Notification

×

Iklan

Iklan

Ritual Tolak Bala Babi Ambat dan Makan Kambing Putih di Salaon ...

20 Januari 2022
Foto: Para Tetua Adat Desa Salaon Samosir Melestarikan Ritual Tolak Baka Babi Ambat, Kamis(20/1)/Limbong
Samosir,DP News

Lestarikan budaya tolak bala penyakit dan bukti kemenangan lawan penyakit ditandai ritual Babi Ambat (tolak bala) masyarakat Salaon yang terdiri dari 3 desa yaitu, Desa Salaon Toba, Tonga-tonga dan Dolok juga ritual mangallang Hambing Putih ,( memakan daging kambing putih ).

Ritual ini sebagai bukti kemenangan menolak penyakit yang timbul di kalangan masyarakat dan mampu melampaui masa sulit selama Covid-19. 

Ritual ini dilaksanakan di Desa Salaon Tonga-tonga Kecamatan Ronggur Nihuta,Kamis (20/01) yang dirangkai dengan Pengukuhan Lembaga Adat.

Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM didampingi Asisten II Hotraja Sitanggang, Plt. Kadis Pariwisata Tetty Naibaho dan Camat Ronggur Nihuta.

Wakil Bupati Samosir mengapresiasi kegiatan ritual mangallang hambing putih dan mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan pengukuhan Lembaga Adat Desa Salaon tersebut.

Menurutnya, hal ini merupakan pelestarian budaya yang patut dikembangkan dan diwariskan kepada generasi muda. Budaya merupakan kekayaan yang sangat berharga dan tidak ternilai. 

Diharapkan, lembaga adat, tokoh adat untuk bergandengan tangan guna memelihara kearifan lokal sehingga kemajuan teknologi dan modernisasi tidak menggilas budaya adat Batak.  

Foto: Rangkaian Acara Tolak Bala Babi Ambat di Desa Salaon Samosir,Kamis(20/1)/Limbong
Selanjutnya, Wabup menyampaikan dengan pelantikan lembaga adat di Bius Sitolu Hae Horbo di Salaon menjadi momentum kebangkitan pelestarian adat. Lembaga adat diharapkan dapat melestarikan budaya dan kearifan lokal sebagaimana kebiasaan-kebiasaan nenek moyang terdahulu dengan menuliskan dan mendokumentasikan untuk diwariskan kepada generasi muda. 


Wabup menegaskan bahwa pembentukan lembaga adat ini tidak bermaksud untuk menghilangkan peran lembaga yang sudah berbuat dibidang adat. Akan tetapi lebih mengukuhkan dan saling bersinergitas.Dengan demikian, akan terwujud kehidupan masyarakat yang sejahtera, bermartabat, secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan sesuai dengan Visi Bupati Samosir.

Dalam pelaksanaan ritual mangallang Hambing putih terlihat jelas peran pemangku raja adat tertua yaitu Raja bius (Raja Oloan), Parbaringin (Pande Bolon) dan Raja Bondar sebagaimana kehidupan nenek moyang Batak terdahulu.  

Ritual Babi Ambat (tolak bala) diperankan dalam sebuah tor-tor yang memperagakan asal mula penyakit yang menggerogoti masyarakat dan membuat kesulitan. Sehingga raja adat mempersembahkan seekor babi kepada mula jadi nabolon dan darahnya dijadikan obat penolak bala. Pada akhirnya, masyarakat sembuh dan kembali kepada kehidupan normal. 

Ritual Mangallang Hambing Putih dilengkapi dengan sesajen berupa Sitoppian Nagodang, Rudang Najagar, Nitak Nihopingan, Nitak Nihittang ni Andalu dan Nitak Gabut. Pelaku ritual dilengkapi dengan pakaian adat khas Batak toba. (ml/rd)

×
Berita Terbaru Update