Aksi Nekad Julianus Simanungkalit Lempar Perampok Emas Dengan Kotak Tahu,Bobby: Cepat Sembuh Pak Simanungkalit...

Medan,DP News

Aksi nekad Julianus yang sehari-hari jadi juru parkir di sekitar lokasi kejadian perampokan, sempat berusaha menghalangi terduga perampok yang akan melarikan diri usai melancarkan aksinya.julianus pun melempar terduga perampok dengan kotak tahu. Akibatnya perampok menembaknya dan peluru mengenai bagian kiri lehernya dan kini dirawat di RS Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Kahiyang Ayu menjenguk Julianus Simanungkalit di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim Medan Sabtu (28/8).

Julianus merupakan korban penembakan terduga perampok yang merampok toko emas di Pasar Simpang Limun Medan beberapa waktu lalu.

Bobby Nasution tampak hadir bersama istrinya Kahiyang Ayu. Tampak hadir juga Kapolrestabes Kota Medan Kombes Pol Riko Sunarko.Selama kunjungan di Rumah Sakit Bhayangkara tersebut, Bobby Nasution didampingi kepala Rumah Sakit Bhayangkara AKBP Nelson.

Bobby tampak berdialog dengan Julianus dan keluarganya. Bobby juga berterima kasih kepada Julianus dan bersimpati karena Julianus dianggap berani berusaha menggagalkan aksi perampokan tersebut.

"Tetap semangat, dan kami doakan agar Bapak Julianus cepat sehat. Kami juga mengucapkan terima kasih karena keberanian bapak yang berusaha mencegah perampokan tersebut," kata Bobby kepada Julianus sembari memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga.

Saat ini kondisi Julianus cukup stabil setelah mendapatkan perawatan berupa pembedahan.Hal itu dibenarkan dr Sunjik Singh, ahli forensik yang turut melakukan autopsi bagian luar kepada Julianus. "Kondisi bapak Julianus saat ini dalam keadaan sadar dan cukup stabil. Kami sudah autopsi luar, dan dokter bedah telah melakukan operasi," katanya.

Pihak keluarga Julianus Simanungkalit juga tidak perlu merisaukan biaya perawatan. Karena seluruh biaya perawatan telah digratiskan oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara tingkat 2 Kota Medan.

Hal itu dibenarkan oleh kepala Rumah Sakit Bhayangkara tingkat 2 Kota Medan AKBP Nelson.Pasien sempat ditolak oleh dua rumah sakit karena tidak ada ahli bedah yang mampu menangani. Akhirnya pasien atas nama bapak Julianus dirawat di sini dan sudah dilakukan tindakan operasi. Dan kami tegaskan bahwa pasien tidak dikutip biaya sepeserpun," kata AKBP Nelson.

Sekadar mengingatkan, Julianus yang sehari-hari jadi juru parkir di sekitar lokasi kejadian perampokan, sempat berusaha menghalangi terduga perampok yang akan melarikan diri usai melancarkan aksinya.

Melihat itu, Julianus melempar terduga perampok dengan kotak tahu. Akibatnya perampok menembaknya dan peluru mengenai bagian kiri lehernya.(rd)