Bedah Rumah di Sitio-tio Disorot: Diduga Material Bangunan Kurang Layak Mutu...

Samosir,DP News

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) gandeng PT. Bank Mandiri ( Persero)  TBK dalam menyalurkan Program Bantuan Stimulan, Perumahan Swadaya (BSPS) untuk warga di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Melalui Program BSPS ini , pemerintah mengharapkan semangat gotong royong antar masyarakat dalam membangun rumahnya dari tidak layak huni menjadi lebih layak huni.

Kabupaten Samosir tahun ini mendapat kuota 400 unit rumah yang tidak layak huni untuk dibedah supaya menjadi layak huni.

Dari pantauan awak media di lapangan,  pelaksanaan bedah rumah di Desa Cinta Maju,Kecamatan Sitio tio Kabupaten Samosir mendapat kritikan dari masyarakat Desa Cinta Maju sendiri.

Pasalnya masyarakat yang mendapat bedah rumah tersebut, belum skala prioriatas, dimana ada 1 unit rumah kosong yang di bedah dan 1 unit didirikan,  tidak pada lokasi rumah yang diverifikasi oleh pendamping desa. Dan proses pekerjaan sudah hampir mencapai 70 persen pelaksanaannya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Desa Cinta Maju Galugur Tamba mengatakan tidak mengetahui data rumah masyarakat yang akan di bedah di desanya.

“Pemerintah desa tidak mengetahui semua data data masyarakat , yang mendapat bedah rumah ini, karena kami tidak di libatkan dalam pendataaan rumah tidak layak huni di desa kami ini,kataGalugur Tamba”.

Sementara itu pendamping desa di Desa Cinta Maju Forcenly Sinaga,  mengatakan akan membatalkan bedah rumah , yang tidak memenuhi persyaratan, sebagaimana layaknya dalam peraturan,  yang sudah ditetapkan pemerintah untuk mendapatkan bedah rumah.

“Kemarin ada 2 rumah indikasi pembatalan, 1 pindah lokasi dan 1 lagi rumah kosong, yang pindah lokasi , sudah buat surat pernyataan akan membedah rumah yang di usulkan di awal verifikasi, dan indikasi rumah kosong , kita gagalkan bang,"kata Forcenly Sinaga.

Masyarakat Desa Cinta Maju Loker Tamba dan Lamsa Sinaga, sangat menyesalkan pelaksanaan dan supplier bedah rumah ini.

Pelaksanaan bedah rumah ini disesalkan karena material yang dikirim ke lapangan diduga tidak layak mutu seperti batu bata yang setengah matang dan juga kosen jendela yang harganya melambung tinggi dan sangat tidak layak dengan mutunya,ujar Loker Tamba dan Lamsa Sinaga".

Selain itu juga muncul dugaan bahwa yang menjadi supplier material bedah rumah di desa itu diduga ada unsur kaitan kekeluargaan.

Untuk itu diharapkan bantuan BSPS ini dapat menyentuh masyarakat yang lebih layak untuk menerima. Sebagai masyarakat awam kami masyarakat Desa Cinta Maju berharap Pemerintah Kabupaten Samosir,  meninjau pelaksanaan bedah rumah ini, ujar mereka. (heli)