![]() |
| Foto: Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap Bertemu Pengurus PMI Medan dan Perwakilan Palang Merah AS Bahas Program Urban Heat,Selasa(12/3) di Ruang Kerjanya |
Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Medan bersama perwakilan Palang Merah Amerika bertemu Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap,Kamis (12/3) di ruang kerjanya dengan topik bahas pelaksanaan kajian risiko dan dampak panas ekstrem yang dilaksanakan PMI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Disampaikan,Kota Medan menjadi salah satu kota pilot project program Urban Heat atau panas ekstrem yang dilaksanakan PMI bersama BMKG.Program ini berlangsung sejak September 2025 hingga Februari 2027, dengan harapan hasilnya dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia. Hadir dalam pertemuan itu Bendahara PMI Kota Medan Rudy Siregar, Project Manager Urban Heat Palang Merah Amerika Teguh Wibowo, serta Project Manager Urban Heat PMI Kota Medan Hafiz Ihsan Lubis. Zakiyuddin menyambut baik Program Ketahanan Panas Perkotaan yang diinisiasi PMI bersama mitra internasional tersebut. Zakiyuddin yang didampingi Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, Kepala BPBD Yunita Sari, serta Kabag Kerja Sama Seri Inderahayu, menilai fenomena panas ekstrem memiliki potensi risiko yang perlu diantisipasi secara bersama. Menurutnya, Pemko Medan siap mendukung program tersebut, antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat serta penyediaan data terkait riwayat penyakit yang dipengaruhi panas ekstrem guna mendukung pemetaan dan mitigasi risiko. Sebelumnya, pihak PMI memaparkan Program Ketahanan Panas Perkotaan terhadap Panas Ekstrem di Indonesia. Program ini dilatarbelakangi pesatnya urbanisasi, keterbatasan ruang hijau, meningkatnya populasi rentan, serta tren kenaikan suhu dan fenomena urban heat island yang meningkatkan risiko bagi masyarakat perkotaan. Program tersebut bertujuan membangun ketahanan kota secara jangka panjang terhadap panas ekstrem melalui penguatan pengakuan di tingkat nasional dan lokal, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat dengan model yang dapat diperluas dan direplikasi. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kota terhadap risiko panas ekstrem yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak kesehatan.Rumapea/Redaksi |
