![]() |
| Foto: Paparan Panitia Penyelenggara PRSU ke-50 Tahun 2026 di Komplek Panggung Keong Taman Budaya, Jalan Gatot Subroto Medan |
Dijadwalkan,malam ini,Jumat(3/6) Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dimulai hingga 2 Agustus nanti mengusung tema "Harmoni Emas".PRSU kali ini dikemas beda dengan tahun sebelumnya yang menjadikan PRSU ke-50 panggungnya UMKM Sumut.Sekitar 75 persen peserta merupakan UMKM Sumut dengan penegasan tidak ada produk impor.
Panitia penyelenggara menegaskan momentum kebangkitan PRSU sebagai etalase pembangunan, promosi potensi daerah, sekaligus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
"Penyelenggaraan PRSU ke-50 merupakan momentum emas dan selama ini telah menjadi tonggak agenda strategis Provinsi Sumatera Utara. Penyelenggaraan tahun ini kita buat dengan konsep yang berbeda, kali ini kita tampilkan sisi lain dari PRSU," ujar Ferry di Panggung Keong, Gedung PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Saat paparan persiapan penyelenggaraan,Dirut PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra, mengatakan sekitar 75% konten PRSU tahun ini akan diisi masyarakat Sumut dengan melibatkan seluruh 33 Kabupaten/Kota serta satu paviliun dari Pulau Pinang, Malaysia.
Selama 31 hari pelaksanaan, jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 300 ribu orang.
Untuk penataan lokasi katanya PRSU akan dibagi menjadi tiga area panggung. Panggung depan yang menjadi landmark akan menampilkan berbagai komunitas, seperti komunitas difabel, orkes dorong, dan komunitas kreatif lainnya. Sementara panggung utama akan menghadirkan artis ibu kota, sedangkan Panggung Keong menjadi pusat pertunjukan seni dan budaya daerah.
"Kami sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh pihak, masyarakat, pers, OPD, dan kabupaten/kota supaya dapat meramaikan PRSU ini. Di sinilah harapan kita masyarakat Sumut show off ke provinsi lain, kalau Provinsi Sumut juga keren," kata Ferry.
Komisaris Utama PT PPSU, Effendi Pohan, menilai penyelenggaraan PRSU tahun ini menjadi momentum mengembalikan kejayaan ajang yang sempat vakum selama dua tahun.
"PRSU tahun ini harus kembali menjadi etalase kebanggaan masyarakat Sumut, bukan hanya sekadar ajang jual beli tetapi tugas kita harus memastikan event yang berlangsung selama 31 hari ini berdampak panjang bagi BUMD juga masyarakat Sumut," ujar Effendi.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Nurbaiti Harahap, selaku Koordinator Pameran OPD dan BUMD, mengatakan persiapan stan pameran telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung sebelum pembukaan pada 3 Juli 2026.
"Saat ini ada sebanyak 22 OPD yang akan membuka stan pameran, untuk stan Sekretariat Pemprov Sumut akan ada sembilan biro menjadi satu. Di samping itu ada stan instansi vertikal, BUMN, dan mitra," kata Nurbaiti.
Sejumlah mitra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya antara lain PT PLN, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Sumut, Tirtanadi, Bank Sumut, RS Haji Medan, RS Jiwa
Selain menghadirkan pameran pembangunan,even ini juga bakal dimeriahkan artis Jakarta dan lokal seperti Nassar dan lainnya.
Mengenai tiket masuk katanya untuk hari biasa Rp35 ribu dan malam penampilan artis ibukota Rp75 ribu per orang.
Paparan persiapan PRSU ke-50 ini jiga dihadiri Kabiro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala UPTD Taman Budaya Sumut Tommy Clinton Marpaung, serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Porman Mahulae.Rumapea/Redaksi
