Lagi-Lagi Antonius Tumanggor ‘Disuguhi’ Kasus Kepling di Sei Agul,Habiburrahman: Komisi I Panggil Kabag Tapem dan Camat Medan Barat

Medan,DP News
Lagi-lagi masalah kinerja kepala lingkungan di Kelurahan Sei Agul Medan Barat.Di kala asyik bersama keluarga, sekitar pukul 20.00 WIB, Antonius D Tumanggor kedatangan tamu sebanyak enam orang warga Jalan Karya Rakyat Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Selasa (12/5) .Mereka ditanya dalam urusan apa, seorang ibu bernama Julianti mengatakan ingin mengadukan kekecewaan mereka terhadap kinerja Kepling 4 yang diakui mereka terpilih seperti dinasti, (mengantikan orangtuanya) dan  sudah 20 Tahun menjadi Kepling 4.
Kehadiran warga dari Jalan Karya Rakyat Kelurahan Sei Agul ini pun diterima oleh anggota DPRD kota Medan dari Dapil 1 ini dan membawa mereka ke Sopo Restorasi untuk mendengarkan keluhan warga yang diketahui sempat melakukan unjuk rasa terkait bantuan sembako dari Wihara dan Lions Clubs kepada warga lingkungan IV yang dinilai tidak adil kepada warga beberapa hari lalu.
Adapun Kepala Lingkungan IV kelurahan Sei Agul yang dimaksud warga bernama Rominar Boru Hutabarat. Diakui warga, selama menjadi Kepling kebijakannya selalu tidak pro terhadap warganya, apalagi ketika ada bantuan dari pemerintah seperti bantuan langsung tunai (BLT), pengurusan administrasi warga, seperti KTP,KK dan Akta Nikah, juga pembagian sembako seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Warga juga mengaku jika bantuan beras yang dari pemerintah, banyak warga yang tidak mendapatkan dan ketika ditanya kepada Kepling IV tersebut selalu beralasan bantuan khusus untuk warga miskin.
” Padahal kami juga warga kurang mampu dan miskin, bisa di cek langsung kondisi kami, kenapa ada kesan Kepling memilih-milih memberi bantuan, atau jangan-jangan?,”sebut warga itu.
Melyana Br.Hutagalung yang juga hadir di Posko Restorasi, mengakui jika selama ini diketahui Rominar Br Hutabarat kurang bermasyarakat apalagi tidak memikirkan warganya dan selalu cuek alias masa bodoh dengan warganya.
”Masak pulak semenjak diangkat jadi Kepling, tidak pernah mau mengajak warganya berdiskusi, baik itu bantuan ataupun arahan dari Pemko. Dia cuek, bahkan kami ada 35 KK dianggap warga buangan di Jl Speksi, tapi apabila ada Surat Pemilihan Legisltaif (pileg), Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), Pemilihan Presiden (Pilpres) kami di ikut sertakannya, seraya Rominar meminta warga agar memilih salah satu nama sesuai selera Rominar,” bilangnya.
Sambung Boru Hutagalung ini lagi, seperti hal nya bantuan sosial (Bansos) yang dilaksanakan oleh Lions Clubs di RS Lions sebanyak 300 Paket untuk Tiga Ratus Keluarga yang juga warga Lingkungan IV di Jalan TA Hamzah Kelurahan Sei Agul Medan Kecamatan Medan Barat beberapa hari lalu.
” Herannya kami, tidak mendapatkan Bansos tersebut, bila kami minta usul kepada Kepling Rominar Br.Hutabarat terkesan cuek dan bilang ” kalian bukan wargaku lagi!”, tutur Boru Hutagalung menceritakan dari yang dia alami dan temannya.
Mendengar aspirasi dari warganya, Antonius yang juga didampingi petugas Babinkamtipmas Aritonang dan Panit Intel, Pramono dari Polsek Medan Barat yang datang Sopo Restorasi.Kita sudah tampung aspirasi warga dan akan diteruskan ke Komisi I DPRD Medan,ujar Antonius,Rabu(13/5) kepada wartawan.
Rencananya, besok,Kamis (14/5) puluhan warga Lingkungan IV ini pun sudah bulat akan ‘serbu’ dengan mendatangi Kantor Lurah Sei Agul mempertanyakan surat keberatan mereka terkait kinerja Kepling IV yang sudah diserahkan kepada Lurah.

Panggil Camat dan Lurah
Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kota Medan dari Fraksi Nasdem, Habiburahman Sinuraya ketika dikonfrmasi terkait permasalahan warga dilingkungan IV Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat mengatakan, sangat menyayangkan sekali seorang kepala lingkungan yang merupakan amanah dari masyarakat dan sebagai perpanjangan tangan Camat dan Lurah namun tidak dapat menjadi sosok pengayom bagi warga dilingkungannya.
” Saran saya selaku anggota DPRD kota Medan dari komisi 1, agar sementara, warga lingkungan IV jangan dulu melakukan pengurusan administrasi penduduk ke kepling, namun langsung saja melalui Lurah atau ke kantor Kelurahan Sei Agul. kita mau lihat apa respon Lurah terkait itu,” terang politisi dari Partai NasDem Kota Medan ini.
Diucapkan Habib lagi, jika warga kurang puas atas kinerja Kepling IV tersebut, silahkan warga menyurati Inspektorat dan Komisi 1 DPRD kota Medan.
” Agar kami dari komisi 1, akan menjadwalkan pertemuan dengan Kabag Tapem, Camat, Lurah, Kepling dan warga yang keberatan. Meski saat ini masih COVID-19, namun sebagai anggota Dewan tugas kami harus tetap kami jalankan,” terangnya.
Sambungnya, dalam RDP yang akan dijadwalkan setelah surat dimasukkan, akan dilihat dan diketahui bersama dimana duduk permasalahannya.
“Dan jika memang benar apa yang diucapkan warga, kita bisa rekomendasikan agar Kepling tersebut di stanvaskan sementara. Kita juga akan tetap mengikuti aturan kesehatan protokoler COVID-19 selama bertugas,” terangnya.
Selain itu, Habiburahman juga meminta kepada Plt.Walikota agar jangan diam ketika mendengar adanya keluhan warga nya yang merasa mendapat ketidak adilan atas kinerja bawahannya di lapangan.
” Karena warga Jalan Karya Rakyat adalah warga Kota Medan juga, tidak akan ada Walikota jika tidak ada warganya. Butuh tindakan tegas bagi bawahan yang dianggap sudah mempermalukan pimpinan apalagi Kepling yang merupakan ujung tombak pemko Medan untuk mengetahui keluhan warga, haruslah segera direspon untuk menjadi contoh bagi Kepling lainnya di Kota Medan,” tutup Habiburahman Sinuraya.(Rd)