Notification

×

Iklan

Iklan

Angka Prevalensi Stunting di Samosir 25 Persen, Sebelumnya 28,4 Persen

24 November 2022
Foto: Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting di Samosir, Kamis(24/11)/Henry
Samosir,DP News

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Muhammad Irzal mengatakan saat ini BKKBN sedang melakukan pemutahiran data terkait keluarga beresiko stunting. Di Kabupaten Samosir, ada 7.351 KK yang tersebar di 21 desa/kelurahan lokus stunting sedang dilakukan pemutakhiran data oleh tim pendamping.


“Kita berharap angka pravelensi stunting di Kabupaten Samosir dapat menurun dari angka 28,4 % menjadi 25 % di Tahun 2022 ini”,ujar Irzal saat Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Samosir Tahun 2022  di Hotel JTS Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kamis (24/11).


Kegiatan koordinasi dan konsolidasi percepatan penurunan stunting ini dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Samosir, dan OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Samosir. 


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Muhammad Irzal, SE, ME menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan konvergensi masing-masing Dinas/Instansi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Samosir.


Sementara Wakil Bupati Samosir selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM mengatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak akibat kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik serta gangguan metabolisme.


Martua mengatakan, besarnya peran pendamping keluarga berisiko stunting dalam mengawal percepatan penurunan stunting, maka diperlukan sumber daya pendampingan yang berkualitas. Maka diperlukan peran bersama baik para OPD, para Camat se-Kabupaten Samosir dan Instansi terkait untuk dapat mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Samosir.


Wabup menjelaskan, saat ini, Tim Percepatan Penururan Stunting di Samosir masih dalam tahap pendataan yang dilakukan oleh BKKBN Provsu, dan ditargetkan adanya penurunan 3-5 persen per tahun, sehingga akan mencapai target nasional menjadi 14 persen pada tahun 2024, terutama pada anak usia 0-59 bulan.Henry H/Redaksi
























×
Berita Terbaru Update