Notification

×

Iklan

Iklan




700 Ribu Siswa Sasaran MBG di Medan,Butuh 183 Ton Beras dan 21 Ton Daging Ayam,Rico: Antisipasi Kenaikan Harga....

29 Mei 2026

 

Foto: Walikota Medan Rico Waas di Pada High Level Meeting (HLM) TPID Mengenai Kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pelaku Usaha Potensial di Kota Medan, di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (29/5)
Medan,DP News 

Kehadiran 255 SPPG di Kota Medan akan membawa multiplier effect (efek berganda).Untuk beras saja kebutuhan per minggu itu mencapai 183 ton, daging ayam 21 ton namun yang cukup tinggi itu tempe dan tahu.Sedang target sasaran 700 ribu anak di 21 kecamatan.


Hal tersebut disampaikan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di hadapan seratus pengelola SPPG pada High Level Meeting (HLM), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Mengenai Kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pelaku Usaha Potensial di Kota Medan, di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (29/5).


Pertemuan ini juga dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Didit Widiana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarkat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana, serta pimpinanàq Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.


Rico Waas menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang memberikan makanan sehat kepada anak sekolah. 


"Kita ingin anak-anak kita sehat dan mendapatkan gizi yang standar serta merata. Namun jangan lupa, pembangunan gizi ini ada dapurnya. Dapur ini belinya ke para pelaku yang ada disekitar dapur. Di sinilah ekosistem ekonomi lokal kita bangun," kata Rico.


Sat ini sudah aktif 235 SPPG dan setiap SPPG diproyeksikan menyerap 47 hingga 50 tenaga kerja lokal yang diprioritaskan bagi masyarakat rentan dalam kategori Desil 1 dan Desil 2.


Meski berpotensi meningkatkan perputaran uang di masyarakat,Rico mengingatkan jajarannya beserta BI dan Badan Gizi Nasional (BGN)  tetap waspada terhadap risiko inflasi. Lonjakan permintaan bahan pangan yang masif berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak distrategikan dengan matang.


Untuk itu, Rico menginstruksikan pembuatan SOP yang ketat mulai dari hulu hingga hilir guna memastikan jalur jual-beli berjalan lancar tanpa merusak stabilitas harga pasar.Rumapea/Redaksi 


| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |