![]() |
| Foto: Disbudpar Sumut Bersama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Paparkan Sumut Menjadi Tuan Rumah Geofest VII,Selasa(23/6) di Kantor Gubsu |
Seminar internasional rangkaian even Geotourism Festival (Geofest) ke-7 bakal menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardana,Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof Dr Ir Rachmat Pambudy, MS,Presiden Asia Pacific Geopark Network Prof Jin Xiaochi,Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO di Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa,Pengelola Geopark Lenggong Perak,Malaysia Tuan Mohammad Fitri bin Hassan dan Deputy Director International Relations Temasek Polytechnic Singapore Jerome Jaquet.
Hal itu disampaikan GM Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Dr Azizul Kholis ketika menjadi narasumber dalam wawancara khusus tentang persiapan penyelenggaraan Geofest 2026,Selasa(23/6) di Kantor Gubsu.
Tahun ini Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TC-UGGp) menjadi tuan rumah even Geotourism Festival (Geofest) ke-7 yang akan berlangsung 1-5 Juli 2026 di Simalungun, Samosir dan Karo.
Event ini ditetapkan setiap tahun oleh Jaringan Geopark Indonesia (Indonesia Geopark Network) dengan memilih geopark tertentu sebagai tuan rumahnya.
Sebelum event utama, diadakan terlebih dahulu pre-event Geofest 2026 di Raja Ampat UGGp pada 8-9 Juni lalu, dan akan ditutup dengan post event di Geopark Lenggong-Perak, Malaysia, pada 21-24 Juli mendatang.
GM Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Dr Azizul Kholis mengatakan Geopark Kaldera Toba terpilih sebagai tuan rumah untuk kegiatan utama pada ajang bergengsidi kalangan jaringan geopark Asia Pasifik ini karena beberapa pertimbangan.
"Dari aspek pengelolaan kawasan, Toba Caldera UGGp berhasil mencapai kembali statusnya menjadi green card, yang berarti geopark kita berhak menerima pengakuan internasional pasca revalidasi 2025 sebagai salah satu jaringan UNESCO Global Geopark Network hingga empat tahun berikutnya.
Sebelumnya, Toba Caldera Geopark menerima yellow card dari UNESCO sebagai indikasi perlunya perbaikan sejumlah pengelolaan yang dituangkan dalam rekomendasi tertulis sidang UNESCO," katanya ketika menjadi narasumber tentang persiapan penyelenggaraan Geofest 2026 di Kantor Gubsu,Medan.
Pertimbangan kedua, menurut Azizul, adalah dari aspek dukungan pemerintah. Kita dapat meyakinkan JGI bahwa Gubernur Sumut yang memiliki wewenang pengelolaan Toba Caldera memang telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memulihkan kembali status georpark-nya menjadi green card, dan siap mendukung berbagai kegiatan pendukung di Kaldera Toba untuk semakin memperkuat pengelolaan dan promosi geopark ini.
"Dukungan yang sudah nyata ditunjukkan Gubernur Bobby Nasution adalah berupa regulasi dukungan teknis/strategis, hingga dukungan finansial. Oleh sebab itu, JGI dapat diyakinkan bahwa main event Geofest 2026 sangat tepat untuk diselenggarakan di Toba Caldera," sebut Wakil Ketua Badan Pengurus Jaringan Geopark Indonesia ini.
Dari segi signifikansi geopark Azizul menjelaskan bahwa Toba Caldera adalah situs geologi vulkanik terbesar di dunia yang juga diproyeksikan sebagai Pusat Riset Geopark Internasional yang komitmen pelaksanaannya akan dilakukan antara Pemprovsu dan Taman Simalem Resort sebagai penyedia tempat dan fasilitas pendukungnya.
Geofest 2026 diproyeksikan melibatkan sekitar 250 hingga 300 peserta yang berasal dari kelompok ahli, peneliti, perwakilan badan pengelola geopark nasional dan internasional, pemerintahan, perorangan, pelaku industri pariwisata, dan komunitas-komunitas.
Kegiatan pokok Toba Caldera Geofest 2026 dibagi ke dalam dua bagian besar, yaitu kelompok kegiatan budaya, aksi lingkungan, diskusi, geotrail, pameran UMKM, konferensi JGI, dan pengumuman hasil lomba.Adapun kegiatan kedua adalah seminar internasional dengan tema "Kolaborasi Jejaring Geopark dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan".
Kesempatan ini juga menjadi ajang bagi para ahli untuk memaparkan makalah mereka secara pararel dengan topik masing-masing.
Dikatakan Azizul Kholis, Festival ini menekankan pentingnya kerja sama antar-geopark dalam menjaga alam sekaligus mengembangkan pariwisata. Melalui Geofest 2026, kawasan Kaldera Toba diharapkan dapat memperkuat jejaring geopark dunia, mendorong pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, meningkatkan peran serta masyarakat lokal, serta mengembangkan kawasan sebagai pusat edukasi, konservasi, dan penelitian.
Ditegaskannya, selama 5 hari penyelenggaraannya, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan pembelajaran, eksplorasi kolaborasi, dan pengalaman budaya di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.
Di antaranya adalah, field trip mengelilingi Kaldera Toba (geotrail), ritual adat Manguras Tao, melepas burung, melepas ikan, sambil melakukan diskusi dan sharing lepas diantara peserta.
Selengkapnya tentang itinerary kegiatan, keterangan lomba, dan informasi geofest lainnya, Geofest Toba Kaldera 2026, silakan unduh di website resmi www.tobacalderageofest.id.Rumspea/Redaksi
