Notification

×

Iklan

Iklan




Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Vandiko: Jadikan Momen Refleksi 'Samosir Rumah Kita'

26 Februari 2026
Foto: Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir di Segmen 5 Waterfront Pangururan, Kamis (26/2)
Samosir,DP News 

Ibadah Oikumenis dipimpin Pastor Ivo Sinaga mengawali Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir dengan mengusung tema “Samosir Rumah Kita” dan subtema “Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045” di Segmen 5 Waterfront Pangururan,Kamis(26/2).


Bupati Samosir mengajak semua pihak menjadikan Hari Jadi ke-22 ini menjadi sarana refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk terus berbenah, memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Perayaan yang dihadiri Asisten Administrasi Umum Provinsi Sumatera Utara H Muhammad Suib,Bupati menegaskan bahwa tema “Samosir Rumah Kita” memiliki makna mendalam sebagai simbol tempat bertumbuh, berinteraksi, dan saling menguatkan, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kebersamaan yang mencerminkan identitas, nilai spiritual, sosial, dan harmoni dengan alam serta Tuhan.


Seiring bertambahnya usia Kabupaten Samosir, Vandiko menekankan peningkatan kemampuan, meningkatkan profesionalisme aparatur serta kualitas pelayanan publik. 


Sementara itu,Asisten Administrasi Umum H Muhammad Suib Sitorus mewakili Gubsu mengatakan semangat perjuangan Raja Sisingamangaraja XII sebagai simbol identitas dan jati diri masyarakat Batak harus menjadi semboyan untuk terus melangkah maju.


“Dalam rumah besar bernama Samosir ini, tidak ada yang berjalan sendiri. Semua harus bersatu demi kemajuan daerah” ujarnya.


Dalam kaitan ini,Pemprovsu berkomitmen mendukung pembangunan Kabupaten Samosir melalui penguatan konektivitas kawasan Danau Toba, pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis lokal.


Sementara itu,Pj Bupati  Samosir periode 2004–2005, Wilmar Simanjorang, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi. Wilmar mengenang awal berdirinya Samosir sebagai daerah otonom yang fondasinya diletakkan melalui semangat persatuan dan perjuangan bersama.


Wilmar menekankan bahwa tema “Samosir Rumah Kita” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk merawat alam, budaya, dan kerukunan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Samosir di kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark Kaldera Toba merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.Rumapea/Redaksi

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |