Realisasi Rp350 M Dari Target Rp1,7 T: Komisi III DPRD Minta BPPRD Medan Fokus dan Kreatif...

Medan,DP News

Realisasi target PAD BPPRD Medan per triwulan I baru mencapai Rp 350 Miliar.Kabid Program BPPRD Empani Lubis menyampaikan, dari target PAD Tahun 2021 sebesar Rp 1,727 Triliun lebih, saat ini sudah terealisasi di triwulan I sebesar Rp 350 Miliar.

Untuk itulah,Komisi III DPRD Medan dorong Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Medan terus melakukan inovasi menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari semua sektor.

Kepada wajib pajak hendaknya dilakukan pendekatan dan transparansi guna mengoptimalkan perolehan pajak dengan layanan digitalisasi.

Harapan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Medan M Afri Rizki Lubis saat rapat evaluasi capaian kinerja triwulan I dengan BPPRD Pemko Medan di ruang Komisi gedung dewan, Selasa (25/5). 

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III M Afri Rizki Lubis (Golkar) didampingi Wakil Ketua Komisi III Abdul Rahman Nasution (PAN), Hendri Duin Sembiring Meliala (PDI P) dan Irwansyah (PKS).

Sementara itu dari pihak BPPRD diwakili Sekretaris Benny S Siregar didampingi Kabid BPNTB & PBB A Untung Lubis bersama Plt Kabid 2 Sutan Partahi, Kasubdit Teknis Ali Fitri Harahap dan Kabid Program Empani Lubis.

Disampaikan Rizki, pihak BPPRD Pemko Medan harus mampu mengikuti ritme kerja Walikota Medan M Bobby Afif Nasution memaksimalkan percepatan pembangunan di Kota Medan. 

“Besarnya perolehan PAD sangat menentukan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. BPPRD sebagai primadona menggali sumber PAD harus bekerja maksimal,” harap Rizki.

Wakil Ketua Komisi III Abdul Rahman Nasution menyampaikan agar pihak BPPRD bekerja lebih baik dalam upaya peningkatan PAD. 

Pada kesempatan itu, Mance mengajak pihak BPPRD akan fokus upaya peningkatan PAD.Mari kita berkreasi sehingga target kita tambah dan terealisasi. Ajak dewan berkolaborasi guna mendapatkan PAD lebih besar,” sebut Mance.

Dijelaskan, sumber PAD tersebut dari 9 jenis penerimaan pokok pajak yakni pajak hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, parkir, reklame, BPHTB,  PBB dan air tanah. Diakui Empani, pihaknya mengalami kendala besar dalam pencapaian target karena situasi pandemi.

Sama halnya penjelasan yang disampaikan Sekretaris BPPRD Benny Siregar mengakui masih minimnya capaian target pada triwulan I dikarenakan situasi pandemi Covid 19. Sehingga banyak pelaku usaha yang mengurangi kegiatan dan otomatis minim membayar pajak.

Namun kata Benny, pihaknya tetap optimis target tercapai dan berupaya memaksimalkan perolehan PAD sehingga target dapat terealisasi. 

"Saat ini kami membentuk Tim Gerak Cepat melakukan jemput bola menarik semua jenis pajak dan retribusi menjumpai pelaku usaha dengan cara humanis,” terang Benny.

Begitu juga dengan upaya meminimalisir tingkat kebocoran PAD, Benny menyebut terus berupaya melakukan penambahan jumlah Tapping Box yang saat ini sudah berjumlah sekitar 500 unit. Bahkan ke depan kata Benny akan dilakukan sistem pakai kartu.

Sedangkan Plt Kabid 2 Sutan Partahi menyebut jika realisasi reklame saat ini Rp 10 Miliar dari target Rp 34 Miliar. Pihaknya tetap melakukan penataan guna memaksimalkan perolehan PAD namun tidak mengesampingkan penataan kota sehingga tidak semrawut.(rd)