Warga Lingkungan 9 Sei Agul: Terimakasih Pak Bobby,Sukses Pak Antonius Tumanggor....

Medan,DP News

Sosialisasi Perda No 4 Tahun 2021 tentang Sistem Kesehatan di Kota Medan yang dilaksanakan yang dilaksanakan Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor mendapat 'kejutan'.

Usai mendengar paparan tentang pelayanan kesehatan dikaitkan dengan rencana PTM(Pembelajaran Tatap Muka ) Juli mendatang, beberapa warga minta waktu untuk berbicara.

Ternyata perwakilan warga Lingkungan 9 Kelurahan Sei Agul dengan lantang dan tegas menyampaikan ucapan terimakasih kepada Walikota Medan M Bobby A Nasution,SE,MM dan Antonius Devolis  Tumanggor kaitan sudah dibongkarnya parit di sekitar usaha barang bekas di Jalan Karya/Jalan Karya Rakyat.

Pernyataan terimakasih dalam bentuk tertulis itu dengan suara lantang dan tegas dalam dibacakan Citra Dewi Nainggolan mewakili puluhan warga Lingkungan 9 Kelurahan Sei Agul Medan Barat di hadapan Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis dan Antonius Tumanggor,Sabtu(26/6) di Jalan Karya Mesjid Gang Tapanuli.

Dikatakan,sudah puluhan tahun warga Lingkungan 9 mengeluhkan tumpatnya drainase di seputaran usaha botot di kawasan itu. Melalui Antonius Devolis Tumanggor selaku wakil rakyat, warga bermohon agar keluhan mereka diteruskan ke pihak Pemko Medan dalam hal ini Kecamatan Medan Barat dan Dinas Pekerjaan Umum. 

"Permohonan yang kami ajukan pada Januari 2021 soal penataan lingkungan di usaha botot itu akhirnya terealisasi. Itu artinya Bapak Antonius selaku putra daerah Sei Agul benar-benar memperjuangkan penataan lingkungan di tempat kelahirannya. Kami bangga kerja keras beliau yang sudah berusaha keras menyelesaikan keluhan kami. Semoga beliau dapat terus berkarya untuk periode selanjutnya," kata Citra Dewi Nainggolan dan spontan mendapat aplaus dari ratusan peserta sosialisasi Perda tersebut.

Dokumen ucapan terima kasih warga lingkungan 9 kepada Antonius Tumanggor yang disaksikan Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis yang hadir pada sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2012 tersebut. 

Saat itu juga dibeberkan adanya upaya perlawanan dari pengusaha botot (pengumpulan barang bekas) dengan meminta dukungan tanda tangan warga agar warga berpihak kepadanya. 

"Tapi seluruh warga menolak. Karena warga lebih menginginkan adanya penataan lingkungan di daerahnya, khususnya di usaha botot itu yang menjadi salah satu sumber kemacatan," beber Dewi.

"Kita tahu, Wali Kota begitu serius mengurusi Medan, seperti menata kota, mengatasi banjir, kemacetan, sampah dan lainnya," kata Boru Nainggolan. 

Sementara itu, Antonius Tumanggor menegaskan penataan lingkungan merupakan program Wali Kota Medan. 

"Intinya kita bukan untuk menutup usaha botot, tapi didasari penataan lingkungan sebagaimana permohonan warga. Wali Kota juga direncanakan akan turun ke Lingkungan 9 untuk melakukan tatap muka dengan warga sekaligus menampung aspirasi mereka," kata politisi Partai NasDem Kota Medan ini. 

Pada Sosialisasi Perda No 4 tahun 2012 itu terlihat cukup interaktif dan berjalan dua arah. Para narasumber mencoba menjelaskan pertanyaan warga berkaitan dengan sistem kesehatan di Kota Medan. Termasuk juga dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Warga cukup antusias ikuti Sosper terutama uraian tentang seputar perkembangan pandemi Covud-19 dikaitkan dengan rencana pembelajaran tatap muka.Perwakilan Dinas Pendidikan mengatakan perlu persiapan matang dari pihak sekolah termasuk kelengkapan sarana Prokes.Kalau sekolahnya tidak mampu menyelesaikan sarana Prokes,tidak akan diberi izin PKM.

Sementara Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis mengatakan pihaknya bersama Gugus Tugas Vovud-19 tetap melakukan tindakan penanggulangan pandemi Covid-19.

Menanggapi rencana PKM di Kota Medan, Antonius minta agar persiapan di setiap sekolah terus dimatangkan.Kalau belum siap jangan dipaksakan, ujarnya.(rd)