Japorman: Tunggu Putusan DPP PDI Perjuangan,Boby dan Akhyar Punya Peluang Sama...

Foto/Kompas.com
Medan,DP News
Untuk melengkapi adminitrasi keanggotaan PDI Perjuangan,Muhammad Bobby Afif Nasution mendatangi kantor DPD PDI-P Sumut di Jalan Letjen Djamin Ginting Simpng Selayang ,Medan. Mengenakan kemeja hitam, pria yang biasa dipanggil Bobby ini disambut Ketua PDI-P Sumut Japorman Saragih, Sekretaris Sutarto, dan Wakil Sekretaris Aswan Jaya.  Bobby langsung naik ke lantai dua, lalu mengisi formulir pendaftaran sebagai kader partai yang sudah tersedia.
Kemudian kembali turun ke lantai satu gedung dan menjawab pertanyaan wartawan.
Lulusan S2 Agribisnis IPB ini mengatakan, kedatangannya untuk bersilaturahmi karena sejak mendaftar sebagai bakal calon wali kota dari partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri, ia belum pernah berkunjung kembali.Apakah ini pertanda untuk maju pada Pilkada Kota Medan mendatang, penggagas Kolaborasi Medan Berkah itu tak membantah. Alasannya memilih PDI-P karena mertuanya Presiden Joko Widodo dari partai ini. Namun dia menegaskan bahwa tidak ada intervensi yang membuatnya menjadi kader PDI-P, atau keharusan agar dirinya menjadi kader partai mana pun.  "Ya, berlabuh di PDI-P, seperti yang saja jelaskan tadi, saya sebagai seorang anak juga, pasti ingin mengikuti jejak dan meniru orangtuanya. Itu saja," kata Waktum BPP HIPMI sambil mengenakan jaket merah kebanggaan partai, Kamis (12/3).
Soal partai lain yang juga menjadi tempat berlabuh, Bobby bilang, bersama kader PDI-P yang lain sudah sepakat untuk membangun dan menjadikan Kota Medan lebih baik perlu kekuatan bersama-sama dan kolaborasi.
Walau saat ini mendaftar sebagai kader PDI-P, ia tetap berharap dukungan dari seluruh partai tempat ia mendaftar. Disinggung siapa yang akan mendampinginya kelak, Bobby menggeleng. Pasalnya, sampai hari ini rekomendasinya belum keluar. "Inilah, sampai detik ini rekomendasi saya belum keluar, agak pusing juga mikirin wakilnya nanti, punya saya belum keluar ini. Jadi mohon doanya supaya rekomendasi saya keluar dan bisa saya sebutkan nanti siapa wakilnya," ucap Bobby tertawa.
Japorman Saragih yang berada di samping Bobby menambahkan, Bobby sudah menjadi kader PDI-P karena menandatangi formulir untuk masuk sebagai kader. Sah menjadi kader partai, apakah dukungan untuk menjadi calon wali kota Medan jatuh kepada Bobby? Japorman menjawab, PDI-P wajib hukumnya mendukung kader partai, namun keputusan siapa yang akan didukung berada di DPP. 
"Calon kita ada dua, Pak Akhyar dan Mas Bobby, masing-masing punya peluang yang sama. Tinggal persoalannya sekarang ini, DPP bersama ketum. Kita tegak lurus dengan apa yang diputuskan DPP, kalau Ibu Ketua Umum mengatakan A, kita tunduk dan taat atas instruksi tersebut. Semua tahapan-tahapan sudah dilalui Akhyar dan Bobby, finalnya ada di DPP PDI-P. Kita hanya berdoalah," katanya.  "Soal wakil, tadi sudah disampaikan Mas Bobby, entah di mana," sambung Japorman.  Untuk berkolaborasi dengan partai lain, pihaknya membuka pintu selebar-lebarya. Japorman bilang, partainya tidak akan sanggup bekerja sendiri, begitu juga dengan Bobby. Sesuai motto PDI-P, yaitu gotong-royong, maka semua pihak termasuk jurnalis harus membantu membangun Kota Medan.  "Apalagi dengan milenialnya nanti, saya pikir barangkali, pasti Kota Medan akan lebih maju dari kota-kota lain," pungkasnya.   Japorman mengungkapkan, Bobby sering berkomunikasi dan bertemu dengan DPD dan elite DPP PDI-P di Jakarta.
Tapi dia mengaku tidak tahu-menahu soal isu Bobby dan Akhyar akan digabungkan. Menurutnya, yang mengetahui hanya ketua umum dan DPP.  "Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergotong-royong. Untuk membangun kota Medan ini, Bobby tidak bisa sendiri. Sebagai kader PDI-P harus bersama-sama membantu. Apalagi dengan bantuan kaum milenial, tentu kota Medan akan lebih maju," tukasnya.
Sebagaimana diketahui,dua nama ‘bersaing’ memperebutkan rekomedasi dari Ketua Umum DPP PDI P Megawati Sekarnoputri dan sampai saat iini keduanya menungu putusan partau berlambang banteng itu.
Akhyar dikabarkan sudah ‘menyetor’ tiga nama calon wakil walikota ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta walau masih dirahasiakan.Sementara itu,PKS (Partai Keadlian Sejahtera) sudah menetapkan Salman Alfarizi menjadi Cawako Medan walau partai politik tersebut masih harus mencari parpol untuk memenuhi persyaratan di KPU.(Rd/Kompas.com)