![]() |
| Foto: Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir Akmal Bersama Gubsu Bobby Afif Pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9) |
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd Nasir Akmal ungkapkan hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Sumatera Utara, semakin erat. Saat ini terdapat sekitar 60 penerbangan setiap pekan yang menghubungkan Malaysia dengan Medan.
Menurutnya, tingginya konektivitas penerbangan tersebut menjadi indikator kuatnya hubungan ekonomi, bisnis, dan mobilitas masyarakat antara kedua negara.
Selain itu,Nasir Akmal memuji komitmen dan kepemimpinan Gubsu Muhammad Bobby Nasution dalam mendorong penguatan kerja sama ekonomi kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Hal tersebut disampaikan Akmal usai menghadiri rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (10/9).
Menurutnya, Bobby mampu memaparkan berbagai potensi ekonomi Sumut sekaligus menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan kerja sama kawasan.
Menurutnya, posisi strategis Pulau Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand menjadi keuntungan tersendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Selain sektor perdagangan, Akmal melihat peluang kerja sama yang besar di bidang pariwisata dan kesehatan. Malaysia saat ini tengah mengembangkan sektor wisata kesehatan (medical tourism) yang dinilai dapat dikolaborasikan dengan daerah-daerah di Sumatera.
Di sektor perdagangan, ia juga menyoroti potensi penguatan pasar komoditas unggulan seperti kelapa sawit, beras, dan berbagai produk pertanian lainnya.
Sementara itu, Bobby selaku Chair of the Chief Ministers' and Governors' Forum (CMGF) dalam sesi pelaporan paparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi Sumut di hadapan peserta Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 di Medan diantaranya KEK Sei Mengkei,KISS,Kaldera Danau Toba
Empat proyek yang dibawa Bobby antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei seluas 1.934 hektare, Toba Caldera Resort di Danau Toba dengan nilai investasi US$1,73 miliar, Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) seluas 2.445 hektare, serta pusat ekonomi kreatif, MICE, dan smart city terpadu di Deli Serdang.
Dalam forum itu, Bobby juga melaporkan perkembangan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT. Sekretariat ASEAN mencatat 47 kegiatan tingkat regional dan 162 kegiatan kerja di bawah Rencana Strategis Konektivitas ASEAN. Jaringan Smart City ASEAN juga telah berkembang menjadi 38 kota anggota.
Bobby kemudian menyampaikan lima rekomendasi CMGF. Salah satunya mendorong mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan pemerintah provinsi dan negara bagian sebagai penggerak utama konektivitas serta pertumbuhan ekonomi.Rumapea/Redaksi
