RDP Komisi II DPRD Medan: Segera Bayarkan Gaji Tertunggak 210 Nakes

Medan,DP News

Komisi II DPRD Medan RDP-kan kasus belum dibayarkannya gaji para karyawan salah satu rumah sakit di Kota Medan dengan menghadirkan pihak Disnaker Medan,perwakilan dari pihak rumah sakit beserta perwakilan karyawan,Rabu(23/6)

Anggota Komisi II Haris Kelana Damanik mengatakan jalan terbaik agar citra rumah sakit tersebut kembali bersih, adalah dengan membayarkan gaji para karyawannya.Haris kurang setuju alasan persaingan antara pemilik rumah sakit di daerah tersebut adalah berlebihan. Sebab, rumah sakit itu paling mendasar adalah mengedepankan pelayanan dari pada bisnis.

"Jika pelayanan rumah sakit baik, mustahil masyarakat lari. Jadi bagaimana rumah sakit bisa semakin bagus, sementara citra dan nama baiknya saja sudah buruk akibat di demo oleh karyawannya baru-baru ini. Ini terlebih dahulu yang harus dibersihkan. Caranya, ya bayarkan gaji ataupun pesangon pegawai dan karyawan yang diikuti perbaikan manajemennya,"terang politisi dari Partai Gerindra Kota Medan ini.

Sambung Haris, saat ini, ditengah pandemi Covid-19 saat ini, pihak rumah sakit jangan seolah buang badan dengan menyalahkan keadaan rumah sakit. Tapi bagaimana untuk mencari solusi agar karyawan dapat menerima gaji sambil pelayanan dirumah sakit turut ditingkatkan.Usulan dari pihak rumah sakit yang menyebutkan akan menjadikan rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19 bukanlah solusi terbaik, apalagi masih ada karyawan yang hak-haknya belum terpenuhi. 

"Jadi nama baik dan citra rumah sakit di mata karyawan dan masyarakat dulu yang harus di kembalikan terlebih dahulu, baru kita nanti bisa bantu jika memang harus dijadikan rumah sakit rujukan Covid-19,"ujarnya.

Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala yang ikut hadir di sela-sela pelaksanaan RDP bersama dengan pihak rumah sakit, dimana diketahui akan segera membayarkan gaji para karyawan rumah sakit yang berjumlah 210 orang karyawan.Kita berharap ada niat baik dari pihak rumah sakit yang selama ini dikenal sebagai rumah sakit muslim yang sudah berdiri cukup lama di Kota Medan,"tutupnya.

Sementara itu, sebelumnya saat pelaksanaan RDP,perwakilan rumah sakit Helmi S Putra mengatakan, saat itu pihak rumah sakit sedang berusaha mencari pinjaman untuk membayarkan minimal 2 bulan gaji para karyawannya. Setelah pinjaman dapat, kami akan segera membayarkan gaji para karyawan,"ujarnya.

Di akhir rapat, Ketua Suriyanto dan dihadiri oleh anggota komisi lainnya seperti Drs.Wong Chun Sen Tarigan, Dhiayul Hayati, Sudari, Afif Abdillah sepakat akan membantu pihak rumah sakit dalam proses pengajuan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19.(rd)