Terkait Meninggalnya Bayi 3 Minggu,Rajuddin Sagala: RDP-kan RSU Pirngadi

Medan,DP News

RSU Pirngadi kembali diterpa masalah seputar meninggalnya seorang bayi berumur 3 minggu yang tidak sempat dioperasi.Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala SPd.I pun angkat bicara dan mengungkapkan kekesalannya terhadap manajemen RSU Pirngadi .

"Saya heran dengan kinerja petugas kesehatan yang awalnya mengatakan sang bayi positif Covid-19.

Mirisnya, pihak rumah sakit kemudian memeriksa bayi tersebut setelah orang tua si bayi mengadu kepada saya. Dan hasilnya, setelah di-swab antigen, bayi tersebut negatif Covid-19" kata Rajuddin kesal saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, Jum'at (11/6).

Sebelum bayi Khaira dibawa ke RSUD Pirngadi, keluarganya sudah terlebih dahulu membawanya ke RS Stella Marris. Disana bayi Khaira sudah diswab dan hasilnya negatif.

"Gak tahu kapan ditesnya, gak tahu kapan diantibodi, perawat bilang hasilnya reaktif. Ternyata, setelah saya telepon Direkturnya (Suryadi-red) barulah anak ini di-swab antigen oleh perawat, dan hasilnya negatif. Sama seperti hasil swab di (RS) Stella Marris. Nah, disini nampak dugaan ketidakberesan kinerja perawatnya dan mereka berarti sudah berbohong," ketusnya.

Untuk itu, sambung Rajuddin, direkomendasikan agar Komisi II DPRD Medan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak RS Pirngadi. 

"Kalau memang terjadi kelalaian yang dilakukan oleh perawat dan dokter yang menyebabkan Khaira meninggal, maka keduanya layak di berhentikan,"katanya.(rd)