GNPF 'Safari' ke Partai Demokrat,Burhanuddin: Tidak Mungkin Terjadi Lawan Kotak Kosong


Medan,DP News
Pilkada Kota Medan Tahun 2020 mendatang mendapat berbagai respon terutama me yagkut bakal calon Walikota Medan Periode 2021-2026.Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut menyambangi Partai Demokrat Medan membahas Pilkada Medan. GNPF mendukung poros baru yang diinisiasi Demokrat, PAN dan PKS soal calon wali kota Medan.
Dikutip dri Detk.com,dukungan terhadap poros baru ini disampaikan GNPF untuk melawan oligarki politik. GNPF menilai ada kekuatan politik yang ingin membuat sistem oligarki di Medan.
"Ada penguasa memainkan oligarkinya. Hari ini Medan mau diuji coba, dan alhamdulillah Demokrat meresponsnya ingin membangun poros baru dengan partai-partai lain. Kita ingin menolak adanya calon tunggal di kota Medan dengan gaya oligarki ini," ujar Wakil Ketua GNPF Sumut, Tumpal Panggabean, di ruang Fraksi Demokrat DPRD Medan, Jl Kapten Maulana Lubis, Senin (3/2).
Tumpal meminta Demokrat konsisten mendukung adanya poros baru di Kota Medan. Jika hanya ada calon tunggal, kata Tumpal, GNPF memastikan akan menjadi pendukung kotak kosong.
"Kami mendorong Demokrat untuk terus konsisten berjuang memilih posisi yang tepat dalam pilkada ini. Karena kita taulah pasti banyak tawaran yang menggiurkan dari oligarki tadi. Tapi sejauh ini kita lihat Demokrat masih konsisten dengn wacana baru tadi untuk mengusung calon lain," lanjut Tumpal.
Ketua DPC Kota Medan, Burhanuddin Sitepu, yang menerima kedatangan GNPF menyampaikan keyakinannya Pilkada Medan tidak akan diikuti calon tunggal. Dia juga menyampaikan calon-calon yang disampaikan GNPF akan menjadi pertimbangan Demokrat.
"Tidak mungkin terjadi kotak kosong. Yang mengaku-ngaku mau calon juga banyak, mereka dari partai. Partai-partai juga punya harga diri untuk memajukan calon dari kadernya," kata Burhanuddin.
Sebagaimana ramai diberitakan,sejumlah nama sudah bermunculan sebagai bakal calon walikota walau masa pencalonan resmi dari partai politik maupun independen sesuai jadwal dan tahapan Pilkada baru akan terlaksana Juni mendatang.(Rd/detik.com)