadiri Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi
MH, Sekda Kota Medan Ir Widiya Al-rahman MM serta sejumlah pimpinan OPD di
lingkungan Pemko Medan. Sebagai tanda simbolis dimulainya aksi bersih-bersih,
Kapolda selanjutnya menyerahkan peralatan gotong royong kepada dua orang
personel.
Usai apel,
Kapolda dan Wali Kota selanjutnya mendengar penjelasan Kadis Perumahan Kawasan
Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar. Dalam
penjelasan singkatnya, Pemko Medan akan mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai
bangunan heritage, termasuk memperlihatkan gambar Gedung Warenhuis usai ditata
nantinya berikut wilayah sekitarnya.
Setelah itu Wali
Kota dan Kapolda Sumut memasuki Gedung Warenhuis untuk melihat langsung kondisi
bangunan bersejarah tersebut. Keduanya tampak kagum dengan desain dan
arsitektur bangunan peninggalan Belanda sekalipun kondisinya sudah banyak yang
rusak. Sebagai wujud kepedulian untuk mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai
salah satu bangunan cagar budaya di Kota Medan, Wali Kota dan Kapolda Sumut
sempat mengecet tiang bangunan.
Kemudian Wali
Kota dan Kapolda berjalan kaki menuju Pasar Hindu yang lokasinya tidak jauh
dari Gedung Warenhuis. Di belakang Pasar Hindu ternyata terdapat bangunan
Madrasah Al Washliyah yang dibangun 30 Nopember 1930 dan kini dijadikan sebagai
museum. Direcanakan, bangunan madrasah itu juga akan direvitalisasi bersama
Masjid Bengkok yang berada di Jalan Masjid.
Aksi
bersih-bersih Pemko Medan bekerjasama dengan Polda Sumut berjalan dengan
lancar. Seluruh petugas yang terlibat tampak penuh semangat membersihkan Gedung
Warenhuis dan kawasan sekitarnya. Di samping itu pembersihan serupa juga
dilakukan di seputaran Kantor Pos yang berada di kawasan Titik O Kota Medan
(kawasan Lapangan Merdeka). Aksi bersih-bersih ini mendapat apresiasi penuh
warga sekitar, sebab mereka ingin melihat kembali Gedung Warenhuis seperti masa
kejayaannya dulu.
Kapolda Sumut
menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota atas dilaksanakannya aksi
bersih bersama di lokasi Gedung Warenhuis. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai
bentuk kehadiran negara bagi masyarakat dalam upaya menghadirkan kembali Kota
Medan yang pernah dijuluki sebagai Parijs Van Sumatera.
"Kita punya
banyak warisan bersejarah di Kota Medan,
salah satunya Gedung Warenhuis. Apabila kita rawat dengan baik tentunya akan
menjadi ikon Kota Medan. Untuk itu mari kita rawat dan lestarikan seluruh
bangunan bersejarah sehingga menjadi bangunan heritage. Dengan demikian akan
menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara," kata Kapolda.
Di kesempatan itu
Kapolda selanjutnya menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemko Medan dalam
melakukan penataan di Kota Medan. Salah satu buktinya hingga kini Pemko Medan
telah menumbangkan sekitar 4.500 papan reklame bermasalah yang ada. Atas dasar
itulah tegas Kapolda, Polda Sumut beserta seluru jajaran siap mendukung penuh
upaya Pemko Medan tersebut.
Berkat dukungan
yang telah diberikan Polda Sumut, jelas Wali Kota, upaya penataan yang
dilakukan Pemko Medan bersama OPD terkait mulai membuahkan hasil
diantaranya penertiban papan reklame
bermasalah, parkir liar, terminal liar, kebersihan, pedagang kaki lima serta
mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya.
Terkait dengan
penataan Gedung Warenhuis, Wali Kota ingin menjadikan bangunan bersejarah itu
sebagai salah satu ikon membanggakan di Kota Medan. Dengan demikian Kota Medan
tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner saja tetapi juga wisata heritage
yang menarik di Tanah Air. "Jika ini terwujud, saya optimis jumlah
wisatawan yang datang mengunjungi Kota Medan akan lebih banyak lagi ke
depannya," jelasnya.
Setelah melihat
pelaksanaan bersih-bersih di lokasi Gedung Warenhuis berjalan lancar, Wali Kota
dan Kapoldasu selanjutnya berjalan kaki menuju Kantor Pos yang juga menjadi salah satu objek pembersihan. Kantor
Pos yang dibuka tahun 1911 merupakan
salah satu bangunan heritage yang dimiliki Kota Medan dan masih berdiri dengan
kokoh hingga kini.
Tidak hanya
melihat tim gabungan Pemko Medan dan
Polda Sumut tengah bekerja membersihkan seputaran Kantor Pos, Wali Kota dan
Kapolda Sumut juga ikut mengecet dinding depan dekat pintu masuk bangunan
Kantor Pos yang diarsiteki Snuyp, salah seorang arsitek Belanda. Selain Kantor
Pos, air mancur yang berada di depannya juga ikut dibersihkan karena masuk
cagar budaya yang dimiliki Kota Medan. (Rd)
