![]() |
| Foto: Ketua Panitia Festival Budaya Islam Johan Arifin Saat znertemu Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas di Rumah Dinas,Jumat (8/5) |
Festival Budaya Islam yang megah,warga Medan Utara bertekad menunjukkan sisi religius dan kreatif mereka kepada dunia.Festival tersebut meliputi Festival Beduk untuk Iduladha, Pawai Budaya Muslim, lomba qasidah, hingga Pawai Obor 1 Muharram yang direncanakan berlangsung pada 14, 15, dan 16 Juni nanti.
Khusus Festival Beduk akan digelar 26-27 Mei di Jalan Stasiun Lapangan PJKA Belawan.Festival Beduk tahun ini akan tampil beda dengan konsep busana tradisional Melayu dimana setiap peserta diwajibkan membawa beduk masing-masing.Panitia juga menargetkan kehadiran pendakwah kondang, Ustaz Das'ad Latif, untuk memberikan tausiyah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Johan Arifin saat bertemu Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas,Jumat(8/5) di Rumah Dinas Walikota seraya berkomitmen mendukung penuh transformasi citra Belawan menjadi kawasan yang lebih "guyub" dan positif.
Ketua Panitia, Johan Arifin, mengungkapkan bahwa rangkaian acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan sosial untuk merangkul generasi muda agar menjauh dari aksi kriminalitas.
"Kami ingin membangun citra positif Medan Utara. Melalui Festival Budaya Islam, kami hadirkan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkarya," ujar Johan.
Mendengar paparan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas memberikan apresiasi tinggi. Baginya, inisiatif masyarakat Medan Utara ini adalah langkah nyata dalam memperkuat identitas kawasan.
Rico menambahkan bahwa kegiatan ini harus dipersiapkan dengan matang agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia berharap agenda ini tidak hanya menjadi acara sekali jalan, tetapi bertransformasi menjadi agenda budaya tahunan yang ikonik di Medan Utara.
“Saya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat citra Medan Utara sebagai kawasan yang aktif, kreatif, dan religius", ujar Rico.
Dengan sinergi antara pemerintah dan komunitas seperti UBKM, Medan Utara kini bersiap membuktikan bahwa semangat religiusitas dan kebersamaan mampu mengalahkan stigma negatif yang selama ini melekat.Rumapea/Redaksi
