Suasana jalan banjir di salah satu kawasan di Kota Medan mengakibatkan pengendara harus ekstra hati-hati bahkan tidak jarang kenderaannya mogok dan harus didorong.(DP News)
Medan,DP News
Sejumlah kawasan
di Kota Medan banjir akibat guyuran hujan deras yang mengakibatkan ras jalan
bagaikan parit dan rumah penduduk tergenang.Bila hujan turun satu jam saja,banjir
tidak terelakkan lagi dan para anggota dewan un sudah berulang kali menyoroti
agar Dinas PU Kota Medan segera menuntaska masalah banjir ini.
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor yang kebetulan bersama "DP News" saat hujan deras mendapat laporan dari anggotayaa yang kebetulan melintas di sejumlah kawasan,Rabu(9/10)
Dan Antonius pun menyempatkan diri menunjukkan kondisi parit di sekitar Sei Agul yang hampir meluap dan kondisi ini dialami warga di seitar Gang Saudara.
Melihat kondisi
yang dialami warga,Pemerintah Kota Medan diminta segera melakukan pengorekkan
drainase yang tumpat di sepanjang Jalan Danau Singkarak, khususnya Gang
Saudara, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, karena menjadi salah satu
penyebab banjir.
Anggota DPRD
Medan Antonius Devolis Tumanggor mengatakan pengorekan drainase di kawasan itu
sifatnya sudah mendesak lantaran jika hujan sebentar, kawasan itu sudah
tergenang air bahkan merendam rumah-rumah warga.
“Kita minta Pemko
Medan segera melakukan pengorekkan drainase di kawasan itu. Apalagi warga di
sana terus mengeluhkan banjir,” kata Antonius Devolis Tumanggor yang cukup
prihatin bila hujan turun mengguyur Kota Medan.
Menurut politisi
Partai NasDem Kota Medan ini, selain persoalan tumpatnya saluran drainese,
pembangunan pondasi drainase juga perlu ditinggikan. Dengan begitu, kata dia,
debit air hujan bisa tertampung dan tidak meluber ke badan jalan.
“Pemko Medan
dalam hal ini Dinas PU perlu segera menyahuti keluhan warga karena banjir
membuat aktivitas warga menjadi terganggu,” katanya.
Antonius pun menuturkan bahwa dirinya sudah pernah turun ke
lokasi dan mendapati banyaknya tumpukan sampah di dalam parit yang sepertinya
belum pernah dikorek.
“Saya sudah
tinjau langsung ke lokasi. Memang saluran drainasenya tumpat akibat terjadinya
sendimentasi sampah. Jadi memang sudah harus dikorek,” kata anggota DPRD Medan
dari Daerah Pemilihan I meliputi Medan Petisah, Medan Barat, Medan Baru dan
Medan Helvetia, ini.
Sementara
itu,Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) didesak
harus bekerja cepat, terutama didalam mengantisipasi dan mengantisipasi banjir
di inti kota.
“Kita himbaulah
Pemko kerja cepat antispasi banjir ini, jangan tunggu-tunggu lagi,” kata Ketua
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) Perjuangan DPRD Kota Medan, Rabu
(9/10) menyusul volume hujan yang terus meningkat akhir-akhir ini untuk wilayah
Kota Medan dan sekitarnya.
Menurutnya,
kondisi inti kota yang semakin banyak terlihat genangan air diakibatkan hujan
sangat riskan, karena dampaknya ke lingkungan warga sekitar dan juga kenderaan
yang tidak mampu menembus banjir saat melintas di kawasan itu.
“Heran, di inti
Kota Medan masih ada yang seperti itu. Ayo segeralah atasi itu, Kota Medan ini
sudah harus terbebas dari banjir,” sebutnya.
Lebih lanjut,
disampaikan Robi untuk lokasi Jalan Jawa yang selalu mengalami banjir.”Dari
hasil pembahasan kami dengan Ansyari (Kepala Dinas PU Kota Medan) mereka sudah
temui penyakitnya. Jadi tinggal pekerjaan segera, kita harap itu disegerakan,”
tukasnya.
Karena, tambahnya
dari keterangan Dinas Pu Kota Medan penyebab banjir untuk di Jalan Jawa (dekat
center poin) disebabkan kondisi gorong-gorong di kawasan itu yang sudah
tersumbat oleh sedimen yang sudah lama mengendap.”Tehnisnya orang PU Medan
sudah kuasai itu,” tandasnya.
Hal tersebut
penting ditegaskan Robi, mengingat untuk beberapa bulan ke depan, wilayah
Sumatera Utara khususnya Kota Medan akan dinaungi hujan, sehingga perlu
antisipasi Pemko Medan, agar inti kota tidak banyak titik banjir
Lokasi banjir
lainnya juga seperti di kawasan utara Kota Medan,kawasan Padang Bulan,Jalan
Setia Budi,kawasan Petisah .Warga sangat mengeluhkan tidak berfungsiya drainase
sehingga airnya tumpah ke jalan dan rumah penduduk.(Rd)

