![]() |
| Foto: Mangalahat Horbo Semarakkan Perhelatan Mangase Taon di Toguan Salaon Tongatonga,Sabtu (11/4) |
Hari kedua perhelatan Mangase Taon di Bius Salaon, Kecamatan Ronggur Nihuta diisi tradisi sakral Mangalahat Horbo di Toguan Salaon Tongatonga,Sabtu (11/4).Keunikan terlihat saat pakkarihiri menggiring kerbau menuju tambatan yang harus diakhiri dengan langkah kanan, yang dipercaya sebagai pertanda kesuksesan dan pembawa berkah bagi daerah.
Ritual adat ini menjadi daya tarik utama karena sarat makna spiritual dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Mangalahat Horbo merupakan upacara persembahan kerbau pilihan sebagai simbol syukur dan harapan akan keberkahan bagi masyarakat.
Dalam prosesi tersebut, kerbau ditambatkan di tengah lapangan pada kayu yang telah dihiasi. Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh simbol, dimulai dari mangakarihiri, panakkok pargocci, manogu lahatan, hingga mamona ulaon yang dipimpin Bius Salaon sebagai tuan rumah.
Seluruh rangkaian acara semakin semarak dengan iringan gondang serta tortor yang menggunakan ulos tali-tali, memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Batak yang masih terjaga hingga kini.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan even Mangase Taon bukan hanya sekadar seremoni adat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan untuk menyatukan nilai adat dan spiritual sebagai kekuatan dalam mempromosikan Kabupaten Samosir, khususnya di kawasan Danau Toba.
Salah seorang anggota Bius Salaon, Esman Simbolon, mengaku bangga atas dukungan pemerintah sehingga masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri.Dengan adanya kegiatan ini, kami semakin memahami dan melestarikan tradisi leluhur.
Perhelatan Mangase Taon di Samosir ini pun tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal identitas dan jati diri melRumap3a/Redaksi alui warisan adat Batak yang kaya makna.
