Notification

×

Iklan

Iklan




Lilin Perdamaian di Perayaan Waisak 2570 BE,Rico: Rawat Harmoni dan Tebar Kedamaian

14 Juni 2026

 

Foto: Walikota Medan Rico Waas Didampingi Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas Saat Menghadiri Perayaan Waisak 2570 BE/2026 M,Sabtu(13/6) Malam
Medan,DP News 

Cahaya lilin perdamaian menerangi Lapangan Benteng Medan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026 M, Sabtu(13/6) malam.Perayaan Waisak ini juga dihadiri Wakil Walikota Zakiyuddin Harahap,Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen,Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo,Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra dan para Bhikkhu Sangha.


Puncak perayaan Hari Waisak 2570 BE/ 2026 ditandai dengan penyalaan api obor atau pelita perdamaian termasuk lilin sebagai simbol harapan akan terwujudnya kehidupan yang harmonis, toleran, dan saling menghormati.Juga  pelepasan pawai Waisak yang diikuti ratusan umat Buddha.


Rico mengajak Hari Raya Waisak menjadi momentum untuk menumbuhkan kedamaian dari hal paling sederhana yakni diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.


Perayaan Waisak yang bertemakan “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” ini  menegaskan bahwa kedamaian sejati tidak diukur dari kekayaan maupun jabatan, melainkan dari kemampuan hidup dalam suasana penuh cinta kasih, saling menghargai, dan menghormati perbedaan.


“Marilah kita menjadikan Waisak sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.Ketika kita mampu hidup dengan cinta kasih dan saling menghormati, di situlah kedamaian yang sesungguhnya dapat dirasakan,” ungkap Rico.


Sebelumnya Ketua Walubi Medan Arman Chandra menyampaikan bahwa harmoni dalam keberagaman merupakan fondasi mutlak kemajuan ibu kota Sumatera Utara ini. Melalui tema "Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", Arman  Chandra mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan krusialnya menjaga kompas moral di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.


Menurutnya, esensi dari kedamaian sejati bukanlah tentang memaksakan keseragaman, melainkan tentang bagaimana setiap individu mampu merangkul perbedaan dengan penuh rasa hormat.


"Perdamaian tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan kita untuk hidup berdampingan dalam keberagaman," jelas Arman Chandra.


Ditambahkan Arman Chandra, perayaan Hari Waisak  menjadi cerminan nyata dari identitas asli Kota Medan, di mana berbagai suku, ras, dan agama dapat melebur dalam satu ikatan persaudaraan yang kokoh.Rumapea/Redaksi

| | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |