Sidang Pemakzulan: Donald Trump Dituding Menipu Biar Terpilih Lagi di Pilpres 2020


Jakarta,DP News
Sidang pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di tingkat Senat AS berlangsung sengit dan panas sejak Selasa (21/1) lalu. Ketua manajer yang ditunjuk DPR AS, Adam Schiff, dengan berapi-api menerangkan bahwa Presiden ke-45 AS iu menipu agar can kembali terpilih pada Pilpres AS 2020 mendatang.
Dilaporkan The New York Times, Rabu (22/1) kemarin , Schiff membacakan argumentasi mengapa Trump layak dimakzulkan oleh Senat AS.
"Presiden Trump meminta negara untuk mengintervensi proses Pemilu kita yang memerintah, menyalahgunakan kekuasaannya untuk memperoleh kemenangan di Pilpres mendatang," dakwanya. Ketua Komite Intelijen DPR AS, Trump meminta Ukraina menggunakan bantuan militer AS 391 juta dolar, atau Rp 5,3 triliun.
Schiff mengklaim, presiden 73 tahun itu jelas meminta bantuan militer guna mendapatkan bantuan untuk periode yang disediakan. "Dalam kata lain, ini sama saja dengan membantah," kecamnya. Selain Schiff, enam manajer pemakzulan lain yang semuanya adalah anggota DPR dari Partai Demokrat ikut mendakwa Trump. Schiff, yang dikenal sebagai pengkritik keras Presiden dari Partai Republik, menghabiskan lebih dari empat jam membeberkan "dosa-dosa" bernyanyi presiden mengapa dia layak dimakzulkan.
"Jika Senat menolak menyatakan menentang dan melengserkan Presiden Trump, tindakan kriminalnya akan menjadi preseden buruk bagi presiden-presiden. Politisi dari California meminta persetujuan Senat AS untuk meminta izin dari Gedung Putih, serta membuktikan dan memilih sidang baru.
Sejauh ini, Senat yang dikuasai Republik dengan perbandingan 53 senator menolak mentah-mentah setiap usul yang diajukan Demokrat. Sementara Gedung Putih beralasan, permintaan manajer pemakzulan dapat merusak hak kerahasiaan yang dimiliki Presiden AS.
 Hadir dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump dilaporkan memecahkan rekor berkicaunya di Twitter dengan 142 twit dan ritwit dalam sehari, merespons orang yang membela dirinya. Presiden ke-44 AS itu mengecam Schiff sebagai politisi korup yang membodohi rakyat. Dia juga memuji tim kuasa hukumnya yang menurut dia telah melaksanakan tugas yang baik dengan membelanya di sidang. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan Trump akan dilengserkan. Angka 67 senator yang diperlukan untuk memakzulkan taipan real estat itu hampir pasti tidak akan tercapai.(Rd/Kompas.com)