Notification

×

Iklan

Iklan

16 Warga Papua Dilatih Merakit Motor E-Trail di Surabaya

14 Juli 2022
Foto: Sebanyak 16 Orang Warga Papua Dilatih Merakit Trail di Surabaya
Surabaya,DP News

Kementerian Sosial melalui Direktorat Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Sosial  bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) melaksanakan kegiatan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) untuk warga yang berasal dari Papua. 


Sebanyak 16 orang peserta, yaitu 6 orang dari Puncak Jaya, 5 orang dari Yahukimo dan 5 orang dari Universitas Cendrawasih (Uncen) akan dilatih Perakitan Motor E-Trail oleh pengajar dari Departemen Teknik Robotic  Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) selama sepuluh harihari sampai  21 Juli nanti.  


Dalam berita terkini laman Kemensos, Kamis(14/7) disebutkan seluruh peserta ditempatkan di Wisma Flamboyan Kampus ITS Surabaya dan Pelatihan Prokus dimulai hari Rabu.Peserta pelatihan berasal dari unsur Dosen Uncen, warga dari Puncak Jaya dan Yahukimo yang didampingi Bambang S (Tenaga Ahli ITS). 


Seluruh peserta diberikan pengenalan awal tentang motor e-trail buatan tim ITS. Pak Bambang Sudarmanta menjelaskan bahan baku, proses pembuatan dan lama waktu pembuatan. Setelah itu peserta diajak untuk melihat lokasi praktek pembuatan motor e-trail. Selanjutnya peserta melakukan diskusi dengan tim ITS terkait apa yang akan dilaksanakan selama kegiatan workshop ini. 


Seluruh peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti pengenalan tentang proses pembuatan motor listrik E trail ini.Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh peserta memahami dan memiliki keterampilan untuk membuat motor listrik serta memberikan kemampuan untuk memelihara motor listrik ini. 


Nantinya,apabila nanti motor ini diserahkan untuk masyarakat Puncak Jaya dan Yahukimo mereka sudah memahami bagaimana cara menggunakan dan mementance penggunaan motor listrik ini. 


Keikutsertaan dari Dosen Uncen diharapkan adanya transfer ilmu dari ITS ke Uncen sehingga kedepan motor listrik E-trail ini bisa di produksi di Uncen.(RaKar/d)







































×
Berita Terbaru Update