Staf Khusus Presiden: Dua Tahun ke Depan Indonesia Upper Middle Income

Jakarta,DP News

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menyebutkan Indonesia akan kembali menjadi negara pendapatan menengah ke atas dalam 1-2 tahun ke depan. Kondisi tersebut bisa tercapai jika pertumbuhan ekonomi mencapai 5-6 persen per tahun dan pertumbuhan penduduk naik 1,2 persen per tahun. 

"Dalam waktu tidak terlalu lama yakni 1-2 tahun ke depan kita akan segera kembali masuk ke kategori upper middle income (negara pendapatan menengah ke atas), meskipun ada peningkatan thresholds (klasifikasi) yang dilakukan World Bank yakni dari pendapatan nasional bruto US$4.046 menjadi US$4.096," katanya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (8/7).

Arif mengatakan dalam laporan terakhir Bank Dunia pada Juni 2021, Indonesia memang berada di dalam kategori lower middle income atau negara berpendapatan menengah bawah. Sebelumnya, pada 2019, posisi Indonesia sempat meningkat menjadi negara berpendapatan menengah atas. 

Dia menilai turunnya peringkat Indonesia karena dampak pandemi covid-19 sejak awal 2020. "Penyelamatan masyarakat dan kesehatan menjadi prioritas, diterapkan dengan adanya PSBB dan PPKM, sehingga mobilitas masyarakat berkurang dan laju pertumbuhan ekonomi terkontraksi," ujarnya. 

Lebih lanjut, Arif menjelaskan saat 2019 ketika Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah atas, pendapatan per kapita di Tanah Air sebesar US$4.050 atau baru berada sedikit di atas batas bawah klasifikasi yang ditetapkan Bank Dunia yakni US$4.046. 

Oleh karena itu, ketika ekonomi Indonesia terkontraksi karena terdampak oleh covid-19, pendapatan per kapita turun menjadi US$3.870. Dengan posisi itu, Indonesia akhirnya kembali ke kategori negara berpendapatan menengah bawah.

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga turun dari upper middle income menjadi lower middle income seperti Belize, Samoa, serta Iran," kata Arif. 

Bahkan, ujar Arif, Iran mengalami penurunan pendapatan per kapita cukup dalam yakni dari US$5.240 dolar AS menjadi US$2.870. 

"Tidak hanya itu ada juga beberapa negara yang turun peringkat dari high income (negara pendapatan tinggi) menjadi upper middle income seperti Mauritius, Panama, Romania," ujar Arif.(CNNIndonesia/rd)